
"Cih! bisa-bisanya cari alasan, bilang ajah kau iri kan? melihat aku bermesraan. Siapa suruh jadi jomblo abadi! sana cari pacar biar nggak ganggu orang bermesraan!" ledek Harlan, merangkul pinggang istrinya dan berjalan masuk kedalam. Luvita terkekeh melihat atasan dan bawahan itu selalu berdebat.
Seketika raut wajah Wiliam berubah merah, ia berjalan masuk kedalam rumah dengan hati dongkol.
Luvita bersama Harlan masuk kedalam ruangan.
"Mas mana pesanan ku?
"Pesanan apa yank? alis Harlan bertautan.
"Loh kan tadi sore aku sudah kirm pesan, minta di belikan Ayam mercon cap sambal bacot yang sedang viral itu loh. Mas balas, Ok!
"Ohh itu? ya ampun, Lupa sayang."
Bibir Lupita mengerucut, Harlan tahu kalau istrinya sedang merajuk.
"Will!"
"Saya Tuan!"
"Belikan Ayam mercon cap sambal bacot!" Aku tidak ingin istri cantik ku ini merajuk." mencubit gemas dagu istrinya sambil terkekeh.
"Ish, apaan sih Mas, main cubit ajah! dasar genit! gerutu Lupita manja. Harlan sangat suka istri kecilnya manja, membuat ia kangen dan jatuh cinta setiap hari.
"Siap Tuan!"
Wiliam berjalan kembali keluar mansion dan masuk kedalam mobil yang terparkir.
"Puaskan sekarang? Jangan lupa nanti malam tambah ronde nya." berbisik di telinga Luvi seraya mengedipkan mata.
Luvita membulatkan matanya "What? setiap hari tiga ronde Mas, masa masih minta nambah!" Luvita mencabik, Harlan terkekeh geli melihat wajah lucu istrinya.
Mereka berjalan menaiki anak tangga menuju kamar tidurnya. Tiba-tiba terdengar suara teriakan Mak Isah dari antai bawah.
"Harlan tolong.....!!"
Harlan dan Luvita terkejut "Ada apa dengan Mak?!" pekiknya
"Ayo kita lihat Mas!" Harlan menuruni anak tangga di ikuti Istrinya "Setahu ku tadi Della yang sedang sakit." ucap Luvi di sela menuruni anak tangga.
"JEDER!"
Harlan membuka kasar pintu kamar Della. Ia terkejut melihat Della meringkuk lemah di bawah lantai dengan tubuh gemetaran di barengi kejang-kejang. Luvita sebenarnya tak tega melihat kondisi Della yang mengenaskan. Wajahnya pucat pasi dan bibirnya putih, sejak tadi ia sudah banyak mengeluarkan cairan. Tapi itu konsekuensi yang harus Della terima, bila tidak dirinyalah yang akan mengalami seperti Della.
"Apa yang terjadi dengan Della, Mak? Kenapa bisa begini? apa Della jatuh dari lantai." begitu banyak pertanyaan yang terlontar dari bibir Harlan.
"Sejak pulang kerja Della buang-buang air Land. sudah lebih dari 10x bulak-balik ke toilet. Lihat sampai lemes begini dan tiba-tiba jatuh." terang Mak Isah panjang lebar.
"Mas Harlan kenapa begitu khawatir melihat Della berada di lantai. Apakah kebenciannya selama ini hanya pura-pura?" batin Luvita berdecak kesal dan menatap tak suka.
"Kak Harlan..." panggil Della dengan bibir bergetar, menjulurkan tangannya minta di raih Harlan.
Harlan terdiam dan serba salah, apalagi ia melihat istrinya menatap kesal padanya.
__ADS_1
"Kasihan Della Land, tolong bawa kerumah sakit." pinta Mak isah di sela isak tangisnya.
"Cih! Della mencuri kesempatan di saat sedang sakit sekalipun, tak akan aku biarkan walau kau sedang sekarat! batin Luvi kesal.
"Harlan cepat bawa Della ke Dokter! perintah Mak Isah. "Kenapa kau diam saja, apa lagi yang sedang kau pikirkan!"
Saat tangan Harlan ingin mengendong Della, dengan cepat luvita menghalangi.
"Tunggu Mas! akan aku panggilkan satpam untuk mengangkat tubuh Della.,"
"Apa maksud mu Luvi? bentak Mak Isah "Kau tidak bisa melarang anakku untuk menolong keponakan ku, Della!"
"Mas Harlan itu suamiku, Bu! aku tidak rela suamiku menyentuh wanita lain termasuk Della! menatap sinis wajah suaminya. Tak ingin terjadi kesalahpahaman pada istrinya, Harlan urungkan niat mengangkat tubuh Della.
"Panggilkan satpam kemari." akhirnya Harlan mengalah, dan membuat Mak Isah murka.
Luvita berjalan keluar kamar dan mencari satpam di pintu gerbang.
"Apa-apaan kamu Land?! kenapa kau tega biarkan Della di lantai dan tidak mau mengangkatnya!!"
"Ma'afkan aku Mak, aku menjaga perasaan istriku." ucap Harlan lemah.
"Sialan kau Luvi! ternyata kau sudah menguasai kak Harlan menjadi orang bodoh!" gerutu Della dalam hati.
"Apa kau tidak merasa, kalau istrimu sudah memperdayai mu! kau akan menjadi orang bodoh dan patuh pada semua perintahnya! teriak Mak Isah geram.
