
Pagi pun tiba... Dewi sudah bangun dan segera mandi.karena Dewi ingin lari pagi mengelilingi desa.
Tak lupa sesekali Dewi pun menyapa tetangga.
"Selamat pagi pak Nanang.."sapa Dewi.
"Pagi juga dewi... mau joging nduk.."tanya pak Nanang.
"Iya pak... sidah lama gak main ke desa.saya ingin merasakan suasana desa pagi hari pak."jelas Dewi.
"Iya hati hati nduk... nanti mampir kerumah ya buat sarapan."ucap Pak Nanang.
"Iya pak.. makasih ya."sahut Dewi.
Dewi pun melanjutkan lari paginya.
Saat samapai di tempat tujuan Dewi,yaitu sungai kecil di pinggiran desa.
"Wah.. rupanya tidak banyak berubah ya tempat ini... aku rindu kamu Kak... Dewi ada di tempat dimana kita biasanya menghabiskan waktu bermain bersama di tempat ini.akan kah kamu masih ingat Kak..."batin Dewi,tak terasa Dewi pun meneteskan aira matanya.
__ADS_1
Di tempat Alan.
"Pagi tuan... anda mau di buatkan sarapan apa??"tanya bibik.
"Roti bakar aja sama segelaa susu."jawab Alan.
"Baik tuan.... oh ya sekarang akhir pekan.apakah tuan akan kembali ke desa dimana anda dilahirkan."tanya bibik sambil menyiapkan sarapan.
"Iya bik... seperti biasa,Alan kembali kesana ingin menemukan sesuatu yang Alan tinggal bik.Aku sangat menyesal meninggalkan dia tanpa pamit bik."jelaa Alan.
"Apakah dia cinta masa kecil anda tuan..?"tanya bibik lagi.
"Ini tuan di makan sarapannya... bibik do'akan semoga tuan menemukan gadis itu."hibur bibik.bibik pun meninggalkan Alan.
"Dewi kecil.. aku rindu kamu.Apakah kamu masih ingat sama aku.?Apakah kamu merindukan aku juga Dewi.?"hati Alan bertanya tanya.
Alan pun menuju mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecang.Alan berencana pergi kekampung halaman yang sudah lama dia tinghalkan dan berharap dia menemukan Dewi kecilnya itu.Alan tak pergi sendiri dia di temani sekertaris yang setia dan juga teman terbaik.
"Alan emang apa yang kamu cari sehingga kita harus jauh jauh datang kesini."Tanya Dilan.
__ADS_1
"Gadia kecil ku Dilan.. Akukan perna menceritakanya kepadamu."jawab Alan.
"Iya sih memang... tapi akan kah sampai segini perjuangan kamu.. sudah 10 tahun apakah dia masih ingat denganmu.Bagaimana jika dia sudah menikah dengan orang lain."ucap Dilan.
"Tidak apa jika dia sudah menikah dengan orang lain yang terpenting aku bisa bertemu dengannya dan menjelaskan alasan kepergianku.Aku turut senang jika dia bahagia."ucapa Alan.
"Tenang saja kawan aku tak akan merusak rumah tangga orang."seru Alan.
"Terserah kamu kawan,jika kau terluka menagislah di bahuku ini aku pasti setia di sampingmu."goda Dilan.
"Berengsek lho... emang guwe cowok apa,an.."sahut Alan.
"Kita sudah samapai nih.. lebih baik kita masuk dan beristirahat.nanti kita lanjut keliling desanya."ucap Alan.
Mereka pun masuk ke dalam rumah milik orang tua Alan.Di waktu bersamaan Dewi pun baru pulang dari keliling desa dan mampir ke tempat Pak Nanang.
"Assalamualaikum pak... maaf jika Dewi merepotkan.''ucap Dewi yang di balas Pak Nanang dengan senyuman.
"Tidak apa nduk... kamu juga bagian dari keluraga saya.Ayah kamu dulu banyak membantu saya jadi saya ingin membalasnya."ucap Pak Nanang.
__ADS_1
"Ah bapak... Ayah saya ikhlas kok membantu bapak... oh ya pak... selama ini bapak keluarga Kak Alan perna kembali atau tidak..?"tanya Dewi.