Suamiku Seorang CEO

Suamiku Seorang CEO
Pengaruh Guna-guna Hilang


__ADS_3

"Iya sayang kita akan ke sana setelah pulang kerja, dan rekaman ini buat bukti jebloskan Margaret dan Della ke penjara."


Inez tersenyum "Akhirnya terbongkar semua kebusukan dua ular itu! Allah itu maha adil, salah dan benar tidak akan tertukar."


"Istriku sangat bijak dan cerdas, aku bersyukur memiliki mu." Wiliam menarik Inez kedalam pelukannya dan mencium bibir istrinya.


Tepat jam lima sore Wiliam dan Inez melajukan mobilnya menuju tempat pak ustadz Yusuf yang sebelumnya sudah Inez telpon. Satu jam kemudian mobil berhenti disebuah rumah sederhana Pak Yusuf. Mereka berdua di persilahkan masuk menuju sebuah Aula tempat praktek ruqyah untuk orang-orang yang bermasalah tekena gangguan non medis atau sihir dan guna-guna.


Inez dan Wiliam duduk di karpet setelah mengucapkan salam pada Pak ustadz Yusuf. Inez mulai menceritakan semuanya tentang sahabat dan Bos nya dan memberikan rekaman itu pada Pak ustadz.


"Bisa saya lihat foto nya?


"Bisa pak! Wiliam membuka galery foto dan perlihatkan foto Harlan.


"Siapa namanya? tanya Pak ustadz Yusuf


"Goergie Vandeles."


Setelah melihat dan menelisik foto dan namanya, pak ustadz membaca doa Kalam Allah, lalu mendesah pelan. "Benar, pria ini terkena guna-guna ilmu hitam untuk melupakan istrinya dan rumah tangganya hancur."


Wiliam dan Inez terperanjat, mata mereka membola, perasaan sedih dan kesal menjadi satu, kesal pada Margaret dan Della yang sudah berbuat curang dengan bermain ilmu hitam, sedih.. karena kasihan pada Lupita dan Harlan yang rumah tangganya berada di unjung tanduk.


Wiliam mengepalkan tangannya kuat, dadanya bergemuruh menahan amarah, ingin rasanya ia menghabisi wanita bernama Margaret dan Della hari ini juga.


"Kak! Inez yang melihat wajah suaminya berubah merah, terlihat menahan amarah. Inez mengusap punggungnya. "Sabar ya Kak, semua pasti akan kembali normal."


"Jadi bagaimana ya Pak untuk melunturkan guna-guna itu." tanya Inez


"Saya akan berikan air do'a agar guna-gunanya luntur, sebab si pelaku memakainya dari makanan dan minuman agar Bos anda melupakan orang terdekatnya dan melihatnya sangat benci. satu lagi sepertinya ada benda yang ditanam di area kantor."


"Benda apa Pak? tanya Wiliam penasaran.


"Sebentar saya kedalam dulu."


Lima belas menit menunggu, Pak ustadz Yusuf keluar dari kamar dan memberikan botol air.


"Tolong masukan air do'a ini kedalam minuman atau kopi Bos Anda, insyaallah akan melunturkan guna-guna itu. Dan taburkan garam ini ke-sudut ruangan, cari sebuah benda atau bungkusan yang berada di dalam ruangan, bila sudah ketemu langsung di bakar.


"Baik Pak ustadz."


Setelah memberikan amplop, Inez dan Wiliam berpamitan.


"Yank! lebih baik kita kekantor sekarang dan mencari benda yang pak ustadz maksud. kalau menunggu besok Tuan Georgie akan curiga, bila kita lakukan sekarang, lebih cepat lebih baik dan tidak menimbulkan kecurigaan, kita leluasa tidak terburu-buru mencarinya."


"Oke kak Will, aku setuju."


Sejam kemudian mobil mereka berhenti di depan gerbang Vandeles.


Ceklek!


Mereka masuk kedalam ruangan Harlan "Kak taburkan garam ini dulu ke sudut ruangan."


Wiliam dan Inez mulai menaburkan garam, lalu mencari barang atau benda di seluruh ruangan Harlan. Tak lama Inez menemukan sebuah bungkusan plastik hitam.

__ADS_1


"Sepertinya bungkusan ini sangat mencurigakan." imbuh Inez


"Coba dibuka."


William membuka bungkus plastik, ada benda yang di bungkus kain putih. "Sepertinya benar ini yang di maksud Pak ustadz. Sekarang kita bakar kak!"


Wiliam membawa bungkusan itu keluar balkon dan mulai membakarnya. Asap hitam mengepul bebas dari atas balkon.


"Syukurlah, semoga Tuan Georgie dan Nona inez kembali harmonis dan Margaret juga Della mendapatkan karmanya."


"Iya kak! pasti mereka akan mendapatkan balasannya."


***


Malam itu Lupita sudah membereskan pakaiannya dan ia akan kembali pulang kerumahnya, sebab Inez sudah pindah ke apartemen milik Wiliam. jam menunjukkan pukul delapan malam, Namun Harlan belum juga kembali. Setelah berpamitan pada Bi Ijah, Lupita masuk kedalam taksi yang sudah menunggunya diluar gerbang.


Lupita membaringkan tubuhnya setelah sampai di dalam kamar. Rasa lelah dan pikiran kalut mendera batinnya hingga ia tertidur.


Suara dering ponsel membangunkan Inez yang terlelap sejak semalam. ia mengambil ponsel diatas nakas, tertera nama Ricky. Ingin rasanya ia memaki dan marah-marah pada Pria berkacamata itu.


