Sistem Game Peternakan

Sistem Game Peternakan
Perayaan Ulang Tahun yang Membahagiakan


__ADS_3

Orang tua Sarah, orang tua Aksa, Elvira dan Elvina, serta beberapa kenalan Sarah mengucapkan selamat ulang tahun kepada Sarah dengan suara keras sekaligus dengan nada gembira.


Sarah yang baru saja membuka pintu sangat terkejut dengan apa yang sedang terjadi. Kemudian tiba-tiba saja dia merasakan kalau matanya lembab dan ada sesuatu yang menetes.


Ternyata air matanya keluar saat ini, dan itu bukan air mata kesedihan melainkan kebahagiaan. Sarah sangat bahagia karena orang-orang terdekatnya membuat perayaan ulang tahun untuk dirinya.


Aksa juga mengambil topi ulang tahun di atas meja setelah menggunakan konfeti. Dia memakaikan topi ulang tahun itu kepada Sarah.


Kemudian Aksa memegang tangan Sarah dan menariknya menuju tengah-tengah halaman di mana di sana sudah ada meja panjang dengan kue ulang tahun tiga lapis yang terlihat indah.


Aksa sendiri yang membuat kue ulang tahun itu. Warnanya putih dan biru muda karena melambaikan kedamaian dan keceriaan. Dia berharap warna ini akan selalu menemani kehidupan Sarah.


"Semuanya, terima kasih banyak." Sarah berkata sambil meneteskan air mata bahagia karena dia terlalu terharu dengan kejutan yang diberikan.


Delia tersenyum dan memeluk Sarah dengan erat. Dia juga mengeluarkan air mata bahagia karena menyaksikan teman-teman Sarah yang mengadakan perayaan ulang tahun ini.


"Ya, selamat ulang tahu, nak." Delia berkata dengan nada lembut sambil memeluk Sarah dengan pelukan kasih sayang.


"Selamat ulang tahun, Sarah." Andre tersenyum, dia juga mengucapkan selamat ulang tahun kepada putrinya dengan nada lembut.


Kemudian Aksa dan yang lainnya juga mengucapkan selamat ulang tahun kepada Sarah. Mereka juga bertepuk tangan dengan keras yang memeriahkan acara perayaan ini.


Acara pun berlanjut, pertama, orang-orang yang hadir mengucapkan doa dan harapan mereka untuk Sarah. Dilanjut dengan Sarah yang mengucapkan terima kasih kepada mereka.


Setelah itu mereka bernyanyi bersama dengan lagu ulang tahun. Aksa dan kedua adiknya adalah orang yang paling heboh, tindakan mereka justru memeriahkan suasana dan membuat orang-orang tertawa keras.


Selanjutnya adalah peniupan lilin kue ulang tahun oleh Sarah. Aksa dan yang lain bertepuk tangan sambil menyanyikan lagu tiup lilin.


"Tiup lilinnya, tiup lilinnya, tiup lilinnya sekarang juga~"

__ADS_1


Sarah tersenyum, dia meniup lilin kue ulang tahun dengan lembut. Lalu dia menutup mata dan mengucapkan doa dan harapan di dalam hatinya.


Setelah selesai, Sarah mengambil pisau kue yang panjang, dan memotong kue ulang tahunnya. Pertama, dia memberikan potongan kue kepada ibunya, lalu kepada ayahnya, dan kepada Aksa.


"Eh? Aku?" Aksa cukup terkejut dengan tindakan Sarah. Tapi dia tersenyum dan menerima potongan kue dari Sarah dengan senang hati.


Tiga potongan kue sudah diberikan kepada orang yang spesial bagi Sarah, lalu ada asisten yang membantu Sarah untuk memotong kue dan membagikannya kepada orang-orang yang hadir.


"Kemudian, ayo bernyanyi bersama lagi!" Aksa mengambil mic dan berkata dengan suara yang penuh semangat. Dia meminta teknisi untuk menyalakan musiknya, kemudian mengajak orang-orang untuk bernyanyi bersama-sama.


Mereka bergiliran menyanyi, anak muda seperti Aksa dan kedua adiknya menyanyikan lagu zaman ini yang bersemangat. Sedangkan para orang tua menyanyikan lagu lama yang mereka tahu.


