
Pada waktu yang sama saat pengumuman pemenang lomba balap sampan. Di rumah sakit Banyumas, di salah satu kamar pasien di lantai dua.
"Heru!" teriak seorang pria berotot.
Pria berotot yang botak mengerutkan keningnya dan berkata, "Ini rumah sakit, jangan berteriak. Kamu akan mengganggu pasien lain yang sedang beristirahat."
"Ah maaf. Tapi aku punya kabar baik untukmu," kata pria berotot itu sambil menyerahkan ponselnya kepada pria yang bernama Heru.
Heru mengambil ponselnya dan membaca informasi yang ada di dalam layar. Kemudian matanya melebar dan napasnya menjadi cepat karena yang dia baca adalah informasi pengumuman lomba balap sampan.
"Ada apa?" tanya pria berotot yang duduk di samping seorang wanita yang sedang terbaring di ranjang rumah sakit.
Mereka adalah kelompok sampan sapi yang menjadi juara dua, mereka sedang berada di kamar rumah sakit tempat istri teman mereka dirawat karena kekurangan darah yang cukup langka.
Pria yang ada di samping wanita adalah teman mereka yang bernama Sandi dan wanita di sampingnya bernama Desi. Sandi sedang kekurangan uang saat ini, itulah mengapa kondisinya sedang lemas.
"Sandi, kamu tahu bukan kalau kami mengikuti perlombaan balap sampan yang diadakan oleh Sajaya Farm kemarin. Kami memenangkan juara kedua di sana!" kata Heru dengan suara gembira.
"Kalian menang!? Selamat!" Sandi terkejut dan berkata dengan nada gembira juga karena teman-temannya juara dua lomba balap sampan yang mereka ikuti.
...----------------...
Banyak hal yang terjadi dalam satu hari ini, ada yang bahagia ada juga yang sedih, semua emosi tercampur menjadi satu hari ini.
Banyak orang yang senang karena masalah yang menimpa Sajaya Farm telah usai. Banyak orang yang sedih karena idola mereka Salsa ternyata melakukan hal yang menjijikan dengan pria paruh baya.
Reputasi Salsa sudah menurun drastis, bahkan semua berita entertainment adalah tentang Salsa. Perusahaan media sedang senang saat ini karena menemukan berita headline yang sangat panas.
Perusahaan media tidak terlalu peduli dengan dampak yang terjadi dengan berita yang mereka rilis. Mereka hanya mencari keuntungan dengan mencari hot news yang sangat menggelegar.
Perusahaan investasi Albar juga sedang menurun, Albar selaku pemilik perusahaan ditekan oleh dewan direksi karena saham perusahaan jatuh seperti air terjun yang membuat mereka rugi besar.
Sekarang mereka sedang melakukan pertemuan online, Albar juga memiliki wajah yang suram saat ini mendengar perkataan para dewan direksi.
"Bagaimana caramu untuk mengatasi masalah ini, Pak Albar?"
__ADS_1
"Meskipun aku tahu kalau Anda adalah pemilik perusahaan, tapi bukan berarti Anda bisa bertindak dengan bebas sampai-sampai membuat perusahaan rugi."
"Pak Albar, situasi perusahaan saat ini sangat kritis. Jika masalah ini tidak diselesaikan dalam waktu dekat, perusahaan kita bisa saja bangkrut."
Dewan direksi bukan tanpa alasan menekan Albar. Mereka adalah orang yang baik yang berusaha untuk memajukan perusahaan, mereka membuat keputusan yang terbaik untuk mendapat keuntungan.
Namun Albar selaku pemilik perusahaan biasanya bertindak semaunya. Meskipun perusahaan mendapat banyak keuntungan, tapi tindakan Albar tidak mencerminkan etika profesional.
Itulah mengapa saat ini dewan direksi menekan Albar karena ingin melihatnya berubah. Namun apa yang tidak mereka sangka adalah balasan Albar selanjutnya yang mencengangkan.
"Diam! Orang di dalam video itu bukanlah diriku, bagaimana bisa aku tidur dengan seorang idol wanita sementara aku mempunyai istri!? Aku tidak perlu melakukan apapun karena itu bukanlah perbuatanku," teriak Albar dengan marah.
Wajah semua dewan direksi yang hadir menjadi muram, mereka sama sekali tidak memikirkan kalau Albar akan berkata seperti itu yang menyanggah fakta tepat di depannya.
"Pak Albar, bukan bermaksud apa-apa. Tapi jika perusahaan investasi ini masih dalam situasi yang sama selama satu minggu ke depan, jangan salahkan saya untuk keluar." Seorang dewan direksi berkata dengan dingin kemudian keluar dari ruang rapat online.
Saat sosok itu keluar, dewan direksi yang lain juga meninggalkan ruang rapat online tanpa mengatakan satu patah katapun yang membuat Albar menjadi sangat marah sampai memukul meja.
Albar menyalakan ponselnya dan menelepon direktur perusahaan Dream Star untuk membicarakan beberapa hal terkait dengan masalah ini karena perusahaan itu juga mengalami banyak kerugian.
...----------------...
Lokasi penyerahan hadiah ada di dekat area sungai, sudah ada panggung kecil yang akan digunakan. Saat semua pengunjung sudah berkumpul, Lisa naik ke atas panggung sambil membawa mic.
