
"Iya sayang." menyentuh tangan Lupi "Kau adalah istriku, sudah seharusnya aku menyayangimu."
"Cup! tanpa malu-malu Harlan mengecup lembut pipinya, Lupita di buat tersipu.
"Tidur lagi ya, Mas temenin disini." menepuk kasur yang ia duduki. Lupi mengangguk setuju, ia melihat wajah Harlan yang sudah mengantuk. Kini Harlan bernafas lega karena Lupi sudah memaafkan nya.
Malam itu Lupi tidak bisa tidur lagi, bola matanya terus menatap wajah tampan suaminya yang sudah tertidur pulas. Harlan tidur menyamping berhadapan dengan Lupi, satu tangannya merangkul pinggang istrinya yang belum pernah ia sentuh. Hembusan nafas Harlan terdengar halus, ritme jantungnya sangat teratur. Ia begitu damai dan nyaman tidur di samping istrinya.
Tanpa ragu, satu tangan Lupi mengusap lembut kepalanya, seulas senyuman samar di bibir Harlan tanpa Lupi sadari. kini tangannya mulai nakal dan memainkan alis tebalnya, jambang yang berada di tulang pipinya tak luput dari sentuhan tangan halus Lupi, brewok tipis di tulang rahang yang terlihat wajah tegas, menambah pesona seorang Harlan, Lupi tidak menyadari sedang berhadapan dengan siapa? seorang presdir yang bekerja ditempatnya. Harlan tidak terbangun, Lupi tertawa geli menahan tawanya, ia masih terus menoel-noel hidung mancung suaminya. Hingga satu jarinya hinggap di bibirnya yang bervolume. jarinya memutar membentuk bibir, tanpa Lupi sadari tangannya sudah masuk kedalam mulut Harlan.
"Hap!
"Aaawww.. ! Lupita terpekik
"Mas, lepaskan jariku." pinta Lupi manja. "Mas bohong ya nggak tidur."
Lupi menarik jarinya dari bibir Harlan. Netra mereka bertemu saat mata tajam itu menatapnya.
"Pletek! satu jari Harlan menyentil kening Lupi.
"Aaaawwww! sakit Mas! mengusap dahinya, Lupi balik mencubit lengan suaminya.
"Bukanya tidur, jarinya malah berkeliaran kemana-mana." sungutnya.
"Bodo! jawab Lupi mengerucutkan bibirnya.
Melihat istrinya mengerucutkan bibir, Harlan semakin gemes dan "Cup! melayangkan ciuman dibibir mungil Lupi.
"Ish! udah berani cium-cium." gerutu Lupi
"Biarin, kan sudah sah dari dua bulan yang lalu. seharusnya kamu udah Mas makan!
Lupi mendelik, membulatkan matanya yang semakin menggemaskan dimata Harland. "Emangnya Mas Anakonda, yang langsung menelan hidup-hidup manusia." ucap Lupita polos tanpa dosa, sebab ia belum memberikan kewajibannya pada suami tampannya. Terdengar suara kekehan Harlan yang membuat Lupi bergidik. Harlan semakin yakin pada Lupi, ia sudah jatuh hati dan lambat laun sudah mencintai istrinya.
'Mas, serem banget sih tawanya, inikan rumah sakit, mana udah jam dua lagi." Iihh... Lupi bergidik seraya membekap bibir suaminya agar tidak terkekeh lagi.
"Ya sudah ayo tidur, Mas jadi gak bisa tidur nyenyak, kalau sudah pulang kerumah, baru kita lanjut bobo panasnya."
"Hah! apa itu bobo panas? masih penasaran dengan kode-kode yang Harlan ucapkan.
"Astaga, istriku benar-benar polos." Harlan menepuk jidatnya sendri.
"Bobo panas itu, bobo bermandikan keringat? masih belum paham juga?!
__ADS_1
Lupita hanya menggeleng.
Harlan menarik nafas dalam dan di hembuskannya perlahan "Ya sudah di rumah saja kita praktekkan, sekarang kita Bobo lagi, Mas ngantuk banget."
"Bobo mandi keringat? Ohh.. maksudnya nggak usah pakai kipas angin? gerah donk Mas." celetuk Lupi masih bertanya.
Harlan semakin geregetan dengan pertanyaan istrinya yang semakin nggak nyambung. Agar istrinya diem, ia langsung mencaplok bibir imut lupita. jelas saja Lupi kaget karena ia belum pernah ciuman, ini pertama kalinya di cium suaminya sendiri. Harlan begitu menikmati, sadar ia sedang berada dirumah sakit, ciuman itu ia lepas, terdengar nafas lupita yang menderu. Hampir saja infusan nya terlepas karena Lupi mendorong kuat dada bidang Harlan. Dengan mengatur ritme nafasnya yang tersengal, Harlan menutup matanya, ia takut Juniornya akan meledak dibawah sana.
Lupita terdiam, Ia tidak bertanya lagi dan menatap kasihan pada suaminya yang terlihat lelah, Harlan telah menjaganya semalam. ia pun memejamkan mata dan kembali tertidur dalam pelukan hangat suaminya.
Dua hari kemudian Lupita sudah di perbolehkan pulang. kondisinya sudah stabil dan membaik. Harlan memutuskan untuk menjaga istrinya dan ingin mengajak nya berlibur ke Bali.
