Sistem Game Peternakan

Sistem Game Peternakan
Perusakan Properti yang terjadi di Sajaya Farm


__ADS_3

Malam harinya, dua penjaga keamanan sedang duduk di ruang keamanan sedangkan dua lagi sedang berpatroli. Di dekat Sajaya Farm, sudah ada banyak orang yang memakai topeng.


Mereka adalah Tora dan preman yang disewa untuk merusak properti Sajaya Farm. Mereka tahu kalau Sajaya Farm mempunyai kamera pengawas dan tidak mungkin mereka tidak diperhatikan.


Itulah mengapa mereka memutuskan untuk memakai topeng dan akan melakukan perusakan properti dengan cepat agar karyawan Sajaya Farm tidak memanggil polisi.


"Ada dua penjaga keamanan, nanti beberapa di antara kalian mendekati mereka kemudian membungkam dan mengikat mereka agar tidak mengeluarkan suara," kata Tora dengan serius dan diberi anggukan kepala oleh yang lain.


Setelah mengamati situasi, Tora mengangguk dan berkata, "Ayo pergi, selesaikan ini dengan cepat agar tidak menimbulkan masalah."


Tora memimpin semua preman untuk segera pergi ke Sajaya Farm, beberapa preman berpisah untuk mengatasi dua penjaga keamanan yang sedang mengobrol di ruang keamanan.


"Siapa kalian!?" Salah satu penjaga keamanan berteriak sambil mengambil tongkat di sebelahnya untuk berjaga-jaga.


"Jangan tanya." Beberapa preman langsung masuk dan menangani dua penjaga keamanan dengan cukup mudah karena mereka menang jumlah apalagi ruang keamanan cukup sempit.


Setelah itu, mereka menyusul Tora dan yang lainnya. Namun setelah beberapa langkah, dua penjaga keamanan yang sedang berpatroli kembali dan melihat mereka.


"Ikat mereka!!" Salah satu preman berteriak dan berlari menuju dua penjaga keamanan itu.


Dua penjaga keamanan tentu saja tidak bisa mengalahkan banyak preman sekaligus apalagi para preman ini memegang pisau lipat di tangan mereka yang digunakan untuk mengancam.


Dua penjaga keamanan yang kalah diikat secara paksa dan dimasukkan ke ruang keamanan bersama penjaga keamanan yang lain.


...----------------...


"Pak, empat penjaga keamanan sudah kami tangani." Salah satu preman melapor kepada Tora yang sedang memberi perintah.


Tora tertegun sejenak kemudian berkata, "Empat? Bagus, aku akan melaporkan hal ini kepada Tuan Muda Kevin. Kalian akan mendapat bonus tambahan."


Para preman mengangguk dengan gembira dan segera bergabung dengan yang lain. Mereka semua mulai melakukan perusakan properti milik Sajaya Farm.


Mereka merusak tanaman, mengotori tembok dengan cat semprot atau pylox, memecahkan kaca, beberapa pernak-pernik dihancurkan, dan masih banyak lagi perbuatan mereka.


"Aneh, ada kamera pengawas di sana namun sampai sekarang belum ada yang datang. Apakah tidak ada yang mengawasi? Atau orang yang mengawasi sedang tidur? Apapun itu, ini kesempatan yang bagus," batin Tora.


Tora membawa palu sebelumnya, berpikir kalau tidak akan ada penjaga keamanan yang datang, ia menggunakan palu tersebut untuk menghancurkan tembok.

__ADS_1


Namun tembok Sajaya Farm sangat kokoh dan keras, bahkan Tora yang memiliki tubuh kekar hanya bisa sedikit merusaknya. Pada akhirnya Tora menyerah dan melakukan hal yang lain.


Pada pukul 3 pagi, Tora dan semua preman menghentikan tindakan mereka dan segera kembali karena tugas mereka sudah selesai.


Keempat penjaga keamanan yang masih berada di ruang keamanan panik namun mereka tidak berdaya karena tidak bisa melakukan apapun, mereka berpikir kalau Aksa akan menghukum mereka.


...----------------...


Pagi harinya, Aksa bangun seperti biasa. Setelah mandi dan sarapan sederhana, ia masuk ke dalam peternakan game untuk melakukan pemeriksaan rutin.


"Sistem, apakah kamu punya saran hewan apa yang harus aku pilih untuk diberikan cairan spiritual?" tanya Aksa sambil berjalan-jalan.


[Host bisa memilih hewan ternak yang ada di Sajaya Farm, mereka menjadi cerdas dan bisa menarik perhatian para pengunjung.]


Aksa mengangguk dan bertanya lagi, "Saran yang cukup bagus, tapi aku ingin sesuatu yang berbeda. Apakah kamu memiliki saran?"


[Tidak ada. Tapi mungkin jika ada situasi khusus, Host bisa menggunakan cairan spiritual kepada beberapa hewan yang tidak terduga.]


"Benar juga, mungkin aku akan menggunakan saat ada situasi khusus," angguk Aksa.


Aksa sudah menambah jumlah produk-produk peternakan menjadi dua kali lipat karena sekarang Sajaya Farm buka selama 24 jam dan kebutuhan para pengunjung semakin meningkat.