"Halo teman-teman terkasih! Lisa di sini akan membuka acara penyerahan hadiah lomba balap sampan! Namun sebelum itu, Lisa mewakili seluruh Sajaya Farm untuk meminta maaf yang sebesar-besarnya."
"Kami minta maaf atas kejadian yang kurang mengenakan yang terjadi saat babak final balap sampan dua hari yang lalu. Namun berkat dukungan teman-teman, kami bisa menyelesaikan masalah ini."
"Informasi terbaru, Bagas juga sudah ditemukan dan ditangkap oleh aparat kepolisian. Dia akan menjalani hukuman yang setimpal atas perbuatan yang telah dia lakukan."
"Lalu tunggu apa lagi!? Ayo kita mulai acara penyerahan hadiah lomba balap sampan!"
Tepuk tangan orang-orang memenuhi area itu, para pengunjung sangat bersemangat dengan acara ini karena sampan yang mereka dukung bisa menjadi juara.
Untuk orang yang sampan mereka dukung tidak menjadi juara juga tidak begitu sedih, karena mereka juga menikmati perlombaan balap sampan yang diadakan oleh Sajaya Farm.
__ADS_1
Setelah tepuk tangan berakhir, Aksa naik ke atas panggung dan dibelakangnya diikuti oleh beberapa karyawan wanita yang memegang nampan besar yang ditutupi oleh kain hitam.
"Halo, para peserta yang sudah berusaha semaksimal mungkin. Aku Aksa, yang akan menyerahkan hadiah kepada kalian," kata Aksa dengan senyum ramah.
Aksa mendatangi kelompok sampan kambing yang ada di sisi paling kiri, di situ ada empat pria dan satu wanita. Aksa membuka kain yang menutupi salah satu nampan dan mengambil trofi.
Dia memberikannya kepada wanita yang ada di tengah-tengah, kemudian dia mengambil sesuatu dari nampan yang merupakan cek bank.
Dia memberikan cek yang ukurannya cukup besar dari siku sampai ujung telapak tangan kepada dua pria di sebelah kanan tersebut. Kemudian ia memberikan lima botol susu sapi kualitas C kepada dua pria di sebelah kiri.
Setelah penyerahan hadiah kepada kelompok juara tiga, Aksa berdiri di samping mereka untuk melakukan pemotretan sebagai bukti dan kenang-kenangan.
Aksa beralih ke kelompok di sebelah yang merupakan kelompok sampan sapi yang mendapat juara dua. Sama seperti sebelumnya, pertama Aksa memberikan trofi, lalu cek bank, dan paket produk peternakan kualitas C.
Saat Aksa menghampiri kelompok sampan domba yang mendapat juara satu, ada juga hadiah yang berbeda yang merupakan tiket bermalam gratis di villa selama dua hari satu malam sudah termasuk paket BBQ.
Setelah selesai melakukan penyerahan kepada ketiga kelompok juara, Lisa datang menghampiri mereka dan menyerahkan mic kepada kelompok sampan domba.
"Halo! Bisakah kalian memberitahu kami bagaimana perasaan kalian saat ini? Kalian juga dipersilakan untuk mengatakan sesuatu!" kata Lisa dengan nada ceria.
Yang pertama berbicara adalah Ali, ia mengatakan, "Perasaan kami saat ini sangat bahagia karena bisa mendapat juara satu lomba balap sampan yang diadakan oleh Sajaya Farm.
"Kami juga senang dengan hadiah yang kaya raya ini apalagi ada tiket bermalam gratis di villa yang membuat kami bisa bersantai sejenak dari pekerjaan yang melelahkan."
Setelah Ali, teman-temannya juga mengatakan sesuatu kepada para pengunjung. Lisa tersenyum dan mengangguk, dia kemudian berpindah ke kelompok sebelah yang merupakan kelompok sampan sapi.
Heru mengambil mic dan berkata dengan nada gembira, "Biarkan aku bercerita sebentar, kami mengikuti lomba ini karena istri teman kami sedang kekurangan darah karena melahirkan. Darahnya cukup langka sehingga membutuhkan banyak uang."
"Saat kami dicurangi oleh sampan ayam dan jatuh ke dalam sungai, kami kehilangan harapan. Kami hanya menatap langit dengan tatapan kosong dan berpikir istri teman kami akan menderita."
"Namun, kekosongan tersebut langsung tersapu oleh pemberitahuan pemenang kemarin. Seketika kami menjadi bahagia. Kami sangat berterima kasih kepada pihak Sajaya Farm."
Setelah mengatakan hal tersebut, Heru membungkukkan badannya ke arah para pengunjung. Teman-temannya yang ada di sebelah juga melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Heru.
Para pengunjung cukup terkejut karena tidak menyangka akan ada cerita di balik usaha dan kerja keras kelompok sampan sapi. Mereka lebih memuji Sajaya Farm karena telah mengambil keputusan yang tepat.
__ADS_1
Aksa juga tidak menyangka akan terjadi sesuatu yang seperti ini. Ia tersenyum di dalam hatinya karena dengan ini Sajaya Farm bisa melangkah ke jalan yang lebih jauh lagi.
"Aku membuat mereka juara karena usaha dan kerja keras yang mereka lakukan tidak main-main. Sepertinya usaha memang tidak mengkhianati hasil," pikir Aksa.