Sistem Game Peternakan

Sistem Game Peternakan
Berkunjung ke Hotel Lunar dan Toko Paintball


__ADS_3

Rapat sudah selesai, dan ada sedikit perubahan dari rencana asli yang dipikirkan oleh Aksa. Itu karena mereka berdiskusi dengan cukup lama.


Karena pesertanya ada sangat banyak, cat yang akan digunakan juga harus memiliki warna yang berbeda-beda. Drone yang sangat banyak juga dibutuhkan dalam event ini untuk memantau.


Kemudian akan ada dua kategori dalam event ini. Pertama adalah individu dan kedua adalah kelompok. Tentu eventnya juga dibedakan agar tidak monoton.


Kategori individu tidak berubah, peserta akan menembakkan peluru cat ke tubuh hewan ternak yang ikut serta, yaitu kelinci, ayam, dan kambing. Ada juga Simba dan Zoe.


Sedangkan kategori kelompok, hewan yang menjadi target adalah kelinci, Simba, dan Zoe. Alasannya adalah agar para anggota kelompok bisa bekerja sama untuk menembak target.


...----------------...


Kemudian, sekarang Aksa sedang berada di depan Hotel Lunar yang merupakan bangunan berlantai 30 dan mencakup area yang sangat luas.


Alasan Aksa di sana adalah untuk menemui Jay. Dia memberitahu Jay kalau Sajaya Farm akan mengadakan event dan ingin berkoordinasi apakah Jay ingin ikut andil karena area kuda khusus akan selesai sebentar lagi.


"Selamat datang di Hotel Lunar, apakah ada yang bisa saya bantu?" Seorang resepsionis wanita berkata kepada Aksa dengan senyum profesionalnya.


"Aku ingin bertemu dengan Pak Jay," kata Aksa dengan nada datar.


"Pak Jay? Apakah Anda sudah memiliki janji dengan beliau?" tanya resepsionis dengan suara terkejut karena ada seorang pria muda yang ingin bertemu dengan bosnya.


"Ya, tepat jam ini." Aksa mengangguk, meskipun sebenarnya dia tidak memiliki janji. Tapi Jay sudah berkata untuk datang langsung ke hotel untuk menemui dirinya.


"Baik, mohon tunggu sebentar." Resepsionis mengangguk, dia segera menelepon sekretaris Jay dan memberitahu tentang kedatangan Aksa.


Setelah mendapatkan balasan dari sekretaris kalau Aksa memang mempunyai janji dengan Jay, resepsionis segera menuntun Aksa untuk pergi ke kantor Jay yang berada di lantai 10 dengan lift VIP.


Karena Hotel Lunar merupakan hotel yang sangat mewah, di sini ada banyak sekali hal-hal dengan label VIP. Aksa tidak terkejut dengan interior koridor, ruangan, atau aula hotel yang sangat mengkilap.


Kemudian setelah lift naik ke lantai 10, seorang wanita dengan seragam kerja berdiri di depan pintu lift. Dia adalah sekretaris Jay, dia menganggukkan kepalanya ke arah Aksa dengan sopan.

__ADS_1


"Pak Aksa, Pak Jay sudah menunggu di kantornya," kata sekretaris Jay kepada Aksa.


"Ya." Aksa mengangguk sebagai tanggapan.


Sekretaris Jay memandu Aksa menuju ke kantor milik Jay sementara resepsionis yang tadi kembali ke lantai pertama untuk melanjutkan pekerjaannya.


"Pak, Pak Aksa sudah sampai," kata sekretaris Jay sambil mengetuk pintu kantor.


"Masuk." Terdengar suara Jay dari dalam kantor.


Sekretaris Jay membukakan pintu untuk Aksa dan mempersilakannya untuk masuk. Sementara itu dia menganggukkan kepalanya ke arah Jay dan menutup pintu tanpa masuk ke dalam.


"Aksa! Lama tidak berjumpa!" Jay berdiri dan berjabat tangan dengan Aksa. Seperti biasa dia berkata dengan suara yang penuh dengan semangat.


"Pak Jay, kita baru bertemu satu minggu yang lalu." Aksa berjabat tangan dengan Jay dan berkata dengan nada tidak berdaya karena Jay melebih-lebihkan.


"Hahaha!" Jay hanya tertawa terbahak-bahak menanggapi perkataan Aksa.


