Sistem Game Peternakan

Sistem Game Peternakan
Mengunjungi Area Sungai Bersama Anak-anak


__ADS_3

Pagi harinya, Sarah bangun dari tidurnya. Dia merasa kalau tubuhnya sedikit sakit karena tidur di sofa. Meskipun sofanya cukup panjang, namun ruang untuk bergerak terbatas sehingga membuat tubuh sakit.


"Jam berapa sekarang?" Sarah duduk dan mengambil ponselnya yang di atas meja.


Namun tangannya berhenti di udara saat melihat situasi yang ada di depan. Karena di depannya ada Aksa yang sedang melakukan sesuatu dengan laptopnya namun tidak menyadari kalau dia sudah bangun.


Sarah segera mencari tahu di dalam ingatannya mengenai apa yang terjadi semalam. Kemudian dia menghela napas lega karena dia hanya tidur di kantor Aksa, bukan melakukan sesuatu yang aneh.


Karena tangan Sarah masih berhenti di udara membuat Aksa menyadarinya. "Sarah, kamu sudah bangun? Minum air hangat terlebih dahulu."


Aksa mengambil termos kecil milik Sarah dan memberikan kepada Sarah karena dia sudah mengisi dengan air hangat tadi saat baru saja bangun.


"Ah, iya." Sarah mengangguk dengan gugup dan mengambil termos miliknya, kemudian dia minum air hangat yang ada di dalamnya.


Sarah gugup karena Aksa melihatnya saat baru bangun di mana saat ini pakaian dan rambutnya sedikit acak-acakan. Ini adalah pertama kalinya seorang pria melihat keadaannya yang seperti ini.


Andre tentu saja pernah melihat Sarah saat baru bangun, tapi itu saat Sarah masih kecil. Jadi memang bisa dikatakan kalau Aksa adalah pria yang pertama kali melihat kondisinya saat baru bangun.


"Bagaimana tidurmu? Biar aku tebak kalau tubuhmu pasti sakit semua kan? Hahaha." Aksa bertanya kepada Sarah sebelum dia tertawa terbahak-bahak.


"Ya, seluruh tubuhku terasa sangat sakit karena terlalu kaku," kata Sarah dengan nada tidak berdaya.


Lalu mereka berdua pergi ke asrama untuk mandi di sana, kemudian setelah mandi adalah sarapan bersama dengan para karyawan karena biasanya mereka memang sarapan bersama.


Aksa yang meminta hal ini karena para karyawan bisa memupuk hubungan. Dengan ini, mereka juga bisa bekerja dengan nyaman karena orang-orangnya sudah dekat dan akrab.


Kemudian setelah selesai Sarapan, Aksa segera pergi ke vila yang ditempati oleh Anak-anak Sekolah Dasar Sunshine. Saat sampai, dia melihat kalau anak-anak sedang bersiap-siap.


"Oh, Paman!" Anak-anak segera menyapa Aksa dan memintanya untuk mendekati mereka.

__ADS_1


Aksa tersenyum, dia menghampiri mereka dan bertanya, "Halo. Apa yang sedang kalian lakukan pagi-pagi ini?"


"Paman! Kami sedang menyiapkan makanan ringan! Kata guru kami, kami akan pergi ke area sungai yang ada di dekat ini!" Salah satu anak laki-laki berkata.


"Makanan ringan? Padahal kalian baru saja sarapan." Aksa berkata dan tersenyum dengan tidak berdaya karena mereka baru saja sarapan namun sudah menyiapkan makanan ringan.


Anak-anak hanya tertawa dengan polos dan melanjutkan memasukan makanan ringan ke dalam tas kecil mereka. Hari ini, mereka juga mengenakan pakaian yang sama, berwarna putih dengan gambar matahari dan bebek.


"Anak-anak, mari berfoto bersama Paman!" Aksa mengeluarkan ponselnya dan berkata kepada anak-anak.


"Oh!!" Anak-anak segera mengerubungi Aksa dan yang paling dekat dengan Aksa bahkan sampai memeluknya dengan erat.


Aksa tersenyum dan segera menekan tombol potret, dia mengambil beberapa foto bersama anak-anak Sekolah Dasar Sunshine yang lucu itu apalagi kaos mereka yang menambah kelucuan.


Setelah selesai bersiap-siap, Aksa segera memimpin anak-anak untuk pergi ke area sungai. Pertama mereka akan menaiki perahu untuk mengelilingi seluruh area sungai.


