Suamiku Seorang CEO

Suamiku Seorang CEO
Mulai Cemburu.


__ADS_3

"Ya sudah, besok saja kita lanjutkan, sekarang kita bobo lagi, untuk tenaga besok."


Lupita mengangguk sambil menguap, rasa kantuk masih menguasai dirinya. Mereka berdua naik keatas ranjang. Sebelum tertidur Harlan menciumi, kening, pipi dan bibir istrinya.


"Good night, honey.."


Mata Lupi terpejam, Harlan mendekap erat tubuhnya seakan tidak ingin terpisahkan, Dan keduanya hanyut dalam mimpi yang indah.


Suara getar ponsel terdengar hingga ke telinga Lupi, ia membuka matanya perlahan. Ada sosok laki-laki yang kini menjadi suaminya, Harlan memeluk erat pinggang Lupi. Dering ponsel tiba-tiba berhenti, sebab tidak ada jawaban dari si pemilik ponsel. Lupita Menatap dalam wajah tampan Harlan, tersungging senyuman merekah di bibirnya saat teringat malam pertama yang tidak bisa ia lupakan.


"Ahh! mendes*h pelan. "Sekarang aku benar-benar sudah menjadi milik Mas Harlan seutuhnya, aku sudah tidak meragukan lagi cinta Mas Harlan." gumamnya pelan.


Suara ponsel bergetar kembali, Lupita mencari sumber getaran kuat itu. "Itu bukan bunyi ponsel ku, Ia melepas tangan kekar suaminya yang masih memeluknya. Lupi beranjak dari ranjang dan berjalan memutar kearah nakas yang berada di samping Harlan tidur. ia berjalan mendekat dan meraih ponsel itu. mata Lupi menyoroti nama si penelpon "Della..? siapa dia? alisnya mengeryit "Apakah dia kekeasih Mas Harlan?! tiba-tiba hati Lupita berdenyut pedih. Dering telpon itu masih terus bergetar. "Apakah aku lancang bila mengangkat telepon Mas Harlan? Lupita tampak ragu dan terus menimang-nimang keputusannya. "Tidak! aku tidak ingin Mas Harlan marah, tapi.. aku sangat penasaran? Lupi menaruh ponsel Harlan kembali ketempat semula.


"Ting! suara notifikasi pesan masuk. Lupi penasaran, jantungnya berdegup kencang. ia mengambil ponsel Harlan kembali, ia tidak bisa membuka ponsel, sebab ponselnya terkunci. Lupi dapat membaca pesan dari pusat notifikasi.


["Kak Harlan kenapa telpon ku tidak diangkat? kakak sayang, cepatlah pulang. Bibi terus menanyakan kakak. Akupun sangat merindukan kakak, Della akan buatkan makanan kesukaan kakak😘]


Lagi-lagi jantung lupita terasa sakit dan nyeri. Hampir saja ponsel Harlan jatuh kelantai. Ia menaruh kembali ponsel itu, dan menoleh punggung Harlan yang tidur menyamping. Tidak ada gerakan sedikitpun, dengkuran halus masih terdengar.


"Apakah wanita bernama Della itu kekasih Mas Harlan? atau jangan-jangan Mas Harlan sudah memiliki istri? mata Lupi mulai berembun. "Tes! Airmata sudah jatuh di pipinya. Lupi sudah tak kuat menahan pedih dihatinya, ia berlari masuk kedalam kamar mandi.


"Hiks.. hiks.. hiks.. Lupi menangis sesenggukan di belakang pintu kamar mandi, tubuhnya jatuh saat bersandar di pintu. "Mas! kenapa kau tega menghianati ku? aku sudah berikan semuanya untukmu, tapi kau telah memiliki wanita lain di belakang ku! Bodohnya aku tidak mencaritahu dulu keberadaan keluarganya!" rutuk Lupi menyalahkan diri sendiri. Ia masih terhanyut dalam kesedihannya sendiri.


"Lupi..."


Tok, tok, tok....


Terdengar pintu di ketuk "Kau sedang apa sayang..?"


Lupi membekap mulutnya agar tangisannya tidak terdengar. Ia menahan gejolak di dadanya yang semakin sakit.


"Lupi...? apa kau berada di dalam?" suara Harlan terdengar khawatir.


Lupi beranjak dari duduknya dan menyalakan kran air, ia mencoba menetralkan hatinya yang tidak mau berdamai "I-ya Mas.." hiks... dengan cepat Lupi membekap mulutnya kembali'

__ADS_1


"Apa Mas boleh mandi bersama?"


"Tidak! Jawab Lupi cepat, terus menahan tangisannya.


"Ya sudah kalau tidak mau, cepat lah mandinya. Selesai sarapan kita akan pergi ke pantai."


Lupita terdiam tidak menyahut lagi. ia menyalakan shower dan membiarkan tubuhnya terkena air dingin, hatinya begitu panas, mungkin dengan tersirat air dingin panasnya akan padam. Dirasa sudah cukup menetralkan isi hatinya, ia membuang lingerie begitu saja. Membalut tubuhnya dengan jubah handuk dan berjalan keluar kamar mandi.


Ia melihat Harlan sedang duduk di sofa seraya memainkan ponselnya.


