Suamiku Seorang CEO

Suamiku Seorang CEO
CHAPTER 25 : Rahasia


__ADS_3

WELCOME BACK READERS!!❤️❤️


Tolong kasih jejak kalian setelah membaca!! HAPPY READING ❤️


...•••••...


Mobil sport Lamborghini berhenti di pertigaan dengan pemuda yang didalam terlihat bingung.


"Belok apa lurus ya".


Dirinya lupa dengan ucapan tantenya di telpon saat memberikan arah jalan yang akan dia lalui.


"Bodo lah telpon aja". Pemuda itu mengambil ponsel nya dan menelpon seseorang.


Ntah dering ke berapa akhirnya terdengar suara yang cukup ramai.


"Hello Roby, kamu dimana? Ini sudah hampir jam 6". Ucap wanita di sebrang telpon.


Pemuda yang ada di dalam mobil itu adalah Roby, Roby Kusuma.


"Roby ada di pertigaan. Lupa jalan". Ucap Roby sambil cengengesan.


"Kebiasaan kamu mah, belok kanan sampai ketemu villa. Itu tempatnya".


"Oke, Roby paham".


"Cepetan sebelum jam 6".


Roby melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang sambil menelpon. "Kenapa sih Tan kok buru-buru amat".


"Lewat jam 6 kamu gak bakal bisa masuk".


"Kenapa?". Ucap Roby heran.


"Panjang kalau Tante jelasin".


Tidak ada jawaban apapun yang keluar dari mulut Roby saat melihat deretan mobil mewah terparkir di pinggir jalan. Tanpa berpamitan roby mematikan panggilan tersebut secara sepihak.


"OMG, tempat apaan ini? Mobil mewah berjajar dimana mana". Gumam Roby dengan menatap sekeliling.


Sampai.


Tok tok tok


Roby yang sedang mengagumi sekeliling dikagetkan dengan seseorang yang menggunakan pakaian hitam mengetuk jendela mobil.


"Ada yang bisa dibantu tuan?". Tanya orang itu sopan setelah pintu jendela mobil terbuka.


Seketika Roby mengingat apa yang tantenya katakan. "Tunggu sebentar".


Pemuda itu mengambil sesuatu di dalam tas lalu memperlihatkannya ke orang itu.


"Ah, saya mengerti tuan. Tuan bisa segera masuk, mobil akan kami urus ".


"Seperti itu ya".


Dengan cepat Roby mengambil paper bag dan tasnya turun dari mobil.


"Terimakasih". Ucap Roby tapi matanya menatap deretan mobil mewah yang ada di pinggir jalan.


Semua mobil itu terparkir dengan sangat rapih membuat Roby kagum. Gak jauh juga terlihat parkiran lain yang juga dipenuhi mobil sport berbagai macam warna.

__ADS_1




Langkah kaki Roby berjalan memasuki pekarangan villa. Lagi lagi Roby dibuat jantungan dengan lima mobil sport limited edition yang jarang ada yang punya.



Bahkan inti Neovaros yang terbilang sangat kaya raya pun hanya Ray yang punya. Itu pun satu, tidak dengan empat mobil yang lainnya.


"Jiwa missqueen gue meronta ronta".


.....


Sedangkan dalam semua orang sudah ada si taman belakang dengan makanan yang mulai datang.


"Gimana bisa ketinggian sih sayang".


"Gak tahu yang, aku tadi buru buru". Ucap wanita itu.


"Sekarang Roby dimana?". Bersamaan dengan pertanyaan itu handphonenya mendapatkan notifikasi pesan masuk.


"Dia di depan, aku jemput dulu".


Wanita itu berjalan ke arah pintu masuk menemui keponakannya yang baru datang.


Roby yang memasuki villa dengan clingak clinguk menunggu tantenya menatap interior villa yang sangat elegan.


"Astaga Roby, kok kamu malah pakai pakaian gini sih, Tante bilang kan formal". Omel wanita cantik datang gak lupa memukul lengan Roby.


"Aduh Tante, apa yang salah sih". Keluh Roby lalu menatap penampilannya satu atas sampai bawah.



Dengan wajah bingung Roby mengikuti tantenya dari belakang ke arah tempat acara. Ia pasti akan lama karena tantenya sudah menjelaskan sedikit bahwa mereka akan susah masuk dan susah juga keluar jika pesta belum selesai sepenuh nya.


Roby melangkah menuju taman belakang lalu matanya seketika membulat melihat banyaknya pengusaha sukses manca internasional sedang berkumpul di satu tempat.


"Tan bukannya itu".


