
Hari esok, Aksa bangun pagi dan sarapan seorang diri karena dia perlu mengangkut produk-produk peternakan dari gudang ke Sajaya Farm dan kali ini jumlahnya sudah sangat banyak.
Aksa sudah mengeluh beberapa hari ini karena terkadang mesin motor roda tiganya kurang bekerja dengan baik sehingga jalannya tidak lancar.
Jadi Aksa memutuskan untuk membeli mobil pickup baru setelah event keempat selesai agar dia bisa lebih lancar untuk mengangkut produk-produk peternakan yang jumlahnya lebih banyak.
Jika di tempat lain, maka karyawan yang akan mengangkut barang-barangnya. Tapi produk-produk Sajaya Farm berasal dari peternakan game, jadi hanya Aksa yang bisa mengambil dan mengangkutnya.
"Tunggu, aku bisa menyuruh karyawanku untuk mengangkutnya menuju Sajaya Farm. Aku hanya tinggal mengeluarkan produk-produk dari peternakan game di dalam gudang." Aksa kepikiran sesuatu yang bagus.
Tapi kemudian dia mengurungkan idenya tersebut karena dia juga tetap harus pergi ke gudang. Aksa bisa saja mengeluarkan produk-produk peternakan saat malam hari, kemudian bisa diangkut besok hari saat paginya.
Tapi ada kemungkinan kalau produk-produk peternakan akan kehilangan kesegarannya karena didiamkan semalaman. Jadi Aksa tidak punya pilihan lain selain harus mengangkutnya sendiri.
"Kalau begitu, aku hanya bisa merekrut seorang supir. Cukup melelahkan menyetir sendiri setelah membawa produk-produk peternakan," pikir Aksa yang menemukan jalan tengah.
Jadi Aksa sudah memutuskan untuk merekrut seorang supir agar dia tidak sendirian yang kelihatannya sedikit menyedihkan. Tapi tentu saja Aksa tetap ikut untuk mengangkut produk-produk peternakan.
Singkat cerita, Aksa sudah sampai di Sajaya Farm. Karena dia membawa jumlah barang yang banyak, sekarang dia masuk lewat pintu belakang agar bisa langsung mengantarnya ke restoran dan area penjualan.
"Bos, sepertinya Bos menjadi perbincangan hangat lagi di dunia internet. Banyak orang yang mendukung keputusan Bos saat memberi hukuman kepada empat peserta yang berbuat tindakan kurang menyenangkan," kata seorang karyawan yang membantu Aksa memindahkan barang.
"Hahaha! Baguslah kalau begitu. Kita perlu memberikan sanksi yang berat agar orang-orang tidak akan berani macam-macam di Sajaya Farm lagi." Aksa hanya tertawa menanggapi perkataan karyawannya.
"Seperti yang diharapkan dari Bos!" Karyawan tersebut mengacungkan jempol kepada Aksa karena dia menganggap kalau bosnya sangat hebat.
__ADS_1
Lalu pada saat jam buka, ada lebih banyak orang yang datang. Aksa bahkan harus menambah karyawan untuk membantu menjual tiket di loket tiket.
"Ini bukan hari libur, tapi ada lebih banyak orang!? Bagaimana bisa?" Aksa terkejut dengan jumlah pengunjung yang datang hari ini.
Tapi kemudian dia menepuk dahinya karena mengingat kalau dia mengizinkan kedua adiknya mengikuti event perburuan ini padahal hari ini Elvira dan Elvina harus sekolah.
"Pantas saja mereka ragu-ragu saat ingin meminta izin, ternyata karena mereka harus memilih antara sekolah atau event." Aksa menggeleng-gelengkan kepalanya tanpa daya.
"Tapi yah, tidak apa sesekali bolos, hahaha!" Aksa tertawa yang membuat orang lain memandangnya dengan aneh karena tidak ada yang lucu.
...----------------...
Sementara itu di rumah, Elvira dan Elvina sudah mengatakan kalau mereka tidak berangkat ke sekolah kepada Aji dan Ani karena mereka akan ikut Aksa untuk mengikuti event perburuan.
