Suamiku Seorang CEO

Suamiku Seorang CEO
Tidak Bisa Menolak


__ADS_3

Dari jarak yang tak terlalu jauh, Rangga melihat Wiliam mengendong Inez dan mendudukkan di jok depan. Hatinya terasa panas dan terbakar.


"Aku tidak akan melepaskan mu Nez! kau harus ku dapatkan kembali, hari ini aku kalah dari pria bule itu, tapi nanti dialah yang akan ku remukan tulang-tulangnya!" Rangga berdecih sambil mengepalkan tangannya.


Setelah mendudukkan Inez di jok depan, ia menutup pintu. Wiliam berjalan dan masuk kedalam mobil, terduduk di depan kemudi dengan tubuh basah kuyup, tetesan sisa air hujan berjatuhan dari rambut pirangnya, wajah Wiliam terlihat tampan dan macho dengan rahang tegas yang ditumbuhi bulu-bulu halus. Merasa di perhatikan, Wiliam menoleh kearah inez. seketika jantung Inez berdebar cepat, dan menelan salivanya saat wajah mereka saling bersitatap. Wiliam mendekatkan wajahnya, sontak inez memundurkan duduknya hingga terbentur ujung pintu. Tubuh Wiliam semakin mendekat, jantung Inez melompat-lompat seakan ingin Ingin berlari. Menutup mata adalah salah satu menetralkan jantungnya yang berdebar. Sebuah tangan kekar pria macho itu menarik sesuatu di dekat tubuhnya, pikiran Inez sudah traveling kemana-mana dan berfikir Wiliam akan mencium bibirnya.


"Sudah terpasang!'


Inez membuka matanya perlahan. Dan ia melihat seat belt sudah terpasang ditubuhnya. Tatapan Wiliam belum beralih, sadar tubuhnya terlihat berbentuk dan buah dadanya menonjol bekas air hujan yang membasahi tubuhnya, spontan kedua tangan Inez menyilangkan kebagian dadanya.


William tersenyum seraya gelengkan kepala. "Pikiran mu sudah traveling kemana-mana, dasar otak mesum!" celetuk Wiliam dan melajukan mobilnya meninggalkan Cafe.


"Apa tadi dia bilang? otak mesum? sial, sial.. bisa-bisanya pria angkuh itu bilang aku otak mesum! gerutu Inez dalam hati. "Untung saja tampan, masih aku maklumi?" Eh-tadi dia tersenyum. Ya Tuhan, senyuman itu manis banget, dari pertama mengenal Pria dingin itu, seumur hidupku baru melihat dia tersenyum hari ini."


"Kau sedang mikirin apa?"


"Eh-ti-dak ada!" ucap Inez tergagap.


"Aku tahu apa saja yang kau pikirkan. Terlihat dari tatapan matamu memandangku." ujar Wiliam spontan dan tersenyum samar


Inez tersentak kaget dengan ucapan Wiliam yang spontan. "Eh, itu.." Inez menelan salivanya dan membuang tatapannya kedepan.


Perasaan malu dan canggung bercampur jadi satu. Inez mengatur nafasnya dan menariknya dalam-dalam. "Tidak, aku tidak boleh terlihat lemah dan mudah tergoda pada pria di sampingku. ingat tujuan mu Inez!" debatnya dalam hati.


"Kok diam?" tanyanya lagi, sambil fokus menyetir.


"Jangan sembarang ngatain orang otak mesum!" Maki inez tiba-tiba. ucapannya mengalir begitu saja.


Wiliam menautkan kedua alisnya dan tiba-tiba ia tergelak. "Kau sangat manis dan menggemaskan kalau sedang ngambek."


"Astaga dia pikir aku lucu? apa cara ngambek ku terlihat imut? tanyanya pada diri sendiri.


"Manis sekali, pipi mu terlihat merah." goda Wiliam lagi, dan tersenyum sumringah.


"Ap-apa? spontan Inez memegangi kedua pipinya.


Wiliam semakin senang melihat sikap Inez yang salah tingkah dan menggemaskan. "Astaga, Kenapa aku baru menyadari, kalau wanita ini terlihat cantik dan seksi, bahkan sangat menggemaskan dengan sikapnya yang sedikit jaim." batin Wiliam terkekeh seraya gelengkan kepala.

__ADS_1


"Apa kau sudah makan?" tanyanya tiba-tiba.


"Hah?! Inez tersentak dari lamunannya.


"Kau ini sedang memikirkan apa sih, sejak tadi aku bertanya hanya planga-plongo?


"Apa Tuan bilang? tuan selalu saja mengejekku! bisa tidak bicara dengan kalimat yang baik dan tidak menyungging. Bukankah Tuan seorang pria terhormat? hargailah wanita dan jangan seenaknya bicara! gerutu Inez panjang lebar.


Bukannya marah atau tersinggung, lagi-lagi Wiliam tergelak.


"Kenapa ketawa, apa ada yang lucu? bentak Inez sambil melototi ke arah William yang sedang menyetir.


"kan sudah kubilang, kalau lagi marah sangat menggemaskan dan lucu."


Inez mengerucutkan bibirnya sambil menatap jalanan didepannya. "Ck. percuma juga bicara dengan Pria menyebalkan ini! yang ada malah semakin bikin aku senewen! batinnya mencabik kesal.


