Suamiku Seorang CEO

Suamiku Seorang CEO
Kesepakatan


__ADS_3

Harlan mengurai pelukannya dan membingkai wajah istrinya "Kau harus percaya pada suamimu ini, aku tidak akan berkhianat darimu Lupi! hanya kau satu-satunya wanita yang aku cintai." airmata Lupita sudah menetes, Harlan mengusap lembut tetesan kristal bening itu, lalu mencium lembut keningnya.


"Ma'afkan aku Mas..! hiks.. hiks.. "Ma'afkan telah meragukan cintamu." Lupita masuk kedalam pelukan suaminya.


"Kau mau minum apa? Mas pesankan pada Alexa."


"Juice jeruk saja Mas."


"Kita mau makan diluar atau minta diantar kesini."


"Sepertinya lebih enak makan diluar, Mas!


"Ya sudah nanti kits makan Japanese food."


Harlan menekan tombol telkom "Alexa buatkan tamu ku juice jeruk dan kopi hitam."


"Baik Tuan!"


Harlan duduk di samping istrinya dan mencium kening Lupita.


"Jangan asal nyosor ajah Mas, nanti kalau ada yang masuk gimana?"


"Loh! kamu itu kan istri Mas."


"Tapi Kitakan masih merahasiakan pernikahan kita dari semua karyawan."


Harlan mendesah pelan "Sebenarnya mas nggak mau buat jarak seperti ini, nggak kuat. Pasti Mas khilaf bila deket dengan mu."


"Kalau dirumah kan kita nggak pernah ada jarak, Mas selalu nempel kaya prangko."


Melihat wajah istrinya yang menggemaskan, Pria tampan berusia 32 tahun itu hampir saja melahap isterinya. Suara ketukan pintu menghentikan aktivitas Harlan yang hampir memakan istrinya.


"Masuk!"


Alexa masuk dengan membawa juice jeruk dan kopi hitam pesanan Harlan, ia menaruh diatas meja bersama cemilan dalam toples. Sekilas Alexa menatap wajah Lupita, ia seperti mengenal wajah wanita itu, Namun tak berani bertanya atau menyapanya.


"Silakan di minum Mbak." imbuh Alexa.


"Terimakasih..."


"Apa ada lagi yang Tuan butuhkan?"


"Oiya kau nanti temui cliant dari PT MK di lantai satu, tolong kau Lobby dulu sebelum aku datang."

__ADS_1


"Sampai berapa lama tuan?"


"Dua jam!"


Alexa sebenarnya bingung, sangat jarang ia menemani atau melobi tamu penting apalagi sampai dua jam.


"Baik Tuan!" Alexa melangkah pergi meninggalkan ruangan Harlan.


"Mas mau kemana selama dua jam? tanya Lupita sambil menyedot juice jeruk yang habis setengahnya.


Harlan tersenyum, sebenarnya itu alasan Harlan saja agar Alexa tidak mengganggu dirinya dan Lupita. "Tentu saja Mas mau makan istriku!"


Setelah mengunci pintu Harlan mengangkat tubuh istrinya dan berjalan kedalam kamar.


"Mas ini di kantor, jangan macam-macam. Gimana kalau ada tamu penting lainnya."


"Sudah kamu tenang ajah yank, Mas nggak tahan dari tadi dibawah sini sudah menegang." Harlan membaringkan tubuh Lupita diatas ranjang yang berada di dalam ruangan khusus untuk istirahat. Di dalam kantor Harlan memang sengaja buat kamar khusus.


Pakaian Harlan sudah terlepas dari tubuh kekar berotot itu, hingga menyisakan boxser. Begitupun Lupita sudah polos tanpa sampai sehelai benang pun. Mereka mulai memadu kasih, sepasang suami-istri yang terus berhasrat bila bertemu. Tubuh kekar dan berotot Harlan terlihat seksi dan dimata Lupita, dan tubuh putih bersih laksana batu pualam terlihat menggoda. Harlan mulai membenamkan miliknya , terciptalah permainan hangat dan bergairah. Hingga keduanya mendapat pelepasan. Butiran keringat mengalir deras dari pori-pori kulit keduanya. Nafas mereka tersengal setelah mencapai puncak kenikmatan.


"Cape mas..." keluh Lupi masih tersengal


"Tapi enak kan .." Harlan terkekeh.


"Mas..."


"Hemm..."


"Siapa Margaret itu..? kata Wiliam aku harus minta penjelasan pada Mas.."


Harlan menghela nafas panjang, dan menatap istrinya "Apa kau siap mendengarkan semuanya, Mas harap kau jangan marah atau berfikir yang tidak-tidak setelah Mas ceritakan semuanya."


