Sistem Game Peternakan

Sistem Game Peternakan
Berjualan di Sekolahnya Elvira dan Elvina


__ADS_3

Acara sudah dimulai. Pertama adalah sambutan dari kepala sekolah, guru, serta dari sponsor. Kemudian, pada pukul setengah 8, siswa bisa melakukan kegiatan apa saja yang mereka mau.


Dua karyawan Sajaya Farm juga sudah datang ke sekolah. Mereka sudah bersiap untuk melayani pembeli. Dan karena masih pagi, ada banyak siswa dan siswi yang membeli makan di stand mereka.


Tapi, saat ini Aksa sedang melihat kenalannya. Kenalannya bukanlah manusia, melainkan hewan, dan berjumlah dua. Mereka berdua adalah Simba dan Zoe yang ikut di dalam mobil dua karyawannya.


"Jadi, jelaskan kenapa kalian ikut ke sini," kata Aksa kepada Simba yang sibuk menjilati tubuhnya dan Zoe yang menjulurkan lidahnya.


"Meong!" Simba mengeong sambil menunjuk ke arah Zoe dengan kaki kanannya. Kemudian, dia kembali melanjutkan menjilati tubuhnya.


"Guk!" Zoe menggonggong beberapa kali, lalu dia mengitari Aksa.


Bagi orang lain, mereka bersuara seperti hewan pada umumnya. Tapi di telinga Aksa, mereka berbicara seperti manusia. Simba berkata kalau dia ikut Zoe ke sini. Sementara Zoe berkata kalau dia ingin bermain.


"Aku tidak tahu kenapa pihak sekolah mengizinkan dua hewan nakal ini masuk," kata Aksa sambil menepuk dahinya.


"Aku juga tidak tahu, mungkin karena memang diizinkan?" kata Sarah sambil memiringkan kepalanya.


"Yah, apapun itu. Kalian berdua main saja di sekitar sini, sekarang waktunya jam sibuk," kata Aksa sambil melambaikan tangannya menyuruh Simba dan Zoe untuk bermain sendiri saja.


Dan pada saat ini, ada beberapa siswa yang mendekat. Aksa yang melihat mereka segera menyesuaikan posturnya dan mendekati mereka sambil membawa menu.


"Halo adik-adik, kami dari Sajaya Farm. Kalian pasti tahu Sajaya Farm kan? Kami menjual beberapa menu yang bahannya dari Sajaya Farm langsung," kata Aksa dengan suara ramah.


Pada awalnya, beberapa siswa itu terkejut dan sedikit takut karena Aksa tiba-tiba berbicara dengan mereka. Tapi setelah mendengar perkataan Aksa, mereka menjadi tertarik dan melihat menu di tangan Aksa.


Aksa tersenyum melihat reaksi mereka, jadi dia melanjutkan, "Karena masih pagi, bagaimana kalau minum susu dulu? Kalau kalian belum mau beli, coba secangkir kecil susu sapi dulu."


Aksa segera mengambil cangkir karton berukuran kecil, lalu mengisi semuanya dengan susu sapi. Setelah itu, dia memberikannya kepada beberapa siswa di sampingnya.

__ADS_1


"Wah, terima kasih Kak," kata salah satu siswa diikuti oleh teman-temannya.


Mereka segera meminum susu sapi yang diberikan oleh Aksa secara gratis. Kemudian, mata mereka menjadi cerah saat merasakan kelezatan susu sapi milik Sajaya Farm.


"Bagaimana? Rasanya enak kan. Mau beli satu atau dua?" kata Aksa sambil tersenyum ramah, karena dia sudah mengharapkan reaksi dari mereka.


"Kak, aku mau dua, tapi dibungkus," kata seorang siswa laki-laki kepada Aksa sambil mengeluarkan dompet dari sakunya.


"Kak, ada apa lagi selain susu ini?" tanya seorang siswa laki-laki berambut tipis kepada Aksa. Dia penasaran apa yang dijual oleh Aksa selain susu sapi.


"Oh, ada susu kambing, ayam geprek, semur daging, dan daging sapi lada hitam," jawab Aksa. Dia juga memberikan menu kepada mereka agar bisa dibaca.