"Hallo....Luv!


"Untuk apa kau menelponku setelah kau hancurkan aku didepan suamiku! bentak Inez.


"Suamimu? apa maksud mu Inez?


"Kau tahu? Georgie Vandeles itu adalah suamiku! Dan kau sudah berkhianat dengan memberikan semua desain ku ke perusahaan Vandeles, kau jahat Ricky! kau menghancurkan hidup ku!" teriak Inez di seka Isak tangisannya.


"Sabar Inez, justru aku akan menjelaskan semuanya, Sekarang kita harus bertemu."


"Lupi, beri aku kesempatan untuk menjelaskan, ada orang yang berkhianat di perusahaan ku, sahabat ku sendiri yang mencuri semua desain milikmu untuk menjatuhkan aku di perusahaan Vandeles, dan perusahaan Vandeles menuntut aku! aku sedang selesaikan masalah ini. Kau tenang saja pelakunya sedang di buru."


Inez terdiam hanya terdengar suara isakan tangisnya.


"Nanti siang kita bertemu di Cafe tempat biasa, okay..?"


"Baiklah!


Siangnya Lupita bertemu dengan Ricky di sebuah Cafe yang biasa mereka temui.


"Kenapa kau berbohong, kalau sebenarnya kau pemilik perusahaan sendiri, "RWK" adalah Ricky Wardana Kusuma."


"Ma'afkan aku Inez, memang aku pemilik perusahaan itu. Bagiku kau mengetahui atau tidak kepemilikan perusahaan itu, tidak lah berpengaruh padamu bukan? tapi yang buat aku terkejut kau adalah istri dari Goergie Vandeles."


"Tapi kami sedang menghadapi cobaan dalam rumah tangga, aku sudah tidak bekerja di perusahaan suamiku sendiri, Kemarin pagi aku melihat pria yang pernah kau kenalkan padaku di perusahaan Vandeles, setelah itu aku di sidang dan di permalukan, aku dituduh telah menjual desain di belakang perusahaan Vandeles."


"Sekali lagi aku minta maaf, Kau tenang saja. Sahabat ku Darma sedang di buru kepolisian dan pengacara ku sedang menangani kasus ini pada tuan Georgie."


Lupita mendesah pelan, seakan bebannya telah berkurang.


"Tadi kau bilang sedang mendapat ujian dalam rumah tanggamu? kalau kau tidak keberatan ceritakan padaku, aku siap jadi pendengar."


Lupita gelengkan kepala "Tidak! itu aib rumah tanggaku."

__ADS_1


"Percaya padaku, aku siap membantumu." tukas Ricky meyakinkan Lupita.


Lupita menceritakan semuanya tentang Harlan. Dari mulai pertemuannya hingga menikah dan diuji dengan orang ketiga.


"Aku sangat prihatin dengan kehidupanmu, jadi.. apa kau menerima penawaran ku?


"Aku ingin pindah keluar kota, dan aku ingin menenangkan diri dulu sampai aku bisa ambil keputusan."


"Kau akan bekerja di perusahaan ku di kota Samarinda, disana ada anak cabang. untuk tempat tinggal aku akan siapkan untukmu."


Wajah Lupita berbinar cerah "Kapan aku bisa kesana?


"Terserah kau, kapan kau ingin pergi."


"Besok pagi kita berangkat!"


"Baiklah, besok aku sendiri yang antarkan mu ke Samarinda."


Di kantor Vandeles, Harlan dan William keluar dari ruangan meeting setelah mengadakan rapat Direksi.


"Aarrgghhh!" pekik Harlan saat duduk di kursi presdir, ia menjambak rambutnya kuat.


"Ada apa Tuan? tanya Wiliam khawatir


"Kepalaku sangat sakit, rasanya ingin pecah! keluh Harlan. Keringat dingin keluar dari dahi dan pori-pori kulitnya.


"Minum lah dulu tuan? Wiliam menyodorkan gelas berisi air putih yang sudah ia campur dengan air pemberian dari pak ustadz.


"Syukurlah, air pemberian pak ustadz bereaksi, tadi pagi aku sudah mencampurnya dengan kopi, semoga semua pengaruh guna-guna itu cepat musnah." batin Wiliam.


Setelah Harlan meneguk air putih, ia sedikit tenang dan tertidur.


Jam sudah menunjukkan pukul tiga sore. "Will, apa hari ini tidak ada jadwal pertemuan lagi?


"Tidak ada Tuan, pertemuan dengan PT samudera di undur besok jam 10 pagi."


"Baiklah, kau panggil istriku. Sudah beberapa hari aku tidak bertemu dengannya. kenapa ia tidak pernah menemui ku lagi? aneh.." tukasnya tanpa dosa.


"Siapa Istri Tuan? tanya Wiliam ingin mengetes.


"Kenapa kau masih bertanya? siapa lagi istriku kalau bukan Lupita!"


"Tapi Nona Lupita sudah dua hari tidak ada di perusahaan ini Tuan? bukankah Tuan Alfonso sudah mengusirnya?


"Apa-apa? seperti baru terbagun dari mimpi buruk, Harlan baru teringat istrinya kembali, wajahnya membantu dan bibirnya gemetar.


"LUPITA!! pekik Harlan, ia berlari dari ruangannya dan masuk kedalam lift. Di parkiran ia masuk kedalam mobil dan melajukan dengan kecepatan tinggi.


💜💜💜💜


@Besok episode terakhir All...😍


@Bersambung.....

__ADS_1


@Terus dukung karya Bunda yang lain akan hadir Karya dan kisah yang baru 😍


__ADS_2