
Roni dan Gia kembali saat sore hari, Aksa pergi ke area sapi karena untuk memantau karena dia masih khawatir apakah masih ada sapi yang belum sembuh.
Meskipun Didit sudah memberikan data hasil pemeriksaan, tapi sebagai peternak dan pemilik Sajaya Farm, Aksa masih tetap khawatir.
Aksa duduk di atas pagar kayu seperti biasa sambil memandangi sapi-sapi yang sedang berinteraksi dengan para pengunjung. Tapi pada saa ini, dia mendengar suara Sistem.
[Selamat kepada Host karena telah menyelesaikan masalah penyakit antraks yang menyerang sapi-sapi di Sajaya Farm. Sistem juga turun bersedih atas apa yang terjadi dengan ketiga sapi yang mati.]
[Oleh karena itu Sistem akan memberikan Host hadiah ekstra. Host bisa langsung memeriksanya penyimpanan Sistem, Sistem yakin Host akan terkejut.]
Aksa terkejut dengan perkataan Sistem, dia segera memeriksa di penyimpanan Sistem. Kemudian dia melihat ada sebuah peta yang terbuat dari kulit domba, dan dia merasa familiar dengan gambar petanya.
[Peta Sajaya Farm]
[Keterangan: Sebuah peta yang mencakup seluruh area Sajaya Farm termasuk yang belum dibuka. Pengguna bisa melihat situasi keseluruhan hanya dengan menyentuh bagian yang ingin dilihat di atas peta.]
"Itu artinya, aku bisa melihat situasi Sajaya Farm dengan 360 derajat tanpa titik buta? Ini adalah sesuatu yang sangat aku butuhkan." Aksa gembira dengan hadiah dari sistem.
Karena dengan peta itu dia bisa memantau situasi Sajaya Farm tanpa harus melakukan patroli. Karena terkadang dia ada beberapa pekerjaan yang membuatnya tidak bisa berpatroli.
Peta ini juga bisa membuatnya tahu apa yang terjadi jika ada masalah di Sajaya Farm. Jadi Aksa bisa langsung tahu masalahnya sebelum tiba di lokasi kejadian.
"Sistem, aku sungguh mencintaimu sampai mati!" Aksa berteriak di dalam hatinya. Dia juga ingin berteriak dengan keras tapi takut akan dianggap gila oleh para pengunjung.
[Terima kasih. Sistem juga mencintai diri sendiri.]
Aksa tertawa karena dia bisa mendengar kalimat Sistem yang menyebalkan lagi. Karena sudah satu minggu lebih dia tidak mendengar kalimat itu dari Sistem.
__ADS_1
Tapi di dalam sudut pandangnya, Aksa melihat ada barang lain di dalam penyimpanan Sistem. Dia memeriksanya, barang itu memiliki bentuk seperti kristal di cerita-cerita fantasi.
[Batu sihir aura]
[Keterangan: Orang yang memakan ini akan memiliki aura yang bersahabat dengan hewan mau itu hewan karnivora, herbivora, atau omnivora. Bisa juga menekan orang lain dengan aura yang didapatkan.]
"Ada dua efek!? Dengan dua efek ini aku bisa mendapatkan dua hal." Aksa terkejut karena benda itu memiliki dua efek yang belum pernah terjadi.
Efek pertama adalah aura bersahabat yang berguna untuk hewan. Dengan ini Aksa tidak perlu menjinakkan seekor hewan, dan dia bisa berkomunikasi dengan lebih efisien lagi.
Efek kedua adalah aura penekanan. Sebagai seorang pemimpin, Aksa sangat membutuhkan efek ini. Jadi dia tidak akan diremehkan hanya karena sifatnya yang masih muda.
"Sistem, apakah ada efek samping atau semacamnya setelah aku memakan ini?" tanya Aksa kepada Sistem karena dia ingin memakan batu sihir aura.
[Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Host bisa dengan tenang memakannya dan dia efek yang terkandung dalam batu sihir aura akan langsung berpindah ke tubuh Host.]
Kemudian Aksa langsung memasukkannya ke dalam mulut dan menelannya tanpa digigit. Karena entah kenapa kristal itu langsung hancur saat masuk ke dalam mulutnya.
