
"Georgie menikah lah dengan Margaret! pinta Alfonso dengan senyuman yang tersirat.
Deg! jantung Harlan hampir saja terhenti saat Alfonso menyebutkan nama wanita yang ia benci, ia sudah menduganya sejak awal pasti Paman nya memilihkan menjodohkan dirinya pada Margaret. seketika senyuman Harlan memudar.
"Paman jangan bicarakan ini dulu, paman sedang sakit bukan? Harlan mencoba tenang dan tak tersulut emosi.
"Ceklek!
"Paman!
Seorang wanita cantik masuk kedalam ruangan rawat inap Alfonso dengan membawa berbagai macam makanan di tangan nya.
"Metha! panggil Alfonso.
Harlan menatap sinis wanita yang sudah berdiri di sampingnya.
"Haiii Georgie! kapan datang?"
"Baru saja! ucapnya dingin
"Paman aku membawakan ini, semoga Paman suka." menaruh buah buahan dan dessert di atas nakas.
"Terima kasih Metha!
"Semoga Paman cepat sembuh dan kembali meneruskan bisnis kita."
"Georgie selama Paman sakit, kau yang harus menggantikan bisnis Paman disini, apalagi Paman baru saja membuka perusahaan baru dengan Margaret."
"Tapi Paman! aku tidak bisa meninggalkan perusahaan di Indonesia!"
"Kau bisa menaruh orang kepercayaan disana bukan? Paman rasa Wiliam bisa gantikan posisi mu disana!
"Tapi Paman, aku juga baru merintis perusahaan disana!
"Apa kau tega melihat Paman seperti ini!
Harlan menarik nafas dalam-dalam, menahan rasa kesal yang mendalam.
"Paman Alfonso, jangan terlalu banyak bergerak Paman masih butuh perawatan bukan? kurasa Georgie tidak akan tega meninggalkan Paman sendiri? tersenyum licik.
"Margaret! bisa kita bicara sebentar! menarik tangan Margaret dan membawanya keluar ruangan.
"Apa maksud perkataan mu tadi! menghempaskan kasar tangan Margaret, "Kau pikir aku tidak tahu arah pembicaraan mu, jangan mencari muka didepan Paman!
"Apa maksudmu Georgie? apa aku salah bila dekat dengan Paman mu? paman Alfonso sudah seperti ayahku!
"Bulshit! jangan cuma manis didepan saja Margaret! aku tahu siapa dirimu, wanita licik yang ingin menghalalkan segala cara, mungkin saja pamanku bisa kau kelabui, tapi tidak diriku! menatap sinis pada wanita didepannya, dan meninggalkan Margaret begitu saja.
"Sial! masih saja dia membenciku! aku harus bisa menaklukkan Georgie apapun caranya! berjalan masuk kembali kedalam ruangan Alfonso.
"Paman aku butuh istirahat, rasanya lelah setelah enam belas jam didalam pesawat."
"Baiklah Georgie, istirahatlah kau di rumah!
"Baik Paman, malam aku akan kembali untuk berjaga disini!
__ADS_1
Harlan berjalan meninggalkan kamar rawat inap Alfonso diikuti Wiliam, saat didepan pintu ia berpapasan dengan Margaret, Harlan tidak peduli lagi dan terus berjalan tanpa menoleh.
Saat Margaret masuk Alfonso bangun dari ranjangnya.
"Bagaimana Paman? apa paman sudah meyakinkan Georgie?"
"Semoga saja Georgie mau mendengarkan permintaan ku."
"Tapi Paman, sepertinya Georgie masih membenciku! dan menganggapku musuh!
"Kau bersabarlah Metha, lambat laun Georgie akan seperti dulu lagi, Paman akan terus mendekatkan dirimu pada Georgie."
"Aku menyesal dulu pernah mengecewakan Georgie, padahal itu hanyalah kesalahan pahaman saja Paman, Erick tidak sengaja mencium ku, tapi Georgie marah dan meninggalkan ku di pesta itu!
"Ada yang harus kau pahami Metha! Georgie besar di Negara ibu asuhnya, mereka banyak menanamkan norma kesopanan, mungkin bagi kita orang barat itu sudah biasa, tapi bagi Georgie itu hal tabu dan dianggap tidak baik, untuk mendekatkan diri pada keponakan ku itu harus penuh kesabaran dan jangan ceroboh, ia sudah mengikuti adat ketimuran dan kita yang harus mengikuti cara dia."
"Oke Paman aku akan ikuti saran paman, tidak memakai pakaian terbuka didepannya bukan?
Alfonso menyentuh pundak Margaret "Kau harus terus bersabar bila ingin masuk kedalam kehidupan Georgie, dia menyukai wanita keibuan dan kesederhanaan."
