
Aksa dan Sarah sedang duduk di ruangan pribadi yang dipesan Dewi dan sudah diperkenalkan ketiga wanita lain. Selain indah dan Citra, wanita berambut panjang itu bernama Lina.
"Jadi, Bu Dewi, perihal apa yang ingin dibicarakan oleh Anda?" tanya Aksa dengan penasaran.
"Aksa, kamu pasti tahu kalau orang-orang kaya lebih menikmati ketenangan dan kedamaian bukan?" tanya Dewi.
Aksa mengangguk, mereka yang mempunyai banyak uang biasanya mengejar ketenangan dan kedamaian. Mereka juga akan melakukan apa saja demi tubuh dan pikiran mereka sehat.
"Bagus kalau kamu tahu, pembicaraan ini jadi lebih mudah. Kamu tahu kalau biasanya para wanita melakukan arisan dan kami memutuskan untuk melakukan arisan di Sajaya Farm," kata Dewi yang mendapat anggukan dari ketiga sahabatnya.
Aksa menyentuh dagunya dan berpikir sebelum berkata, "Arisan, ya. Tapi aku masih belum paham mengapa Anda memanggil saya."
"Santai. Aku ingin memberikan usulan untuk membuat area santai-santai dengan kursi dan meja di area terbuka. Tata letaknya mirip seperti kursi dan meja di restoran, bedanya ini ada di area terbuka," kata Dewi.
"Ah! Aku paham sekarang. Restoran memang bisa untuk bersantai namun kurangnya adalah pemandangan. Yah, sekarang aku tahu apa yang Anda maksud, Bu." Aksa mengangguk dengan serius.
Dewi menghela napas lega dan berkata, "Syukurlah kalau kamu paham. Lalu, bagaimana jika kamu pertimbangan usulan dariku?"
"Tentu saja. Usulan Bu Dewi sangat bagus, kebetulan ada dua area yang cocok. Nanti saya pikirkan kembali," jawab Aksa sambil tersenyum.
"Terima kasih." Dewi juga tersenyum melihat Aksa akan memikirkannya nanti.
Kemudian setelah berbicara sebentar, Aksa meninggalkan ruangan dan pergi menuju kantornya sedangkan Sarah masih ada di sana karena masih mengobrol.
Setelah masuk ke dalam kantor, ia segera mengunci pintu dan masuk ke dalam peternakan game. Lalu melihat-lihat toko apakah ada sesuatu yang menarik dan ia melihat barang waktu terbatas.
[Ramuan spiritual(hewan)]
[Keterangan: Hewan yang meminum ramuan spiritual ini akan menjadi cerdas dan memiliki kemampuan berpikir. Sebaliknya jika manusia yang meminum ramuan ini, manusia itu akan menjadi idiot seperti hewan.]
Aksa melebarkan matanya karena terkejut dengan pengenalan ramuan spiritual itu. Ia melihat ke bawah dan ada angka 5.000 poin dan melihat harga aslinya adalah 50 juta poin.
Tanpa ragu-ragu Aksa langsung membeli ramuan spiritual dan sebuah botol kecil seukuran kaleng minuman dengan isi cairan berwarna hijau muncul di tangan Aksa secara tiba-tiba.
Aksa menyentuh dagunya dan berpikir. "Hm, tapi aku harus memilih hewan apa ya? Tidak mungkin untuk hewan ternak, tidak akan ada gunanya mereka meminum ramuan spiritual."
"Selain hewan ternak ada ikan, kelinci, dan tupai, tapi ketiga hewan tersebut juga tidak berguna. Lalu, apakah aku harus membeli hewan lain?"
__ADS_1
Aksa berpikir cukup lama karena ia memikirkan keuntungan apa saja jika hewan meminum ramuan spiritual. Lalu setelah setengah jam, Aksa mencapai keputusan untuk membeli kucing.
Alasannya adalah karena kucing sangat digemari oleh orang-orang dan kucing yang pintar akan menarik perhatian orang-orang dan mereka pasti akan datang ke Sajaya Farm.
Selain kucing ada juga anjing, namun Aksa lebih memilih kucing karena kesukaan pribadi saja, tidak ada alasan khusus. Aksa segera memeriksa toko game apakah ada kucing di sana.
"Tidak ada?" Aksa mengerutkan keningnya dan segera bertanya kepada Sistem.
[Hewan yang dijual di toko game hanyalah hewan ternak. Kucing bukan hewan ternak jadi tidak tersedia di toko game.]
Sistem memberikan penjelasan yang masuk akal sehingga Aksa hanya bisa menghela napas dan harus membeli kucing sebagai pribadi di dunia nyata.
"Tidak, mengapa aku harus membeli kucing? Di dekat rumah lama ada kucing oranye liar, aku akan mengambilnya nanti," pikir Aksa.
Lalu Aksa memutuskan untuk memancing di kolam keberuntungan sebentar. Ia ingin mencoba keberuntungannya hari ini dan melihat apakah akan menangkap sesuatu yang bagus.
Aksa menunggu dengan cukup lama tapi ia tidak bosan karena menunggu adalah proses yang harus dilalui oleh seorang pemancing. Bahkan meskipun Aksa bosan, ia tidak bisa melakukan hal lain.
Setelah beberapa menit, pancingan Aksa bergerak dan ia segera menariknya. "Sial! Apa yang aku dapatkan kali ini! Mengapa sangat berat!!"