"Pak Jay, bagaimana keputusan Bapak?" Aksa langsung menanyakan intinya.


"Aku tidak ikut andil dalam event ini, tapi aku punya pemikiran lain," kata Jay dengan serius.


"Ho? Kalau boleh tahu apa itu?" Aksa menyipitkan matanya dan berkata kepada Jay.


"Hahaha! Jangan terlalu serius! Aku hanya ingin event perburuan ini sebagai media promosi untuk area kuda khusus. Para pelanggan kelas atas pasti akan sangat tertarik," kata Jay yang kembali ke ekspresi riangnya.


"Promosi ya." Aksa menyentuh dagunya dan berpikir sejenak.


Karena area kuda khusus adalah area yang dibuat dengan dana dari Sajaya Farm dan Hotel Lunar. Jadi jika Jay ingin mempromosikan area itu, Aksa berpikir apakah Sajaya Farm akan mengeluarkan uang juga.


"Ah, aku tahu apa yang kamu pikirkan. Jangan khawatir, ini adalah keinginanku, semua biaya akan dibayar oleh Hotel Lunar," kata Jay yang bisa melihat kebingungan di wajah Aksa.

__ADS_1


"Baiklah kalau begitu." Aksa tersenyum cerah mendengar perkataan Jay yang mengatakan kalau semua biaya akan ditanggung oleh Hotel Lunar.


Setelah itu mereka berdiskusi tentang hal-hal lainnya. Baru setelah satu jam kemudian, Aksa keluar dari Hotel Lunar dan pergi ke sebuah toko yang belum pernah dia kunjungi sebelumnya.


"Selamat datang." Seorang pria paruh baya menyambut kedatangan Aksa dari konter.


"Halo, aku ingin membeli senjata cat dalam jumlah besar." Aksa langsung mengutarakan niatnya kepada pria paruh baya tersebut.


"Oh?" Mata pria paruh baya itu menjadi cerah saat mendengar apa yang Aksa katakan. Kemudian dia segera meminta Aksa untuk duduk dengan antusias.


"Sikapnya berubah drastis," pikir Aksa yang menganggap kalau itu lucu.


Toko yang Aksa kunjungi adalah sebuah toko senjata cat atau paintball yang tidak terlalu terkenal. Aksa tidak peduli apakah toko itu terkenal atau tidak yang penting kualitasnya terjamin.


Dia hanya mengunjungi toko yang terdekat saja dan akan membuat kesepakatan dengan bos toko yang bersedia menerima untuk membuat kesepakatan dengannya.


"Kalau begitu, mari kita bahas. Singkatnya, aku ingin membeli senjata paintball dalam jumlah besar karena tempatku akan mengadakan sebuah event perburuan." Aksa mengatakan identitas aslinya dan menjelaskan mengapa dia membutuhkan banyak senjata paintball.


Pria paruh baya yang merupakan pemilik toko paintball sangat terkejut dengan identitas Aksa karena dia juga tahu kalau ada tempat wisata yang terkenal di Kabupaten Banyumas dan itu adalah Sajaya Farm.


Jadi, saat tahu kalau Sajaya Farm akan membuat kesepakatan dengan toko kecil miliknya, dia menjadi sangat gembira dan mendengarkan penjelasan Aksa dengan sangat-sangat serius.


"Bagaimana? Apakah Bapak bisa menyediakan senjata paintball dalam jumlah sebanyak itu?" tanya Aksa kepada bos toko paintball.


"Stok di sini memang kurang, tapi tolong jangan khawatir. Saya akan segera membawa persediaan dari tempat lain dalam jumlah yang sesuai dengan kesepakatan." Bos toko paintball menepuk dadanya dan berkata dengan percaya diri.


"Hahaha, baguslah kalau begitu. Aku nantikan kerja sama kita." Aksa tertawa sebentar, kemudian dia mengulurkan tangan kanannya ke arah bos toko paintball.


"Saya juga sama." Bos toko paintball tersenyum, dia mengulurkan tangan kanannya juga dan berjabat tangan dengan Aksa.


Setelah membahas mengenai hal-hal kecil lainnya, Aksa kembali ke Sajaya Farm untuk membuat rencana yang lebih spesifik soal event keempat.

__ADS_1


__ADS_2