Suamiku Seorang CEO

Suamiku Seorang CEO
Mendadak Menikah


__ADS_3

KREKK..


Harlan keluar dari kamar mandi, dan berjalan di kegelapan sambil meraba-raba.


Tiba tiba....


"BRUKK!


"Aaawwww... Lupita terpekik!


Seketika lampu menyala terang benderang. terdengar suara Bejo dan beberapa orang di depan pintu.


Lupita yang tidak bisa menahan tubuh berat Harlan, ikut terjatuh. Hingga posisi Harlan, sedikit menimpa tubuh Lupita. Lupita mendorong dada bidang Harlan untuk menjauh dari tubuhnya


"Woy!!! kalian sedang apa? pasti lagi berbuat mesum ya?" teriak Bejo, mereka langsung masuk kedalam rumah Lupita.


"Ma...maaf Lupi... Sungguh ma'afkan saya." tutur Harlan kaget. Baru saja hendak berdiri Bejo dan bapak bapak itu menarik kerah baju Harlan.


Lupita lantas berdiri dan menggeleng cepat.


"Tidak Pak... sumpah demi apapun kami tidak sedang berbuat mesum." jawab Lupita merasa panik.


Bapak-bapak itu sudah menyoroti tubuh Harlan.


"Lihat itu! gespernya saja terbuka, sudah tidak terpasang lagi! seru Bejo


"Astaga." Harlan panik. Saking paniknya karena kamar mandi gelap, ia lupa belum memasang gespernya kembali.


Lupita membulatkan bola matanya saat melihat posisi Harlan berdiri.


"Sungguh Pak, kita tidak berbuat apa-apa tadi!" Harlan mencoba menjelaskan dengan kening mengkerut, sambil mengencangkan gespernya.


Alllaaaahhhh... alasan! sudah kita bawa saja ke rumah Pak RT." teriak warga.


"Ya ampun Pak! sungguh kami tidak ngapa-ngapain?! Harlan kembali meyakinkan.


"Diam kau! hardik Bejo dengan mata melotot. "Sudah kepergok mesum, masa mau mengelak lagi!".


Buuuuaakkkk.. Tiba-tiba salah seorang pria menghajar wajah Harlan. Harlan tidak bisa melawan karena posisinya sedang terjepit.


Lupita terpekik. "Bapak-bapak tolong jangan pukul Mas ini! kami bersumpah tidak berbuat apapun, pak! Lupita mulai menitikkan air mata merasa ketakutan. Apalagi dia melihat di teras rumahnya semakin banyak saja orang berdatangan.


Salah seorang bapak-bapak, menarik baju Harlan. "Kau mau ku bawa ke kantor polisi atau bertanggung jawab atas perbuatan mu!"


"Saya benar-benar tidak melakukan apapun Pak?! ucap Harlan gusar, menghembuskan nafas kasar.


"Sudah jelas! dan buktnyai kami melihat sendiri kalian berada di lantai sedang bertumpuk. juga gesper mu pun sudah terbuka! bukti apa lagi yang kurang!


"Sudah kita bawa ke kantor polisi Ajah! seru warga yang berada di depan.


"Lebih baik kita arak ajah! usul Bejo.


"Bang Bejo! teriak Lupita "Emangnya kita habis ngapain? kalian lihat sendiri kita masih pakai baju yang utuh!


"Udah kita bawa ajah ke kantor polisi! mana ada maling ngaku! seru bapak bapak.

__ADS_1


"Kita pukuli ajah dulu orang ini! Bejo menunjuk Harlan "Baru kita bawa ke kantor polisi."


Saat Bejo mau menonjok Harlan, Pak RT datang melerai.


"Tunggu! jangan asal main pukul ajah. kita bisa bicarakan ini baik baik."


"Tapi Pak! mereka berdua sudah kepergok mesum. Dan kami melihat sendiri!" Bejo terus menyudutkan Lupita dan Harlan.


"Kau salah paham bang! jangan asal tuduh! kata Harlan, mulai kesal dengan tingkat Bejo yang terus provokator.


"Tunggu dulu, Ini kejadiannya bagaimana? kenapa bisa terjadi seperti ini?" tanya Pak RT pada Lupita dan Harlan.


Sebenarnya ceritanya begini "Mas Harlan baru saja datang kerumah, dan ia numpang ke kamar mandi. Tiba-tiba lampu padam. Dan aku mencari ponsel untuk menerangi ruangan. Aku meraba dinding untuk berjalan kearah kamar, sebab ponselku sedang di cash di kamar. Mas Harlan juga keluar dari kamar mandi. Tanpa sengaja kami berbenturan dan terjatuh bersamaan ke lantai." ujar lupita memberi penjelasan.


"Alaaaaahhh... Bohong! bisa ajah dia berdusta! maling mana ada yang ngaku! seru warga.


"Suruh dia bertanggung jawab Pak! jangan mencemarkan wilayah kita, dengan berzina!!"


"Astaghfirullah...." Lupita menyebut.


Sebentar! saya ingin bicara dulu dengan mereka berdua di saksikan pak Kodir sebagai saksi dari warga.


Akhirnya mereka berempat berembuk.


"Gimana dengan Mas nya dan juga Nak Lupi? mereka akan membawa kalian ke kantor polisi kalau tidak menikah." tanya Pak RT.


"Jangan Pak! kalau saya dibawa ke kantor polisi, bagaimana dengan kerjaan saya? pasti saya bisa dipecat dari perusahaan, kalau ketahuan ditangkap polisi karena dituduh berzina." ujar Lupita tertunduk sedih.


