
WELCOME BACK READERS!!❤️❤️
Tolong kasih jejak kalian setelah membaca!! HAPPY READING ❤️
...•••••...
Hari ini hari weekend.
Hari bermalas-malasan setalah bersekolah selama lima hari.
Retha, gadis cantik itu memilih berdiam di mansion tanpa niatan untuk jalan ke luar. Biasanya Retha akan mengajak jalan di hari minggunya.
"Gak main keluar?". Marvel datang membawa satu mangkuk buah buahan duduk di ruang tengah setalah melihat keberadaan sang adik.
"Males".
"Arga?".
"Bang El kaya gak tahu dia aja. Lagi kencan lah sama komputer kesayangannya di kamar".
Kepala Marvel mengangguk paham. Adik lelakinya memang suka menghabiskan waktu di kamar daripada di luar.
"Abang tumben gak ke kantor, Sabtu loh ini". Tangan Retha ikut mengambil buah buahan milik Marvel.
"Agak siangan berangkatnya, kenapa? Mau ikut?".
Retha menggeleng. "Mau tanggung jawab kalau Retha bosan".
"Ya tinggal telpon Arga suruh jemput". Jawab Marvel santai.
"Kasian, buat hari Sabtu biarkanlah dia sibuk dunianya sendiri".
"Lah gegayaan, kumpul dimanapun raga ada tapi nyawa berombong ambing kemana mana".
"Eh Samsul, Lo juga sama ya". Ujar Retha ngegas. Marvel dan Arga emang 11 12 saat berada diluar rumah.
Mendengar ucapan adik perempuannya Marvel langsung nyengir tanpa dosa.
Seketika keduanya sibuk menatap telivisi yang menampilkan film drama kesukaan Retha sambil makan cemilan.
Sampai tiba tiba.
Dor
"Anjing!!". Retha terperanjat kaget sampai latah dikagetkan oleh Arga dari belakang.
"Ish, kalau gue jantungan gimana". Pekik Retha kesal memukul-mukul lengan Arga yang jahil.
Sedangkan pemuda itu malah tertawa kecil langsung menubruk tubuh saudara kembarnya dengan menyembunyikan wajah Arga di ceruk leher Retha sambil memeluk erat.
Tidak biasanya Arga seperti itu Retha dan Marvel saling pandang saling bicara lewat isyarat.
Lengan Retha mengelus lembut kepala Arga lalu mengecilkan volume telivisi.
"Kenapa, hm?". Tanya Retha lembut.
Kepala Arga menggeleng di ceruk leher Retha. Pemuda itu menghirup aroma khas Retha yang menenangkan.
"Kalau lo udah punya cowok, jangan lupain gue ya". Ucap Arga dengan suara tertahan.
Tentu saja membuat Retha dan Marvel kebingungan.
"Lo ngomong apa? Cowok? Mana ada, gue gak deket sama cowok manapun".
Tidak ada jawaban. Arga malah mengeratkan pelukannya di tubuh gadis kesayangannya tanpa ada yang bisa menggantikan.
"Lagian, lo kalau punya cewek paling lupain gue juga". Lanjut Retha masih mengelus kepala Arga yang gak tahu kenapa hari ini sangat manja.
Kepala Arga terangkat. "Nggak, Lo gak bakal terganti dengan siapapun. Ingat itu". Arga kembali ke posisi awal.
Retha tersenyum lebar. "Iya iya, gue pasti ingat". Matanya menatap ke arah kakak sulungnya yang sedang menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakukan Arga yang hanya bisa dilakukan kepada Retha, kesayangan mereka.
__ADS_1
"Dah ah daripada lihat drama perbucinan yang gagal tayang mending gue siap siap berangkat meeting". Sindir Marvel. Lalu, ,
Cup
Satu kecupan mendarat di pipi Retha. Saat kecupan kedua akan mendarat, dengan cepat Arga memeluk wajah Retha untuk mengindari kecupan Marvel.
"Gak boleh, princess punya gue".
Tak
"Dia juga adik gue".
Setalah berbicara seperti itu, Marvel melenggang pergi menghiraukan Arga yang sedang merengek kepada Retha.
Begitulah manusia dingin manja pada seseorang. Alah alah bocil umur 5 tahun.
.......
Tidak membutuhkan waktu lama. Marvel kembali mendekati dua adiknya di ruang keluarga dengan memakai jas.
"Tidur?".
Kepala Retha mengangguk sambil mengangkat kepala menatap Marvel yang ada di belakang.
Terdengar deru nafas teratur dari Arga sedang tertidur di pelukan Retha. "Dasar bocil manja".
"Abang juga sama". Seru Retha membuat Marvel tidak bisa menyangkal.
Bedanya Marvel tidak terlalu menunjukan sifat manjanya atau merengek kepada Retha. Kalau Arga, pemuda itu sudah seperti jelmaan anak kecil dengan wajah orang dewasa.
"SEPEDA~~!!!LIZA YAng cantik come back". Teriakan Liza yang baru masuk memelan melihat tatapan tajam orang yang ada didalam mansion. Lalu pandangannya menatap Arga yang ada di pelukan Retha. Masih sama, pikir Liza.
"Sorry". Ucap Liza tanpa suara berjalan sambil mengacungkan dua jari ke atas pertanda peace.
"Abang pergi dulu". Pamit Marvel lalu mencium kening Retha. "Jangan aneh aneh". Sambungnya menunjuk Liza dengan tatapan memperingatkan.