"Tidak ada yang berubah, tapi entah kenapa aku merasa berbeda." Aksa melihat tubuhnya yang tidak ada perubahan sama sekali.
Tapi kemudian dia menyadarinya kalau yang dia telan adalah batu sihir aura yang memberikan efek aura, jadi tentu saja itu tidak terlihat oleh mata telanjang.
"Dengan ini, aku tidak akan kalah jika berhadapan dengan orang-orang berstatus tinggi." Aksa menyeringai karena dia sudah tidak bisa diremehkan lagi.
Pada saat ini, ponselnya berdering. Aksa mengambilnya dan melihat kalau itu adalah Sarah. Jadi dia menelan tombol jawab dan berkata, "Halo Sarah, apakah ada sesuatu?"
"Aksa, ada teman ayahku yang ingin bekerja sama dengan Sajaya Farm. Orangnya sudah datang, jadi tolong ke ruang tamu sekarang," kata Sarah dengan segera.
__ADS_1
"Bekerja sama? Baiklah, aku akan segera ke sana." Aksa mengangkat alisnya karena belum ada orang yang ingin bekerja sama dengan Sajaya Farm, jadi dia segera pergi ke ruang tamu yang ada di lantai dua gedung utama.
Saat masuk, dia melihat dua orang di dalam ruangan. Pertama adalah Sarah dan kedua adalah seorang pria paruh baya dengan kemeja yang kancing atasnya dibuka menunjukkan dadanya.
"Hahaha, kamu pasti Aksa ya!?" Pria paruh baya itu berdiri dan menepuk-nepuk pundak Aksa sambil tertawa terbahak-bahak.
"Siapa!?" Aksa berkata seperti itu di dalam hatinya karena dia sama sekali tidak mengenal orang itu. Dia juga belum melihatnya di televisi atau di internet.
"Paman Jay, jangan seperti itu. Paman menakuti Aksa karena tiba-tiba tertawa." Sarah berkata sambil menepuk dahinya.
"Benarkah? Hahaha!" Pria paruh baya yang dipanggil Paman Jay tertawa lagi.
Dia adalah Jayadi, seorang pemilik hotel bintang lima yang ada di pusat kabupaten. Karena sering berurusan dengan artis, jadi dia dipanggil Jay karena nama itu jauh lebih keren daripada Jayadi.
Jay juga merupakan teman Andre karena mereka berdua sering bertemu meskipun kedua bisnis yang mereka jalani tidak ada sangkut pautnya.
"Aksa, ini adalah Paman Jayadi, pemilik Hotel Lunar yang ada di pusat kabupaten. Kamu pasti belum pernah melihatnya karena Paman memang tidak pernah muncul." Sarah memperkenalkan Jay kepada Aksa.
"Oh! Hotel Lunar!" Aksa tahu tentang hotel itu yang selalu menerima tamu berupa orang-orang dari kalangan pebisnis atau artis yang statusnya cukup tinggi.
Bisa dikatakan kalau Hotel Lunar adalah tempat di mana orang-orang kaya berkumpul. Yah, karena memang di sana adalah hotel bintang lima dengan fasilitas dan pelayanan mereka yang terbaik.
"Jadi, mengapa seorang pemilik Hotel Lunar datang ke Sajaya Farm?" Aksa tersenyum dan bertanya kepada Jay setelah mereka berdua duduk.
"Kamu pasti sudah mendengarnya tadi, seperti yang dikatakan oleh Sarah bahwa aku ingin bekerja sama dengan Sajaya Farm." Jay menatap Aksa dan berkata dengan nada serius.
"Dan kerja sama apa itu?" Aksa juga menatap Jay tanpa rasa gugup. Ditambah dengan aura yang baru saja dia dapatkan, Aksa seperti orang yang berbeda.
__ADS_1
"Anak ini!? Siapa sebenarnya dia, bagaimana bisa dia mempunyai aura seperti seroang veteran!?" Jay sangat terkejut dengan aura yang aksa keluarkan. Tapi hal ini membuat Jay merasa kalau keputusannya tidak salah.