
WELCOME BACK READERS!!❤️❤️
Tolong kasih jejak kalian setelah membaca!! HAPPY READING ❤️
...•••••...
Dua mobil sport berhenti di depan warung kecil pinggir kota.
"Ni anak ngajak makan siang apa mojok sih". Gerutu Retha sedari tadi di jalan mengikuti mobil Liza memimpin jalan.
Sebenernya Arga mengajak putar balik tapi Retha menolak dengan alasan sudah janji kepada yang lain.
"Yakin ini tempatnya?". Retha turun mendekati Liza saat mobil berhenti di depan pertigaan jalan.
"Dari lokasi yang dikirim sih bener". Liza menunjukan handphonenya ke arah Retha dengan titik ada di dekat sana.
"Tapi ini pinggir kota loh, mau nongkrong apa liburan".
"Balik aja, gak penting". Sahut Arga yang sedang duduk di dasbor mobil.
"Telpon gih orangnya". Titah Retha kepada Liza tanpa membalas ucapan Arga.
Liza menelpon Roby. Baru beberapa dering sudah terdengar suara yang sangat ramai.
"WOY, DIEM!!".
Teriakan keras yang terdengar tiba tiba membuat Liza terperanjat kaget sampai sampai hampir menjatuhkan handphone yang ada di tangan.
"Wah ngajak ribut nih anak. Kalau handphone gue rusak, gue tuntut 1 M".
"Woy Kunti, diem diem bae lo". Ucap Roby di sebrang telpon.
"Lokasi yang Lo kirim bener gak? Kenapa sampe ke pinggiran kota".
"Eh ayang, bener yang. Itu udah di pertigaan?". Suara Roby berubah saat mendengar suara Retha, bukan Liza.
"Sama Retha aja manis. Lah sama gue". Ucap Liza kesal.
" lo Kunti". Jeda Roby. "Ayang Retha belok kanan. Terus lurus sampai mentok. Dah smape". Lanjutnya dengan nada ceria.
"Astaga, Lo mau nyuruh gue makan rumput. Gue datang juga cuma mau lunch. Gue kira bakal nongki di restoran atau caffe".
Retha menatap Arga yang sedari tadi diam. Mau putar balik juga tanggung, mau lanjut males.
"Tenang yang, kita udah siapin makanan yang banyak kok. Khusus buat ayang Retha".
"Hm".
PIP*
Tidak mau banyak bicara. Retha mematikan sambungan telepon dimana Liza sudah mesem mesem ngomel sendiri.
"Gue kawinin juga lo berdua". Ujar Retha lalu masuk ke dalam mobil diikuti Arga.
Kini mobil yang dikemudikan Arga memimpin jalan dengan Retha sibuk makan cemilan yang tadi beli di pertengahan jalan.
...
Setelah jam dari pedesaan pinggir kota. Arga memberhentikan mobilnya saat tidak ada lagi jalan.
"Jalan buntu". Seru Retha menatap tak percaya.
Samping kanan terlihat tembok yang menjulang tinggi ditutupi tanaman merambat sedangkan samping kanan tertanam rumput lumayan tinggi dan tidak jauh dari jalan ada jurang.
"Main main nih anak, gue santet juga sampe mampus". Ucap Liza yang sudah ada di luar mobil kesal.
Retha juga keluar dari mobil diikuti Arga yang sudah menatap sekeliling. Lalu menatap intens ke arah samping kanan merasakan ada sesuatu yang tidak beres.
"WOY ANJING!! DIMANA LO??". Teriak Liza menggenggam handphone nya sangat erat.
"Becanda lo pada gak lucu deh". Retha masih cukup sabar. Tapi tidak tahu kalau sudah bertemu dengan mereka semua.
Ditambah Arga yang diam seperti itu bisa saja mengeluarkan emosinya dalam satu kali hentakan.
Bisa gawat kan.
"Lo dimana?". Bukan suara Roby melainkan suara Galih.
__ADS_1
Liza menghela nafas panjang. Sungguh menguras emosi ditambah perutnya yang sangat lapar.
"Ujung jalan". Ucap Liza pelan penuh penekanan mengandung arti tertentu.
"Lo bawa mobil apa motor?".
"Mobil".
"Bentar gue jemput".
Mendengar tiga kata itu membuat Liza tambah emosi. "BANGSAT!! KENAPA LO GAK JEMPUT DARI TADI ANJING".
PIP*
Liza mematikan panggilan itu dengan kasar.
Tak lama kemudian tiba tiba kedua gadis yang sedang kesal dikagetkan dengan tembok yang ada di sebelah kanan bergeser.
Arga yang sudah curiga dari tadi diam menyaksikan sampai terlihat satu motor sport mendekat.
"Ikutin gue". Ucap orang itu yang ternyata Galih.
Tatapan dua gadis itu sangat tajam tapi tidak di dilihat oleh Galih dan pemuda asing yang mengemudi.
Ketiganya masuk ke dalam mobil dan mengikuti motor didepan. Tembok sudah tertutup setelah mereka masuk.
Jarak tidak terlalu jauh. Mata Retha menatap bangunan di depan dengan pemandangan hutan yang sangat hijau mengelilingi bangunan. Bahkan di belakang rumah itu bisa dilihat jurang.
