
Dalam video tersebut terdapat Lisa yang sedang berdiri dengan latar belakang berupa taman bunga matahari. Lisa melihat ke arah kamera dan menunjukkan senyum profesional.
"Selamat sore teman-teman, kembali lagi dengan Lisa di sini. Teman-teman pasti tahu kalau ada video dari selebgram tertentu yang menjelek-jelekkan tempat kami, Sajaya Farm."
"Di sini, Lisa akan menjelaskan seluk beluk mengenai masalah ini agar teman-teman tidak salah paham dan tidak termakan berita hoax."
"Ditambah kami juga mempunyai bukti bahwa apa yang selebgram katakan di dalam videonya itu salah bahkan dia memfitnah Sajaya Farm kami."
Lisa kemudian menjelaskan masalah mengenai Ela yang salah paham kalau tubuhnya disentuh oleh Saka padahal tidak namun Rio malah marah-marah dan menuduh Saka sambil berteriak.
Setelah memberikan penjelasan, video berganti ke salinan video rekaman kamera pengawas dan di sana orang-orang bisa melihat dengan jelas kalau Saka tidak menyentuh tubuh Ela.
"Teman-teman pasti lihat bukan? Sebenarnya masalah ini sudah diselesaikan dengan damai. Pria bertopi yang bernama Saka juga tidak ambil hati dengan masalah ini meskipun dia sudah diteriaki oleh pria tersebut."
"Namun kami pihak Sajaya Farm tidak menyangka kalau pria tersebut malah mengambil video dan mengatakan hal-hal kebohongan sampai memfitnah Sajaya Farm."
"Bos kami dengan tegas akan meminta penjelasan dari pria tersebut dan jika tidak ada klarifikasi atau permintaan maaf, maka kami pihak Sajaya Farm akan mengambil jalur hukum."
"Sebelum Lisa mengakhiri video ini, teman-teman jangan lupa kalau media sosial bukanlah tempat kebal hukum. Itu saja, sekian dan terima kasih!"
...----------------...
Video dari Sajaya Farm membuat orang-orang sadar kalau mereka dibohongi oleh pria tersebut dan mereka berbondong-bondong pergi ke akun media sosial pria tersebut dan meninggalkan komentar negatif di sana.
Pemerintah kabupaten juga mengetahui hal ini, mereka tahu kalau Sajaya Farm adalah mitra kerja mereka. Pemerintah segera mengirimkan peringatan kepada Rio lewat email resmi.
Sementara itu Aksa dan pihak Sajaya Farm tidak terlalu peduli dengan masalah ini karena mereka adalah pihak yang benar ditambah orang-orang juga sudah melihat buktinya.
...----------------...
"Masalah selesai, ayo pulang!" Aksa tersenyum dan mengenakan mantelnya.
Sudah akhir Bulan November dan cuaca sudah dingin. Namun hujan kadang terjadi dan kadang-kadang hanya gerimis kecil yang membuat Aksa menghela napas lega.
Jika hujan terjadi maka Sajaya Farm akan kehilangan pengunjung dan karena Sajaya Farm adalah wisata luar ruangan, jadi mana ada orang yang ingin berkunjung ke tempat wisata luar ruangan saat hujan.
"Ya." Sarah kembali ke kantornya untuk mengambil mantel dan juga tasnya.
__ADS_1
Sebelum pergi, Aksa mengirimkan pesan kepada Lisa kata-kata terima kasih dan Aksa juga berkata kalau Lisa dan akan diberikan bonus saat awal bulan.
Aksa memang akan memberikan gaji kepada para karyawannya antara tanggal 1 sampai tanggal 5 setiap bulannya.
Lisa dengan cepat berterima kasih kepada Aksa. Setelah itu, Aksa dan Sarah keluar dari Sajaya Farm bersama-sama lalu berpisah.
...----------------...
Keesokan harinya, Rio dibangunkan dengan dering telepon yang mengganggu. Ia mengusap matanya dan segera menyalakan telepon dengan kesal.
"Sial, siapa yang mengirimkan pesan pagi-pagi sekali!?" Namun Rio kehilangan kantuknya saat melihat dua email yang ia kenal.
Yang pertama adalah email dari aplikasi media sosialnya lalu yang kedua adalah email dari pihak kepolisian. Ia mengerutkan keningnya dan membuka kedua email tersebut dengan rasa penasaran.
Lalu wajahnya menjadi sangat pucat setelah membaca kedua email. Email dari aplikasi media sosial berisi pesan kalau akun media sosialnya diblokir secara permanen karena menyebabkan fitnah dan berita hoax.
Lalu email dari pihak kepolisian berisi kalau dirinya harus segera pergi ke kepolisian terdekat untuk memberikan klarifikasi terkait fitnah dan berita hoax yang ia sebarkan.
Ela yang masih berbaring di ranjang juga bangun karena ponselnya berdering. Ia melihat kalau temannya menelepon, dan dengan malas is menjawab teleponnya.