"Sebenarnya sudah sejak lama Mas ingin menceritakannya masalah ini dengan mu, tapi Mas harus mencari waktu yang tepat dan melihat suasana hatimu, karena tadi kau sudah melihat Margaret disini Mas tidak akan menutupinya lagi.


Lupita mengangguk. "Asal Mas benar-benar jujur padaku, dan tidak ada satupun yang mas rahasiakan dari ku, karena aku ini istri Mas."


"Ayah Margaret adalah sahabat dari Paman ku Alfonso di Belanda. Tanpa aku ketahui mereka telah menjodohkan aku dengan Margaret."


"Jadi benar dugaan ku, kalau Mas punya hubungan dengan Margaret." mata Lupita mendelik dengan bibir mengerucut.


"Tidak sayang..." Harlan mendaratkan ciuman di kening istrinya dan mengusap pipi Lupi yang sudah memerah "Mas tidak pernah menerima perjodohan itu dan nekad melawan Paman ku sendiri." Harlan tidak ingin menceritakan tentang kisahnya kalau Alfonso adalah Ayah biologisnya, baginya itu adalah aib ibunya. "Bahkan Mas memilihmu jadi istri Mas. sampai saat ini Paman dan Margaret tidak pernah tahu kalau kita sudah menikah."


"Kenapa Mas memilih aku jadi pendamping hidup Mas, padahal Margaret sangat cantik, terpelajar dan seksi. Sudah pasti dia dari Keluarga kaya dan terhormat."

__ADS_1


Harlan mengeratkan pelukannya "Karena wanita yang Mas cintai adalah Lupita Andriyani." menatap cinta mata bulat istrinya.


Lupita tercengang mendengar penuturan suaminya. Ada getaran hati yang berdenyut riang, Lupita sangat terharu dan bahagia mendengar pilihan suaminya yang jatuh padanya. Kristal bening berjatuhan dari pipa Lupita.


"Sayang.. kenapa menangis, hemm..."


"Aku terharu dengan kejujuran mu, Mas.. Aku sangat bahagia dan juga mencintaimu." hiks.. "Jujur aku takut Margaret akan merebut mu dariku. Apalagi tadi dia memeluk mu dari belakang, rasanya ada bongkahan batu yang menindihku. sakit rasanya."


Lupita membenamkan wajahnya di dada bidang itu sambil terisak. "Tidak sayang, Mas tidak akan pernah biarkan Margaret mengganggu rumah tangga kita." jari telunjuk Harlan mengusap lembut cairan bening yang menetes.


"Kalau begitu, izinkan aku bekerja kembali di kantor ini.."


"Tapi sayang...."


"Aku tetap akan datang ke kantor setiap hari, walaupun Mas tak ijinkan." Lupita memotong ucapan suaminya dan bicara tegas. "Wanita itu tadi bilang, akan minta ajarkan cara melobi cliant sebelum perusahaan anak cabang selesai, sudah pasti Margaret akan setiap hari datang dan menggoda mu. Aku tidak akan bisa tenang Mas!"


Harlan menghela nafas dalam dan di hembuskan kasar "Kau yakin Ingin kembali bekerja disini?"


Lupita mengangguk "Itu aku lakukan agar wanita bernama Margaret tidak bisa terus mendekati mu, Mas!


"Baiklah, kau ingin di tempatkan di devisi mana?"


Lupita tersenyum lebar, akhirnya Lupita mulai berfikir, tidak akan memberi kesempatan Margaret untuk mendekati suaminya.


"Berikan aku dan Inez ruangan khusus untuk kami berdua. istrimu akan bekerja dengan baik dan melancarkan usaha mu Mas."


Harlan menatap mata bening Lupita "Tapi dengan syarat, kau tidak boleh cemburu berlebihan, karena Mas tidak bisa melihat mu menangis."


"Baiklah! Aku janji tidak akan mudah meneteskan airmata, tapi seandainya aku melihat gelagat Margaret yang tidak baik pada suamiku, jangan salahkan istrimu bila akan bertindak ekstrim, Mas.." Lupita tersenyum seraya mendelikan matanya. Lupi sudah pintar menekan dan menggoda suaminya.


"Baiklah sayang.. tapi layani Mas sekali lagi."


"Tapi...."


Harlan langsung membungkam bibir istrinya.


💜


💜


💜


@ Seharusnya bab ini sudah terkirim kemaren, tapi ada kendala di Nt nya. hari ini ada satu bab lagi ya All...

__ADS_1


@Bersambung.....


__ADS_2