Pertama pada guru yang naik ke atas perahu, kemudian karyawan yang bertugas segera membantu anak-anak. Perahu yang digunakan cukup besar sehingga bisa menampung 10 orang.


Jadi, ada empat perahu yang digunakan oleh anak-anak dan pada guru. Aksa naik ke perahu kecil sendiri karena dia akan memandu mereka dengan perahu kecil tersebut.


"Paman! Apakah Paman tidak apa-apa naik perahu seorang diri?" tanya salah satu anak perempuan dengan nada khawatir karena melihat Aksa seorang diri dengan perahu kecil.


"Hahaha, tidak apa-apa. Paman itu kuat sehingga tidak ada bahaya yang bisa mengancam Paman di daerah ini!" Aksa berkata dengan nada percaya diri yang membuat anak-anak menatap Aksa dengan mata berbinar-binar.


Setelah sudah dipastikan kalau semua anak sudah naik ke atas perahu, karyawan-karyawan segera mendayung dengan dayung agar perahu bisa bergerak.


"Baiklah, apakah kalian bisa lihat ikan di sana? Itu adalah ikan gurame yang sangat enak jika dimasak. Ibu atau pembantu kalian pasti pernah memasakkan ikan gurame ini." Aksa menunjuk ke arah kawanan ikan gurame.


Karena air sungainya yang jernih, orang-orang bisa melihat kehidupan yang ada di dalamnya. Jadi, anak-anak juga bisa melihat kawanan ikan gurame yang ditunjuk oleh Aksa.

__ADS_1


"Woah, ada ikan di sana!" Anak-anak bergembira karena melihat ada banyak sekali ikan di dekat mereka.


"Ikan gurame ini memiliki manfaat yang bagus, salah satunya adalah membantu perkembangan otak. Anak yang mengkonsumsi ikan ini akan memiliki kecerdasan yang tinggi," jelas Aksa.


"Jadi, kalian harus meminta orang tua kalian untuk memasakkan ikan gurame sesuai dengan jenis hidangan yang kalian inginkan," sambungnya.


Anak-anak menganggukkan kepala mereka dengan serius, mereka memahami perkataan Aksa. Siapa yang tidak mau menjadi cerdas? Bahkan anak-anak seperti mereka pun juga mau.


Jadi mereka segera menyimpan saran Aksa di kepala mereka agar nanti saat pulang bisa langsung meminta orang tua untuk memasakkan atau membeli ikan gurame.


Setelah itu, Aksa juga memperkenalkan ikan gurame dan ikan lain yang ada di sungai Sajaya Farm. Dia menjelaskan dengan kata-kata yang sederhana agar anak-anak bisa memahaminya.


Mereka juga tidak hanya berkeliling sambil melihat-lihat, terkadang Aksa akan mengambil ikan yang ada di dalam air dan menunjukkannya kepada anak-anak agar mereka bisa melihat dengan jelas.


Meskipun ikan-ikan takut dengan pengunjung bahkan karyawan Sajaya Farm, tapi mereka tidak takut kepada Aksa. Semua hewan peternakan game tidak akan takut kepada Aksa, seolah-olah memang sudah diatur seperti itu.


Anak-anak juga terkejut karena Aksa bisa mengambil ikan yang sedang berenang dengan mudahnya. Padahal mereka yang mencoba menggapai ikan malah tidak bisa karena sudah kabur duluan.


"Bagus! Ayo istirahat di sana!" Aksa menunjuk ke arah area istirahat yang kosong.


Mereka segera menepi dan keluar dari perahu, anak-anak menaruh tas mereka dan mulai bermain dengan hewan-hewan kecil yang ada di sekitar ditemani oleh guru.


Setelah beberapa saat, matahari berada di atas namun panasnya tidak terlalu terasa karena ditutupi oleh awan. Jadi mereka memutuskan untuk makan siang di area istirahat.


Mereka makan siang dengan gembira karena anak-anak membuat suasana menjadi harmonis. Aksa juga bisa menemukan topik yang tepat dan lucu membuat anak-anak tertawa lepas.


Baru setelah makan siang, anak-anak kembali ke vila untuk tidur siang. Mereka tidur dengan cepat karena sudah lelah dan karena mereka makan siang dengan banyak.


Aksa tersenyum melihat anak-anak tidur, kemudian setelah berbicara dengan Sari dan guru lain, di pergi keluar menuju kantornya.

__ADS_1


__ADS_2