Sistem Game Peternakan

Sistem Game Peternakan
Hujan Turun dan Kegiatan di dalam Restoran


__ADS_3

Sore harinya, saat semua orang sedang bersenang-senang di Sajaya Farm, hari mulai mendung. Awan-awan yang gelap menutupi matahari sehingga langitnya berubah menjadi warna gelap.


"Sebentar lagi akan hujan," kata Aksa yang ada di kantornya saat ini. Dia melihat kalau banyak hewan ternak mulai masuk ke dalam kandang.


Jadi, Aksa segera menelepon kantor layanan. Dia segera berkata, "Buat pemberitahuan kepada para pengunjung, kalau hujan akan turun. Para pengunjung bisa masuk ke dalam restoran, atau pulang."


"Ah, berikan air hangat untuk para pengunjung yang memutuskan untuk ke restoran. Karena mereka tidak bisa melakukan aktivitas diluar, maka kita harus menyenangkan mereka di dalam restoran," tambah Aksa.


"Baik, Bos!!" kata karyawan di bagian kantor layanan setelah mendengar perintah dari Aksa.


Aksa mengakhiri panggilan. Dia perlu melakukan sesuatu untuk para pengunjung yang ada di restoran. Karena mereka tidak bisa melakukan aktivitas diluar, maka setidaknya Sajaya Farm harus melakukan sesuatu agar mereka tidak bosan.


"Sistem, aku punya beberapa ide. Bagaimana menurutmu?" Aksa memberitahu beberapa idenya kepada Sistem, agar Sistem bisa memilihnya.


Ide-ide dari Aksa cukup banyak, seperti teater, konser musik sederhana, pesta dansa, karaoke, menonton film, dan masih banyak lagi.


[Ada beberapa ide yang tidak bisa dilakukan karena itu butuh banyak persiapan. Mungkin konser musik bisa disederhanakan, pesta dansa dan karaoke bisa dicoba, film tidak bisa karena semua orang punya selera yang berbeda.]


"Benar juga, bagaimana kalau begini. Konser musik dan pesta dansa digabung?" tanya Aksa kepada Sistem.


[Tidak cocok. Tariannya jangan dansa, mungkin tarian sesuka para pengunjung. Karena dansa harus diiringi musik yang cocok.]


"Ah, kamu benar. Baiklah, aku akan menggunakan ide ini dan menambahkan beberapa ide," angguk Aksa yang memutuskan untuk menggunakan ide dari Sistem.


Setelah memikirkan ide tambahan, Aksa langsung keluar dari kantor dan pergi ke restoran. Bersamaan dengan itu, terdengar pemberitahuan dari speaker yang ada di seluruh Sajaya Farm.


"Hm, aku harus cepat," kata Aksa. Dia segera berjalan dengan cepat menuju restoran.

__ADS_1


Tapi gedung kantornya dengan gedung restoran tidak digabung. Jadi mau tidak mau, Aksa harus menerobos hujan untuk pergi ke restoran. Tapi yang jadi masalah adalah Aksa tidak membawa payung.


"Butuh payung?" tanya seseorang yang Aksa kenal. Itu adalah Sarah, dia kebetulan melihat Aksa saat dia akan pergi ke restoran juga.


"Kebetulan sekali, mengapa kamu selalu ada saat aku butuh?" kata Aksa sambil tersenyum. Dia mengambil payung dari tangan Sarah dan membukanya.


"Mungkin karena ini ditakdirkan?" balas Sarah sambil tersenyum tipis.


Aksa sudah membuka payung, kemudian dia meminta Sarah untuk mendekat. Setelah itu, mereka mengambil langkah maju dan pergi ke restoran, yang jaraknya sekitar 10 meter lebih.


Aksa melihat kalau hampir semua pengunjung sudah ada di dalam restoran. Lantai satu restoran memang sangat luas, Aksa sengaja agar pengunjung yang makan bisa makan dengan nyaman.


Tapi karena terlalu banyak orang, tidak cukup kursi untuk semua orang duduk. Jadi, setelah Aksa meletakkan payung, dia segera pergi ke tengah di mana di sana ada beberapa karyawan.


"Perhatian, semuanya!!" teriak Aksa dengan keras sambil mengeluarkan auranya yang menekan, arena para pengunjung mengobrol dengan kencang sampai membuat berisik.


