
"Siapa yang sudah tinggal di rumah ini, tanpa seizin ku?"
Ceklek.. Ceklek..
Terdengar suara kunci pintu dibuka.
Mata luvita terbelalak saat melihat seseorang berdiri di depan pintu.
"Kau....?!"
"Siapa kau?" Luvita menelisik dari atas sampai bawah menatap lekat wajah wanita cantik di depannya. Rambut panjang hitam terurai indah, dan tubuh indah bagai gitar spanyol.
"Ayo masuk dulu." ucapnya dengan senyuman manis dibibir nya.
"Suara itu? gumamnya pelan seraya berjalan masuk kedalam ruangan.
"Luvi, kau masih belum mengenal diriku?" tanya wanita itu masih tersenyum dengan lesung di pipinya.
Luvi menatap lekat "Inez...?? Luvita terbelalak sempurna hampir saja jantungnya melompat ke luar melihat penampilan inez yang luar biasa. pasalnya perubahan inez sangat dratis, tanpa kacamata besar yang menjadi ciri khasnya, rambut ikal inez berubah lurus, pipi chubby nya sedikit tirus dan dagu sedikit lancip. Ditambah Alis tebal yang dulu berantakan, kini lebih rapih dan tertata indah.
"Iya aku Inez!"
"Benarkah???" tanya Luvi masih ragu.
"Lihat lesung pipi ku tak ada yang miliki selain diriku."
Luvita memeluk sahabatnya itu dengan haru dan mata berkaca-kaca. Tubuh Inez langsing tanpa ada lemak seperti dulu, begitu banyak perubahan pada dirinya yang membuat siapapun tidak akan pernah percaya kalau wanita itu adalah Inez indah Sari. wanita bertubuh agak gempal, dengan penampilan seadanya tanpa riasan, tapi kini yang Luvi lihat sekarang, Inez sangat cantik bak seorang model dengan penampilan anggun dan elegan.
"Kau operasi dimana? tanya Luvi seraya mengurai pelukannya.
Inez membulatkan matanya "Operasi..? Inez tergelak "Aku tidak sebodoh itu Luvi, merubah ciptaan Allah demi untuk mempercantik diri sendiri, itu perbuatan yang di larang Agama."
"Lalu bagaimana bisa berubah 180 derajat? dan kenapa pula kau tidak ada lagi di kontrakan? bahkan sudah hampir dua pekan kau tidak pernah masuk ke kantor, suamiku begitu stres memikirkan proyek yang belum selesai kau desain." begitu banyak pertanyaan yang meluncur bebas dari bibir tipis Luvita.
Inez tersenyum "Ayo kita duduk dulu, aku akan jelaskan semuanya padamu."
Mereka berdua duduk di sebuah Sofa yang baru luvita sadari ada yang berubah dengan sofa yang ia duduki.
"Inez ini sofa baru kan? lalu dikemanakan sofa usang itu?"
"Semua barang-barang lamamu aku pindahkan semua di kamar belakang. Luvita beranjak dari duduk dan berjalan kerungan tv yang menyatu dengan meja makan. Sekali lagi Luvi membelalakkan matanya. Ada Tv, kulkas, mesin cuci, dan bufet, semua serba baru, hanya meja makan yang tidak di ganti karena masih bagus dan terbuat dari kayu jati.
__ADS_1
Inez menarik luvita masuk kedalam kamar depan, sekali lagi Luvi tercengang. Ada spring bed lengkap dengan meja rias dan lemari. "Ini semua masih baru kan? Luvi duduk di pinggir ranjang di ikuti inez duduk di sebelahnya.
"Ma'af Luvi, Aku mengganti semua barang-barang tanpa izin mu, tidak ada maksud apapun, aku ikhlas memberikan ini semua. Aku menganti tempat tidur mu biar kau nyaman saat pulang kerumah ini bersama suamimu."
Airmata Luvi menetes dari sudut matanya "Terima kasih banyak Inez, Kenapa kau begitu baik dan peduli padaku. padahal kau orang lain, tidak ada hubungan darah sama sekali, tapi kau sangat tulus. Sementara saudara sedarah yang bertahun-tahun tinggal di rumah ku, selalu menyakitiku dan ingin merampas hak ku seorang anak yatim-piatu."
"Sudah tidak apa-apa Luvi, Aku sudah menganggap mu saudara bukan? maaf aku tidak bilang dulu kalau menempati rumahmu. Saat itu pikiran ku sedang kalut, aku teringat masih menyimpan kunci rumahmu, dan hanya di rumah ini ketenangan aku dapatkan, aku sengaja tidak menghubungimu dan mengganti nomor telepon, aku yakin kau pasti akan datang kemari, benarkah dugaan ku.'
Luvita menghela nafas panjang, ada kelegaan dari helaan nya. "Pasti banyak biaya yang kau keluarkan? dan kau belum ceritakan bagaimana penampilan mu bisa berubah seperti ini."
"Aku merubah penampilan ku karena hinaan seseorang, rasa sakit hati yang mendorong aku merubah semuanya. Aku datang kesebuah salon kecantikan milik sahabat ku waktu SMA dulu, ia mengambil jurusan Dokter kecantikan. Beberapa kali ia menyuruh aku merubah penampilan, Namun dulu aku abaikan. Orang harus merasakan sakit hati dulu baru mau berubah."
"Tapi kau belum terlambat untuk merubah semuanya. Tapi kenapa pipi chubby mu bisa jadi tirus dan bobot tubuh mu menjadi slim." menatap tak percya dengan gelengan kepala.
