Sistem Game Peternakan

Sistem Game Peternakan
Hukuman Albar dan Kevin dan Diskusi Event


__ADS_3

Tiga hari kemudian, kepolisian dan pengadilan Jakarta sudah memutuskan hukuman kepada Albar dan Kevin atas perbuatan mereka selama ini.


Albar dijatuhi hukuman penjara selama 5 tahun 9 bulan tanpa jaminan karena dia adalah orang kaya yang pastinya bisa langsung bebas menggunakan uang jika ada jaminannya.


Pertama tentang tindakan Albar yang mengancam perusahaan-perusahaan kecil, berdasarkan Pasal 369 ayat (1) KUHP, pelaku pasal pengancaman dapat dipidana 4 tahun penjara.


Kedua tentang rencana jahat Albar dan Salsa, dalam Pasal 16 KUHPidana ditentukan bahwa permufakatan jahat untuk melakukan kejahatan sebagaimana dimaksudkan dalam pasal 113 dan 115, diancam dengan pidana penjara paling lama 1 tahun.


Ketiga tentang perselingkuhan Albar dan Salsa, Pasal 284 KUHP adalah perzinaan yang dilakukan oleh dua orang yang salah satu atau keduanya terikat perkawinan atas dasar suka sama suka. Hukumannya adalah maksimal sembilan bulan penjara.


Selanjutnya adalah Kevin, dia dijatuhi hukuman yang lebih lama dari ayahnya. Hakim memberi Kevin hukuman penjara selama 15 tahun lamanya.


Pertama tentang perusakan properti Sajaya Farm, Pasal 406 ayat (1) KUHP menyatakan bahwa orang yang merusak properti orang lain dipidana penjara maksimal dua tahun delapan bulan.


Kedua adalah penyuapan karyawan Sajaya Farm untuk melakukan kecurangan saat event balap sampan. Pasal 5 ayat (1) dengan pidana maksimal 5 tahun dan atau denda maksimal 250 juta rupiah.


Ketiga adalah perbuatan mencelakai orang lain, Pasal 354 KUHP yaitu barang siapa sengaja melukai berat orang lain, diancam karena melakukan penganiayaan berat dengan pidana penjara paling lama 8 tahun.


Berita itu membuat orang-orang bahagia karena kebanyakan dari mereka merupakan korban perbuatan buruk pasangan ayah dan anak itu.


"Setelah sekian lama aku menunggu penghakiman untuk mereka, akhirnya hari ini datang juga. Terima kasih kepada Aksa dari Sajaya Farm!"


"Hahaha, Kevin mendapatkan hukuman penjara yang sangat lama, aku sangat bahagia sampai mengeluarkan air mata saat ini!"


"Syukurlah polisi masih mempunyai akal sehat, mereka tahu harus membela yang mana. Jika Albar dan Kevin dilindungi, aku akan melakukan aksi demo kepada kalian!"


Dunia internet juga sedang bersorak gembira karena berita ini. Banyak dari mereka yang membuat postingan foto atau video tentang seberapa bahagia mereka saat mendengar hukuman untuk Albar dan Kevin.


...----------------...


Sementara itu di Sajaya Farm.


Aksa juga sedang tersenyum saat ini karena hukuman untuk musuhnya sudah ditentukan. Dia juga menghela napas lega saat tahu kalau hukuman mereka tidak memiliki jaminan sehingga mereka tidak bisa menggunakan uang untuk bebas.

__ADS_1


Sekarang, Aksa sedang duduk di ruang rapat menunggu karyawan lain datang karena mereka akan membahas mengenai pengadaan event ketiga, event perburuan harta karun.


"Siang, Bos!" Pada karyawan mulai masuk ke dalam ruang rapat satu per satu dan menyapa Aksa yang sedang duduk sambil bermain ponsel.


"Yo, siang!" Aksa mengangguk dan membalas sapaan karyawannya.


Setelah beberapa menit, semua karyawan sudah berkumpul di ruang rapat. Aksa segera menyalakan proyektor dan memulai rapat pembahasan event perburuan harta karun.


"Ada beberapa hewan yang akan aku tugaskan untuk menjadi musuh pada pengunjung yang berperan sebagai pemburu, bagaimana menurut kalian?" Aksa meminta pendapat para karyawannya.


Galih mengangkat tangannya dan bertanya, "Bos! Apakah hewan-hewan itu bisa bekerja dengan baik? Maksudku, mereka itu hewan."


"Pertanyaan yang bagus. Jangan khawatir, bukankah kalian sudah melihat kalau hewan-hewan yang ada di Sajaya Farm menuruti perkataanku?" jawab Aksa.


