
"Huuuh... capek nya... tak terasa sudah waktuku untuk pulang"gumam Dewi
"Pak saya pulang dulu ya.... besok saya kembali lagi....."pamit Dewi
"Iya nak... hati hati di jalan ya... ."balas Ayah Nadia
"Apa aku tunggu di depan aja ya.. Tapi kalau seandainya dia gak datang gimana.. ach bodo amat... kalau dia tidak datang aku pulang aja.. lagian aku capek banget hari ini.. huufft."gerutu Dewi dalam hati...
Jam pun sudah lewat dari yang udah di janjikan.Dewi sudah sangat lelah hingga iya tertidur di bangku yang dari tadi menemani ia sedari tadi...
Alan pun berjalan sangat tergesah gesah menuju tempat dimana Dewi berada.
"huuff kurang ajar orang tadi.. dia telah menumpahkan minuman ke baju ku sehingga aku harus mengganti baju yang sudah susah payah aku pilih buat ketemu Dewi.. Dan aka sudah sangat terlambat.sial.. sial.."umpat Alan
Alam sudah sampai di mana tempat Dewi menunggu,dan di temukan Dewi sedang tertidur di banggku.. Alan yang melihat dewi tak tega membangunkannya.
"uh.. Dewi kamu kasihan sekali,pasti capek kerja dari pagi sampai jam segini.. kamu kalau tidur gini kelihatan imut deh."ucap Alan dalam hati.Alan pun mengubah posisi kepala Dewi sehingga bersandar ke bahunya supaya leher Dewi tidak sakit saat dia bangun nanti.
Satu jam pun berlalu... Alan pun ikut tertidur..
"huuaaahhhh....aku tertidur.jam berapa ya sekarang...?"dewi bangun dan melihat jam di tangannya.jam menunjukkan pukul 22.30.
"Sudah larut sekali pasti ayah dan ibu khawatir aku belum pulang juga."ucap dewi dalam hati.dan Dewi juga di kejutkan oleh sosok pria tanpan yang menjadi sandaran nya sedari tadi.
"what... Alan ada di sampingku.. sejak kapan dia datang kenapa tidak membangunkan aku.. pantas aja tidur ku tadi nyenyak ternyata aku tidur di bahunya."gumam ku.. "Pria ini dilihat dari dekat tampan juga ya.. dan ada rasa nyaman jiga berada dekat dengan dia."ucap ku dalam hati.
"hemm uda puas ngelihatnya."tegur Alan dan Dewi pun kaget dan menjauh dari tubuh Alan.
"hemm siapa yang melihatmu..."sahut dewi dengan wajah sewotnya itu.
"Ayolah Dewi ngaku aja, kalau kau terpesona dengan ketampanan ku.. aku akui akau memang tampan... gadis mana yang tidak tergila gila kepadaku."ucap alan dengan angkuhnya.
"aku.."sahut dewi dengan tegas.
"Apa.. kenapa kamu tidak..,"
sebelum alan melanjutkan perkataan nya dewi sudah meninggal kan Alan.
"Hai.. Dewi tunggu.."teriak alan..
"Ada apa lagi ini sudah sangat larut.dan orang tuaku pasti sudah menunggu dan khawtir aku pulang terlamabat.dan itu juga gara gara kamu."ucap ku.
"Okey dewi ini semua salah ku seharusnya aku tidak terlambat dan membuatmu menunggu ku hingga tertidur."kata alan
"Okey.. aku mengerti jika kamu orang sibuk.tapi tidak seharusnya kau mengabaikan ku.. kau yang memohon untuk waktuku dan kau juga yang mengabaikan ku.kalau kau emang sangat sibuk seharus mengabariku sehingga aku tidak menunggu mu seprti orang gila."dewi pun kecewa.
"Maaf kan aku dewi.. aku tak bermaksut membuatmu menunggu.maaf kan aku dewi..."ucap Alan dengan frustasi.
"Baik pulanglah.. sekarang sudah sangat larut.aku juga akan pulang kerumah ku.''pita Dewi.
"Dewi... masih maukah engkau bertemu dengan ku."tanya Alan.dan berharap dewi mengatakan" iya".