"Kita makan dulu!"


"Tidak usah! jawab inez ketus


"Kenapa?


"Oiya aku lupa? bukankah tadi kau sedang makan bersama kekasihmu?


"Apa Tuan bilang! kekasih..? tolong di ralat, dia itu mantan ku!" tegas Inez masih melipat kedua tangan didada.


"Baguslah, jadi masih ada harapan!"


"Harapan? maksud Tuan?"


"Jangan panggil aku Tuan, bila sedang berdua, panggil saja Wiliam."


"What?? apa otak Pria angkuh ini terbentur tembok, cepat sekali dia berubah baik! Ck, memang penampilan cantik dan memiliki daya tarik sangat diperlukan, bisa membuat Pria berubah dratis. Dulu jangankan Ingin dekat-dekat denganku, saat aku berbicara dengannya dan memberikan laporan project apartemen, menatap aku saja tidak! bahkan dimatanya aku terlihat jijik!"


"Stop!


Tiba-tiba Inez berteriak. Seketika Wiliam menghentikan mobilnya dengan cepat.

__ADS_1


"Kau bikin aku kaget saja!"


"Turunkan aku disini!" teriak Inez, ia sangat kesal bila mengingat sikap Wiliam dulu padanya, berhasil membuatnya minder.


"Apa-apaan kau ini?" lihat di luar masih hujan deras. Aku akan mengantarkan mu pulang."


"Tidak perlu! aku bisa pulang sendiri!"


"kau jangan keras kepala inez, ini sudah malam! dan hujan masih deras!"


"Bukan urusan tuan! Inez melepas seat belt dari tubuhnya dan membuka pintu mobil, hujan masih deras. Dengan cepat Wiliam menarik tangan Inez dan menutup pintunya kembali. Inez berontak dan memaki.


Apa yang kau inginkan dariku Tuan! lepaskan!" teriak inez. Tiba-tiba Inez tidak bisa berteriak dan berontak lagi. Tubuhnya seketika kaku, karena bibirnya sudah di bungkam oleh bibir Wiliam. Seketika detak jantung Inez berpacu dengan cepat. Bodohnya ia tidak bisa berontak dan malah menikmati ciuman William. Inez menutup matanya dan membiarkan bibir Wiliam melebur jadi satu. Ciuman itu semakin liar dan dalam, nafas Inez hampir habis, Wiliam sangat mahir memainkan lidahnya dan membuatnya hampir lupa akan tujuannya. Inez mendorong kuat tubuh kekar Pria macho yang sedang asyik meng*lum bibir tipisnya.


Pagutan itu akhirnya terlepas dengan nafas tersengal dari keduanya. Wiliam menatap wajah inez seraya mengusap bibirnya lembut, satu jarinya bermain indah di bibir Inez yang merah merona "Ini yang aku inginkan!" bisiknya


"BRENGSEK!"


Inez mendorong kuat dada Wiliam, seraya mengatur nafasnya yang tersengal.


"Kenapa? kau menikmatinya bukan?"


Bodoh! kini ia merutuki dirinya sendiri yang mudah terlena hanya dengan lum*tan bibir Wiliam yang sangat seksi dan menggoda. Tatapan pria itu terlihat teduh, seakan berkata aku menyukaimu." Gila! gila! gila! teriaknya dalam hati. Otak Inez seakan tidak bekerja dengan baik. Hatinya merutuki, Namun bibinya terkatup.


"Diam lah, jangan berontak lagi, bila tidak aku akan mencium bibirmu lebih dari itu!" ancam Wiliam dan membetulkan posisi duduknya. Wiliam kembali melajukan mobilnya dengan tenang, menembus jalanan raya ibu kota.


Inez hanya terdiam dan terpaku, Otaknya terus berputar, ia masih tak percaya dengan apa yang baru saja ia alami. "Apa yang sudah Pria menyebalkan itu lakukan?" tanpa sadar Inez menyentuh bibir dan menggigitnya kuat. Tadi Wiliam menciumnya secara paksa, namun ia merasakan debaran jantung yang tak karuan, di barengi sengatan listrik pada tubuhnya. Aliran darahnya berdesir saat Wiliam mencium bibirnya lembut dan meluma*tnya penuh gairah. Bila ingat itu tubuh Inez merinding.


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


Alhamdulillah, satu bulan penuh kita menjalankan ibadah puasa 😍. Kini kita merayakan hari kemenangan. Di hari yang Fitri ini, Saya BUNDA ENNY mengucapkan


MINAL AIDZIN WALFA'IDZIN. MOHON MAAF LAHIR & BATHIN πŸ™


Maaf bila ada kata-kata Bunda yang kurang berkenan dalam memberikan komentar atau ketikan yang berasal dari dalam hati. Semoga di hari yang Fitri ini kita saling memaafkanπŸ˜πŸ™ Aamiin ya rabbal Aalamin 🀲


@Maaf, beberapa hari ini tidak Up, pasti kalian tau kan kita sama-sama sibuk di real, insyallah nanti akan up seperti biasanya.

__ADS_1


@BERSAMBUNG......


__ADS_2