Ingin takjub pun tidak jadi karena rasa kesal yang sangat tinggi.
Mau di sebut markas mafia pun tidak, karena menurut ketiganya sangat kurang dimana bahan material hanya menggunakan kaca.
Sekali tembak langsung pecah. Apalagi peluru seorang mafia sangatlah tinggi.
Retha keluar dari mobil dengan anggun menatap banyak orang tersebar dimana mana. Lalu tatapannya berhenti di sekumpulan pemuda yang sangat dia kenali.
Ia juga sudah melihat tatapan Liza yang sangat kesal ke arah satu pemuda. Sedangkan Arga seperti biasa, meletakan tangannya secara posesif di pinggang ramping Retha.
Ketiganya berjalan secara bersamaan.
Bugh
Satu tendangan mendarat di pipi kanan Roby dari Liza membuat pemuda itu terbaring di tanah.
Senyum smirik terukir di bibir Liza sedangkan si kembar menampilkan wajah datar.
Terlihat semua orang yang ada disana tidak terima dan ingin menyerang tapi beberapa orang yang mempunyai pangkat tinggi mengentikan nya dengan acungan tangan.
"Sambutan dari gue". Ucap Liza dingin.
Kelima pemuda yang ada disana tersentak kaget melihat Liza yang biasanya cerewet kini auranya berbeda.
Kedua gadis yang ada disana saling pandang membuat semua orang diam tak mengerti. Kecuali Arga.
Rey bisa melihat interaksi Arga dan retha yang sangat dekat apalagi sekarang Retha yang sedang berbisik dengan tangan Arga di pinggang membuat tubuh mereka tambah menempel.
Ketiganya berpencar dengan dua gadis masuk ke dalam rumah dan Arga pergi ke dekat mobil. Lalu tangannya memberi kode agar dua orang mendekat.
Kecuali Rey CS.
Kelima pemuda itu tidak ada yang membuka suara. Kini Roby pipinya yang sedang sakit terduduk diatas kursi setalah dibantu oleh Galih.
Arga duduk di kursi kosong yang sudah diangkat ke tengah menghadap ke arah lapangan agak luas.
Tit
Ntah sejak kapan Arga mengenakan earphone yang sudah terhubung dengan Retha di dalam.
"Oke".
Tangan Arga terangkat meminta seseorang untuk membawa kelima pemuda yang tidak tahu apa apa.
Karena merasakan aura yang mengerikan membuat anak buah Rey menurut lalu mendekati sang ketua.
"Bos, dia meminta inti Neovaros untuk mendekat". Ucap pemuda yang tidak tahu bernama siapa.
__ADS_1
Rey yang penasaran mengikuti kemauan Arga diikuti anggota inti yang lain.
"Berdiri tegak, jarak satu meter". Tunjuk Arga dengan tegas menunjuk ke arah kanan menghadap para anggota Neovaros.
Semua anggota yang ada disana sangat penasaran dengan apa yang akan terjadi. Tapi tidak ada yang berani bertanya.
"Ready".
Keluarlah dua pemuda yang diperintahkan Arga dari dalam rumah membawa apel berjalan mendekat ke arah inti Neovaros.
"Arga, apa maksud semaunya?". Akhirnya Rey buka suara menatap Arga dengan kebingungan.
"Sebaiknya bos ikuti aja".
Ucapan itu membuat inti Neovaros tambah bingung. Apalagi mereka melihat raut wajah mereka yang sangat takut.
"NEOVAROS, Geng motor yang ditakuti banyak orang. Tapi takut pada dua orang gadis". Senyum smirik terukir di bibir Arga meremehkan semua orang yang ada disana.
Mereka tidak tahu sedang bermain main dengan siapa.
"Kalian yang memulai, kalian yang mengakhiri". Sarkas Arga membuat mereka ingin bergerak dari tempatnya tapi.
"BERDIRI TEGAK SESUAI PERINTAH". Teriak Retha.
"JIKA TIDAK". Jeda Liza lalu tersenyum devil. "NYAWA KALIAN MELAYANG".
suara dua gadis cantik menggema masuk ke dalam telinga masing-masing. Semua orang membulatkan matanya melihat apa yang apa yang mereka bawa.
Bahkan tubuhnya terdiam kaku dengan mata tertutup saat tangan kedua gadis itu terulur.
Dor
Dor
WAP
Dor
WAP
Ya, Retha membawa pistol dan Liza membawa busur panah.
Liza memang tidak jago bela diri tapi gadis itu jago menembak dari jarak jauh menggunakan senjata apapun.
Seketika apel yang ada di atas kepala inti Neovaros hancur tak berbentuk dan tubuh mereka tumbang terduduk di atas tangah.
...•••••...
TBC
Jangan lupa like dan commentnya kalo kalian suka cerita ini ❤️ See u next part 🥰
Mampir ke cerita author yang terbaru. Cek di profil ya. Banyak cerita yang menarik menanti kalian.
Judul cerita :
My Destiny In Life
Akibat pernikahan dini
Angle Devil Rose (New)
selamat membaca 🙏
Dukung terus karya karya aku biar author lebih semangat untuk update cerita setiap bab per bab.
...******BABAY******...
__ADS_1
...❤️...