Sistem Game Peternakan

Sistem Game Peternakan
Satu Karyawan Sajaya Farm yang Berkhianat


__ADS_3

Sebelum para pengunjung menghina orang-orang sampan ayam, beberapa penjaga keamanan Sajaya Farm sudah bergerak dengan cepat untuk menangkap mereka yang telah melakukan perbuatan curang.


Kameraman juga langsung menyoroti mereka agar para pengunjung dan penonton bisa melihat wajah-wajah yang sudah berbuat curang di perlombaan balap sampan barusan.


Aksa menghampiri mereka dengan wajah muram dan langsung bertanya, "Siapa yang menyuruh kalian? Aku tahu kalau kalian disuruh oleh seseorang karena tidak ada gunanya berbuat curang secara terang-terangan di depan kamera drone."


Perkataan Aksa terdengar lewat kamera, orang-orang yang menonton langsung tersadar kalau perkataan Aksa memang benar. Mereka segera berpikir siapa yang menyuruh kelompok sampan ayam berbuat curang.


"Kami ingin mendapatkan hadiah utamanya, aku tidak berbohong kepadamu." Seorang pria jangkung berkata dengan nada panik namun matanya sangat tenang.


Aksa yang bisa melihat emosi seseorang tahu kalau perkataannya tadi benar. "Bagaimana, apakah kamera pengawas sudah diselidiki?"


"Sudah, Pak. Apakah Anda ingin melihatnya?" tanya salah satu karyawan yang sedang memegang tablet.


"Langsung siarkan saja, biarkan para pengunjung dan penonton yang ada diluar melihat apa yang orang-orang ini lakukan," jawab Aksa dengan nada dingin.


"Ya!" Karyawan itu mengangguk dan segera menyambungkan tablet ke peralatan siaran langsung sehingga para pengunjung bisa melihatnya.


...----------------...


Di dalam video kamera pengawas yang sedang disiarkan langsung.


Ada tiga karyawan yang menggunakan seragam Sajaya Farm sedang melakukan pemeriksaan sampan yang akan digunakan oleh para peserta.


Setelah beberapa saat, dua orang karyawan pergi meninggalkan satu orang. Lalu tiba-tiba orang itu berjalan ke suatu tempat dan mengambil sebuah tas berat dari balik semak-semak.


Orang itu membukanya, mengambil sebuah mesin perahu dan kait besi. Mesin perahu dipasang di bawah sampan dengan mantap seolah-olah di sana tidak ada mesin apapun.


Kemudian kait besinya diletakkan di dalam sampan yang tidak mencolok sehingga kamera tidak bisa mendeteksinya karena lokasinya yang ada di pojok tertutup kepala sampan.


Setelah melakukan dua hal tersebut, orang itu menaruh tas kosong kembali ke tempat semula dan dia langsung pergi menuju arah kepergian dua orang karyawan lainnya.

__ADS_1


...----------------...


"Panggil orang itu!" teriak Aksa dengan kemarahan yang luar biasa.


Dua penjaga keamanan segera memanggil karyawan tersebut dengan cepat. Sementara itu siaran langsung saat ini sedang dipenuhi dengan rentetan komentar yang sangat banyak.


--- {Pasti ada seseorang yang menyuap karyawan tersebut. Mau bagaimanapun, berbuat curang secara terang-terangan akan merugikan orang tersebut, jadi dia pasti mau karena disuap dengan banyak uang.}


--- {Sepertinya musuh yang dihadapi oleh Sajaya Farm kali ini sedikit kuat. Tapi aku akan tetap mendukung kalian semua!!}


--- {Sepertinya ini ada hubungannya dengan perusakan properti Sajaya Farm beberapa hari yang lalu. Aku curiga orang yang melakukan kedua hal ini adalah orang yang sama.}


Aksa melihat rentetan komentar para penonton, dia segera berkata, "Kalian tenang saja. Sajaya Farm akan mengusut masalah ini, kalian tolong selalu pantau akun media sosial kami agar bisa mendapatkan informasi terbaru dengan jelas."


"Dan tolong jangan mempercayai berita dari media manapun, kami, Sajaya Farm tidak bekerja sama dengan siapapun kecuali pemerintah," lanjutnya.


Setelah beberapa saat, dua penjaga keamanan yang tadi pergi kembali. Mereka berdua membawa seorang pria dengan seragam Sajaya Farm yang wajahnya sudah pucat pasi.


Aksa berjongkok di depan karyawan itu dan berkata dengan nada datar namun sangat dingin. "Katakan, siapa yang menyuruhmu?"