Beruntung tubuh Aksa sudah ditingkatkan, jika tidak maka Aksa tidak bisa menarik pancingannya dan harus merelakan sesuatu yang berat itu.
Lalu sesuatu yang aneh keluar dari kolam keberuntungan, sesuatu tersebut berbentuk pipih dan sangat lebar. Aksa mengira kalau itu adalah payung atau sebuah kain, ia sangat kecewa karena tidak mendapatkan sesuatu yang bagus.
"Tunggu sebentar, mengapa kain ini bergerak?" Aksa yang menghela napas kecewa melihat 'kain' yang ia tangkap bergerak.
"Sialan! Ini bukan kain! Ini ikan pari!" teriak Aksa dengan suara yang sangat keras karena ia sangat terkejut.
Aksa memegang tubuh ikan pari tersebut dan menyeretnya ke kolam sebelah. Ia tidak bisa memegang ekornya karena itu beracun dan tidak ada pilihan lain selain menyeret tubuhnya.
Butuh usaha ekstra karena ikan pari tersebut sangat berat dan meskipun tubuh Aksa sudah ditingkatkan, ia masih kesulitan menarik ikan pari tersebut dan berhasil setelah beberapa menit kemudian.
Baru setelah itu Aksa melihat ikan pari dengan jelas. Tubuhnya sangat lebar sekitar setengah meter lebih, panjangnya sekitar dua meter kurang dan untuk beratnya Aksa tidak tahu.
[Ikan pari sungai raksasa: kualitas A]
[Keterangan: Ikan pari yang hidup di air tawar dan memiliki ukuran yang sangat besar. Rasa +2, protein +2, penampilan +3, daya tahan +1.]
__ADS_1
Aksa tertegun, bukan karena kualitas A atau karena atributnya. Ia tertegun karena nama ikan pari di depannya adalah ikan pari sungai raksasa yang merupakan ikan yang terancam punah dan sekarang sangat dilindungi.
"Aku tidak tahu harus berbuat apa, meskipun tidak akan ada orang yang tahu, tapi aku merasa tidak enak jika membiarkan ikan yang dilindungi ada di sini," kata Aksa sambil menghembuskan napas panjang.
Aksa memikirkan untuk menghubungi pihak terkait namun ia bingung jika ditanya bagaimana dirinya menemukan ikan pari yang dilindungi yang biasanya ada di perairan timur Indonesia.
"Ah, sial. Sistem, apakah kamu memiliki saran?" Aksa tidak ada pilihan lain selain meminta saran dari Sistem.
[Host bisa pergi ke perairan timur dan mengeluarkan ikan pari di sana. Lalu Host menghubungi pihak terkait, dengan itu Host tidak akan dicurigai.]
"Yah, itu memang benar. Tapi aku tidak mungkin pergi ke perairan timur hanya untuk begitu saja." Aksa berkata dengan ekspresi pasrah.
Lalu karena tidak ada yang bisa dilakukan, ia memutuskan untuk membiarkan ikan pari di kolam terlebih dahulu dan akan mencari ide nanti karena ikan pari juga tidak mungkin mati di kolam tersebut.
Aksa keluar dari peternakan game dan kebetulan pintu kantornya di ketuk. Karena dikunci, Aksa berjalan ke arah pintu untuk membuka kunci dan melihat siapa orang yang mengetuk pintu.
"Alvan, Rina." Aksa melihat adik dan pacarnya di depan pintu kantornya lalu mempersilakan mereka berdua masuk ke dalam.
"Ada apa?" tanya Aksa setelah duduk.
"Kakak, jadi begini..." Alvan menjelaskan maksud kedatangannya dengan Rina yang ternyata ia meminta izin kepada Aksa.
Ternyata Rina sudah menghubungi dosennya untuk mengadakan kegiatan di Sajaya Farm. Dosennya juga sudah melihat video dari iklan dan dari yang Rina kirimkan.
Karena menyewa tempat lain pastinya mahal, jadi dosen Rina bertanya berapa harga untuk menyewa tempat di Sajaya Farm dan Rina menjawab kalau ia akan bertanya terlebih dahulu.
"Jadi begitu, kapan?" tanya Aksa.
"Jika mendapatkan izin, maka diperkirakan seminggu lagi," jawab Rina setelah berpikir sebentar.
Aksa menyentuh dagunya dan berpikir sebentar sebelum mengambil keputusan. "Baiklah, aku mengizinkannya secara gratis."
"Benarkah!? Tapi, ada syaratnya, kan?" Rina tahu kalau tidak ada makan siang gratis di dunia ini yang artinya dibalik setiap kebaikan pasti ada maksudnya.
Aksa mengangguk dan menjelaskannya, "Tentu saja. Kalian harus mentaati peraturan yang ada, lalu foto-foto yang kalian ambil diunggah di media sosial dan harus menyebutkan Sajaya Farm di caption."
Mungkin memang tidak akan menguntungkan jika dilihat dari pendapatan. Tapi akan sangat menguntungkan karena hal ini termasuk mengiklankan Sajaya Farm secara gratis. Jadi bisa dikatakan kalau situasi ini adalah win-win.
__ADS_1
"Setuju." Rina setuju tanpa berpikir panjang karena ia tahu apa yang dimaksud oleh Aksa dan itu bukanlah sesuatu yang merepotkan.
Justru ini malah menghilangkan beban universitas yang tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk menyewa tempat dan dengan tempat sebagus ini, maka kegiatan mereka akan menyenangkan.