Sistem Game Peternakan

Sistem Game Peternakan
Berangkat ke Acara Perayaan di Hotel Ternama


__ADS_3

Orang-orang yang mengikuti akun media sosial Sajaya Farm segera menerima notifikasi kalau ada postingan baru. Mereka segera memeriksanya dan melihat ada sebuah video.


Dengan rasa penasaran, mereka segera melihat video tersebut karena ada Lisa di dalamnya, pasti itu merupakan video pemberitahuan.


"Halo teman-teman, Lisa di sini. Kalian mungkin sadar kalau Lisa tidak bersemangat, itu karena ada suatu kejadian yang menimpa Sajaya Farm hari ini dan kejadian ini cukup buruk."


"Tembok Sajaya Farm dicorat-coret, tanaman dirusak, pernak-pernik dihancurkan, dan lain sebagainya. Kejadian ini terjadi dini hari tadi pada pukul 1 malam sampai pukul 3 pagi."


"Pihak kami sudah membereskan kekacauan yang ada. Kami tidak tutup dan pengunjung masih bisa datang, namun kami mohon maaf karena mungkin kejadian ini mengganggu kalian."


"Kami akan merilis video pengawasan ke akun media sosial Sajaya Farm dan membiarkan teman-teman melihatnya. Kami, pihak Sajaya Farm, akan mengusut masalah ini sampai selesai."


Bersamaan dengan video pemberitahuan Lisa, video baru muncul dan itu adalah video dari kamera pengawas yang menampilkan ada banyak sekali orang yang mengenakan topeng sedang merusak properti Sajaya Farm.


Karena video ini, bukan hanya pengikut Sajaya Farm yang melihatnya, ada orang-orang baru yang penasaran dengan masalah ini. Mereka semua memiliki reaksi yang sama, yaitu kemarahan.


Wajar bagi pengunjung Sajaya Farm untuk marah, namun untuk orang-orang baru, mereka marah karena ternyata masih ada banyak orang yang melakukan tindakan merugikan ini.


Mereka semua meminta polisi untuk segera menindaklanjuti orang-orang yang melakukan hal serupa seperti itu agar tidak terjadi kejadian yang membuat orang atau kelompok rugi.


Bukan itu saja, Eddy yang menyukai Sajaya Farm juga ikut berbicara dalam masalah ini dan segera meminta orang terkait untuk menyelidiki masalah ini.


Eddy sudah jatuh cinta dengan produk-produk peternakan Sajaya Farm, baginya, Sajaya Farm adalah tempat yang sangat nyaman dan tidak boleh disentuh oleh orang-orang jahat.


...----------------...


"Aksa, Paman Eddy dan beberapa pengunjung kaya lainnya membantu kita. Aku tidak menyangka kalau mereka akan memihak Sajaya Farm," kata Sarah yang sedang memeriksa situasi.


"Benarkah? Yah, produk-produk peternakan Sajaya Farm memang bisa membuat orang-orang kaya jatuh cinta," balas Aksa yang sama sekali tidak terkejut.


"Benar, bagi orang kaya yang sudah mencoba banyak sekali makanan mahal dan mewah, produk-produk peternakan Sajaya Farm membuat mereka merasakan dunia baru," angguk Sarah yang setuju dengan perkataan Aksa.


Beberapa saat kemudian, Bayu menelepon Aksa dan berkata kalau pemerintah akan membantu Aksa mengenai masalah hari ini dan Aksa berterima kasih dengan tulus kepada mereka.


Mendapat bantuan dari pemerintah lebih meyakinkan dibanding bantuan dari polisi karena pemerintah memiliki hak yang lebih tinggi dan bisa memanggil orang yang lebih hebat daripada polisi.

__ADS_1


Kemudian, Aksa juga berkomunikasi dengan Sistem terkait masalah ini. Untuk Sarah, ia tetap berada di kantor Aksa sambil memeriksa keuangan.


Karena kejadian hari ini, Sajaya Farm bukannya sepi pengunjung justru malah bertambah banyak. Alasannya sangat sederhana, mereka penasaran dengan perbuatan orang-orang jahat itu.


Jadi sekarang, di depan gerbang Sajaya Farm ada banyak sekali orang yang mengambil foto atau video. Bahkan ada beberapa wartawan yang berkeliaran di sana sambil mewawancarai orang acak.


Aksa tidak menerima wawancara karena kejadian ini bukanlah sesuatu yang parah dan tidak perlu dibesar-besarkan. Ia hanya mengatakan kalau Sajaya Farm sedang melakukan sesuatu.


Pada karyawan juga tutup mulut, mereka tidak membicarakan apapun dan saat diwawancarai, mereka menolak dengan sopan yang membuat wartawan tidak bisa memaksa.


Selain itu, Aksa juga sudah menghubungi pihak dekorasi untuk membeli beberapa pernak-pernik dan meminta beberapa pekerja bayaran untuk mengecat ulang tembok yang dicorat-coret.


"Meskipun kita tidak tahu siapa yang melakukan ini, tapi aku pikir kalau ada satu orang yang ada dibalik layar yang memberi perintah," kata Sarah yang mengutarakan pikirannya.


