
"Mas, benarkah ini rumah mu? rasanya aku tak pantas tinggal dirumah mewah ini, aku mau pulang kerumah ku saja." Lupita melepas tangan Harlan, saat ingin pergi, tangan Harlan menariknya.
"Tidak sayang, kau tidak boleh pergi dari rumah ini. karena ini rumahmu juga." Harlan merangkul pundak istrinya dan berjalan masuk kedalam rumah.
Lupita melangkahkan kakinya beriringan dengan Harlan, hingga kaki itu berhenti di ruangan tamu.
"Harlan!" suara Mak isah terdengar lembut.
Harlan tersenyum tipis, Mak isah menyambut kedatangannya. "Mak, ini Lupita istriku."
Mak Isah berjalan mendekat dan ia menatap dalam wajah Lupita "Aku pernah mengenal wajah wanita ini tapi dimana?" dahinya mengkerut mengingat wanita yang berdiri didepannya.
"Sayang, beri salam pada Mak."
Lupita menatap lekat wajah wanita paruh baya didepannya. "Sepertinya kita pernah bertemu." ucapnya pelan. Lupita melebarkan matanya "Bukankah ibu yang berada di sebuah Cafe?" Lupita bertanya seraya menarik tangan Mak isah "Kenal kan, saya Lupita Bu." mencium punggung tangan Mak Isah.
"Eh-iya benar kita pernah bertemu di Cafe waktu itu. Mak sudah mengenalmu walau hanya sekejap. jadi kau istri anakku Harlan? menyentuh pipi Lupita.
"Jadi kalian sudah saling kenal?" Harlan menatap bergantian dua wanita didepannya.
"Hanya sepintas Mas, aku dan Inez sedang makan malam di Cafe, tak sengaja saat aku berjalan ke toilet, tas ibu terjatuh didepan ku, kami sempat bicara sebentar."
"Syukurlah kalau kalian sudah saling kenal." Harlan tersenyum.
"Ayo duduk dulu, kalian pasti lelah." Mak isah mempersilahkan Lupita untuk duduk. Harlan duduk disamping istrinya dan terus menautkan tangannya ke jemari Lupita.
Di belakang Harlan, menyusul William
bersama seorang suster "Tuan, suster Santi akan ditempatkan dikamar mana?"
"Kamar tamu."
"Baik Tuan! Wiliam menoleh pada wanita berbaju putih-putih itu "Ayo sus ikut aku."
William dan suster naik kelantai dua menuju kamar tamu.
"Kenapa kau membawa suster Land?" tanya Mak Isah bingung.
"Untuk merawat Lupita Mak, ia masih dalam pemulihan."
"Oohh!" Mak Isah membulatkan bibirnya.
Bi Sumi wanita pekerja di rumah Harlan, datang membawa tiga cangkir teh manis hangat dan cemilan. usai menaruh diatas meja, ia kembali ke belakang.
"Ayo diminum dulu Nak, kau pasti haus."
"Terima kasih Bu." Lupita mengangkat cangkir teh dan meyerumputnya perlahan.
"Berapa bulan kegugurannya?
__ADS_1
"Dua bulan Mak! Harlan menjawab.
"Kalau hamil muda itu banyak pantangannya. Biasanya kalau sudah pernah keguguran akan sulit hamil lagi."
"Uhuk.. uhuk.. uhuk.." tiba-tiba Lupita tersedak minumannya sendiri. ia merasa tersinggung dengan ucapan Mak isah. wanita paruh baya itu memvonis secara sepihak.
"Sayang, kau tidak apa-apa?" mengambil cangkir dari tangan Lupita dan mengusap punggungnya lembut. "Pelan-pelan minumnya."
"Mas, aku ingin istirahat. Aku lelah." Lupita mengalihkan pandangannya saat Mak isah menatap tak suka padanya.
"Ya sudah ayo kita ke kamar."
"Saya permisi dulu Bu..."ucap Lupita tanpa menatapnya.
Mak isah mengangguk pelan.
Harlan dan Lupita berjalan kearah tangga. "Land!" panggil Mak Isah.
Harlan menoleh "Ada apa Mak!
"Nanti temui Mak di kamar, Mak ingin bicara."
Harlan hanya mengangguk kecil dan meneruskan langkahnya dengan menggandeng tangan Lupita menuju kamarnya.
JGLEG!
Pintu kamar terbuka lebar. Lupita tercengang melihat kamar suaminya yang besar dan mewah.
Menarik tangan Lupita dan berjalan masuk kedalam kamar. Mata Lupita menyoroti semua barang yang berada di dalam kamar. "Seperti kamar hotel. Eum.. Tidak, lebih bagus kamar ini dari hotel yang pernah aku masuki, saat Diner bersama karyawan Vandeles."
"Sayang, kau suka kamar ini?" memeluk pinggang istrinya dari belakang.
Lupita merasa segan pada Harlan, setelah ia tahu suaminya seorang CEO. Dihatinya ia masih belum bisa menerima kenyataan yang terjadi secara tiba-tiba.
"Mas, aku lelah." Lupita melepas kedua tangan Harlan yang mendarat diperutnya.
"Ya sudah kau istirahat saja, aku mau menemui Mak dulu, apa kau mau makan sekarang?"
Lupita menggeleng pelan. "Aku masih belum lapar."
Saat Harlan sudah didepan pintu Lupita memanggil.
"Mas!"
"Iya!"
"Kau harus menjelaskan semua ini padaku!"
