
"Sayang kau dimana?!" mencari di dalam ruangan. namun tidak ada. Dari jendela dapur ia melihat Lupi berada di sekitar kolam renang.
Aroma wangi maskulin terendus Indra penciumannya. Lupi yang sedang duduk di tepi kolam renang, terperangah melihat Harlan sudah berdiri didepannya. Lupi sempat terkesima melihat penampilan suaminya yang cool. Lalu ia beranjak dari duduknya ingin menghindar. Namun, tangan kekar Harlan sudah lebih dulu menahannya dan menarik Lupi dalam pelukannya. "Lupi, aku sangat mencintaimu."
Lupi bergeming, ia ingin sekali melepas pelukannya dan berlari menjauh, namun, ia tidak bisa berontak, Harlan sudah membekap pelukannya erat.
"Mas, lepaskan. Aku tidak bisa bernafas, dadaku sesak."
"Mengapa kau meninggalkan kamar tanpa seizin ku! Harlan mengurai pelukannya, menatap manik mata Lupita.
"Apa setiap aku pergi, mesti minta izin dulu."
"Tentu saja, aku ini suamimu, aku harus tahu kemana kau pergi."
"Tapi kan masih di sekitar sini."
"Tetap saja tidak boleh, kau sudah jadi tanggung jawab ku." menyentil kening Lupita.
Aaawww! sakit Mas." Lupi mengusap keningnya
"Cup! Harlan mencium kening yang bekas ia sentil.
Lupita mengerucutkan bibirnya, ia ingin sekali bertanya tentang wanita bernama Della, Namun, ia mengurungkan niatnya, berharap Harlan jujur padanya dan mencoba berfikir positif sebelum ada bukti.
"Ayo kita sarapan, selesai makan kita akan main ke pantai."
Lupita tidak ingin berdebat, ia mencoba kesampingkan egonya dan membatalkan niatnya menanyakan wanita itu. Mereka berdua masuk kedalam dan duduk di meja makan. Harlan menaruh nasi dan bebek Taliwang masakan khas Bali, mereka mulai menikmati hidangan yang tersaji.
"Sayang, tambah lagi ya. Biar kamu kuat saat bertempur dengan Mas." Harlan terus menggoda istrinya yang terlihat murung.
"Ish, apaan sih Mas." Lupi tersipu malu-malu. walau sebenarnya ia amat kesal dengan suaminya, namun, Harlan dapat mencairkan suasana yang beku dan tegang menjadi cair kembali.
Selesai menikmati makan bersama, mereka berdua berjalan menuju pantai yang berada di depan resort. Pantai sangat indah dan nyaman, Lupi berdiri di sebuah batu karang besar dan melihat keindahan alam dari sana. Sepoi angin menerpa rambut panjangnya, sesekali ia merapikan rambutnya yang menutupi mata karena terpaan angin.
"Sungguh sangat menakjubkan keindahan alam Bali, banyak wisatawan dari berbagai negara yang berkunjung ke Bali. Mereka saja terpesona dengan keindahan pulau Dewata, apalagi aku yang baru datang pertama kali dan langsung jatuh cinta." gumam Lupita tersenyum senang.
Lupita merentangkan kedua tangannya, dan menghirup udara segar. Tanpa ia sadari sebuah tangan kekar memeluknya dari belakang.
"Mas! bikin kaget saja sih! Lupi menggerutu.
Harlan memiringkan kepalanya kesamping dan Cup!" sebuah kecupan di pipinya, menaruh kepalanya di pundak Lupi. Aroma maskulin terasa nyaman di indra penciuman Lupi. ia begitu menikmati aroma tubuh dan pelukan suaminya yang hangat.
Tiba-tiba ia teringat pesan di ponsel suaminya, dari Della tadi pagi. Bayangkan wanita yang hadir di dekat suaminya, mengusik hatinya kembali. "Mas, ku harap kau tidak pernah mengkhianati ku, cinta yang kuberikan padamu adalah ketulusan." batin Lupi, tak terasa pipinya sudah basah airmata.
"Sayang, apa kau bahagia...? tanya Harlan, masih bergelayut manja di pundaknya.
"Hey, Kenapa kau diam? Harlan melepas pelukannya dan membalikkan tubuh istrinya. "Kau menangis? menatap wajah Lupi yang tertunduk.
"Apa kau tidak bahagia?! ucapnya lirih.
Lupita mengangkat wajahnya dan menatap dalam wajah tampan suaminya "Apa menurut mu aku tidak bahagia?
"Aku tidak pernah tahu isi hatimu, bila kau tidak bahagia, berterus terang saja."
"Aku sakit Mas! sangat sakit bila kau menghianatiku dan membohongi ku, bila itu terjadi, jangan harap aku memaafkan mu." Lupi masih membatin.
__ADS_1
"Apa yang membuat mu bersedih?! aku yang akan menghapus kesedihan mu? mengusap lembut airmata Lupi.
"Jangan pernah berjanji, Mas! aku takut kau tidak bisa menepatinya.'
"Tidak sayang." meraih dagu Lupi "Aku berjanji akan menjaga dan melindungimu, kau istriku sudah seharusnya aku melakukan semua itu untuk mu." mencium lembut bibir istrinya, Lupi tidak membalas ciuman itu.
Melepas ciumannya dan mengusap lembut bibir Lupi, memainkan jemarinya di ujung bibir tipis itu.
