
"Nona Della! anda di panggil Tuan Goergie."
Della tersenyum puas "Baik kak Will!"
Setelah berbicara Wiliam pergi.
"Ingat ya Diana, kau karyawan yang merasa sok pintar! lihat saja akan aku adukan pada kakak ku! bersiaplah untuk tinggalkan perusahaan ini! ucap Della sombong sambil mengibaskan rambutnya dan berjalan pergi.
Dengan pedenya Della masuk kedalam lift mengikuti langkah Wiliam.
"Hey Will, menurutmu apakah Diana pantas di pecat, kelakuan nya sangat menyebalkan."
Wiliam memutar bola mata malas "Yang memutuskan layak atau tidak pantasnya Tuan Georgie, dia pemilik Perusahaan ini."
"Aku akan adukan pada kak Harlan kelakuan Diana yang selalu protes bila di beri tugas, Kenapa juga orang seperti Diana pemalas itu bisa bekerja di perusahaan kak Harlan!" gerutunya seraya melipat tangan didada.
William menoleh sebal wajah Della "Diana sudah bekerja lama di perusahaan Vandeles, walau perusahaan ini baru satu tahun enam bulan berjalan, tapi Diana sangat kompeten dan cekatan dalam bekerja, di samping ia lulusan S2 di bidang ekonomi." sindir Wiliam dan keluar dengan cepat saat pintu lift terbuka.
"Cih! sombong sekali kau will! kau malah banggakan Diana yang hanya karyawan biasa, aku harus bilang pada kak Harlan untuk memecat Diana!" ucapnya pada diri sendiri, di sela langkahnya masuk kedalam ruangan Harlan.
"Ups! ini kesempatan aku untuk bermanja dan menggoda kak Harlan, biasanya dia tidak pernah mau aku temui kalau bukan urusan pekerjaan. Sekarang waktu yang tepat!" Della tersenyum puas, berjalan menuju toilet yang tak jauh dari pintu lift, ia mematut dirinya di depan cermin. Merias wajahnya dan menambah lipstik merah cabe di bibirnya agar terlihat sensual. "Eit, ada satu yang kurang, belahan span rok ku kurang keatas." Della yang selalu percaya diri dan tak pernah berfikir dengan akal sehat, merobek belahan span di depan, hingga terekspos paha mulusnya.
Della berjalan ke ruangan Harlan bersama hembusan aroma parfum favoritnya yang begitu menyengat.
(Della, loe pake minyak wangi nyongyong ya, yang biasa di pakai buat urut emak-emak 🤣🤣🤣) author.
(Ya ellah Thor, loe julid mulu sama gue, nggak pernah ada di pihak gue!")
("Habis loe songong sih! kwkwkw)
("Huwaaaaa...plis deh Author.')
Ceklek!"
"Kak! Della berjalan kearah meja kerja Harlan, yang sedang berkutat di depan laptop.
Didalam ruangan hanya ada Della dan Harlan, ia Menatap dalam wajah tampan Harlan, dengan rahang yang tegas dan senyum tipis di bibirnya.
"Bagus! tidak ada Wiliam, ini kesempatan ku untuk menaklukan hati kak Harlan!"
__ADS_1
"Ehem! kak apa ada yang bisa saya bantu?"
Harlan mengangkat wajahnya dan persilahkan Della untuk duduk si sofa. Ia mematikan laptop dan duduk di depan Della. Senyuman termanis Della berikan pada pria tampan didepannya.
"Dell, Kaka minta maaf sebelumnya, untuk posisi kamu di bagian akuntan akan ada yang menggantikan."
Seketika senyuman Della memudar, berubah menjadi amarah yang mengebu.
"Apa..?! Della terkejut dengan mata membola lebar "Apa-apaan ini kak! jadi kaka mau memecat ku! tidak bisa kak, aku tidak terima! teriaknya lantang
"Aku tidak memecat mu Del, tapi memindahkan posisimu dan tugasmu lebih ringan."
"Di bagian apa Kak!"
"Membuat laporan pekerjaan karyawan, dan membantu tugas karyawan bila di perlukan, kadang mereka harus bulak-balik fotocopy ke lantai atas untuk mencetak desainnya." tutur Harlan santai.
"Itu sama saja aku menjadi kurir kak! melayani karyawan di perusahaan Vandeles, dimana harga diriku! ini pasti perbuatan kak Luvi kan!" teriak Della tak terima.
"Kau jangan bawa-bawa nama istriku, di dalam perusahaan ini!" tegas Harlan
Luntur sudah airmata Della "Kau memang jahat kak! aku ini sepupu Bibi, dan kau bertanggung jawab atas nasibku! padahal Bibi sudah banyak menolong mu, bahkan ibuku juga menyayangi kak Harlan seperti keponakan sendiri! inikah balasan kaka pada Keluarga kami!"
