Sistem Game Peternakan

Sistem Game Peternakan
Acara Perayaan Hari Jadi Kabupaten Banyumas


__ADS_3

Mobil yang dinaiki oleh Aksa dan Sarah berhenti di depan lobi hotel, Aksa turun dan membukakan pintu untuk Sarah. Kemudian, ia menyerahkan kuncinya kepada pelayan yang ada di sana.


Si pelayan menerima kunci itu dengan kedua tangannya dan membungkukkan badannya sedikit. Kemudian ia masuk ke dalam mobil Sarah dan memarkirkannya di tempat parkir khusus.


Ada pelayan khusus yang menyambut para tamu undangan, salah satu pelayan maju dan mengantarkan Aksa dan Sarah ke ballroom hotel tempat diadakannya acara perayaan hari jadi Kabupaten Banyumas.


"Sudah ada banyak orang di sini ternyata," kata Aksa yang melihat kalau di ballroom sudah banyak orang yang hadir yang sedang berbincang-bincang.


"Tenang saja, kita tidak terlambat. Mereka memang pergi lebih awal untuk membuat koneksi dengan pengusaha lainnya," jelas Sarah dengan nada lembut.


Aksa sudah terbiasa dengan nada lembut Sarah karena dia selalu berbicara seperti itu dengannya. Dia hanya menggunakan nada lembut kepada orang tuanya, keluarga Aksa, dan Aksa itu sendiri.


"Meskipun kamu berkata seperti itu, aku sedikit gugup karena tidak pernah mengikuti acara seperti ini apalagi orang-orang yang hadir memiliki status yang cukup tinggi," kata Aksa yang sedang gugup.


"Jangan khawatir, acara ini tidak terlalu formal meskipun pemerintah kabupaten hadir. Anggap saja sebagai acara ini sebagai acara makan gratis, fufufu." Sarah tertawa kecil yang membuat Aksa terpesona.


Kemudian kegugupan Aksa langsung tersapu, bukan karena apa yang Sarah katakan namun karena melihat Sarah tersenyum dan tertawa kecil yang sudah membuat hatinya meleleh.


Tempat duduk di acara perayaan ini sudah di atur. Meskipun Aksa adalah pemuda yang sukses, tapi dia masih belum bisa dibandingkan dengan para pengusaha tua yang sudah terjun di dunia bisnis sangat lama.


Itulah mengapa tempat duduk Aksa berada di dekat pintu yang merupakan tempat terjauh dari panggung. Meskipun begitu, Aksa tidak merasa rendah diri karena ini memang faktanya.


Sudah bisa diundang dalam acara perayaan ini saja sudah membuat Aksa senang karena itu artinya ia diakui sebagai pemuda yang sukses oleh pemerintah kabupaten.


Aksa dan Sarah duduk dan berbincang-bincang sambil menunggu waktu. Aksa tidak memiliki teman atau kenalan di sini dan Sarah juga sama karena dia tidak tertarik bersosialisasi.


"Meskipun aku sudah tidak gugup, tapi aku tidak cocok dengan acara seperti ini. Aku ingin pulang..." kata Aksa dengan nada depresi.


Sarah melirik Aksa yang lemas dan merasa sedikit lucu. "Biasakan saja, kamu juga akan sering menghadiri acara seperti ini di masa depan dan kamu tidak boleh terlihat lemas."

__ADS_1


"Tidak, jika ada acara yang tidak terlalu penting, aku tidak ingin pergi. Aku lebih baik mencari koneksi di tempat lain daripada di acara seperti ini karena terlalu banyak tipu muslihat," balas Aksa sambil melihat orang-orang yang sedang berbicara.


Meskipun mereka memiliki senyum di wajah mereka dan terlihat berbicara dengan gembira, Aksa bisa melihat kalau itu semua palsu karena mata mereka terlihat acuh tak acuh.


Aksa tahu kalau itu bukanlah salah mereka karena memang untuk berbisnis dan meraup banyak keuntungan, kamu harus mencari orang yang sukses dan pintar meskipun sifatnya sedikit jelek.


Sangat sulit untuk mendapatkan kepercayaan diantara pebisnis, banyak pebisnis yang bekerja sama hanya karena kerja sama tersebut saling menguntungkan, bukan karena saling percaya.


Saat mereka berdua sedang berbincang-bincang, sosok tampan masuk ke dalam ballroom dan matanya melihat ke seisi ruangan seolah-olah sedang mencari seseorang yang ia kenal.


Kemudian tanpa membutuhkan waktu lama, sosok tampan ini langsung menemui orang yang ia cari. Ia berjalan beberapa langkah dan menghampiri Aksa dan Sarah yang sedang berbincang.


"Sarah, kita bertemu lagi," kata sosok tampan itu yang tidak lain adalah Kevin. Dia menatap Sarah dengan tatapan penuh kasih namun membuat Sarah jijik.


"Kevin." Sarah menatap Kevin yang sedang berdiri di depannya dengan wajah tanpa ekspresi dan berkata dengan nada dingin.