"Kau sudah selesai? tanya Harlan, melihat Lupi sudah keluar dari kamar mandi. Harlan berjalan kearah istrinya yang sedang mencari pakaian didalam koper.


"Cup! mencium pipi Lupi. Lupita hanya diam dengan ekspresi datar,. bahkan saat Harlan akan mencium bibirnya, dengan cepat Lupi menghindar, mendorong wajahnya kebelakang. Harlan mengeryit melihat sikap aneh istrinya.


Menatap lekat wajah lupita, Harlan melihat matanya sayu dan sudah sembab bekas jejak airmata "Sayang kau menangis?! tanyanya, terus menatap wajah istrinya yang sedang tertunduk, Lupi masih mencari pakaian.


Setelah mendapatkan apa yang Lupi cari, ia berjalan kearah kamar mandi untuk memakai baju. "Lupi! dengan cepat Harlan menarik tangannya "Apa yang sebenarnya terjadi, katakan padaku!" tanyanya dengan ekspresi gusar.


Lupi menepis tangan Harlan dan berjalan masuk kedalam kamar mandi.


Tak lama Lupi keluar kembali dengan dress selutut yang terbuat dari bahan spandek, terlihat bentuk body Lupi yang berbentuk, melihat penampilan istrinya yang cantik, membuat Harlan tersenyum dan Ingin mencium.


"Sayang, sudah donk. pagi-pagi jangan ngambek begini, Sebenarnya ada apa sih? ayo cerita sama Mas, apa yang sudah membuat mu bersedih." memeluk pinggang Lupi dari belakang.


"Kau masih saja berpura-pura, Mas! sakit banget tau gak sih! dibohongi kaya gini, andai ini masih di Jakarta aku sudah pasti akan kabur dan pergi menjauh!" rintih Lupi dalam hati, menahan airmatanya untuk tidak jatuh.


"Hey, ko bengong? tidak baik sering bengong."


"Sudah sana mandi! melepaskan tangan Harlan dari pinggang nya.


"Ya sudah aku mandi dulu." Harlan mengalah. saat ia melangkah ke kamar mandi, getaran ponselnya terdengar kembali. ia berjalan kearah nakas dan melihat nama Della, Harlan berjalan kearah balkon dan menerima panggilan telpon Della.


"Hallo..."


"Kakak, Bibi terus menangis, kenapa nggak ada kabar? Bibi sangat khawatir dengan kakak, hampir tiga hari kakak tidak bisa di hubungi."

__ADS_1


"Tolong kau jaga Mak dulu, Aku masih sibuk, bukankah Wiliam sudah menjelaskan."


"Tapi kak! Bibi tidak mau makan?!


"Kau kan bisa bujuk! kau itu keponakan nya masa tidak bisa bujuk! suara Harlan terlihat kesal.


"Aku sudah berusaha untuk bujuk kak! tapi yang Bibi pikirkan selalu kak Harlan, aku bisa apa?!


"Sudahlah Dell, bantu kakak untuk bujuk Mak untuk makan, sekarang dimana Mak?


"Sedang mandi."


Harlan menangkap tatapan mata Lupi yang terlihat sedih, kedua mata itu saling bersitatap. Dengan cepat Lupi mengalihkan pandangannya dan berjalan keluar kamar.


"Ya sudah Dell, bilang sama Mak, aku baik-baik saja, tidak usah khawatirkan aku, selesai pekerjaan aku pasti pulang."


Tampa menunggu jawaban dari Della, Harlan mematikan ponselnya.


"Ada apa dengan Lupi? apa dia tahu tentang Della? bukankah Lupi bangun lebih awal." Harlan terus menerka-nerka "Jangan-jangan Lupi membaca pesan masuk dari Della?" Harlan membuka pesan masuk dari Della yang belum sempat ia baca.


"Ahh! sial Della, kenapa anak itu sudah mulai berani mengungkapkan perasaannya, bagaimana bila benar Lupi membaca pesan ini? di lihat sikapnya yang aneh dan murung, juga matanya sembab." Harlan mendes*h kasar "Aku akan menjelaskan pelan-pelan pada istriku, lebih baik aku mandi dulu."


Harlan masuk kedalam kamar mandi, setengah jam kemudian ia selesai bersih-bersih. Harlan memakai pakaian santai, kaos oblong polo dan celana jeans selutut. Rambut basahnya ia sugar kebelakang, terlihat macho dan tampan, jam tangan rolex selalu ia kenakan di tangan kiri. Harlan keluar dari kamar dan mencari keberadaan Istrinya.


"Sayang kau dimana?!" mencari di dalam ruangan. namun tidak ada. Dari jendela dapur ia melihat Lupi berada di sekitar kolam renang.


Aroma wangi maskulin terendus Indra penciumannya. Lupi yang sedang duduk di tepi kolam renang, terperangah melihat Harlan sudah berdiri didepannya. Lupi sempat terkesima melihat penampilan suaminya yang cool. Lalu ia beranjak dari duduknya ingin menghindar. Namun, tangan kekar Harlan sudah lebih dulu menahannya dan menarik Lupi dalam pelukannya. "Lupi, aku sangat mencintaimu."


💜


💜


💜


@Bersambung......💃💃💃

__ADS_1


__ADS_2