
"Tapi Harlan..." tiba-tiba Margaret memeluk tubuh kekar Harlan dari belakang.
Disaat itulah Lupita yang langsung masuk karena melihat pintu ruangan suaminya sedikit terbuka. Ia di kejutkan dengan pemandangan yang menyakitkan, bola matanya memanas. Tak ingin menyapa atau menegur suaminya Lupita berlari meninggalkan ruangan itu.
"Lepaskan Margaret! Kau jangan lancang!" hardik Harlan, melepaskan kedua tangan Margaret dengan kasar.
Lupita terus berjalan cepat meninggalkan ruangan Harlan, perasaannya sangat sakit dan kalut, bodohnya ia malah pergi dan tak sanggup untuk melihat kemesraan itu. "Seperti itukah kelakuan mas Harlan di belakang ku? Tapi suamiku baru hari ini masuk kantor. Lalu siapa wanita itu, Cliant kah?" pikiran dan hati Lupita terus berkecamuk. kaki Lupita sudah berdiri di depan pintu lift, Namun, saat pintu lift mulai terbuka, Sosok Wiliam keluar dari kotak berukuran 2x2 meter itu. Tentu saja Wiliam terkejut dengan kehadiran Lupita, apalagi wajahnya terlihat murung dan sembab.
"Nona Lupi? Anda disini."
"Will..."
Saat Lupita Ingin masuk kedalam lift, Wiliam mencegahnya.
"Tunggu Nona! apa Nona dari ruangan Tuan? apa Tuan ada di ruangannya? Wiliam bertanya seperti itu karena melihat ada sisa jejak airmatanya di pipinya.
Lupita terdiam, ia hanya menghela nafas kasar. pintu lift sudah tertutup. "Apa sebaiknya aku tanya Wiliam, siapa wanita itu? aku sangat penasaran, apa hubungan mas Harlan dengan wanita cantik itu, wajahnya seperti orang bule dan tubuhnya seksi, sudah pasti aku tidak ada apa-apanya dari wanita itu. Dan kenapa suamiku diam saja saat wanita itu memeluknya?"
"Nona...!
Lupita tersentak dari lamunannya, ia menarik pikirannya kembali dan menatap Wiliam. "Will, apa suamiku memiliki wanita lain di belakang ku?"
Wiliam mengangkat satu alisnya "Maksud Nona..?"
"Ada wanita bule di ruangan suamiku dan mereka..." Hah! Lupita mendesah kasar.
"Apa yang Nona Lupi pikirkan adalah Margaret. Jadi Margaret masih berada di ruangan itu? tanyanya dalam hati.
Lupita menekan tombol lift dan tidak ingin membahas lagi, walau hatinya penasaran dan ada rasa nyeri.
"Nona! ayo ikut aku. jangan bicara disini."
"Kita mau kemana will.."
"Kita pindah ke balkon, disana bebas bicara. Saya tidak ingin ada orang lain yang mendengarkan."
Lupita mengikuti langkah Wiliam menuju balkon yang berada di lantai itu.
"Kau ingin bicara apa will..!
"Mengenai wanita itu, masih ada hubungannya dengan Tuan Goergie." Wiliam ingin meluruskan.
"Maksudnya hubungan apa? apa benar mereka berdua sepasang kekasih."
"Bukan Nona, dengarkan dulu saya bicara."
"Wanita itu datang bersama Pamannya tuan Goergie dari Belanda. Mereka ingin menjalin kerjasama dan membuka anak perusahaan."
__ADS_1
"Berarti mas Harlan memberikan peluang untuk wanita itu lebih dekat dengannya. pantas saja saat wanita itu memeluk suamiku, mas Harlan diam saja" ucap Lupita geram dengan mata berkaca-kaca.
"Apa..? Wiliam membelalakkan matanya "Tidak mungkin, Tuan Georgie tidak akan seperti itu! Dia Pria setia dan hanya mencintai Nona."
"Tapi aku melihat dengan mata kepala ku sendiri will..!"
"Mungkin wanita itu hanya..."
"Hanya apa Will...!" potong Lupita.
Wiliam semakin bingung menjelaskan nya, ia menggaruk alisnya "Begini Nona, nanti minta penjelasan langsung dengan Tuan Goergie, saya tidak berhak ikut campur, tapi yang harus Nona percaya tuan Goergie hanya mencintai Nona."
"Berarti kau tahu semuanya bukan? kenapa kau menutupi kelakuan suamiku!"
"Dengar Nona! Lebih baik Nona masuk kedalam ruangan tuan, dan lihat sendiri bagaimana sikap Tuan Georgie padanya. kalau Nona memang mencintai suami Nona, tidak ada salahnya Nona melihat langsung dan tahu kebenarannya, daripada menerka-nerka dan membuat hati semakin resah."
"Aku sudah sepakat dengan Mas Harlan, kalau di kantor aku bukan status istrinya, dan aku yang meminta untuk merahasiakan pernikahan kami."
"Baiklah, Nona saya antar ke ruangan tuan dan berperan sebagai Cliant, dan saya akan membawa wanita itu pergi dari ruangan Tuan Georgie. Nona bisa bertanya langsung pada Tuan siapa wanita itu."
Lupita menarik nafas dalam dan mengangguk setuju. Mereka berdua berjalan kearah ruangan Goergie.
"Tok! tok! tok!
"Masuk Will! ucap Harlan yang melihat asistennya berdiri di ambang pintu dengan pintu sedikit terbuka.
"Maaf Tuan, ada Cliant yang ingin bertemu."
"Dari PT sentosa."
"Baiklah, silakan masuk!