"Baik.. besok di jam yang sama jangan telat lagi,aku tak mau menunggu.dan selamanya kita tidak usah ketemu."jawab dewi tegas
"okey.. aku akan tepat waktu.dan sebagai gantinya aku akan menuruti semua yang kamu mau."sahut Alan dengan hati gembira.
Dewi pun meninggalkan Alan yang lagi bergembira di sana.
setiba dewi di depan rumahnya.
__ADS_1
"Assalamualaikum.."
"Wa'ALAIKUMSLAM."Sahut ayah.
"Maaf yah Dewi telat..."dewi menyalami tangan ayahnya sambil meminta maaf atas kesalahanya.
"Iya nak tidak apa.. emang apa yang membuat kamu pulang terlamabat sehingga tidak mengabari orang di rumah.ibumu sangat kuwatir sayang."kata ayah sambil mengelur rambut putrinya.
"Maaf ayah.. tadi Dewi tertidur di rungganti.tadi toko sangat ramai jadi aku kelelahan yah.maaf kan dewi yang tidak kasih kabar."dengan raut muka yang bersalah.
"Ya udah kamu mandi dan terus makan... lalu istirahat ya nak.. ibu tadi uda panasin sayurnya kamu tinggal makan aja."kata ayah.
Dewi pun segera membersihkan tubuhnya yang sedari tadi sudah lengket karena keringat.setelah selesai dengan rutinitas nya tadi dan tak lupa mengisi perutnya sebelum tidur.
"ada 5kali panggilan masuk... dari siapa ya.. ini nomer baru."dewi pun bingung..
"udah lah... paling juga nomer nyasar.. lebih baik aku tidur."gumam dewi dalam hati.
Dewi pun terlelap dalam tidurnya dan bermimpi tentang masa kecilnya.
"Dewi.. tunggu aku.kita berangkat sekolah bersama ya."teriak anak laki laki tersebut.
"Okey.. aku tunggu kamu jangan lama lama entar kaki ku bisa kesemutan."sahut Dewi.
"okey Dewi aku sudah siap kita berangkat yuk...."ajak anak laki laki itu sambil menggandeng tangan dewi.
"Apakah kita selamanya akan seperti ini kak alan.. kau akan menjagaku dan menyayangi ku selamanya."tanya Dewi.
"itu pasti dewi.. selamanya aku akan menjaga dan menyayangimu."jawab tegas anak laki laki.
Dewi pun terbangun dan menetes kan air mata.
"kak.. Dewi merindukan mu.. apakah kamu baik baik saja di tempat barumu.Dewi disini selalu menanti kau kembali kak,tak lupa juga jika dewi libur sekolah dewi sesekali kembali kedesa dan berharap engkau datang menemui Dewi."
Di tempat lain.. Alan pun bermimpi yang sama dengan Dewi.
"huhuhff.... mimpi itu lagi.. gadis kecil itu bagaimana keadanya sekarang,seharusnya dia sudah dewasa sekarang.Apakah dia masih mengingatku atau sudah melupakan aku.kalau saja kepindahanku dulu tidak tergesah gesah dikarenakan waktu yang mendesak.pasti aku masih sempat berpamitan dengannya.maaf kan aku gadis kecilku."gumam Alan dalam hati
Esok paginya pun Alan dan Dewi beraktifitas seperti biasa.Dan alan yang tak sabar menantikan jam yang dimana dia janjikan untuk bertemu Dewi.
Pukul 19.00 Alan sudah menunggu di mana tempat dia bertemu Dewi.Alan tidak mau mengecewakan Dewi seperti kemarin.
"Hai tuan Alan.. Maaf jika aku sedikit terlambat.tadi ada pelanggan yang hanya ingin aku yang melayani nya..."jelas Dewi.
"Baiklah.. aku mengerti.sekarang kita impas kan."goda Alan.
"Enak aja.. aku menunggumu berjam jam,, sedangkan kan aku hanya melewatkan 5 menit dari jadwal kita bertemu."tegas Dewi.
"Ayolah Dewi.. Aku hanya menggodamu.kamu jangan anggap serius.. Aku tahu aku yang salah.. jadi maaf kan aku.aku akan mentraktirmu."mohon Alan
"Baik lah.. ayo kita pergi biar tidak terlalu malam.dan aku juga sudah berpamitan kepada ayah dan ibuku."ucap Dewi.
"okey.. sekarang kamu mau kemana.. saya akan menjadi supir anda.."goda Alan.