Setelah beberapa saat, mereka sudah memutuskan apa yang merekam mau. Jadi, mereka segera memberitahu Aksa dan Aksa memberitahu karyawannya untuk menguapkan pesanan mereka.


"Meong." Pada saat ini, Simba datang dan mengeong kepada Aksa.


Aksa yang sedang mencari pelanggan lain melihat ke arah Simba di bawahnya. Dia mengambil Simba dan bertanya, "Apa yang kamu mau? Bukankah kamu sedang bermain dengan Zoe?"


Aksa bisa memahami perkataan Simba kalau dia mau makan. Aksa menghela napas panjang, lalu dia memberikan satu ayam kepada Simba, dan satu lagi kepada Zoe yang sedang menghampirinya.


"Kakak, apa ini kucing dan anjingmu? Aku tidak pernah melihat mereka di sekolah," kata siswa perempuan dengan rambut dikepang.


"Ah, iya mereka peliharaanku. Sentuh saja kalau mau, mereka bersih kok," angguk Aksa kepada siswa perempuan tersebut.


"Bolehkah!?" Siswa perempuan itu tersenyum berseri-seri. Dia segera berjongkok dan mengelus-elus Simba yang sedang makan ayam.


Simba tidak mempedulikan siswa perempuan itu, karena dia paham kalau dia harus berbuat baik agar bisa diberi makan oleh Aksa. Jadi, dia tidak menolak dan tetap makan ayamnya.


...----------------...

__ADS_1


Singkat cerita, Aksa dan Sarah membantu dua karyawan Sajaya Farm untuk melayani pembeli. Karena seperti yang sudah diprediksi, kalau ada banyak siswa dan siswi yang membeli dagangan mereka.


Semua orang di sana sudah tahu Sajaya Farm, itulah mengapa mereka segera menyerbu dengan cepat agar tidak kehabisan. Aksa yang melihat hal ini segera pergi ke toilet agar bisa masuk ke peternakan game untuk membawa susu lebih.


Lalu pada saat siang harinya, ada lebih banyak siswa yang memberi makanan untuk makan siang. Aksa juga segera membeli es batu agar bisa dicampur dengan susunya.


"Sarah, minum ini. Cuaca sedang panas-panasnya, aku bahkan hampir pingsan tadi," kata Aksa kepada Sarah sambil memberikan segelas susu dingin.


"Jangan bohong. Kamu bahkan hanya berkeringat sedikit saja," kata Sarah sambil memutar matanya, lalu dia mengambil dan meminum susu dingin dari Aksa.


Aksa memang tidak terlalu berkeringat karena tubuhnya sudah ditingkatkan. Sementara itu Sarah yang jarang di luar ruangan merasa sangat panas dan sudah tidak kuat lagi.


Sekarang mereka sedang ada di gazebo. Siswa yang beli sudah sedikit sehingga mereka bisa menyerahkannya kepada karyawan Sajaya Farm.


"Aksa, ternyata dagangan kita laris juga," kata Sarah sambil melihat stok dagangan mereka yang kian menipis meskipun hari masih siang.


"Ya, selain karena bahannya yang enak, aku juga membuat porsi murah. Ini bertujuan agar pada siswa bisa membelinya tanpa khawatir dengan harganya," angguk Aksa.


Aksa sengaja membuat porsi murah agar banyak yang membelinya. Lagipula, mencari keuntungan adalah tujuan nomor dua, sementara nomor satunya adalah mencari popularitas.


Alasannya adalah karena sedikit anak muda yang datang ke Sajaya Farm. Kebanyakan dari pengunjung adalah orang dewasa atau keluarga dengan anak kecil.


Itulah kenapa Aksa sedang menargetkan pengunjung remaja. Karena remaja pasti bisa menghabiskan banyak uang tanpa berpikir panjang.


"Ngomong-ngomong, adikmu belum menelepon?" tanya Sarah kepada Aksa.


"Belum, paling sebentar lagi mereka datang. Karena aku sudah menyuruh mereka untuk datang kalau lapar atau butuh uang," kata Aksa sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Dan pada saat Aksa selesai mengatakan hal itu, Elvira dan Elvina datang ke tempat mereka sambil membawa beberapa teman mereka.

__ADS_1


"Nah, apa yang aku katakan," kata Aksa sambil tersenyum tipis karena perkataannya benar.


__ADS_2