"Apa yang membuatmu yakin?! tanya Lupi lagi, mencari keseriusan dari Harlan.
"Karena aku sangat mencintaimu." mencium lembut kening istrinya lama.
Lupita merasakan desiran darahnya bergejolak, rasa nyaman atas ciuman dan perlakuan suaminya yang menghangat, membuat ia percaya. Ia dapat merasakan cinta suaminya yang tulus. Lupita terbuai dalam ciuman Harlan yang manis, membuat dirinya tidak ingin berpisah dengan suaminya. Hatinya mulai yakin kembali dengan kata-kata cinta Harlan. Lupi mendongakkan kepalanya dan berjinjit, ia mencium bibir suaminya.
Harlan terkekeh dan menyambut ciuman istrinya, mengangkat pinggulnya dan memutar-mutar kan tubuh Lupi. Suara teriakan dan ketakutan Lupita terdengar riang, Harlan terus terbahak melihat wajah lucu dan panik istrinya.
"Mas sudah turunkan, aku pusing."
Harlan menghentikan putaran nya seraya memeluk erat tubuh istrinya agar tidak terjatuh. Mereka berdua jatuh kepasir. Harlan merebahkan tubuhnya diatas pasir putih itu. membentangkan kedua tangannya dengan mata terpejam.
Langit berwarna jingga, matahari mulai redup. Burung-burung terbang bebas mengitari alam semesta. Gulungan ombak terdengar gemuruh. Sore telah tiba, Mereka berdua tampak puas bermain-main ditepi pantai.
"Mas, aku lelah kita pulang yuk."
"Kau haus tidak?!
"Iya!
"kita minum es kelapa di pondok itu, yuk!
"Es kelapanya sangat segar." imbuh Lupita seraya menyedot kelapa muda di depannya.
"Mas, disebelah sana ada yang jual kerang rebus. Sepertinya enak."
"Kau mau beli?!
Lupita mengangguk.
"Ya sudah, kalau mau beli saja." Harlan mengeluarkan uang merah dan memberikan nya pada Lupi.
"Mas tunggu saja disini ya, aku akan beli sendiri."
"Iya, pergilah."
Lupita setengah berlari menuju penjual kerang rebus, yang berada di tepi pantai.
"Harga Kerang nya berapa bang?!
"Satu bungkus 25 ribu, Mba."
"Beli dua bungkus ya."
"Baik, Mba."
Abang penjual kerang rebus itu, membuat dua bungkus porsi kerang rebus, dan memberikan pada Lupita seraya kembaliannya uang 50 ribuan.
__ADS_1
"Terimakasih ya, bang!"
"Sama-sama Mbak!
Saat berjalan kearah pondok es kelapa, Lupita melihat seorang pengemis buta sedang duduk tak jauh dari jualan kerang. Ia mendekat dan menaruh uang sisa kembalian tadi, kedalam kaleng yang berada di depannya.
Tiba-tiba orang buta itu menarik tangan Lupi, sambil meraba "Terimakasih banyak ya Non? siapa namanya? tanya orang buta itu.
Lupita tampak risih dan menarik tangannya.
"Nama saya Lupita, Pak!
"Lupita..? pria buta itu terdiam dan mulai bicara lagi "Non, sudah menikah?!
Lupita yang ingin pergi meninggalkan orang buta itu, mengerutkan keningnya dan menelisik wajah pria buta itu.
",Non, apa sudah menikah? tanya bapak itu lagi.
"Sudah Pak!
Lupita berjalan kembali dan meninggalkan tempat itu.
"Hati-hati ya Non! pernikahan non akan mengalami masalah, karena yang Non nikahi bukan pria sembarangan!
Seketika Lupita menghentikan langkahnya dan berbalik menoleh pada Pria buta paruh baya itu, yang sedang duduk beralaskan koran.
"Non, harus kuat menghadapi segala ujian, karena cinta kalian sangat kuat, semoga bisa melewati semuanya, bila tidak, kalian akan terpisah jarak dan waktu! pria paruh baya itu masih meneruskan ocehannya, seakan ia tahu Lupita masih mendengarkan nya.
Deg! Seketika hati Lupita bergetar, ia merasakan hatinya sedikit tercubit dan debaran jantungnya terasa kencang.
"Orang aneh! gumamnya pelan, dan terus berjalan meninggalkan tempat itu, menuju dimana Harlan masih menunggu di pondok jualan es kelapa.
"Mas..!
Harlan menoleh dan menghentikan kegiatannya mengetik di ponsel, lalu memasukkan ponsel kedalam saku. "Sudah belinya?
"Sudah! Ayuk kita pulang saja."
"Loh, kenapa kerang nya tidak dimakan dulu.'
"Nanti saja di penginapan, aku sudah lelah." sebenarnya Lupita sudah tidak berselera makan kerang itu, ia masih terus kepikiran ucapan Pria buta tadi.
"Ya sudah, ayok kita pulang. ini juga sudah senja."
Setelah membayar dua buah es kelapa, mereka berdua berjalan kearah resort tempat mereka menginap.
ππ
@Maaf ya All kalau telat up nya, maklum sekarang Bunda lagi sibuk di real, dan gantian Up dengan karya yang satunya. Harap maklum ya, tapi di usahakan tetap up donkπ€
π
π
π
__ADS_1
BERSAMBUNG......ππ