Saat sudah selesai memasukkan produk-produk peternakan ke dalam motor roda tiganya, ia segera pergi ke Sajaya Farm, namun saat ini ia mendapat telepon dari Sarah.


Aksa menggunakan ibu jarinya untuk mengetuk tombol jawab dan berkata, "Halo?"


"Aksa! Cepat pergi ke Sajaya Farm! Ada sesuatu yang harus kamu lihat sekarang!!" Terdengar suara Sarah yang sedang panik dan tergesa-gesa.


Aksa belum pernah mendengar Sarah berbicara seperti ini, namun tanpa bertanya lebih lanjut ia segera menutup telepon dan pergi ke Sajaya Farm dengan kecepatan penuh karena bisa merasakan keseriusan dari perkataan Sarah.


Kemudian betapa terkejutnya Aksa saat sampai di Sajaya Farm. Ia melihat kalau ada banyak kerusakan di depan Sajaya Farm dan ada empat penjaga keamanan yang sedang diberi minum.


"Aksa! Akhirnya kamu datang, aku belum tahu apa yang terjadi, ayo kita tanya kepada penjaga keamanan di sana," kata Sarah yang menghela napas lega melihat Aksa datang.


"Ya." Aksa mengangguk dengan tenang dan berjalan ke arah empat penjaga keamanan.


Keempat penjaga keamanan segera menyapa Aksa dan Sarah, kemudian mereka mengatakan semua yang terjadi tadi malam dengan detail tanpa menyembunyikan sesuatu atau berbohong.

__ADS_1


"Bukankah ada kamera pengawas? Mengapa tidak ada panggilan telepon?" tanya Aksa dengan nada tenang.


"Kami belum tahu, kami baru saja dilepaskan dari ikatan tali dan belum menghubungi siapapun," jawab salah satu penjaga keamanan.


"Aksa, apakah kamu ingin memanggil polisi?" tanya Sarah dengan khawatir.


"Tidak untuk saat ini," jawab Aksa.


Kemudian Aksa menyuruh semua karyawan masuk dan berkumpul di restoran karena Sajaya Farm belum buka dan restoran masih kosong.


"Baiklah, semuanya sudah diberikan penjelasan mengenai kejadian perusakan properti di Sajaya Farm. Sekarang, aku akan memberikan kalian perintah untuk mengatasi hal ini."


"Pertama, Lisa dan timnya segera buat video pemberitahuan mengenai kejadian ini namun Sajaya Farm akan tetap buka karena kejadian ini bisa menarik perhatian banyak orang atau bahkan wartawan."


"Kedua, Galih dan penjaga keamanan yang lain segera berjaga di depan dan mengendalikan kerumunan pengunjung yang akan datang agar tidak menambah kerusakan."


"Ketiga, karyawan yang bertugas untuk berjaga di ruang pengawas tadi malam dipecat. Kamu diberi tugas untuk mengawasi, bukan malah bermain game sambil menggunakan earphone."


"Keempat, sisanya bekerja seperti biasa dan jangan mengatakan apapun mengenai kejadian hari ini, itu saja, semuanya bubar."


Aksa pergi ke kantornya setelah memberi perintah, ia memang tidak ragu untuk memecat orang yang bertugas di ruang pengawasan karena kecerobohannya membuat Sajaya Farm rugi besar.


Ia masih bisa mentolerir jika pengawas hanya bermain game sederhana untuk mengisi waktu, tapi game yang dia mainkan adalah game online apalagi dia memakai earphone dan tidak memperhatikan sekitar.


Namun Aksa juga bukanlah orang yang kejam, meskipun pengawas memang dipecat, dia tetap mendapatkan gaji dan Aksa juga tidak mempersulit orang itu.


Aksa menyalakan komputer dan melihat salinan video kamera pengawas. Ia melihat kalau ada banyak orang yang melakukan perusakan properti dan keempat penjaga keamanan tadi tidak bisa melawan karena kalah jumlah.


"Aku ataupun Sajaya Farm tidak mempunyai musuh, masalah yang pernah terjadi hanyalah masalah kecil. Tidak mungkin mereka sangat berani sampai merusak properti Sajaya Farm."


"Lalu, siapa yang melakukan hal ini? Sepertinya orang yang ada dibalik layar adalah orang yang diam-diam membenci diriku ya."


Aksa memijat pelipisnya karena dia sedang sangat pusing. Ia tentu marah dengan apa yang terjadi hari ini, namun ia masih bisa mengendalikan emosinya dan tetap berpikir dengan kepala dingin.


"Mari kita lihat situasi kedepannya, jika hanya satu kali maka mereka hanya bermaksud untuk menakut-nakuti namun jika berkali-kali maka mereka bermaksud untuk menjatuhkan Sajaya Farm," pikir Aksa.


Setelah itu Aksa mulai menyelidiki semua orang yang melakukan perusakan properti, meskipun mereka memakai topeng, Aksa melihat tubuh mereka dan mengingat apakah dia pernah bertemu dengan salah satu dari mereka.

__ADS_1


__ADS_2