"Mas nya bagaimana? tanya Pak RT, dengan menatap wajah Harlan.


"kalau sudah seperti ini, ya sudah saya siap bertanggung jawab dan Menikahi Lupita. walau kami berdua tidak melakukan apapun!'


"Ma'afkan aku Mas, gara-gara aku, Mas jadi kena masalah." ucap Lupita merasa bersalah.


"Tidak apa-apa Lupi? mungkin memang takdir kita di tangan warga."


"Ini pasti ulah bang Bejo! umpat Lupita kesal.


"Saya percaya padamu Lupi. tidak mungkin berbuat mesem. Tapi mulut warga tidak akan bisa diam. Mereka akan terus mengumpat dan memaki, yang saya takutkan warga akan berbuat anarkis dan nekad, kalian akan jadi bulan bulanan mereka.


"Pak RT benar Lupi, kita harus menikah. Daripada kau dapat masalah dan hidup kita tidak akan tenang.


"Baiklah, aku setuju menikah dengan Mas Harlan, walau sebenarnya bukan seperti ini pernikahan yang aku inginkan." ucap Lupita pasrah.


Lupita meneteskan airmata lagi. Sungguh ia sangat sedih, Harus menikah tanpa kedua orang tuanya, bahkan ditangan para warga dengan tuduhan perzinahan. Pernikahan yang tidak pernah ia bayangi sebelumnya, impiannya seketika musnah. Ia hanya ingin menikah sekali seumur hidup dengan Pria pilihannya yang ia cintai, bukan pernikahan dadakan.


Harlan menatap Lupita pilu. Sungguh iapun tidak akan pernah menyangka, menikahi seorang gadis bernama Lupita. Gadis baik dan cerdas, yang bekerja di perusahaannya sendiri. Awalnya ia hanya simpati dan ingin menolong Lupita dari jerat bibinya dan juragan Karyo. Rupanya Tuhan berkehendak lain. Ia menikahi Lupita dalam fitnahan orang yang tak bertanggung jawab. Harlan pun belum yakin pada hati dan dirinya sendiri. Apakah Lupita pelabuhannya yang terakhir.


"Panggilkan ustadz Yusuf, kita nikahkan Mas ini dengan Lupita malam ini." ujar Pak RT, mengambil tindakan.


Dua orang warga memanggil ustadz Yusuf atas perintah pak RT. Dua puluh menit kemudian Pak ustadz sampai di rumah Lupita.


Pak RT selaku orang yang di segani warga di komplek nya, menceritakan kronologis nya pada Pak ustadz.


"Baiklah, kami akan menikahkan kalian berdua di saksikan RT setempat dan para warga." ujar Pak ustadz berbicara pada Harlan dan Lupita, yang sudah duduk di depan pak ustadz.

__ADS_1


Mereka berdua mengangguk.


"Apa mas kawin nya? tanya Pak ustadz pada Harlan.


Harlan terperangah, ia lupa memikirkan Mas kawin untuk Lupita.


"Karena ini menikah dadakan. Mas berikan saja uang tunai semampunya, sebagai syarat maharnya." ujar pak ustadz.


"Iya pak! Harlan mengambil dompet dari saku celananya dan membuka dompet. Matanya terbelalak. ia lupa mengambil uang cash, saat datang kerumah Lupita. Hanya ada uang recehan sisa pembelian kopi di rumah sakit tadi.


"Maaf, Pak ustadz. Saya lupa bawa uang cash, cuma ada segini? perlihatkan isi dompetnya pada pak ustadz.


"Huh! dasar miskin, cuma cari enaknya ajah. masa buat Mahar ajah nggak ada duit." sindir Bejo.


Harlan tidak mau berdebat, kalau ia mukul Bejo, pasti akan tambah masalah, lebih baik ia diam dan mengalah.


"Jadi jumlah uangnya ada berapa Mas? tanya pak ustadz lagi.


Harlan menghitung isi dompetnya "Ada 115 ribu ribu pak."


"Ya sudah buat maharnya seratus ribu rupiah saja ya, Mas?


"Iya Pak! Harlan mengangguk.


Jangankan cuma seratus ribu, seratus milyar pun aku sanggup memberikan untuk Lupita." bergumam dalam hati.


"Sekarang kita mulai, untuk wali dari Lupita saya tunjuk Pak RT, selaku ketua RT yang di segani dan dihormati warga, karena Lupita sudah yatim piatu.


"Siap pak ustadz! ujar Pak RT.


"Sudah siap ya, Mas nya jangan grogi ya? pak ustadz meyakinkan.


"Iya Pak!


"Sekarang Pak RT dan Mas nya silakan berjabat tangan." pinta pak ustadz.


Ijab Kabul pun dimulai.


"Saya nikahkan dan kawinkan wali dari orang tua Lupita Andriani binti Arman dengan Harlan bin Alfredo. Mas kawin berupa uang tunai seratus ribu rupiah di bayar tunai."


"Saya terima nikah dan kawinnya Lupita Andriani binti Arman dengan mas kawin tersebut di bayar tunai."


bagaimana saksi dan warga?


"SAH....


"SAAAAAHHHHH......


Teriak para warga. (mungkin si Bejo suaranya paling kenceng, kwkwkw 🤣)


'


'


'

__ADS_1


@Bersambung......


@Sudah 2 bab, Ayo dukung terus Author. jngan lupa untuk Vote/gift, like, rate bintang 5 dan komentar positif.


__ADS_2