
WELCOME BACK READERS!!❤️❤️
Tolong kasih jejak kalian setelah membaca!! HAPPY READING ❤️
...•••••...
Di parkiran sekolah SMA CEMPAKA.
Mobil sport Lamborghini Aventador memasuki pekarangan sekolah di ikuti mobil sport lain.
Marvel, pemuda yang mengemudikan mobil depan keluar perlahan lalu matanya menatap gadis yang keluar dari mobil belakang.
"Dunia memang sangat sempit". Batin Marvel lalu melangkahkan kakinya masuk ke dalam sekolah.
Suasana sekolah sangat sepi karena saat ini bertempat dengan jam pelajaran setalah istirahat dimulai kembali.
Tujuan mereka sama, yaitu ruang kepala sekolah.
Tok tok tok
"Masuk".
Perlahan pintu dibuka menampilkan Marvel dan Shasha masuk ke dalam ruangan.
"Selamat siang tuan Marvel dan nona Shasha". Sapa kepala sekolah. "Pertama, perkenalkan saya Feri Abraham. Kepala sekolah SMA CEMPAKA". Ucap Feri (paman Rey) memperkenalkan diri.
Fedi tidak kaget dengan kedatangan Marvel yang diberitakan meninggal karena sebelumnya pihak Smith company sudah menjelaskan sedikit.
.....
Di kelas XI MIPA 1.
Semua murid sedang fokus belajar tiba tiba dikagetkan dengan mengumumkan yang mengharuskan mereka kumpul di aula sekolah sekarang juga.
Jadi semua guru membimbing siswa yang ada di kalas masing-masing ke aula agar tidak ada yang bolos.
"Males banget, ada apa sih". Keluh Liza karena tidur siangnya terganggu. Kali ini Liza saja Lea bertukar tempat menjadi Liza duduk di bangku pojok.
"Ngeluh mulu hidup lo". Ucap Roby menanggapi.
Tidak tahu sejak kapan Roby dan Liza selalu adu mulut setiap mereka berbicara satu sama lain.
Retha yang malas mendengar keributan mereka segera menggeser Arga untuk cepat pergi diikuti yang lain menuju aula sekolah.
Retha dan Arga duduk di bangku paling atas membuat siapapun yang ada dibawahnya terlihat jelas.
Untuk Liza, gadis itu duduk agak jauh tapi masih dilingkungan Rey CS.
__ADS_1
Gak lama kemudian kepala sekolah memasuki aula sekolah diikuti dua orang di belakang.
Melihat orang yang familiar dimatanya membuat Retha menyipitkan matanya untuk memastikan.
Semua orang yang ada di dalam aula dihebohkan dengan kedatangan anak pewaris utama keluarga Smith yang dinyatakan meninggal dalam kecelakaan kini sedang berdiri di hadapan mereka.
"Ngapain bang El datang kesini?". Bisik Retha di telinga Arga.
"Memancing ikan".
Kepala Retha mengangguk paham. Gadis itu paham dengan ikan yang dimaksud Arga. Lalu menatap ke depan kembali.
"Baiklah, semua murid dan guru sudah berkumpul. Jadi saya hanya ingin menyampaikan beberapa informasi untuk semuanya.".
"Pertama tama bapak akan memperkenalkan donatur terbesar sekolah agar kalian mengenal beliau. Ya walaupun bapak tahu pasti kalian juga sudah kanal".
"Perkenalkan, beliau tuan Marvel Grizelle Damian Smith dan nona Zaskia Shaquille Queenzhe selaku donatur terbesar SMA CEMPAKA".
Marvel dan Shasha berdiri lalu membungkukkan badan sedikit memberi salam dengan sopan. Dan duduk kembali tanpa mengubah ekspresi sama sekali.
"Baiklah, saya akan memulai inti pembicaraan saya. Berhubung kelas XII akan disibukan dengan banyak ujian di semester dua nanti. Jadi, kalian tidak akan diikut sertakan dalam perwakilan setiap kegiatan. Tapi--, , ".
"Tapi setalah ujian dan sebelum kelulusan berlangsung kita akan mengadakan liburan khusus kelas XII".
Semua orang murid kelas XII bertepuk tangan heboh.