Yang lain segera memikirkan perkataan Aksa, mereka ingat kalau para hewan di sini patuh terhadap Aksa. Bahkan tidak ada kasus mengenai hewan yang memberontak atau berperilaku aneh.


"Jika tidak ada yang keberatan, maka kita akan memakai ide ini. Lalu, silakan utarakan pendapat kalian," kata Aksa dengan serius.


"Nanti kita akan membuat gelang karet biasa dengan logo SJ yang merupakan singkatan dari Sajaya Farm." Aksa menjawab pertanyaannya dengan mudah.


"Apakah kita akan bekerja sama dengan tempat lain?" tanya Indra.


"Hm, itu patut dipikirkan. Bagaimana menurutmu, Pak Indra?" Aksa menggeleng-gelengkan kepalanya dan bertanya kepada Indra.


"Menurutku, kita harus bekerja sama dengan pedagang lokal. Tidak perlu yang terkenal, asalkan produk yang mereka jual berkualitas karena tidak mungkin bagi kita untuk menjual barang kualitas rendah," jawab Indra dengan mantap.


Aksa berpikir sejenak sebelum mengangguk dan berkata, "Ide yang bagus, apakah Bapak bisa mengurus masalah ini?"


"Serahkan saja padaku." Indra mengangguk menerima perintah dari Aksa.


Setelah itu, para karyawan juga mulai mengutarakan pendapat mereka satu per satu..Aksa mendengarkan dengan seksama karena pendapat yang berbeda sangat diperlukan.


Baru saat jam makan siang tiba, rapat dibubarkan. Mereka sudah mencapai keputusan yang tepat dan sudah merencanakan semua jadwalnya. Aksa juga meminta Lisa dan timnya untuk membuat video pemberitahuan setelah makan siang.

__ADS_1


...----------------...


"Ahh, akhirnya bisa istirahat." Aksa merenggangkan otot-otot tubuhnya yang kaku karena terlalu lama duduk saat rapat tadi.


Aksa dan Sarah sedang berada di kantor Aksa untuk makan siang bersama. Sekarang Sarah juga mulai membawa bekal makan siang sendiri dari rumah, katanya dia sendiri yang memasaknya.


Tetsu juga makan siang dengan nikmat, Aksa memberinya makan siang berupa parutan wortel, parutan lobak, lalu pisang dan apel yang sudah dipotong kecil-kecil agar dia bisa memakannya.


Aksa sudah meminta Rofiq untuk membuatkan kecil untuk Tetsu. Dia memang berniat untuk meletakan Tetsu di lobi restoran, namun untuk saat ini akan ditaruh di kantornya terlebih dahulu.


Alasannya adalah karena Tetsu masih seorang diri dan pasti akan merasa kesepian jika sendirian di dalam kandang yang besar di lobi restoran.


Aksa berencana untuk mencari teman untuk Tetsu, jika tidak bisa menemukannya, maka dia akan membeli iguana lain dan tentu saja yang betina agar Tetsu tidak kesepian di dalam kandang.


"Ngomong-ngomong, untuk sekarang kita tidak punya masalah kan?" tanya Sarah sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


"Ya, tidak ada. Semua masalah sudah selesai, kita hanya perlu melakukan rencana yang sudah dibuat." Aksa menjawab pertanyaan Sarah sambil makan.


Empat fasilitas baru juga sudah selesai dibangun, jalur sepeda bisa dibangun dengan cepat karena Aksa menyewa lebih banyak pekerja. Dia punya banyak uang sehingga memutuskan untuk menggunakan kekuatan uang.


Namun Aksa belum memberitahu kepada orang-orang, rencananya akan diberitahukan setelah event perburuan harta karun selesai karena saat itu para pengunjung masih antusias.


"Tapi, bagaimana bisa kamu mendapatkan banyak kucing dan anjing? Padahal mereka liar, tapi mereka sangat patuh denganmu." Sarah heran karena kucing dan anjing yang datang paruh kepada Aksa.


"Hahaha, itu mudah. Kamu hanya perlu memberi mereka makanan yang enak," jawab Aksa setelah tertawa sebentar.


"Semudah itu?" Sarah bertanya dengan curiga.


"Semudah itu. Yah, bayangkan saja kamu sedang kelaparan karena tidak makan selama beberapa hari, lalu tiba-tiba ada orang yang memberimu makanan. Bukankah kamu akan menganggap kalau orang itu sebagai penyelamat?" kata Aksa sambil tersenyum.


"Benar juga." Sarah mengedipkan matanya karena tidak merasa ada yang salah dengan perkataan Aksa.


Kemudian mereka makan siang dengan nikmat sambil berbincang-bincang sederhana. Aksa juga mengeluarkan Tetsu dari kandang untuk bermain dengannya.

__ADS_1


__ADS_2