"Em, pemilik Grizelle company". Ucapan Roby tertimpa oleh suara wanita disampingnya.


"Bukannya mereka di New York?".


"Mereka semua dulunya tinggal di Indonesia. Grizelle maupun Smith, kamu gak tahu Roby". Bukan wanita yang menjawab melainkan seorang lelaki. Dia suami tantenya.


"Bahkan mereka memiliki darah campuran Indonesia". Sambung wanita itu.


"Tante Feli jangan bercanda deh". Ucap Roby tak percaya.


"Dih dibilangin suka ngeyel. Makanya dari dulu dekat sama gue biar lo kagak bego".


"Ca--, , ".


"Ssttt, jangan berisik". Selah Gibran, suami Felicia. Tante Roby.


Masih ingat Felicia dan Gibran kan.


Kalau gak ingat baca ulang season I 😂😂.


Seketika Roby diam dan sibuk makan makanan yang ada di atas meja. Perutnya sungguh diluar kendali saat melihat banyaknya makanan yang tersaji. Ditambah dia pusing dengan orang orang yang ntah sedang membicarakan apa.

__ADS_1


"Pst, gue ada rahasia tapi gak boleh lo kasih tahu sama siapapun". Bisik tante Feli di telinga Roby membuat pemuda itu sedikit kaget.


"Rahasia?".


Kepala Feli mengangguk. "Lo beruntung gue suruh kesini".


"Apaan Tan?". Ucap Roby penasaran.


"Lo tahu Marvel Smith?". Tanya Feli membuat Roby mengangguk. "Tapi lo gak tahu adik kembarnya kan? Anak lain dari keturunan Smith and Grizelle". Lanjut Feli membuat Roby kebingungan.


"Bukannya mereka punya satu anak".


"Ckckck, tentu tidak".


Melihat istri dan keponakannya sedang berbisik bisik hanya bisa menggelengkan kepala. Begitulah ketika mereka sedang akrab.


"Mereka punya anak kembar beda kelamin, kalau mau tahu tuh orangnya". Bisik Feli menunjuk ke arah kanan dengan dagu.


Roby mengikuti apa yang tantenya ucapkan dan melirik ke arah yang ditunjukan.


Seketika gelas yang Roby pegang terjatuh. Untung saja mereka berada di tangan bukan berada di sebuah ruangan yang pasti gelas itu akan pecah dan mengundang perhatian banyak orang.


Mata Roby membuat melihat dua orang yang dia kenal sedang berjalan ntah mendekati siapa. Tapi dari padangan Roby wajahnya sangat terlihat jelas dan tidak bisa berkelak.



"Oi, lo kenapa?".


Kesadaran Roby kembali ke dirinya. Dirinya tidak ingin mempercayai nya tapi ini kenyataan.


"Mereka?". Tunjuk Roby membuat Feli mengangguk.


"Margaretha Emelin Zee and Margantara Emanuel Zee".


"Daebak!! Gue berasa dapat harta Karun gede". Batin Roby dengan senyum mengembang.


Plak


Roby menatap ke samping ke arah si pelaku ternyata itu om nya. "Ingat, jangan kasih tahu siapapun". Ucap Gibran dengan tegas.


"Kalau nggak, Lo cuma tinggal nama. Mereka gak bakal mandang apapun kalau siapapun terbukti salah". Lanjut Gibran seperti memberikan ancaman dan peringatan.


Bulu kuduk roby seketika berdiri lalu mengangkat tangan berbentuk ok dan memberi isyarat mengunci mulut.


Tidak ada lagi yang dibicarakan. Roby kembali menatap ke dapan dimana dua orang yang sangat ia curiga dari awal akhirnya dia ketahui.


Tanpa Roby tahu Arga dan Retha juga melihat keberadaannya namun mereka diam karena Arga melarang untuk mendekat lebih dulu.


Awalnya Retha terkejut tapi setelah arga menjelaskan maka belakang Roby bernama Kusuma sama seperti nama sahabat mommy-nya membuat gadis itu paham.


"Apa dia dapat dipercaya?". Ucap Retha menatap Arga.


Kepala Arga mengangguk. "Jika tidak dia akan habis di tangan daddy".


Senyum smirik tercetak di bibir Retha. Dia ingin tahu kelanjutan nya seperti apa.


Teman sekelasnya itu akan memberi tahu inti Neovaros yang lain apa tidak.


Retha akan menunggu.


...•••••...

__ADS_1


TBC


Jangan lupa like dan commentnya kalo kalian suka cerita ini ❤️ See u next part 🥰


__ADS_2