Setelah sesi bernyanyi Aksa mempersilakan orang-orang untuk mengambil makanan yang ada di atas meja. Kemudian, layar tancap di persiapan bersama dengan proyektornya.


Orang teknisi menampilkan sebuah video yang isinya adalah foto-foto Sarah dari kecil sampai sekarang. Sarah yang melihat hal itu menjadi sangat malu dan berusaha untuk mematikan proyektor tapi dihentikan oleh Aksa.


"Woah, santai saja, tidak ada yang berkomentar." Aksa menenangkan Sarah yang memiliki wajah memerah.


"Ini memang ideku, tapi video itu dibuat dari foto-foto milik orang tuamu," kata Aksa sambil tersenyum lebar menunjukkan gigi putihnya.


"Ah, kamu!" Sarah membuka mulutnya ingin mengatakan sesuatu tapi tidak bisa, dia hanya bisa menghembuskan napas panjang dan tidak mau menonton video pertumbuhannya.


Aksa tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya, dia tidak menyangka kalau Sarah akan semalu itu melihat video pertumbuhannya.


Setelah acara malam selesai, mereka kemudian bernyanyi lagi. Tapi kali ini, semua orang bernyanyi bersama dengan lagu yang membahagiakan.


Baru setelah itu, di akhir acara merupakan sesi foto bersama. Seperti biasa, wanita yang paling banyak mengambil foto sedangkan pria mengambil beberapa saja lalu selesai.


Setelah sesi foto selesai, mereka semua mengambil balon yang sudah disediakan. Kemudian mereka menunggu aba-aba dari Aksa.

__ADS_1


"Hitungan ke tiga, lepaskan balonnya. Satu! Dua! Dan tiga!" Aksa berteriak dan yang pertama melepas balon dari genggamannya diikuti oleh yang lain.


...----------------...


"Aksa, terima kasih banyak." Sarah memeluk Aksa dan membenamkan kepalanya di dada Aksa sambil berkata dengan suara yang bahagia.


"Ya, sama-sama." Meskipun Aksa sedikit terkejut, dia membalas pelukan Sarah dan berkata sambil menepuk-nepuk punggungnya.


Orang-orang yang hadir sudah kembali ke rumah masing-masing. Kedua orang tua Sarah juga sudah kembali ke kamar mereka di dalam rumah.


Sekarang hanya tersisa Aksa dan Sarah di halaman belakang. Mereka berbincang-bincang dengan ria dan udara dipenuhi dengan canda tawa mereka berdua.


"Aku tidak menyangka kalau kamu yang merencanakan ini semua, Aksa." Sarah berkata sambil menatap langit yang dipenuhi dengan bintang-bintang bercahaya indah.


"Kamu terkejut? Tapi jujur saja, ini pertama kalinya bagiku untuk merayakan ulang tahun seseorang," kata Aksa sambil tertawa kecil.


"Benarkah? Tapi rencanamu sangat bagus." Sarah berkata dengan nada tidak percaya karena perayaan ulang tahunnya sangat bagus.


"Aku tidak berbohong, ini memang pertama kali." Aksa berkata dengan nada tidak berdaya karena Sarah tidak mempercayainya.


Sarah tertawa kecil dan membalas, "Haha, aku percaya, santai saja."


Aksa tersenyum mendengar perkataan Sarah. Kemudian waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam. Aksa berdiri dan memutuskan untuk kembali ke rumahnya.


Sarah juga mengantar Aksa sampai ke depan rumah, kemudian dia melambai-lambaikan tangannya ke arah Aksa yang naik motor ojek online karena mobilnya digunakan oleh keluarganya.


"Sampai jumpa!" teriak Sarah dengan nada gembira.


"Ya, sampai jumpa!" balas Aksa dengan suara keras juga.

__ADS_1


Ojek online melajukan motornya setelah kedua orang di belakangnya saling melambai-lambaikan tangan. Sang ojek online berpikir dengan sedikit aneh karena rumah Aksa cukup dekat dengan rumah Sarah tapi malah memesan ojek online.


"Yah, yang penting aku dapat uang," pikir ojek online yang tidak memedulikan alasan mengapa Aksa memesan ojek online.


__ADS_2