"Ela! Apa yang kamu pikirkan! Pacarmu ini menyebarkan fitnah dan berita hoax, sekarang dia sudah dipanggil oleh kepolisian dan akun media sosialnya juga diblokir!"
Ela menatap pacarnya yang memasang wajah jelek, tanpa berkata-kata ia beranjak dari ranjang dan segera mengenakan pakaian. Ia mengambil tas miliknya dan segera keluar dari rumah.
Tindakan Ela sangat jelas, ia tidak ingin bersama dengan Rio lagi. Ia juga tidak terlalu peduli dengan nasib Rio karena ia hanya mengincar uang Rio saja.
Rio juga terlalu terbawa suasana setelah membaca kedua email sehingga dirinya tidak menyadari kalau Ela sudah pergi dari rumahnya dan mungkin hubungan mereka sudah selesai.
Kejadian ini membuat Rio kehilangan banyak hal mulai dari kehilangan hubungan dengan Ela, reputasi publik, dan uang karena Rio mengandalkan iklan dan sponsor untuk hidup.
...----------------...
Ketika Aksa bangun di pagi hari, ia segera pergi ke gudang menggunakan motor roda tiganya. Setelah masuk ke dalam bidang, ia mengangkut produk peternakan game dan pergi ke Sajaya Farm.
Setelah sampai ia meminta bantuan karyawan lain untuk membawa produk peternakan game ke area penjualan karena rak-rak penjualan sudah kosong semuanya.
"Aksa, lihat ini." Sarah yang melihat Aksa datang segera berjalan mendekat dan menyerahkan ponselnya.
__ADS_1
"Hm?" Aksa melihat informasi di layar ponsel Sarah.
Informasi tersebut berisi kalau Rio telah dipanggil oleh kepolisian dan kemungkinan besar ia akan diberikan hukuman berupa pengawasan dan denda.
Jika orang mencemarkan nama baik atau menuduh orang sembarangan tanpa adanya bukti, orang tersebut akan dikenai hukuman berupa penjara selama sembilan bulan atau denda berupa ratusan ribu rupiah.
Namun karena tindakan Rio tidak terlalu besar, Aksa berpikir kalau dia akan dihukum paling lama satu bulan atau hanya pengawasan agar tidak melakukan hal buruk lagi.
Tapi ini semua tidak ada hubungannya dengan Aksa dan Sajaya Farm. Pihak mereka sudah memenangkan masalah ini dan Sajaya Farm semakin terkenal bahkan orang dari luar kabupaten datang untuk berkunjung.
"Ngomong-ngomong, mari kita lihat situasi kolam ikan." Aksa mengunci pintu kantornya lalu masuk ke dalam peternakan game.
Aksa berjalan mendekati kolam ikan dan mengambil salah satu ikan nila menggunakan jaring dan segera memeriksa atributnya.
[Ikan Nila: Kualitas D]
[Keterangan: Ikan bernama Nila yang sudah tumbuh dewasa dan siap untuk dimasukkan ke dalam perut. Rasa +2, kesehatan otak +2, mencegah kanker +2.]
Sudah bisa dipastikan kalau atribut rasa +2 adalah atribut tambahan dari kolam ikan dan atribut kesehatan +2 membuat ikan-ikan di dalamnya memiliki tubuh yang besar.
Biasanya ikan nila akan dipanen saat beratnya sudah sekitar 300-500 gram namun ikan nila di kolam ini memiliki tubuh yang lebih besar dan diperkirakan beratnya hampir dua kali lipat.
Lalu Aksa mengambil ikan gurame dan ikan mujair yang memiliki tubuh lebih besar juga. Atributnya sama seperti ikan di bagian rasa +2 dan kesehatan otak +2.
Ikam gurame memiliki atribut lain berupa menyehatkan jantung +2 dan ikan mujair memiliki atribut lain berupa daya tahan tubuh +2.
"Karena ikan sudah siap, maka aku akan menggunakan kartu pembangunan untuk membangun tempat wisata baru di sungai. Sistem, kamu bisa melakukan itu bukan?" tanya Aksa.
[Host bertanya kepada siapa?]
"Haha, seperti yang diharapkan dari Sistem. Tapi mari kita lakukan itu nanti setelah aku mendapatkan karyawan tambahan." Aksa tertawa dan menganggukkan kepalanya.
[Dimohon untuk jangan mempertanyakan kemampuan Sistem, Host. Sistem ini bisa melakukan segalanya dengan baik tidak seperti Host.]
Aksa mengabaikan perkataan Sistem yang nyeleneh itu. Ia melihat ke kalender dan menyadari kalau sebentar lagi tahun akan berganti.
"Satu bulan lagi sudah tahun baru. Diperkirakan Alvan akan pulang saat akhir tahun. Aku harus memberikan keluargaku hadiah karena Sajaya Farm menghasilkan banyak keuntungan," pikir Aksa.
__ADS_1
Selain itu Aksa juga memikirkan untuk memberi hadiah untuk pada karyawannya sebagai hadiah tahun baru. Sebagai bos yang baik hati dan tidak sombong, ia harus memperlakukan karyawannya dengan baik.