Pada awalnya Aji dan Ani menolak karena Elvira dan Elvina harus sekolah, tapi karena ini adalah event yang tidak pernah dilakukan untuk kedua kalinya, mereka akhirnya setuju.
"Vira, ramai sekali di sini." Elvina terkejut dengan Sajaya Farm yang penuh dengan orang.
"Kamu benar, padahal kemarin tidak seramai ini jika dilihat dari siaran langsungnya." Elvira mengangguk dan dia juga sama terkejutnya seperti Elvina.
"Ayo langsung masuk saja!" Elvina menarik tangan Elvira, mereka berdua masuk ke dalam Sajaya Farm tanpa mengantre.
"Hey! Mengapa mereka berdua tidak mengantre!" Pada saat ini, terdengar suara sumbang yang terdengar keras. Orang-orang kemudian melihat ke arah Elvira dan Elvina yang masuk tanpa tiket.
"Oh, kita dalam masalah," kata Elvira. Namun wajahnya masih sangat tenang karena dia punya alasan yang valid untuk menyelesaikan masalah ini.
__ADS_1
Orang-orang di sekitar juga protes, dan suasana menjadi panas karena ada banyak orang yang berteriak. Teriakannya sampai merambat ke antrean belakang di mana orang-orang di sana tidak tahu apa yang terjadi.
"Kalian semua diam!!" Galih berteriak dengan sangat keras, apalagi dia menggunakan pengeras suara agar orang-orang menjadi diam.
"Itu Pak Galih! Suaranya sangat keras!" Elvina terkejut dengan teriakan Galih yang sangat keras dan diberi anggukan kepala oleh Elvira.
"Maaf atas ketidaknyamanannya. Tapi mereka berdua adalah adik dari Pak Aksa! Mereka sudah diberi tempat untuk ikut event ini sehingga mereka bisa masuk tanpa membeli tiket!" Galih menjelaskan identitas Elvira dan Elvina.
Dia sudah diberitahu oleh Aksa kalau mereka berdua akan datang, dan jika ada yang bertanya siapa identitas Elvira dan Elvina, maka Aksa mengizinkan Galih untuk menjawabnya dengan jujur.
Orang-orang yang mendengarnya menjadi diam, meskipun masih ada beberapa yang kesal karena Elvira dan Elvina memanfaatkan posisi Aksa, mereka tidak membuat keributan lagi.
Mereka takut akan dimasukkan ke dalam daftar hitam Sajaya Farm oleh Aksa. Mereka tidak mau hal itu terjadi karena Sajaya Farm sangat menyenangkan untuk dikunjungi.
Kemudian kerukunan menjadi tenang dan tertib lagi, Galih mengangguk dengan puas dan mempersilakan Elvira dan Elvina untuk segera masuk ke dalam.
"Terima kasih, Pak Galih!" Elvira dan Elvina melambaikan tangan ke arah Galih dan segera masuk ke dalam Sajaya Farm untuk bertemu dengan Aksa.
"Vira, Vina, cepat sekali kalian sampai." Aksa kebetulan melihat kedua adiknya saat dia akan pergi ke kandang kuda untuk melakukan pemeriksaan.
"Kakak! Kami sudah datang!" kata Elvira dan Elvina secara bersamaan. Kemudian mereka mengatakan kalau sudah mendapatkan izin dari Aji dan Ani yang diberi anggukan kepala oleh Aksa.
"Kalau begitu, ayo kita ke kandang kuda. Aku sudah memilih kuda untuk kalian, bukan kuda poni kan?" Aksa mengajak mereka berdua untuk ke kandang kuda.
"Bukan!" jawab Elvira dan Elvina. Mereka berdua memang tidak ingin menunggangi kuda poni karena itu akan sangat memalukan.
__ADS_1
"Hahaha, bagus. Semoga kalian suka dengan kudanya." Aksa tertawa, kemudian mereka bertiga sampai di kandang kuda dan segera melihat kuda milik Elvira dan Elvina.
Mereka berdua tentu saja sangat gembira dengan kuda pilihan Aksa. Kemudian mereka mengakrabkan diri dengan kuda agar sebelum event perburuan kategori kelompok dimulai dalam waktu satu jam lagi.