
"Kerja bagus kalian berdua, sekarang nikmatilah dagingnya." Aksa mengelus-elus kepada Simba dan Zoe lalu memberi mereka daging ayam kualitas C.
Aksa mengambil tas dari mulut Zoe dan membukanya, ia melihat kalau ada beberapa macam barang di dalam tas. Di antaranya ada kertas, flashdisk, foto, dan beberapa barang tidak penting.
Menutup kembali tas tersebut, Aksa menunggu kedua hewan peliharaannya selesai makan. Setelah selesai, mereka bertiga naik ke motor milik Galih dan kembali ke Sajaya Farm.
Memarkirkan motor Galih dan memberinya kabar, Aksa pindah ke motor roda tiga miliknya. Simba dan Zoe juga naik ke dalam bak sambil menikmati udara segar.
Sampai di rumah, Aksa membiarkan kedua hewan bertindak semau mereka, sementara dia pergi ke kamar, mengunci pintu, dan masuk ke dalam peternakan game.
"Sistem, tolong berikan aku susu." Aksa berkata kepada sistem dan duduk di kursi yang ada di sana.
[Ya.]
Sistem memunculkan susu sapi di atas meja, Aksa membuka tutup botolnya dan langsung minum sampai habis dengan sekali teguk. Setelah itu Aksa mulai memeriksa barang-barang yang ada di dalam tas.
"Dokumen kerja sama? Untuk apa aku membaca ini? Tidak, tunggu sebentar. Aku bisa menggunakan dokumen ini untuk mengancam Albar." Aksa menyeringai dengan menyeramkan.
[Tolong jangan seperti penjahat.]
"Penjahat? Tidak-tidak, ini adalah tindakan pembelaan diri," balas Aksa yang membantah perkataan Sistem.
Kertas-kertas di dalam tas adalah sebuah dokumen kerja sama, dokumen kontrak, surat tanah, surat bangunan, dan beberapa hal lainnya yang tidak terlalu penting.
Kemudian Aksa melihat foto-fotonya yang merupakan foto kekuatan Kevin dan saudaranya. Lalu Aksa melihat ada foto yang sedikit aneh. Mengapa aneh? Itu karena di dalam foto ada Albar dan seorang wanita lain.
Lalu, yang membuat Aksa semakin aneh adalah karena dia tahu siapa wanita di dalam foto. Wanita tersebut cukup terkenal karena merupakan anggota idol yang digemari banyak anak muda.
[Selamat, Host telah menemukan rahasia gelap Albar yang selalu disembunyikan olehnya. Bahkan istri dan anaknya tidak mengetahui hal ini.]
[Karena foto ini sangat penting dan akan mempengaruhi perkembangan masalah ini kedepannya, Sistem yang hebat ini akan memberikan Host hadiah yang lumayan bagus.]
Aksa menyeringai, seperti yang dia duga kalau Albar dan wanita idol itu memiliki hubungan khusus. Aksa menenangkan hatinya yang bergejolak dan segera memeriksa hadiah dari sistem.
[Kartu mata peluang]
__ADS_1
[Keterangan: Sebuah kemampuan di mana pengguna bisa melihat keinginan orang lain namun terbatas pada keinginan untuk bersantai, beristirahat, bepergian, dan lain sebagainya yang terkait dengan pariwisata.]
"!!" Aksa melebarkan matanya karena terkejut saat melihat pengenalan hadiah dari sistem yang bisa dikatakan kalau hadiah ini sangat berguna.
"Dengan mata ini, aku bisa melihat orang yang ingin bersantai, lalu aku gunakan kesempatan ini untuk merekomendasikan Sajaya Farm. Agak hambar, tapi jika digunakan kepada orang kaya, maka Sajaya Farm akan mendapat banyak untung," pikir Aksa.
Memang, Aksa akan lelah karena merekomendasikan Sajaya Farm kepada orang biasa satu per satu. Itulah mengapa Aksa berpikir untuk menggunakan kemampuan ini kepada orang-orang kaya.
Orang kaya memang jarang berlibur, tapi sekalinya berlibur, mereka akan menghabiskan banyak sekali uang karena yang mereka punya adalah uang namun tidak memiliki waktu luang.
Kemudian Aksa melihat barang lain yang berupa flashdisk. Karena tidak bisa menggunakan peralatan elektronik di dalam peternakan game, ia keluar dari sana dan langsung menyalakan komputernya.
"Hanya ada satu folder, namun mengapa namanya folder bahagia? Nama yang sederhana namun mencurigakan." Setelah Aksa berpikir seperti itu ia segera membuka folder bahagia.
Aksa mengangkat alisnya karena di dalam folder ada banyak sekali video. Dengan rasa penasaran yang tinggi, ia sebesar mengklik satu video secara acak.
"Ahh~"
"Sial!" Aksa melompat dari kursinya karena terkejut dengan suara yang muncul dari speaker nya.