"Sudahlah Mak jangan di besar-besarkan. Aku tidak mau ada kesalahpahaman pada rumah tanggaku."
"Tolong angkat adikku ke mobil, Pak!" pinta Harlan.
"Nggak mau sama satpam jelek. Mereka bau asem, sama kak Harlan ajah bii..." rengek Della.
Mak Isah menatap tajam Netra Harlan dan Luvita bergantian, lalu dibalas tatapan dingin oleh Luvita. Melihat keinginan Della, Luvi memutar matanya malas.
"Tidak bisa Dell! aku istrinya, tolong jangan membuat keadaan semakin sulit. Aku dan Mas Harlan yang akan membawamu kerumah sakit! Luvi melirik pada dua orang satpam "Ayo pak angkat Mba Della ke mobil!" perintah Luvi dengan kedua tangan menyilang.
"Baik Nyah! Pak Udin dan pak Yono mengangkat tubuh Della kedalam mobil, walau Della bersikeras menolaknya.
"Sayang kau tidak usah ikut, biar aku saja yang bawa Della kerumah sakit, setelah Wiliam pulang ia akan segera menyusul."
"Tidak Mas! aku akan tetap ikut, aku tidak akan tenang bila Mas berduaan dengan Della."
Kedua alis Harlan mengeryit "Kau cemburu pada orang sakit?"
"Mak yang akan ikut bersamamu, Land! tiba-tiba Mak Isah menyela dan berjalan mendekat.
"Untuk apa Mak ikut? biar aku saja Mak, kondisi Mak juga tidak baik, bagaimana bila nanti jantung Mak kumat." Harlan menolak.
"Yang dikatakan Mas Harlan benar Bu, sudah aku sama Mas Harlan saja yang pergi!" Luvi malas berdebat lagi, bisa jadi Mak isah buat drama mengharu-biru di depan anak angkatnya. Luvi membuka pintu mobil depan dan duduk manis.
"Mas cepat lah, kasihan Della loh, udah kesakitan begitu." ucapnya enteng.
"Harlan pergi dulu Mak! buru-buru Harlan membuka pintu mobil dan melajukan mobilnya dengan cepat membelah jalanan raya.
__ADS_1
Didalam mobil sindiran demi sindiran Luvi ucapkan.
Terdengar suara rintihan Della dari belakang jok yang meringkuk diatasnya.
"Bagaimana keadaan mu Dell? pasti sakit banget ya?" tanya Luvi Ingin tahu reaksinya.
Della terdiam tanpa keluar satu katapun.
"Emang nya kamu makan apa tadi di kantor? tanya Harlan. "Seharusnya kau lebih teliti dalam mencari makanan sehat."
"Nggak makan yang aneh-aneh kok kak, sepertinya ada yang sengaja membuat Della seperti ini kak! orang jahat pasti akan dapat balasannya!" ucap Della enteng sambil terus meringis kesakitan.
"Maksudnya? kedua alis Harlan bertautan.
["Apa tadi dia bilang? orang jahat akan dapat balasannya?" Luvita ketawa ngakak walau hanya dalam hati. Berani sekali dia ngadu sama suamiku? kau sudah mendapat karma atas perbuatan mu sendiri Della, kenapa malah menyalahkan orang? lucu!"]
"Maksudnya Mas, kalau mau niat jahat sama orang jangan setengah-setengah. Didepan sok baik dan tersenyum manis, tapi di belakang nusuk dari belakang, akhirnya tertusuk sendiri kan? bukan begitu Dell?" Luvi tersenyum licik.
["Sialan! Della mendengus kesel "Awas saja kau Vit! kalau aku sudah sembuh akan aku balas! sekarang kau boleh tertawa! tak lama lagi ketawa mu akan menjadi penderitaan!" batin Della dengan nafas memburu]
Mobil memasuki gerbang rumah sakit dan berhenti di depan Lobby.
"Tunggu Mas, aku akan panggil perawat untuk mengangkat Della." Luvi keluar dari mobil dan masuk kedalam koridor.
"Kak! segitu benci kah Kaka padaku? bahkan disaat aku sakit kaka tidak peduli, padahal kita berteman sejak kecil, di saat orang-orang menjauhi kakak, hanya aku yang mau berteman dengan kakak! Della menangis terisak. Harlan memutar tubuhnya ke jok belakang.
"Ma'afkan aku Dell, kakak hanya ingin menjaga perasaan istri Kakak."
"Apa kak Harlan sangat mencintai kak Luvi? hingga semua perkataannya dituruti.
"Iya Dell, sangat mencintainya dan tak ingin kehilangan."
["Tidak kak! aku tak rela kakak mencintai wanita lain, termasuk Luvita! aku pastikan kalian akan berpisah!" jerit Della dalam hati]
"Mas! luvita mengetuk kaca mobil, ia datang bersama tiga perawat.
Harlan membuka pintu dan keluar, kemudian membuka pintu belakang. Tiga perawat menggotong tubuh Della ke atas banker dan membawa kerungan UGD.
"Seminggu yang lalu kau hampir membuat ku gila dengan rasa gatal yang menyengat, kini kaupun masuk ketempat ini! semoga kau bisa jera dan belajar dari kesalahan!" gumam Luvi dalam hati, di sela langkah kakinya menyusuri lorong rumah sakit.
๐๐๐
@Bab nya lebih panjang, Jangan lupa untuk terus dukung Bunda dengan cara:
๐Like
๐Vote
๐Gift
๐Komen
@Bersambung........
__ADS_1