Teriakan keras dan aura yang dikeluarkan oleh Aksa membuat para pengunjung diam. Aksa menganggukkan kepalanya dengan puas, lalu dia berdehem dan mulai berbicara.


"Jadi sekarang, aku mau mengadakan kegiatan kecil-kecilan. Kita akan melakukan konser musik! Kalian juga bisa bernyanyi, menari, atau melakukan permainan kartu dan papan yang sudah disediakan."


Para pengunjung terkejut dengan perkataan Aksa. Mereka kira kalau mereka akan mati kebosanan karena menunggu di dalam restoran sampai hujan reda. Tapi mereka tidak menyangka kalau Sajaya Farm akan mengambil inisiatif.


Meskipun kegiatan yang diadakan biasa-biasa saja, tapi ini melibatkan banyak orang. Jadi bisa jadi kalau kegiatan ini akan sangat meriah dan dipenuhi dengan canda tawa dari mereka.


"Ohh! Terima kasih, Aksa!!" teriak salah satu pengunjung.


Teriakan pengunjung itu membuat pengunjung lain juga berteriak dan bersorak dengan gembira. Mereka menantikan kegiatan sederhana yang akan dilakukan di dalam restoran ini.

__ADS_1


Aksa tersenyum dan mengangguk. Dia segera meminta karyawannya untuk membawakan alat musik. Jangan tanya bagaimana bisa ada alat musik, itu semua memang ada di lantai satu asrama.


Karena banyak karyawan yang bosan saat jam istirahat, jadi mereka meminta izin apakah boleh membawa alat musik. Aksa tentu saja memperbolehkan mereka membawa alat musik, karena mereka yang membawa, bukan membeli memakai uang Sajaya Farm.


Untuk permainan kartu dan papan, memang sudah disediakan di restoran agar pengunjung bisa makan sambil bermain. Mulai dari poker, UNO, monopoly, catur, dan masih banyak permainan kartu dan papan lainnya.


"Tapi kalian mungkin bosan jika melakukan kegiatan ini sampai hujan reda. Jadi, aku akan mengeluarkan beberapa hewan!" teriak Aksa dengan keras yang membuat para pengunjung tercengang dengan perkataannya.


Para pengunjung belum sempat bereaksi, lalu ada banyak sekali suara dari arah luar restoran. Banyak hewan yang berdatangan, seperti anjing, kucing, kelinci, burung, dan masih banyak lagi.


"Wahh!!" Anak-anak kecil yang ada di dalam restoran berteriak dengan kegirangan karena melihat ada banyak hewan. Bahkan pada orang dewasa tidak terkecuali.


"Jangan khawatir, mereka semua bersih. Kalau kalian masih ragu-ragu, kalian bisa ambil handuk hangat yang akan disediakan," kata Aksa dengan suara keras sambil tersenyum.


Tapi Aksa tercengang karena tidak ada orang yang mendengarkannya. Karena pada pengunjung saat ini sedang mengelus-elus atau memeluk hewan-hewan yang baru saja datang.


"Yah, ini cukup bagus, kan?" kata Sarah yang ada di samping Aksa.


Aksa menghela napas panjang. Dia tersenyum dan berkata, "Kamu benar."


Setelah beberapa menit, karyawan yang pergi ke asrama sudah kembali. Mereka membawa cukup banyak alat musik seperti drum, gitar, bass, harmonika, terompet, dan masih banyak lagi.


Bahkan Aksa sendiri sampai tertegun. Meskipun dia memberi izin, tapi dia tidak pernah melihat alat-alat musiknya. Dia tidak menyangka kalau para karyawannya membawa banyak sekali alat musik.


"Maaf, Bos," kata salah satu karyawan yang melihat ekspresi Aksa.


"Hm? Ah, santai saja. Itu alat musik kalian, bukan milik Sajaya Farm. Tapi, jangan bermain musik terlalu keras yang malah mengganggu yang lain," kata Aksa dengan nada santai karena dia tidak keberatan.

__ADS_1


"Hidup Bos!" Karyawan itu tersenyum dan berteriak, lalu karyawan lainnya juga ikut berteriak.


Alat-alat musik sudah diletakkan, di depannya juga ada area kosong tempat orang menari. Kemudian, Aksa tersenyum dan mengumumkan kalau kegiatan sederhana ini dimulai.


__ADS_2