"Kau istirahat saja dulu ya, biar Mas yang pesankan makanan."
"Mas, aku belum kasih kabar kantor, sudah empat hari aku nggak masuk kerja."
"kau tenang saja ya, Mas sudah menyuruh teman Mas untuk memberitahu ke kantor, kalau kau masuk rumah sakit."
"Benarkah Mas, sudah minta tolong untuk izinkan aku tidak masuk kerja."
"Iya, ya sudah kamu istirahat saja dulu."
Lupita menurut dan tidak ingin membantu, ia membaringkan tubuhnya di atas kasur.
Suara ponsel Harlan berdering. Ia keluar dari kamar dan menjauh.
"Tuan, Ibu asuh sudah di perbolehkan pulang hari ini."
"Aku juga baru saja pulang, istriku sudah tidak di rawat lagi. tolong kau dan Pak Basir yang bawa Emak pulang, ada Della yang mengurus keperluan Emak, aku nggak tega ninggalin Lupi."
"Tidak masalah membawa ibu Asuh pulang dengan ku, tapi alasan apalagi kalau ia bertanya tentang Tuan?"
Untuk beberapa hari aku tidak pulang, dan urusan kantor aku serahkan padamu dulu. kemaren Pak Basir sudah mengantarkan pakaian ku. Kau bilang saja pada Mak, aku sedang ke luar kota mendadak urusan bisnis. Aku juga ingin istirahat dari urusan perusahaan, aku Percayakan perusahaan padamu, Will!
"Baiklah, semuanya akan saya handel."
"Pesankan tiket dan penginapan selama satu minggu di Bali."
"Tuan akan berlibur ke Bali?! Untuk kapan Tuan."
"Besok pagi aku berangkat bersama istriku.'
"Baik, akan saya atur jadwal penerbangan buat besok dan juga penginapan."
__ADS_1
Setelah telpon terputus, Harlan bernafas lega. makanan yang ia pesan di goodfood sudah sampai. ia berjalan ke meja makan, dan membuka makanan yang ia pesan.
"Sayang...,makan dulu ya baru minum obat, biar kau sehat." Lupi terduduk di pinggir ranjang. menerima piring berisi nasi dan ayam goreng. "Makan yang banyak, besok kita berangkat ke Bali."
Lupita membelalakkan matanya "Besok ke Bali? Mas jangan menghayal terus, pasti uang Mas sudah habis buat bayar pengobatan ku, sekarang malah bilang mau ke Bali." gerutunya sambil memasukkan satu sendok nasi kedalam mulutnya.
Harlan duduk di sebelah Lupi dan tersenyum sumringah "Mas sudah berjanji pada diri Mas sendiri, bila kau sembuh Mas akan membawamu ke Bali."
"Iya Mas, tapi duit darimana?!
"Bos Mas yang kasih tiket ke Bali selama satu minggu dan penginapan di pinggir pantai."
"Oh ya..? Mas, punya Bos baik banget sih!
'"Itu karena Mas kerjanya rajin, terus di tawarin mau liburan ke Bali? ya Mas bilang mau donk."
Nanti kita bereskan pakaian dan masukan kedalam koper. Besok pagi kita sudah harus berangkat, lumayan yank itung-itung bulan madu ke Bali." Hehehehe... Harlan terkekeh. Terlihat wajah Lupi merah merona, ia sudah ngebayangin akan bulan madu ke Bali, sudah pasti ia harus menyerahkan semuanya pada suaminya. Lupita harus siapkan mental walau sebenarnya ia masih takut dan gugup. Namun, melihat kesungguhan dan ketulusan suaminya, akhirnya Lupi ikhlas karena ia juga mencintainya.
****
Sementara Wiliam sudah membawa Mak Isah kembali pulang ke rumah besar.
"Will, berapa lama Harlan pergi ke luar kota? tanya Mak isah, seraya berjalan masuk kedalam ruangan tamu.
"Sekitar saru minggu."
"Kenapa lama sekali. Tidak biasanya Harlan pergi ke luar kota selama satu minggu, ini baru pertama kali selama tinggal di Jakarta Ia pergi meninggalkan Mak! terlihat wajahnya yang kecewa dan kesal.
"Sabar Ya Bu? tuan Goergie sedang mengurus bisnisnya di luar kota." ucap Wiliam meyakinkan.
"Kenapa bukan kau saja yang pergi, biasanya la selalu menyuruh anak buahnya yang pergi!" gerutu Mak isah, dengan wajah menekuk. "Sini, biar Mak yang bicara dengan Harlan!"
"Astaga Ibu asuh Kenapa tidak percaya, alasan apalagi coba? kenapa ia tidak bisa membebaskan tuan Goergie, ia baru mau honeymoon bersama istrinya. Aku harus mencegah ibu Asuh menelpon tuan Georgie" batinnya.
"Maaf Bu, ponselnya tidak aktif. sepertinya jaringannya sedang tidak bagus."
"Della! kau saja yang menghubungi Harlan." perintah Mak isah.
Sepertinya ia tidak percaya pada Wiliam, Mak Isah malah menyuruh Della. Wiliam kaget dan ia terus berusaha agar Ibu asuhnya tidak menggagalkan kepergian tuannya ke Bali.
💜
💜
__ADS_1
💜
@Bersambung.....