"Baik lah supir ku yang tampan kita cari makan dan tempatnya aku yang menentukan."gada ku balik.
"Rasain... kubalas kau.siapa suru menggodaku duluan."umpat ku dalam hati.
"heemm boleh juga nich cewek.. belom apa pa sudah berani menggodaku.awas aja... akan ku pastikan kamu jatuh cinta lepadaku Dewi."gumam Alan dalam hati.
__ADS_1
setiba di tempat makan favorit Dewi.
"Kamu beneran mau makan disini.. apa kita cari tempat lain aja."Tanya Alan ragu.
"Tidak usah.. kita makan di sini aja.masakan disini gak kalah enak dengan masakan di restoran lain.coba saja nanti kamu pasti ketagihan."ucap Dewi
Dewi pun memesan dan tak perlu waktu lama pesanan pun tiba.
"wah... enak sekali.sudah lama tidak makan disini."ucap Dewi sambil melahap makanannya.sedangkan Alan hanya memandangi makanan di hadapan nya.
"Makanan apa ini,apakah mereka memasaknya dengan benar.apakah mereka memasaknya dengan bersih..."ucap alan dalam hati.
"Kenapa gak di makan kamu gak suka,kamu pasti belum perna makan di tempat seperti ini.. ayolah.. coba aja sedikit..."sambil dewi menyodorkan sesedok makanan teesebut ke mulut Alan.
"wah.. ternyata benar kata Dewi makanan di sini bener bener se enak masakan resto."seru Alan dalam hati.Akan tetapi tidak mengurangi rasa angkuhnya karena gengsi nya.
"hemmm lumayan..."ucap Alan dengan datar.
"Ini tempat favorit aku dan kelurga ku.sebulan sekali kita pasti makan disini.Di karenakan akahir akhir ini aku sibuk dengan pekerjaan dan sekolah jadi sudah lama sekali tidak makan bersama di tempat ini."ucap Dewi.
"hemm lain kali kita makan bersama di sini dengan orang tuamu guman."Tanya Alan ragu.
"Kamu yang traktir ya..."sahut Dewi.
"Baik lah... sekarang kita berteman okey."Tanya Alan.
"Baiklah.. kita teman sekarang."jawab Dewi.
"Jadi jangan ragu Dewi jika engkau dalam masalah tolong beri tahu aku.aku pasti membantumu."ucap Alan.
"Baiklah... sini aku pinjam Hp Kamu,tolong di save ya nomer aku."Alan pun memberikan Ponselnya kepada Dewi.
"Uda nich.. aku kembalikan terserah kamu kasih nama apa."sambil Dewi mengembalikan ponsel Alan.
Alan pun menyimpan nomer Dewi dengan nama "Bawel ku" .Alan pun tersenyum sendiri setelah menyimpan nomer Dewi dengan sebutan tersebut.Dewi yang melihat Alan senyum senyum sendiri penasaran apa yang membuat Cowok dingin itu tersenyum.
"Sudah gila ya senyum senyum sendiri.."tanya Dewi.
"iya gila karena kamu."ucap Alan dalam hati.
"hai... di tanya kok gak jawab."teriak Dewi yang muat lamunan Alan bubar.
"Eh.. sorry.. tadi aku lagi baca pesan dari Bos aku jadi aku tidak fokus.maaf!"balas Alan.
"Sampai sini aja kalau gitu.. saya mau permisi pulang dan terimakasih untuk teraktirannya."ucap Dewi.
"Boleh lah aku mengantarmu."tanya alan.
"Apakah tidak merepotkanmu... Rumahmu berbeda arah dari rumah ku.. lebih baik aku pulang sendiri naik OJOL."jelas Dewi.
"Tidak merepotkan kok.. kita kan teman.. jadi sudah tugas ku mengantarmu pulang dan menjagamu.ini sudah larut tak baik untuk anak gadis pulang sendiri."ucap Alan.
"Baiklah.. maaf jika merepotkanmu."jawab Dewi.
Mereka pun mengobrol sepanjang perjalanan kerumah Dewi.
Terimakasih teman teman.anda sudah setia membaca kisah "Suamiku Seorang CEO" mohon kritik dan sarannya ya🙏🏻
dan mohon dukungannya juga😊
__ADS_1