"Maaf Nona Margaret, bila tidak ada kepentingan lagi, saya akan mengantarkan Nona.."
"Aku ingin belajar, biarkan aku disini dan Ingin tahu cara melobi Cliant."
"Bukankah Anda seorang pembisnis? sudah pasti paham cara melobi Cliant, hanya beda di produk dan pemasaran saja, Nanti saya yang akan mengajarkan Nona." tegas Wiliam
Harlan hanya duduk di kursi presdir dan berkutat dengan tablet ditangannya. "Suruh Cliant ku masuk! perintah Harlan. tanpa peduli dengan keberadaan Margaret. Rasanya Harlan sudah malas berhadapan dengan ular seperti Margaret.
"Silakan Nona, masuklah!"
Lupita yang sudah merias wajahnya agar tidak sembab dan terlihat cantik kembali, ia keluar dari balik dinding dan masuk kedalam ruangan suaminya. Harlan terperanjat kaget, hampir saja tablet ditangannya terlepas, karena ia tak ingin istrinya salah paham dengan kehadiran Margaret.
"Tuan, saya datang kemari ingin membahas masalah kerjasama kita, bisa kita bicara?" ucap Lupita menatap tajam kearah suaminya.
"Iy-a tentu saja." Harlan dibuat gugup dan salah tingkah, mata Harlan melirik kearah Wiliam dan memberi kode agar Margaret keluar dari ruangannya.
__ADS_1
"Ayo Nona saya antar ke bawah!"
Margaret menatap lekat Lupita dari atas sampai bawah. Lupita berpenampilan tak kalah seksi hari itu, memakai dress mini ketat selutut dan leher berbetuk V dibalut blazer navy, alas kaki heels dan tas tangan kecil branded merk Hermes, tentu saja penampilan Lupita bukan kaleng-kaleng, Ia terlihat modis dan elegan. Hanya saja kurang percaya diri dan mudah menerka yang belum pasti.
"Goergie, apa aku tidak bisa melihat cara kerja kalian? aku masih harus butuh belajar bukan?"
"Maaf Nona Margaret! kita baru akan mulai kerjasama itu setelah pembangunan proyek cabang selesai, masih banyak waktu untuk belajar dengan Asisten Wiliam." jawab Harlan tegas, ia ingin perlihatkan di depan istrinya kalau tidak ada hubungan apa-apa dengan wanita yang terus mengejarnya.
"Silakan Nona! Wiliam terlihat geram dan berjalan mendekat "Cepat keluar dari ruangan ini sebelum saya seret anda!" bisik Wiliam penuh penekanan.
Margaret berdecih dan menatap kesal pada Wiliam "Baiklah, besok aku akan kembali." Margaret berjalan keluar dan saat di ambang pintu ia membalikkan tubuhnya "Oiya Goergie, bagaimana tawaran paman nanti malam, apa kita bisa dinner bersama?"
"Tidak bisa! aku banyak urusan!"
"Hmm.. Okey, bay ..."
Wiliam menutup pintu dan berjalan di belakang Margaret.
Harlan bernafas lega. Ia berjalan mendekat kearah istrinya yang masih berdiri "Sayang... kau datang kemari kenapa tidak kasih kabar?'
Lupita menepis tangan suaminya saat akan memeluknya "Tidak usah sok peduli!
"Sayang... kau ini kenapa sih! Ayo duduk dulu." Harlan menarik tangan istrinya, sekali lagi Lupita menepisnya.
"Tidak usah sentuh aku! jijik aku melihat suamiku di peluk wanita lain!"
Harlan membulatkan bola matanya "Sayang, kau pasti salah sangka! sejak kapan kau datang? kenapa tidak langsung masuk agar kau tidak salah paham."
"Bagaimana aku mau masuk, melihat wanita itu memeluk suamiku dari belakang? dan kau diam saja! aku tidak ingin melihat kalian bermesraan makanya aku pergi dan tak jadi masuk, lalu aku bertemu Wiliam saat keluar dari lift."
Harlan menyentuh pipi istrinya "Kau tidak melihat semuanya bukan? saat aku tersadar Margaret memeluk ku, aku menepisnya dan memaki dia."
Menarik tangan kekar Harlan dari wajahnya "Ohh jadi wanita itu bernama Margaret! ada hubungan apa Mas dan wanita bule itu!"
Harlan mendesah kasar, mengusap wajahnya berkali-kali, menatap lembut wajah istrinya yang sedang di bakar api cemburu. Tidak ingin terus ada kesalahpahaman. Harlan mencium bibir istrinya agar tidak terus-menerus mengomel. Awalnya Lupita berontak, pada akhirnya ia menikmati ciuman hangat suaminya. Hatinya yang sejak tadi panas membara kini terasa menghangat, nafas kasar dan emosinya seketika mereda.
Setelah Lupita sudah tidak emosi lagi, Harlan melepas ciumannya dan memeluk erat tubuh istrinya "Aku sangat mencintaimu sayang. Jangan pernah berfikir aku selingkuh."
Harlan mengurai pelukannya dan membingkai wajah istrinya "Kau harus percaya pada suamimu ini, aku tidak akan berkhianat darimu Lupi! hanya kau satu-satunya wanita yang aku cintai." airmata Lupita sudah menetes, Harlan mengusap lembut tetesan kristal bening itu, lalu mencium lembut keningnya.
"Ma'afkan aku Mas..! hiks.. hiks.. "Ma'afkan telah meragukan cintamu." Lupita masuk kedalam pelukan suaminya.
🔥
🔥
🔥
__ADS_1
@Kemaren babnya doubel ya, sistem dari NT nya kadang suka eror, maklumi ajah ya AllðŸ¤
@Bersambung.....