Sistem Game Peternakan

Sistem Game Peternakan
Aksa yang Menyebar Video Albar dan Salsa


__ADS_3

Keesokan harinya, di Sajaya Farm tepatnya di ruangan yang cukup luas yang digunakan untuk rapat semua karyawan. Mereka semua ada di dalam ruangan ini untuk membahas masalah kemarin.


Karyawan yang melakukan tindakan buruk dan kelompok sampan ayam yang melakukan kecurangan sudah ditangkap oleh polisi dan dijatuhi denda beberapa ratus ribu saja.


Aksa juga tidak terlalu peduli dengan hukuman mereka karena yang lebih penting adalah menemukan dalang di balik semua ini.


"Jadi, laporkan semua hal yang sudah kalian temukan," kata Aksa yang duduk di kursi paling ujung karena dia adalah pemilik Sajaya Farm.


"Bos, kami sudah menyelidiki orang yang melakukan hal ini tapi itu nihil. Bukan karena kami tidak bisa melacaknya, tapi karena jejak orang itu disamarkan seolah-olah ada dinding tak terlihat," kata karyawan pria kurus.


"Polisi juga sudah menyelidiki masalah ini, namun tanggapan yang mereka keluarkan adalah untuk jangan menyelidiki masalah ini lebih jauh lagi," kata karyawan wanita lain.


Beberapa karyawan juga melaporkan tindakan yang mereka lakukan dan hasil yang diperoleh. Memang tidak ada yang membuahkan hasil yang bagus, tapi Aksa mengapresiasi kegigihan mereka.


"Kalian sudah bekerja keras, akan aku tambah bonus di dalam gaji kalian nanti. Untuk sekarang, berhenti menyelidiki karena aku sudah tahu siapa yang melakukan hal ini," kata Aksa dengan serius.


Pada karyawan bahagia karena mereka mendapatkan bonus saat gaji mereka diberikan, lalu mereka menjadi serius setelah mendengar Aksa sudah tahu dalam di balik layar.


"Dalang dibalik perusakan properti adalah Kevin, dalam dibalik kecurangan perlombaan adalah Albar, dalang dibalik berita negatif adalah Ajeng." Aksa berdiri dan menampilkan foto keluarga Kevin lewat proyektor yang ada di sana.


"!!" Para karyawan sangat terkejut karena mereka juga tahu siapa Kevin dan kedua orang tuanya.


"Tapi bos, mengapa mereka melakukan hal ini kepada Sajaya Farm? Bukankah apa yang kita lakukan berbeda dan tidak ada hubungannya?" tanya salah satu karyawan.


Sebelum Aksa membuka mulut, Sarah sudah menjawab terlebih dahulu. "Itu karena aku. Ayahku dan Pak Albar adalah rekan kerja yang cukup dekat, kemudian aku dan Kevin dijodohkan oleh mereka. Sisanya bisa kalian bisa tahu sendiri."


Para karyawan bukanlah orang yang bodoh, mereka tentu saja tahu kalau Kevin melakukan perusakan properti karena cemburu dengan Aksa. Kemudian Albar dan Ajeng melakukan ini karena mereka mendukung putranya.


"Apa yang Sarah katakan memang faktanya, tapi kalian semua tenang saja. Meskipun lawan kita adalah perusahaan investasi yang terkenal, aku punya cara untuk membuat mereka rugi," kata Aksa sambil menyeringai.


[Sudah Sistem katakan agar jangan menyeringai dengan jahat karena itu akan membuat Host seperti seorang penjahat yang sebenarnya.]


Aksa mengabaikan perkataan Sistem dan berkata kepada semuanya. "Aku akan melakukan sesuatu di internet dengan akun anonim, kalian lihat saja apa yang akan terjadi. Aku jamin kalian akan tercengang, hahaha!"

__ADS_1


Para karyawan termasuk Sarah tidak mengerti mengapa Aksa tertawa terbahak-bahak. Namun mereka juga menantikan apa yang Aksa lakukan sehingga bisa membuat mereka tercengang.


...----------------...


Pagi harinya, saat Sajaya Farm dibuka, sebuah video muncul di salah satu akun anonim. Pada awalnya video tersebut tidak diperhatikan, namun saat satu orang membuka video tersebut, dia terkejut setengah mati.


Pasalnya, orang itu tahu wanita yang ada di dalam video karena dia adalah penggemar Salsa yang beberapa waktu lalu melakukan tur konser ke berbagai kota di Pulau Jawa.


Karena tidak percaya, orang itu meneruskan video yang ia lihat ke orang-orang yang ia kenal. Kemudian video itu mulai menyebar dengan kecepatan kilat.


"Sial!? Apakah dia benar-benar Salsa yang baru saja melakukan konser di Jawa Barat!? Jika iya, aku akan keluar dari grup penggemar."