Tinggallah dua gadis cantik sedang menonton film ditambah pemuda tampan yang masih terlelap di pelukan sang adik beda 7 menit.
"Oh ya tujuan gue datang kesini buat menyampaikan pesan yang sangat penting". Jeda Liza dengan serius. "Kata orangnya". Lanjut Liza menampilkan wajah jengah.
"Kenapa?". Retha mengelus kepala Arga saat tidurnya terganggu.
"Roby ngajak nongkrong, dia gak bisa hubungi Arga katanya nomernya di blok".
"Bukan cuma Roby tapi yang lain juga, mungkin kalau gue chat soal itu bakal kena blok juga". Sambung Liza membuat Retha tersenyum.
Sedari dulu Arga memang sangat posesif terhadap dia bahkan tidak ada pemuda yang berani mendekatinya tanpa izin Arga sendiri.
"So, gimana?". Liza mengangkat handphone nya yang sengaja dalam mode diam karena banyak chat dan panggilan masuk.
"Buset, nih anak kayanya gak bakal berhenti neror lo". Retha mengambil handphone Liza dan melihat spam chat di room Roby.
"Menurut lo? Makanya gue datang kesini. Gak tahu dari mana tu anak tahu apartemen gue. Sialnya tadi malam gue nginep disana". Terlihat wajah Liza sangat kesal saat menceritakan kejadian tadi pagi. Bahkan tidur cantiknya terganggu karena kedatangan rombongan tak diundang.
"Terus mereka dimana?".
Kedua bahu Liza terangkat tidak tahu. "Gue usir sebelum kesini. Kalau kakak gue tahu. Behhhh, bisa bisa hancur tuh gedung".
Retha tertawa ngakak menganggarkan cerita Liza sampai melupakan Arga yang ada di atas tubuhnya.
"Eghh--, , princess!!". Lenguh Arga dengan suara serak karena tidurnya terganggu.
"Sorry gue lupa, dah tidur lagi".
Bukannya kembali tidur, mata Arga terbuka sejenak melihat keberadaan Liza lalu membenarkan posisi tidurnya dengan nyaman sambil bermain ponsel.
"Nih anak gak berubah berubah, malah tambah tambah otaknya". Sindir Liza.
"Masalah buat lo".
__ADS_1
"Boleh gak sih gue buang tu anak. Kesel gue lama lama".
"Boleh, tapi sebelum itu terjadi lo udah lenyap duluan". Jawab Retha dengan senyum menyeringai.
Senyuman itu membuat bulu kuduk Liza merinding. "Ok ok gue paham". Kedua tangan Liza terangkat pasrah.
"Gimana jawaban lo?". Liza membahas kembali ajakkan Roby untuk nongkrong.
"Tergantung mood Arga sih". Ucap Retha santai.
"Kok gitu". Heran Liza.
"Gak lihat nih anak lagi mode apa, kalaupun gue mau tapi dianya kagak mau buat apa".
Kepala Liza mengangguk paham lalu menatap Arga yang acuh bermain ponsel. "Gimana ga?".
Tidak ada jawaban sama sekali membuat Liza pasrah tidak mau bertanya yang kedua kali.
"Sekalian lunch diluar, gimana?". Kini Retha yang mengambil peran. Toh ia juga mulai bosan di mansion.
Ada pergerakan dari Arga menatap jam besar yang ada di ruang keluarga menunjukan pukul 11 siang.
"Oke".
"Nah kan sama pawangnya aja nurut". Ucap Liza jengah lalu memakan cemilan lagi.
"Lo kabarin mereka dulu, kita mau ganti baju". Retha merentangkan kedua tangannya ke hadapan Arga yang sudah berdiri.
Tanpa pikir panjang Arga membawa Retha ke dalam pelukannya berjalan sambil menggendong gadis itu apa koala memasuki lift menuju kamar yang ada di lantai 3.
Cekrek
"Oiii, Dasar bucin". Gumam Liza lalu menekan aplikasi Instagram agar dirinya tidak galau sendirian melihat kelakuan mereka yang gak bisa dipisahkan.
Komentar
RobyKusuma @RethaEZ 😭😭😭😭
XianLiza_Leonard @RobyKusuma Dih, ni anak napa? Kesambet lo.
RobyKusuma @XianLiza_Leonard Lo setannya.
DirgaRahardian Woy buruan napa malah ngebucin lo berdua ditungguin @RethaEZ @ArgaMZ.
RethaEZ Siapa elo nyuruh nyuruh gue 🖕
RobyKusuma @RethaEZ Ayang tangannya jangan gitu. Gak baik nanti ada yang gigit.
XianLiza_Leonard @RobyKusuma @RethaEZ Kanibal kali ah.
RobyKusuma @XianLiza_Leonard Gue gak bilang manusia ya 🤪🤪
XianLiza_Leonard GUE OTW!!
Liza menyimpan handphone ke dalam tas saat melihat lift terbuka menampilkan sepasang saudara kembar yang sudah ditunggu banyak orang.
...•••••...
TBC
Jangan lupa like dan commentnya kalo kalian suka cerita ini ❤️ See u next part 🥰
Mampir ke cerita author yang terbaru. Cek di profil ya. selamat membaca 🙏
Dukung terus karya karya aku biar author lebih semangat untuk update cerita setiap bab per bab.
...******BABAY******...
__ADS_1
...❤️...