Sistem Game Peternakan

Sistem Game Peternakan
Lanjut Bermain Setelah Anak-anak Tidur Siang


__ADS_3

Sore harinya, setelah Aksa selesai menyelesaikan semua urusannya, dia kembali ke vila yang ditempati oleh anak-anak Sekolah Dasar Sunshine.


Di sana ia melihat kalau anak-anak baru saja bangun dan sedang meminum air putih hangat yang sudah disediakan oleh para guru agar tenggorokan mereka segar.


"Halo, anak-anak. Apakah kalian masih mengantuk?" tanya Aksa dengan ramah kepada anak-anak.


"Paman!" Anak-anak segera mengerubungi Aksa saat melihat dia datang.


Karena anak-anak baru saja bangun, Aksa duduk bersama dan berbincang-bincang bersama mereka. Setelah beberapa saat, anak-anak mengganti pakaian mereka dan segera pergi ke area hewan ternak.


Masih ada area sapi potong dan ayam potong yang belum dikunjungi, Aksa mempopulerkan ilmu yang sederhana namun cukup untuk diingat oleh anak kecil.


"Paman, Paman! Apakah sapi akan merasakan sakit saat disembelih?" tanya seorang anak perempuan dengan nada polosnya.


Aksa berjongkok di depannya dan menjawab, "Itu semua tergantung pada manusia yang menyembelihnya. Tapi di negara kita yang tercinta, sapi tidak akan merasakan sakit karena kita tahu harus menyembelihnya di bagian mana."


"Kalau Paman berkata tergantung manusia, itu artinya ada manusia yang menyakiti sapi saat disembelih?" Anak perempuan itu bertanya lagi dengan penasaran.


Aksa mengangguk dengan serius dan menjawab, "Tentu saja ada, masih banyak manusia jahat di luar sana. Oleh karena itu kalian harus belajar dengan sungguh-sungguh agar tidak menjadi seperti mereka."


"Dan jika melihat ada orang yang melakukan kejahatan, kalian harus menghentikannya. Tapi itu nanti setelah kalian dewasa, sekarang kalian masih anak-anak sehingga harus mendengarkan perkataan orang tua," tambahnya.


Anak-anak mengangguk dengan serius seolah-olah mereka paham dengan perkataannya. Aksa tidak tahu apakah mereka benar-benar paham atau tidak, tapi dia juga tidak memaksa mereka.


Setelah itu ada beberapa anak yang mengajukan pertanyaan kepada Aksa yang dijawab dengan sabar olehnya dengan jawaban yang sederhana namun mudah dipahami.


Kemudian mereka pergi ke kandang ayam potong yang bentuknya berbeda dengan kandang ayam petelur. Di sana anak-anak banyak tertawa karena melakukan kejar-kejaran dengan ayam.


Aksa juga tidak menghentikan mereka karena tahu kalau ayam tidak bermaksud untuk menyakiti anak-anak. Ayam-ayam hanya penasaran karena melihat makhluk kecil seperti mereka.

__ADS_1


Para guru juga tidak lupa untuk memotret mereka dan mengirimkan foto yang diambil kepada grup orang tua agar para orang tua bisa mengetahui apa yang sedang dilakukan oleh anak-anak mereka.


"Bermain dengan ayam ya, dulu aku bukan bermain dengan ayam tapi bertarung dengan ayam," pikir Aksa yang mengingat kenangan masa kecilnya.


Seperti yang dipikirkan oleh Aksa, dia pernah bertarung dengan ayam menggunakan ranting kayu sedangkan lawannya hanya menggunakan paruh untuk mematuk Aksa kecil.


Pertarungannya begitu sengit meskipun pada akhirnya si ayam kabur karena Ani datang sambil membawa sapu. Aksa kecil yang melihat hal itu langsung tertawa terbahak-bahak sebelum dia juga kena pukul.


Kembali ke waktu sekarang, anak-anak sudah selesai bermain kejar-kejaran dengan pada ayam. Kemudian Aksa mengajak mereka untuk pergi ke taman bunga dan bermain dengan tupai.


Di sana, Aksa sudah menyediakan lahan kosong untuk berpiknik. Para guru segera menggelar tikar di atas rumput dan menaruh keranjang rotan yang di dalamnya berisi makanan ringan.


"Anak-anak, jangan bermain terlalu jauh ya! Jika ingin pergi ke suatu tempat, pastikan melapor kepada guru!" teriak Aksa dengan suara riang.


"Ya!" Anak-anak mengangkat tangan mereka dan menjawab dengan kompak, kemudian mereka mulai bermain dengan hewan-hewan yang ada di sekitar.