Harlan menarik nafas dalam dan mengangguk. ia membuka pintu dan menutupnya kembali.
__ADS_1
Lupita mendesah pelan. Ia duduk diatas tempat tidur empuk berukuran king. Ia tidak pernah menyangka akan menikah dengan seorang pria kaya raya berstatus seorang CEO pemilik perusahaan Vandeles, dimana tempat ia bekerja. Sebuah kesalahan pahaman telah membuat Lupi dan Goergie menikah tanpa cinta. Namun, dengan berjalannya waktu cinta itu tumbuh bersemi. Tuduhan segelintir orang yang ingin menjatuhkan dirinya, telah merubah hidup Lupita menjadi istri pengusaha Permata dan Berlian. Bak sebuah dongeng upik abu menikah dengan sang pangeran, lalu menjadi Cinderella yang cantik. Begitulah kira-kira pikirnya. Namun ia yakin perjalanan hidup dan rumah tangganya tak semulus yang dibayangkan.
"Aku tidak boleh berharap terlalu banyak pada Mas Harlan. Aku ini hanya gadis miskin yang tak memiliki apa-apa. Suatu saat bisa saja Mas Harlan bosan dan melemparku dari hidupnya. Ck!" Lupi berdecak "Aku ini bicara apa sih! ucapnya lirih seraya menatap kagum seisi kamar suaminya.
"Tapi.. itu bisa saja terjadi, apalagi aku sudah keguguran anak Mas Harlan. Tadi saja ibu Mas Harlan bilang akan sulit hamil lagi bila mengalami keguguran." Lupita mengusap perut datarnya yang sudah tidak ada kehidupan didalamnya. Seketika airmatanya menetes kembali. Lukanya kembali menganga bila mengingat kejadian malam itu.
Lelah berperang pada dirinya sendiri. pikirannya sudah tak berjalan dengan hati kecilnya. Lupi terlalu banyak berfikir yang tidak-tidak. Sekarang ia pasrahkan nasib rumah tangganya pada sang khalik. Lupita menjatuhkan tubuh lelahnya ke kasur empuk. Tak lama matanya terpejam.
*****
Di dalam kamar Harlan sedikit menegang saat berbicara dengan ibu asuhnya.
"Tak seharusnya Mak bicara begitu pada Lupita? ia baru saja keguguran dan mengalami trauma."
"Kau jangan terlalu memanjakan istrimu land! nanti dia jadi besar kepala!"
"Yang aku manjakan itu istriku sendiri, Mak! aku tidak ingin Lupita mengalami stres dan terus bersedih, sudah cukup aku membuatnya menderita." mata Harlan berembun, memohon pengertian dari ibu asuhnya dengan tatapan menghiba.
"Kau sudah banyak berubah land, kau semakin jauh dari Mak! rasanya Mak Ingin pergi jauh dari sini!" ucapnya lirih dengan suara bergetar.
"Apanya yang berubah Mak!? itu hanya perasaan Mak saja, aku masih Harlan yang dulu, Harlan yang selalu ingin membuat Mak bahagia." Huft!" Harlan meniup kuat, melepas bebannya yang semakin berat.
Harlan berjalan mendekat dan duduk di samping ibu asuhnya "Mak, jangan pernah berpikir untuk meninggalkan Harlan." menggenggam kuat tangan keriput itu "Tolong sayangi Lupita, sebagaimana Mak menyayangi aku? jangan buat Lupita bersedih, ia sudah tidak punya siapa-siapa lagi didunia ini. Dan tolong jangan membuat perkataan yang menyakiti hatinya. Aku selalu menyayangi Mak, sama besar sayangku pada Lupita, istriku."
Helaan nafas panjang terdengar lirih dari bibir Mak isah "Mak hanya tak ingin kau jauh dan mengabaikan keberadaan Mak, disini." Mak Isah menyentuh pipi Harlan "Mak sangat menyayangimu Land, melebihi sayang Mak pada diri Mak sendiri. Mak tidak ingin kehilanganmu." wajah keriput itu mengeluarkan cairan bening dari sudut matanya.
Harlan mencium kedua tangan Mak isah "Mak Nggak usah khawatir ya. Harlan tidak akan pernah mengabaikan Mak, apalagi meninggalkan Mak. Lupita itu gadis yatim piatu, ia wanita yang baik dan penurut, ia tidak pernah membantah." mengusap air Mak Isah "Harlan mohon, Mak terima Lupita sebagai istri Harlan, kalau Mak tahu sifat Lupita sebenarnya, pasti Mak akan menyayanginya."
Sebuah anggukan kepala mewakili perasaan Mak isah, itu berarti Mak Isah setuju dan merestui hubungan Harlan dengan Lupita.
"Iya Nak! Mak sudah lega sekarang. Mak mau siapkan makan malam buat kalian. Sekarang kau mandi dulu, nanti ajak istrimu turun."
Harlan tersenyum terbit "Terima kasih Mak, aku sangat menyayangi Mak" menciumi kedua tangan ibu asuhnya lagi. Harlan mengerti ibu asuhnya terbakar cemburu karena kedatangan wanita baru dalam hidupnya.
Semoga Mak dan Lupita bisa akur, aku ingin mereka berdua akrab dan Mak bisa menjadi ibu pengganti buat Lupita." batinnya
πππ
@Jangan lupa untuk terus dukung Bunda dengan cara:
πLike
πVote
πGift
πKomen
@Bersambung........ππ
__ADS_1
.