Melipat kedua tangan didada "Ciih! sungguh membosankan, harus mengikuti gaya hidup pria culas itu, tidak boleh baju terbuka, harus sopan santun dan berkata selembut mungkin, sial! mana bisa aku seperti itu! dia banyak harta pemilik perusahaan Permata dan Berlian tapi tidak untuk di nikmati, kalau bukan karena perusahaan itu aku sudah pergi menjauh dari kehidupan Pria culas itu! gumam Margaret memaki dalam hati.
"Metha! kenapa kau melamun? apa yang kau pikirkan!"
"Tidak apa-apa Paman! tersenyum lebar "Sampai berapa lama Paman bersandiwara di rumah sakit ini!
"Kau tidak usah khawatir, rumah sakit ini milik temanku, sesuka hatiku bisa berada di ruangan ini! Alfonso tergeletak.
*****
Pagi itu Lupita masih berbaring diatas ranjang, rasanya enggan untuk bangun setelah rasa kehilangan hasil jerih payahnya, Lupita terus mengingat amplop yang ia taruh didalam tas
"LUPITA!.....
"Dorr, dorr, dorr..... buka pintunya!
Teriakan Lolita membuat Lupita kaget, ia benar-benar stres menghadapi Lolita yang terus membuat keributan.
"Ceklek!
"Mau apalagi kau Loly, selalu tidak bisa tenang!"
"kalau mau hidup tenang Jangan tinggal di rumah ini!
"kau selalu saja mengusir, apa kau tidak sadar kalau ini rumahku sendiri!
"Cihh! sombong sekali loe, tuh ada yang mencari loe, sono temuin!
"Mencari ku? Lupita mengerutkan keningnya.
Lupita berjalan menuju ruangan tamu dan melihat tiga orang Pria sedang duduk di kursinya yang terlihat sudah usang.
"Ada apa mencari ku!
"Kata bibi mu kau yang akan membayarkan hutang itu!
__ADS_1
"Iya tapi uang hasil jerih payahku hilang di kantor!"
"Brakk! tidak usah banyak alasan! cepat kembalikan uang juragan karyo tiga puluh juta!
"Aku tidak punya uang sebanyak itu! Kalau kalian mau aku hanya bisa bayar tiga juta dulu sisanya akan aku cicil, tapi dengan syarat jangan kalian ganggu warung pamanku lagi!
"Sudah bayarnya kurang kau ingin mengatur! selama belum lunas kami tidak akan berhenti untuk menagih!
"Aku hanya bisa bayar tiga juta dulu! tapi aku minta surat pembayaran dari kalian!
"Cepat mana uang itu!
Lupita masuk kedalam kamar dan ngambil uang yang sudah ia ambil semalam di ATM, ia keluar kembali dan memberikan uang itu oada anak buah juragan Karyo.
"Mana kwitansi nya!
"Tidak ada!
"Kalian jangan berbuat curang! aku bisa lapor kan Kalian ke kantor polisi!
Pria itu mengkepit kedua pipi Lupita dengan tangan kekarnya "Kau jangan macam-macam dengan kami, dengan mengancam akan melaporkan ke kantor polisi!
"Lepaskan keponakan ku! teriak Imron yang keluar dari dalam kamar "Kami memang orang miskin, tapi kami berusaha untuk membayar utang istriku! ini tandatangani disini kalau kami sudah membayar uang sebesar tiga juta! Imron mengeluarkan sebuah kertas yang sudah ia buat pernyataan tertulis diatas kertas itu. setelah menandatangani surat diatas kertas itu, tiga pria itu pergi meninggalkan rumah Lupita.
Lupita terduduk lemas di kursi.
"Lupi Maafkan paman dan bibimu yang sudah menyusahkanmu."
"Tidak apa-apa Paman, aku pasti akan membantu paman sebisa aku!
"Ehh Lupi! gara gara loe ibuku jadi mengungsi di rumah budeku!
"Kenapa kau terus menyalahkan aku, yang pinjam uang ke juragan itu ibumu, bukan aku Loly!
"Seandainya loe menikah dengan juragan karyo, kita gak bakal susah begini! dan warung ayah tidak mungkin mereka hancurkan!
"Diam kau Loly! bentak Imron.
"Lolita kenapa kau terus menyakiti aku, aku berusaha untuk membantu Paman dan bibi dengan bekerja pagi sampai malam, bahkan semua gajih aku bayarkan untuk bayar hutang itu." airmata Lupita sudah menetes, ia begitu kesal dan sudah tidak bisa menahan lagi dengan sikap arogan Lolita.
"Dasar luh cuma bisanya cari muka didepan ayah gue!
"LOLITA!.......
"PLAKK! tangan Imron melayang ke pipi anaknya dan menampar dengan keras "Kau sama saja dengan ibumu! tidak tau terima kasih, kita di sini cuma menumpang! jangan sampai ayah lihat kau kasar lagi pada Lupita! ancam Imron pada anaknya, Lolita memegangi pipinya yang terasa panas dan berjalan pergi masuk kedalam kamar.
"Brakk!
'
'
'
'
__ADS_1
'
Bersambung......💃💃💃💃