"Sebenarnya rencana awal kami adalah malam siang saat di sini, namun cuaca tadi terlalu panas bagi anak-anak. Jadi kamu memutuskan untuk di sini saat sore hari saja," kata Sari kepada Aksa.


Sari juga mengangguk dengan serius dan berkata, "Benar, meskipun lebih enak makan siang di luar, tapi kita harus mengutamakan kesehatan anak-anak. Jangan mengabaikan kesehatan demi sebuah kenyamanan."


Setelah berbicara sebentar, Aksa pergi untuk berjalan-jalan di sekitar, tidak terlalu jauh. Tupai dan kelinci yang melihat Aksa segera menghampirinya karena mereka sudah akrab dengannya.


"Oh, halo. Apakah kalian ingin makan?" Aksa mengeluarkan pakan tupai yang berupa biji-bijian dan pakan kelinci yang berupa wortel dari gudang penyimpanan game.


Para hewan mengerubungi Aksa untuk meminta makanan, ada yang hinggap di pundak Aksa, kepala Aksa, memanjat di kaki Aksa, melompat-lompat dengan tinggi, dan lain sebagainya.


"Baiklah, jangan terburu-buru." Aksa tersenyum dan memberi mereka semua makan.


Dan pada saat itu juga, terdengar suara langkah kaki yang berantakan. Kemudian muncul banyak kepala yang Aksa kenal dari balik pohon yang sedang melihat hewan-hewan di sekitar Aksa.

__ADS_1


"Ayo ke sini, mari kita beri makan tupai dan kelinci bersama," kata Aksa dengan ramah.


Kepala-kepala kecil itu adalah anak-anak Sekolah Dasar Sunshine yang mengintip dengan penasaran. Saat mendengar perkataan Aksa, mata mereka berbinar-binar dan segera mendekatinya.


Aksa memberikan mereka semua pakan tupai dan kelinci agar mereka bisa memberi pada hewan makan sendiri. Pada awalnya anak-anak sedikit gugup karena jumlah tupai dan kelinci yang lumayan banyak.


Namun setelah didorong oleh Aksa dengan kata-kata penyemangat, mereka menjadi lebih berani dan bisa mengatasi kegugupan mereka sehingga bisa memberi tupai dan kelinci makan.


...----------------...


Malam pun tiba, Aksa saat ini sedang berada di vila setelah mengantar anak-anak ke dalam. Kemudian setelah berbicara sebentar dengan Sari, dia pergi meninggalkan vila menuju kantornya.


Saat Aksa membuka pintu kantor, dia melihat kalau ada Sarah yang sedang tertidur dengan posisi duduk, kepalanya dimiringkan ke samping yang bisa jatuh kapan saja.


"Sarah." Aksa tersenyum dan mengambil selimut di lemari di belakang meja kerjanya.


Aksa membaringkan Sarah di atas sofa secara perlahan-lahan agar dia tidak bangun, kemudian Aksa menyelimuti Sarah dan menaikkan suhu AC agar tidak terlalu dingin.


Setelah melakukan hal itu, Aksa duduk di kursinya dan menyalakan komputer. Kemudian dia mulai mengurusi beberapa dokumen dan mengatasi beberapa masalah kecil.


Masalah kecil yang terjadi di Sajaya Farm biasanya hanya berupa adu mulut antara pengunjung, pengunjung yang marah-marah, penyerobotan antrean, membuang sampah sembarangan, dan lain sebagainya.


Beberapa karyawan sudah menulis laporan tentang masalah kecil yang terjadi. Tugas Aksa adalah memberi peringatan kepada orang yang melakukan masalah itu dan memberi karyawan sedikit bonus.


Untuk masalah internal sama sekali tidak ada masalah apapun. Semua karyawan sangat harmonis dan tidak ada yang memiliki hubungan buruk atau bermusuhan satu sama lain.


Itu karena Aksa sudah melakukan penyaringan yang lebih ketat atas karyawan yang dia rekrut setelah ada satu karyawan yang berkhianat dengan melakukan tindakan curang.


"Ahh, lelahnya." Aksa berdiri dan merenggangkan otot-otot tubuhnya yang kaku karena terlalu lama duduk dan menatap layar komputer.

__ADS_1


Melihat Sarah yang masih tertidur, Aksa tersenyum. Dia mengambil selimut lain dan tidur di sofa lain yang ada di seberang Sarah.


Aksa ingin membangunkan Sarah agar dia bisa tidur di asrama karena di sana lebih nyaman. Tapi melihat kalau Sarah tidur dengan nyenyak, Aksa mengurungkan niatnya karena berpikir kalau Sarah sedang kelelahan.


__ADS_2