Kevin tidak mempermasalahkan nada bicara Sarah, ia menarik kursi di sebelah Sarah dan duduk dengan lancar tanpa mempedulikan sekitarnya.


"Hahaha, Sarah, kita berdua adalah sepasang kekasih yang ditakdirkan untuk melambung tinggi ke atas langit, mengapa kamu masih begitu canggung." Kevin berkata dengan nada arogan.


Sarah mengerutkan keningnya lebih dalam lagi, ia melirik Aksa di sebelahnya dan menemukan kalau wajah Aksa menjadi sangat dingin saat melihat Kevin, tidak, lebih tepatnya orang di belakang Kevin.


Sarah melihat orang di belakang Kevin yang tidak lain adalah Tora, pengawalnya. Sarah tentu saja mengenal Tora karena selalu melihatnya bersama Kevin, Sarah menyipitkan matanya dan berpikir sesuatu.


"Tubuh, cara berjalan, dan rambutnya sama persis dengan orang yang memimpin untuk menghancurkan properti Sajaya Farm beberapa hari yang lalu. Meskipun aku yakin, tapi aku tidak memiliki bukti. Sayang sekali Sistem tidak memiliki fungsi appraisal seperti komik fantasi," batin Aksa.


Aksa menarik napas dalam-dalam dan menghembuskan secara perlahan-lahan mencoba untuk menenangkan diri. Karena sudah menemukan pelakunya, Aksa menjadi sangat marah dan tangannya menjadi gatal ingin memukul seseorang.


"Kevin, acara akan dimulai, tolong kembali ke tempat duduk yang sudah ditentukan," kata Sarah dengan nada tenang dan tidak ingin berbicara dengan Kevin.

__ADS_1


"Sepertinya kamu masih malu-malu ya, baiklah, aku akan kembali terlebih dahulu. Sampai jumpa nanti, aku akan mengantarmu pulang setelah acara selesai." Kevin berdiri dan pergi ke tempat duduknya bersama Tora.


"Aksa, apakah orang itu?" tanya Sarah dengan nada prihatin kepada Aksa yang sudah menenangkan diri.


"Ya, pria bertubuh kekar itu adalah pelakunya. Tapi, apakah kamu mengenal pria tampan itu? Yah, meskipun dia tampan, tapi aku lebih tampan." Aksa berkata dengan narsis.


"Hmph, dengan enggan aku akan mengakuinya." Sarah berbicara dengan genit seperti seorang wanita biasa yang berbicara dengan kekasihnya.


Kemudian Sarah bereaksi, wajahnya memerah dengan kecepatan yang bisa dilihat dengan mata telanjang. Sarah sendiri tidak menyangka kalau dirinya akan berbicara dengan nada seperti itu.


Sama seperti Aksa yang tertegun, namun dia dengan cepat pulih setelah beberapa saat. Dia menatap Sarah sambil tersenyum dan berpikir kalau kemajuan mereka berdua sudah bertambah cepat.


Kemudian, beberapa anggota pemerintah kabupaten masuk satu per satu. Mereka disambut baik oleh para pengusaha yang hadir. Aksa juga menyambut mereka sebentar sebagai bentuk kesopanan.


Kemudian setelah berbasa-basi sebentar, sudah tiba waktunya untuk memulai acara perayaan hari jadi Kabupaten Banyumas malam ini.


Pertama, lagu Indonesia Raya disetel dan semua orang bernyanyi bersama dengan lantang dan tegas. Seberapa buruk sifat seseorang, mereka akan tetap mencintai tanah air tempat mereka dilahirkan


Kemudian, perwakilan pemerintah kabupaten maju dan berdiri di podium untuk memberikan sambutan. Setelah itu, beberapa pengusaha terkenal juga maju ke podium untuk memberikan sambutan.


Eddy dan Andre juga memberikan sambutan karena mereka termasuk pengusaha yang memiliki pengaruh. Apalagi Eddy yang merupakan salah satu orang terkaya di Jawa Tengah.


Aksa dan Sarah hanya mendengarkan pidato sambutan mereka semua dengan tenang. Meskipun begitu, mata Aksa sekali melihat ke berbagai arah untuk mengamati semua orang.


Ia juga mengamati Tora yang duduk di sebelah kanan Kevin dan mulai memikirkan sebuah rencana untuk mencari bukti kalau dia adalah orang yang memimpin penghancuran properti Sajaya Farm.


Aksa tidak bodoh, ia sudah tahu kalau alasan mengapa Tora melakukan hal itu adalah karena Kevin yang menyuruhnya. Pastinya Kevin cemburu kalau dirinya dekat dengan Sarah.


Oleh karena itu Kevin menggunakan identitas ayahnya untuk mengganggu Aksa agar menjauh dari kehidupan Sarah dengan cara yang melanggar peraturan.

__ADS_1


"Kevin kah, sayang sekali sekarang adalah masyarakat yang diatur oleh hukum. Jika tidak, mungkin sekarang aku sudah memukulnya sampai babak-belur," batin Aksa yang kesal dengan Kevin.


__ADS_2