"Kamu ada benarnya, jika ada banyak orang, maka mereka akan melakukan hal yang lebih buruk daripada ini," angguk Aksa karena pikiran Sarah memang masuk akal.


Sarah melirik Aksa dan berkata dengan ragu-ragu, "Aku selalu penasaran dari tadi, mengapa kamu tidak terlihat marah? Wajah dan tindakanmu sangat tenang."


Aksa menjawabnya dengan enteng, "Bukannya aku tidak marah, tapi aku tahu kalau marah tidak akan ada gunanya. Lagipula, kejadian ini juga tidak terlalu parah dan masih bisa diatasi dengan mudah."


Sarah terdiam sejenak, ia tidak membantah perkataan Aksa karena itu memang benar. Dunia bisnis jauh lebih gelap jika kamu masuk terlalu dalam.


Dunia bisnis penuh dengan trik dan tipuan, bahkan ada beberapa perusahaan yang melakukan kegiatan ilegal demi melancarkan bisnis mereka dan meraup banyak keuntungan.


Perusahaan putih memang ada, tapi biasanya mereka adalah perusahaan yang kecil. Untuk perusahaan besar, mereka biasanya adalah perusahaan abu-abu.


Maksud dari perusahaan abu-abu adalah mereka melakukan kejahatan kecil namun juga melakukan kebaikan sehingga tidak bisa dikatakan kalau mereka jahat ataupun baik.


"Apakah kamu takut?" tanya Sarah dengan nada ragu-ragu.


Aksa tertawa setelah mendengar pertanyaan Sarah. "Hahaha, takut? Tentu saja tidak. Aku sudah mempersiapkan diri untuk segala kemungkinan yang terjadi di masa depan."


"Meskipun aku takut, meskipun aku jatuh, aku akan terus bangkit sampai lawanku bosan dan memilih untuk menyerah karena usaha mereka sia-sia."


Sarah yang mendengar hal tersebut langsung mencerahkan matanya. Ia memandang Aksa yang penuh percaya diri dengan tatapan kagum dan tanpa ia sadari, ia mulai menumbuhkan rasa suka kepada Aksa.

__ADS_1


...----------------...


Hari-hari dengan cepat, dalam sekejap mata sudah waktunya untuk acara perayaan hari jadi Kabupaten Banyumas.


Selama waktu ini, Aksa masih belum menemukan pelaku yang mengacaukan Sajaya Farm. Pemerintah dan polisi juga tidak mendapatkan hasil yang memuaskan dalam penyelidikan mereka.


Namun, apa yang tidak diketahui Aksa adalah itu semua bukan karena mereka yang tidak bisa mendapatkan hasil yang memuaskan, tapi karena mereka sengaja tidak melakukannya dengan sungguh-sungguh.


Dalang dibalik semua ini, Kevin, sudah menyuap beberapa anggota pemerintah kabupaten dan polisi untuk tidak menindaklanjuti masalah terkait Sajaya Farm dan meminta untuk memberikan jawaban yang samar-samar.


Jika tidak, dengan kapasitas pemerintah kabupaten dan polisi, mereka bisa dengan mudah menemukan pelaku yang mengacau di Sajaya Farm karena banyak bukti yang tertinggal.


Kevin menggunakan identitas ayahnya sebagai pemilik perusahaan terkenal dan mengeluarkan banyak sekali uang untuk menyuap para anggota pemerintah kabupaten dan polisi.


Adapun mengapa orang yang diutus Eddy tidak menemukan pelakunya, tidak ada yang tahu apakah dia sengaja atau Kevin juga menyuapnya agar tutup mulut.


Karena tidak ada progres, mengapa Aksa tidak menyewa detektif swasta? Itu juga tidak berguna. Kevin selalu menatap pergerakan Aksa dan menyuap detektif yang dia sewa.


"Aksa, apakah kamu siap?" tanya Sarah.


Sarah saat ini mengenakan gaun berwarna hitam elegan yang panjang sampai bawah dengan lengan pendek. Gaun ini juga merupakan gaun yang terbuka di pundak kanannya sedangkan pundak kirinya tertutup kain.


Sarah memakai sepatu flat yang memiliki penampilan seperti malam berbintang karena warnanya yang gelap ditambah ada aksesoris yang mengkilap.


"Tentu saja, aku sudah siap," jawab Aksa.


Aksa mengenakan jas dan celana panjang berwarna hitam dan ia mengenakan kemeja putih di dalamnya. Kemudian di bawah, ia mengenakan sepatu kulit yang berwana hitam juga.


Mereka berdua akan pergi ke acara perayaan hari jadi Kabupaten Banyumas yang akan dimulai beberapa saat lagi, di hotel ternama di Kabupaten Banyumas.


Sebenarnya Aksa hanya mengajak Sarah dengan iseng karena dirinya berpikir kalau Sarah akan ikut dengan kedua orang tuanya, namun ia tidak menyangka kalau Sarah menyetujui ajakannya.


Jadi saat ini, Aksa dan Sarah menggunakan mobil milik Sarah dan segera melaju ke tempat yang sudah diberitahu di undangan.


"Aku memang harus membeli mobil, tidak mungkin aku harus selalu memakai mobil milik Sarah. Di mana aku harus menaruh harga diriku?" batin Aksa.

__ADS_1


__ADS_2