Aksa melihatnya seperti itu dengan tenang, dia tidak kesal karena tahu kalau pria di depannya disuap dengan uang yang banyak karena berani melakukan kecurangan secara terang-terangan.


Ia berdiri dan menghadap ke kamera. "Semuanya, sepertinya event kali ini harus ditunda terlebih dahulu. Kami akan mencari tahu tentang masalah ini, diperkirakan besok akan muncul pemberitahuan terkait hal ini di akun media sosial Sajaya Farm."


Setelah mengatakan hal tersebut, Aksa membungkukkan badannya ke arah kamera, atau lebih tepatnya ke arah pengunjung dan penonton. Semua karyawan di sekitar juga mengikuti tindakan Aksa dengan membungkukkan badan mereka.


Para pengunjung dan penonton tidak menyangka kalau Aksa dan karyawan lain akan sangat sopan. Mereka juga memahaminya, meskipun masalahnya cukup sepele hanya sebuah kecurangan, tapi pasti ada tujuan tertentu.


--- {Mendukung Sajaya Farm adalah tindakan yang tidak aku sesali. Aku akan menunggu kabar dari kalian semua besok.}


--- {Kami akan berdoa untuk masalah ini agar cepat selesai. Kami ingin Sajaya Farm tetap tenang dan damai karena tempat itu membawa kebahagiaan bagi kami.}

__ADS_1


--- {Selidiki masalah ini lebih lanjut, aku juga akan menyebarkan berita ini agar orang-orang tahu kalau ada seseorang yang memanipulasi di balik layar.}


Setelah beberapa patah kata, event kedua diputuskan untuk ditunda. Para peserta dan pengunjung dibebaskan untuk bermain dan siaran langsung juga dihentikan karena ada masalah.


Aksa bersama yang lain membawa orang-orang mencurigakan itu ke sebuah ruangan kosong. Di sana mereka menginterogasi orang-orang tersebut sampai mendapatkan jawaban.


Namun hasilnya nihil, orang-orang itu sama sekali tidak membuka mulut mereka. Meskipun wajah mereka pucat pasi karena ketakutan, tapi mulut mereka tetap rapar.


"Meskipun aku mencurigai Kevin, tapi dia adalah orang yang bodoh. Tidak mungkin dia memikirkan rencana seperti ini, kalau begitu, apakah ini Albar?" pikir Aksa sejenak.


Kemudian setelah beberapa saat, Aksa menyebutkan nama Albar dengan tenang untuk melihat reaksi orang-orang itu. Dan benar saja, mata mereka menyusut saat mendengar nama Albar.


Aksa berdiri dari tempat duduk dan meminta Galih dan yang lain untuk memanggil polisi. Dia sendiri pergi ke suatu tempat untuk mencari dua makhluk yang bisa ia andalkan.


Saat keluar dari ruangan, Sarah datang dan menanyakan beberapa hal. Aksa menjawab dengan jujur kalau yang melakukan ini adalah Albar, namun ia meminta Sarah untuk jangan ikut campur.


Karena ayah Sarah berteman dengan Albar, jika mereka berselisih, maka dampaknya akan berbeda lagi karena ini melibatkan dua perusahaan ternama.


Setelah mengucapkan sampai jumpa kepada Sarah, ia berjalan menuju tempat yang ia ingin tuju. Dia sampai di area dekat taman bunga yang cukup sepi, di sana, dia menemukan dua makhluk yang ia cari.


Mereka berdua sedang bertarung satu sama lain, tidak ada yang bisa menentukan siapa yang bisa memenangkan pertarungan tersebut karena mereka selalu imbang.


Aksa juga bertanya-tanya mau sampai kapan dia makhluk itu bertarung karena dari awal mereka tidak pernah menyelesaikan pertarungan dengan satu makhluk sebagai pemenang.


"Kalian berdua, hentikan." Aksa menghentikan mereka berdua dengan nada tidak berdaya karena terus-menerus melihat mereka bertarung satu sama lain.


Dua makhluk yang dari tadi bertarung tentu saja dia hewan liar yang Aksa ambil. Satunya adalah kucing oranye gemuk yang bernama Simba dan satunya lagi adalah anjing golden retriever yang dulunya kumuh yang bernama Zoe.


"Aku punya tugas untuk kalian, apakah kalian siap?" tanya Aksa sambil mengeluarkan daging ayam kualitas C dari peternakan game.


"Meong!" Simba mengeong dengan keras sambil menatap daging ayam di tangan Aksa.

__ADS_1


"Guk!" Zoe juga menggonggong dengan keras dengan ekornya yang berputar-putar tanda bahwa dia sedang senang.


"Bagus, tugas kalian adalah..."


__ADS_2