"Salsa!? Apakah ini benar-benar Salsa!? Dari semua orang, mengapa harus dengan pria paruh baya!? Apakah kamu adalah wanita yang mengincar uang!?"


"Perusahaan investasi, kah. Aku tidak menyangka dia, yang sudah mempunyai istri dan anak, akan melakukan hal seperti ini dengan seorang idola."


Video yang Aksa unggah bukanlah video full durasi, karena jika iya maka video tersebut tidak bisa diunggah di media sosial. Aksa sudah mengedit video tersebut agar hanya wajah dan suara yang muncul.


Namun hal ini juga tidak membuat kecepatan penyebaran videonya lambat, jika video yang sudah diedit saja bisa menyebar dengan kilat, tidak bisa dibayangkan jika video ini tidak diedit.


Salsa yang merupakan idola tentu saja memiliki penggemar hitam atau orang yang membencinya. Para penggemar hitam ini melihat kesempatan untuk menjatuhkan Salsa dan segera menghujatnya.


...----------------...


Jakarta, di gedung pencakar langit yang merupakan tempat perusahaan Salsa berada. Perusahaan ini bernama Dream Star yang menempati lantai 14 sampai 16 di gedung tersebut.


Di dalam kantor yang besar, ada seorang pria berperut buncit yang mengenakan setelan jas mahal. Di depannya ada satu wanita cantik dan satu wanita gemuk.


Pria berperut buncit itu adalah direktur Perusahaan Dream Star. Wanita cantik itu adalah Salsa gang yang sedang ramai diperbincangkan dan wanita gemuk itu adalah asisten Salsa.


"Aksa yang kamu lakukan!? Mengapa ada video kamu dan Albar yang sedang berhubungan badan di media sosial!?" teriak direktur Dream Star sambil melempar barang-barang di atas meja.


"Itu bukan salahku! Aku juga tidak tahu bagaimana bisa video itu tersebar! Hanya aku dan Pak Albar saja yang mempunyai video tersebut!" balas Salsa dengan mata memerah.

__ADS_1


Meskipun dia adalah idola dengan banyak penggemar, dia tetaplah wanita yang akan menangis saat dihadapan dengan masalah yang sangat berat.


"Hanya kalian berdua yang tahu? Itu artinya Albar yang melakukan hal ini," kata direktur.


Wajar saja jika direktur berpikir seperti itu karena jika Salsa gang menyebar, maka pekerjaannya sebagai idol akan hilang dan dia akan dihujat, dibuang, dikucilkan, oleh masyarakat.


Direktur segera menelepon Albar, dia tentu saja mengenal Albar karena perusahaan investasi Albar berinvestasi di perusahaan Dream Star.


"Halo?" Telepon tersambung dan terdengar suara Albar yang malas dari sisi lain.


Direktur menahan amarahnya dan berkata, "Pak Albar, apakah Anda melakukan sesuatu yang salah akhir-akhir ini?"


"Hah? Direktur, apakah kamu sedang mabuk? Katakan saja apa yang sedang terjadi, jangan bertele-tele," kata Albar dengan nada tidak senang.


"Pak Albar! Lihatlah situasi berita sekarang, semua membicarakan Anda dengan Salsa! Ini karena video hubungan Anda dengan Salsa telah menyebar luas!" teriak direktur dengan marah.


Di sisi lain, Akbar tertegun selama beberapa detik sebelum menjawab, "Apa!? Tersebar!? Bagaimana bisa video itu tersebar, padahal aku sudah menyimpannya di brankas!"


Albar segera pergi ke ruang kerjanya dan melihat kalau brankas terbuka sedikit, ia memeriksanya dan melihat kalau brankas tersebut kosong.


"Kosong, bagaimana bisa?" tanya Albar kepada diri sendiri dengan suara lemah.


Direktur yang mendengar hal itu tahu kalau ini tidak ada kaitannya dengan Albar tapi masih merupakan kesalahan Albar karena membiarkan seseorang mengambil isi brankas nya.


...----------------...


Waktu yang sama, Di Sajaya Farm tepatnya di kantor Aksa.


"Aksa! Bagaimana bisa kamu mendapatkan video itu!?" tanya Sarah kepada Aksa dengan ekspresi tercengang.


"Hahaha!" Aksa tertawa sebentar sebelum menjelaskan bagaimana video tersebut diambil.


Semakin lama Sarah mendengarnya, semakin tercengang dia. Karena Simba dan Zoe yang menyusup ke dalam rumah keluarga Kevin untuk mengambil video tersebut dalam bentuk flashdisk.

__ADS_1


"Dengan ini, reputasi Albar akan jatuh ke dasar. Di keluarganya juga bisa dipastikan akan terjadi pertengkaran yang hebat," kata Aksa dengan tenang.


"Ya. Meskipun tindakan kita bukanlah sesuatu yang baik, tapi mereka duluan yang memulainya. Kita hanya membela diri," angguk Sarah.


__ADS_2