Aksa benar-benar panik, meskipun dia sudah dewasa, tapi jika ada kejadian di mana suara mendesah tadi terdengar oleh keluarganya, bisa dipastikan kalau ia akan malu sampai mati.
Aksa memakai headphone dan memutar video tadi, sekarang ia bisa melihat apa yang ada di dalam video. Ada dua orang, satu pria paruh baya dan satunya wanita muda dan Aksa mengenal kedua orang itu.
Albar sedang berbaring di atas ranjang sementara wanita idol yang nama panggungnya adalah Salsa duduk di atasnya. Sebagai orang dewasa, Aksa tentu saja tidak malu menonton video itu.
"Bahan hitam, aku bisa menggunakan ini untuk melawan Albar. Tapi tetap saja ini tidak cukup untuk menjatuhkan perusahaan investasi mereka, aku harus terus mencari bahan hitam," pikir Aksa.
Berpikir untuk menjatuhkan perusahaan investasi Albar yang terkenal tentu saja mustahil dengan kapasitas Sajaya Farm. Itulah mengapa Aksa akan menggunakan bahan hitam ini untuk mengikis secara perlahan-lahan.
Jika video ini tersebar, maka saham perusahaan investasi Albar akan menurun atau bisa dikatakan jatuh. Mereka akan menderita kerugian yang sangat banyak karena hal itu.
"Jadi, haruskah kita beraksi sekarang? Hm, kurasa tidak, aku akan melakukan ini setelah masalah kecurangan balap sampan selesai. Yah, tunggu saja kalian semua," pikir Aksa.
Aksa memeriksa video lainnya dan semua video tersebut adalah video dewasa. Jadi, dengan bahan hitam sebanyak itu bisa membuat perusahaan investasi Albar jatuh rugi.
__ADS_1
Kemudian saat Aksa akan menunjukkan folder bahagia kepada Sarah, tangannya berhenti. Ia tahu kalau Sarah tidak pernah berhubungan dengan pria manapun, jadi jika dia melihat ini, Aksa tidak bisa membayangkan reaksinya.
"Yah, mari kita beritahu dia sebagai perlahan-lahan," batin Aksa.
Setelah Aksa menutup folder dan mematikan komputernya, ia mendapat telepon dari Sarah. Saat ia menjawab dan akan bertanya, suara keras Sarah terdengar dari balik telepon.
"Aksa! Buka media sosial dan lihat apa yang sedang terjadi!" teriak Sarah dengan keras. Aksa bisa merasakan kekhawatiran di dalam suaranya.
"Tenang! Katakan apa yang terjadi," kata Aksa dengan suara lembut mencoba menenangkan Sarah.
Sarah menjadi tenang, ia kemudian berkata, "Aksa, ada banyak berita negatif tentang Sajaya Farm. Aku menduga kalau ini dilakukan oleh orang yang sama, dan aku curiga kalau ini perbuatan Kevin atau keluarganya."
"Berita negatif, kah. Jangan khawatir, kita tidak bisa melakukan apapun terhadap berita ini, mari tunggu sampai esok hari karena aku akan melakukan sesuatu yang besar," balas Aksa dengan nada tenang.
Sarah heran mengapa Aksa bisa sangat tenang, namun ia juga menantikan apa yang akan Aksa lakukan. "Baiklah, aku akan mengkoordinasikan karyawan lain agar tidak khawatir."
Aksa tersenyum dan berkata, "Baguslah. Ngomong-ngomong, kamu belum tidur? Ini sudah larut malam, apakah kamu tidak bisa tidur?"
"Aku khawatir dengan Sajaya Farm! Bagaimana bisa aku tidur dengan keadaan kita yang sekarang ini," balas Sarah dengan nada tidak berdaya.
"Yah, yah, tenang saja. Sekarang kami tidur dan jangan mengkhawatirkan apapun, aku akan melakukan semuanya karena aku sudah tahu apa yang harus kulakukan," kata Aksa.
Sarah terdiam sejenak sebelum berkata, "Baiklah, tapi jangan tutup teleponnya sampai aku tidur."
"Tentu," jawab Aksa.
Mereka berdua berbincang-bincang dengan santai selama satu jam karena Sarah tidak bisa tidur. Dengan fisik Aksa yang sekarang, ia juga bisa hanya tidur selama beberapa jam saja.
Setelah satu jam, suara Sarah menjadi semakin lemah, kemudian terdengar suara napas yang pelan dan teratur. Aksa memanggil Sarah dengan pelan namun tidak ada jawaban.
"Sudah tidur, ya," kata Aksa.
Aksa berbaring sambil menatap langit-langit ruangan, tidak ada yang tahu apa yang sedang dia pikirkan. Kemudian setelah beberapa saat, Aksa menutup telepon.
Ia masuk ke dalam peternakan game untuk melakukan pemeriksaan rutin, setelah tidak ada yang tidak beres, ia keluar dari sana dan langsung tidur dengan nyenyak.
__ADS_1