"Wajahku di tarik benang, dagu, pipi dan bawah mata jadi terlihat lebih tirus. Mata minus ku menggunakannya lensa khusus dan di rancang untuk mengobati mataku. Rambut aku bonding, untuk melangsingkan body aku sedot lemak. Dalam satu minggu sudah turun 20 kg, kini berat badan ku tinggal 55 kg. Di imbangi fitness dan olahraga rutin serta asupan buah dan vitamin, agar kulitku tidak bergelambir."
"Ckckckck." Luvi berdecak kagum. "Aku nggak menyangka kau bisa berubah dratis begini? kau sudah berani mengambil tindakan yang menurutku sangat tepat. Kenapa tidak dari dulu kau seperti ini Inez? Jadi mereka tidak akan menghinamu!"
"Dulu pikiran ku belum terbuka, dan masih menganggap remeh penampilan. tapi setelah William menghujat ku dan menghina ibuku, aku tak tinggal diam."
Bola mata Luvita membulat "Jadi kau seperti ini karena sakit hati dengan William? apa sejahat itukah Wiliam padamu?"
"Memang sangat menyakitiku, Cintaku harus bertepuk sebelah tangan. Tapi aku juga nggak pernah mengharap Wiliam membalas cintaku, karena aku sadar siapa diriku, wanita jelek dan tidak berkelas, sebenarnya aku hanya mengagumi saja. Sementara Wiliam Pria tampan dan sempurna, tidak ada bedanya dengan suamimu Tuan Georgie yang berkedudukan tinggi dan memiliki kharisma luar biasa."
"Seperti itulah pandangan mereka tentang suamiku? sungguh aku sangat takut Nez"
"Memang seperti itu adanya, suamimu pria dingin, tampan, cool dan kharismanya sebagai seorang pemimpin sangat luar biasa. Aku sering mengikuti meeting bersama cliant, banyak mereka yang kagum dan memuji sosok suamimu, jadi apa yang akan kau takutkan?"
"Aku takut suamiku kelak berpaling, apalagi di luaran sana banyak wanita cantik dan seksi, yang pastinya setiap hari bertemu."
Inez tertawa kecil "Sebenarnya kau sudah cantik Luvi, kau cantik alami tanpa polesan, kulit mu putih bersih walau tidak di rawat. tapi kalau bila kau ingin lebih terlihat cantik dan berkelas, agar Pelakor diluar sana mikir berkali-kali untuk menyaingi dirimu. Kau hanya butuh perawatan dan sedikit polesan agar iner beauty mu lebih keluar, tidak perlu tarik benang seperti ku." Inez terkekeh.
"Kau benar inez, aku butuh perawatan. Agar Della si Pelakor itu tidak terus menggangu suamiku lagi!"
"Jadi Della itu menyukai suami mu?"
"Begitulah, ia merasa di atas angin mendapat dukungan dari ibu asuh suamiku, karena Della adalah keponakannya."
"Benar-benar keterlaluan Della itu, belum kapok juga dia! kalau begitu ayo kita ke salon sahabatku kau akan ditangani langsung olehnya, kebetulan aku ada janji dengan sore ini."
Wajah Lupita berbinar cerah "Baiklah kita ke salon kecantikan sekarang."
__ADS_1
"Tapi tunggu Inez, kau pasti sudah begitu banyak menggelontorkan uang untuk memenuhi kebutuhan semuanya. Merubah penampilan dan membelikan banyak perabotan di rumah ku."
"Tidak masalah, Empat tahun aku bekerja di perusahaan interior milik Pak Juanda, sebelum perusahaannya bergabung dengan Vandeles, perusahaan suamimu. Dan pada akhirnya aku di tarik dari cabang ke pusat pindah ke perusahaan Vandeles.
"Wah keren, berarti kau mengumpulkan banyak pundi-pundi, apalagi kau seorang arsitek hebat dan berkualitas."
"Alhamdulillah Luvi, aku banyak mendapat bonus disetiap desain ku. investor banyak tertarik dan itu menguntungkan perusahaan bukan?
"Iya kau benar, kenapa kau tidak membelikan sebuah apartemen atau rumah sebagai jerih payah mu? aku jadi sangat iri dengan kecerdasan mu Inez."
"Tadinya aku ingin membeli sebuah rumah walau sederhana, tapi aku urungkan, sekarang aku ingin merubah penampilan ku dulu."
Luvita manggut-manggut.
"Itulah bodohnya aku, tidak pernah menjaga penampilan dan hanya berkutat di depan layar komputer, yang terpenting bagiku saat itu menghasilkan uang banyak. Ternyata banyak uang kalau tidak di tunjang dengan penampilan tetap saja dianggap remeh."
"Bagus Inez, mulai sekarang kau harus percaya diri dan tunjukan pada mereka yang selama ini memandang mu sebelah mata, terutama pada Wiliam yang sudah menyakitimu. Dan buat Wiliam tergila-gila padamu."
"Tidak Luvi, aku tidak ingin bertemu dengan Wiliam lagi. Aku berencana akan membangun usaha kuliner bersama Damar, tentunya dengan desain buatan ku sendiri."
"Apa kau yakin? kau harus pikirkan lagi, kembali lah ke perusahaan Vandeles, bila kau ingin menyadarkan Wiliam."
Inez terdiam, sebenarnya ingin sekali ia balas dendam pada Wiliam, bukan untuk menjatuhkannya, namun, agar Wiliam sadar kalau dia salah telah menyakiti dan menghinanya.
๐๐๐
MARHABAN YA RAMADHAN... MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN ๐
Semoga amal ibadah puasa kita di terima Allah SWT. Aamiin ๐คฒ
@Bab nya lebih panjang, Jangan lupa untuk terus dukung Bunda dengan cara:
๐Like
๐Vote
๐Gift
๐Komen
@Bersambung........
__ADS_1