"Dell, kau jangan sangkut pautkan antara pekerjaan dengan hutang budi! sampai kapanpun aku tidak akan bisa membalas kebaikan ibu asuh juga kelurga mu, tapi aku mohon. Perusahaan ini bukan milik ku sendiri, ada investor yang bergabung dengan beberapa PT di dalamnya. Mereka membutuhkan karyawan berkualitas."
"Aku tidak bilang kau bodoh! seharusnya kau paham dengan kualitas dan pendidikan mu, bukan berarti aku merendahkanmu, Dell!"
Della terdiam sambil mengatur nafasnya yang memburu, pikirannya sedang kacau, rasa kecewa dan malu menjadi satu. Apa kata mereka kalau jabatannya turun dratis menjadi office girl, mengantar surat laporan dan membantu karyawan lainnya."
"Ini tidak bisa di biarkan, aku harus mengadu pada Bibi, bibi harus bisa menyakinkan kak Harlan untuk merubah keputusannya! gajih 15 juta sebulan akan menguap begitu saja. Padahal dari hasil kerja ku selama ini, ibu di kampung bisa membeli kebon dan sapi, bahkan sekarang ibu sedang renovasi rumah dari hasil meminjam uang 250 juta pada Bibi. Dengan harapan aku akan mencicil dari gaji ku, kalau jabatan ku turun paling gajih ku hanya 5 juta!" gumamnya dalam hati, dadanya begitu sesak dan nyeri.
"Kau tidak usah khawatir, aku akan memberikan kompensasi uang untuk mu, Dell." ujar Harlan seraya beranjak dari duduknya dan melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.
Della tersenyum licik, ia mulai menyusun rencana. "Lihat saja kak! aku akan permalukan dirimu, kau sudah menjatuhkan harga diriku, tidak akan aku biarkan kau menang!"
Mengambil air putih dalam dispenser dan berjalan mendekat kearah Harlan duduk.
"Kak, kau pasti haus. Minumlah dulu, mungkin kau akan merayakan kebagian mu setelah puas menurunkan jabatan ku! tawar Della menyodorkan air putih itu. Kening Harlan mengkerut "Apa maksud mu Dell?'
Tiba-tiba air itu tumpah ke pakaian Harlan dengan sengaja.
__ADS_1
"Della! apa-apa kau ini?!" bentak Harlan, ia berdiri mengibas-ngibas kan kemejanya yang sudah terlanjur basah.
"Ma-maaf kak! aku tak sengaja." ikut mengusap dada bidang Harlan dengan modus ingin membersihkan kemeja Harlan.
"Sudah minggir! Harlan melepas jas dan kemejanya, tinggal singlet putih yang melekat di tubuh kekarnya. Dengan keberanian entah darimana atau obsesi Della yang ingin memiliki Harlan, ia merobek kemejanya, hingga kancing bajunya berjatuhan, bra pink menyembul dan terekspos jelas, ia melepas kemejanya dan melemparkan asal. Tanpa sungkan Della mendekap erat tubuh Harlan, spontan Harlan kaget dan mendorong tubuh Della, Namun, Della semakin kuat memeluknya.
"Della apa yang kau lakukan!" pekik Harlan "Lepaskan!"
"Kak! aku mencintaimu kak! kenapa kau sia-siakan aku! bahkan kau menikahi wanita bodoh itu, bertahun-tahun aku menunggu mu!
"Della kau sudah tak waras!" bentak Harlan, kedua netra nya membulat sempurna.
Della mendongakkan wajahnya, menatap air muka Harlan yang terlihat murka "Iya aku sudah tak waras karena mu kak! kau yang sudah buat aku gila! biarkan aku memiliki mu Kak!"
"Lepaskan Della! lepaskan...!!' Harlan berusaha melepaskan dari jerat Della, entah kekuatan darimana Della sanggup menjeratnya kuat.
"Baiklah, aku akan lepaskan. Asalkan Kaka tidak merubah posisiku! Bila tidak, aku akan berteriak kalau Kaka telah memperkosa ku!"
"Kau memang sudah tidak waras! dimana otak mu, Della!"
"Baiklah aku akan berteriak! biar semua karyawan tahu kalau CEO yang mereka banggakan adalah seorang mesum!"
"PLAKK!
Harlan sudah tidak dapat menahan emosinya, sebuah tamparan keras mendarat di pipi Della, Namun dekapannya tidak membuat Della mau melepaskan nya. Della masih terus menempelkan tubuhnya lebih rapat pada Harlan.
"Ceklek!"
Sebuah pintu terbuka.
"Wiliam.... tolong aku! kak Harlan ingin perkosa Aku!" teriak Della melepaskannya dirinya dan menjatuhkannya tubuhnya ke lantai.
Mata Wiliam terbelalak melihat dua orang di depannya. Della menangis meraung-raung di lantai dengan pakaian berantakan, ia hanya memakai bra dan span rok yang sudah robek.
Harlan menggeleng kuat."Tidak will! ini tidak seperti yang kau lihat."
💜
💜
__ADS_1
💜
Bersambung.......