"Kedua, kita akan mengadakan bazar dalam satu minggu full. Setiap kelas harus mengirim apa yang akan kalian jual kepada pengurus OSIS. Dan bazar itu dibuka untuk umum. Untuk tempat belum dipastikan karena belum mendapatkan persetujuan. Yang pasti lokasinya bukan disekolah".
"Ketiga atau yang terakhir. Informasi ini khusus untuk kelas XI".
Mengucapkan kata khusus membuat siswa lain berteriak gak terima. Tapi guru yang ada disana cepat mengendalikan kedamaian dengan khidmat kembali.
"Mungkin kalian iri tapi nanti juga akan kalian dapatkan di kelas XI. Informasi nya adalah pihak sekolah menyetujui para siswa untuk mengadakan perkemahan setelah ujian pertama di semester kedua. Hal itu disetujui agar siswa bisa bersenang senang setalah pusing mengerjakan ujian sekolah".
Semua orang yang ada di aula bertepuk tangan sangat antusias dengan apa yang kepala sekolah ucapan.
Setelah tidak ada lagi yang akan dibicarakan oleh kepala sekolah, semua murid dan guru membubarkan diri dari aula.
Sekolah tidak dibubarkan. Hanya free sampai istirahat kedua.
.....
Retha yang berjalan menggandeng lengan Arga mengarah ke kantin. Perut gadis itu minta diisi setalah mendengar pidato kepala sekolah yang panjang kali lebar.
Tentu saja diikuti oleh yang lain. Bahkan Rey CS pun ikut.
Sedang asik makan di bangku pojok kantin tiba tiba Indra pendengaran Retha menangkap suara yang sangat familiar walau terdengar dingin tapi Retha bisa mengenalinya.
__ADS_1
Kepalanya menatap ke belakang. Benar saja, terlihat sang kakak sulung sedang berjalan memasuki kantin sambil menjawab pertanyaan kepala sekolah.
Beralih ke Marvel yang sedang berbicara. Tapi sudut matanya melihat adik perempuannya sedang menatap dirinya dengan mulut penuh makanan.
"Tuan Marvel dan nona Shasha silahkan jika ingin mencicipi makanan yang ada di kantin sekolah. Kalau gitu saya permisi dulu karena ada urusan lain". Ucap kepala sekolah melangkahkan kakinya keluar dari kantin setalah mendapat jawaban.
Tanpa mempersilahkan duduk pun Shasha sudah duduk di bangku kosong yang ada di kantin.
Marvel mengikuti dari belakang.
Baru saja duduk tiba tiba bangku samping bergeser dan seorang pemuda menduduki nya tanpa izin. Tapi mencium aroma parfum dari orang itu membuat Marvel tidak bersuara.
Dia tahu siapa itu.
Dan di depannya terlihat Retha duduk di samping Shasha.
"Hai kak". Sapa Retha.
Ntah sejak kapan Retha kini berubah menjadi lebih akrab kepada orang dan tidak lagi memakai sikap cueknya saat di luar rumah.
Bibir Shasha tersenyum hangat ke arah Retha.
"Maaf ya kak waktu itu Retha gak sempat kenalan gara gara jus sialan". Ucap Retha diakhiri dengan mulut cemberut kesal saat mengingat kejadian malam itu.
"Gak papa, kamu emang gak suka asam?".
Kepala Retha menggeleng. "Nggak, dan Retha sangat benci".
"Kakak malah suka sekali apalagi minuman asam". Ucap Shasha membuat Retha penasaran.
"Kenapa kak?".
"Karena kita bisa merasakan asamnya kehidupan". Sarkas Shasha tersenyum kepada Retha. Sungguh Shasha sangat menyukai gadis ini.
"Maaf kak, kakak sama Retha sangat berbeda". Ucap Retha sombong.
"....". Shasha diam tak mengerti, sedangkan dua pemuda dihadapan mereka diam menyimak.
"Karena kehidupan Retha gak ada asamnya sama sekali". Lanjut Retha dengan tersenyum lebar. "Aman". Retha menatap kedua abangnya sambil menaik naikan alis.
Shasha menatap ke arah pandang Retha dan langsung mengerti kemana arah ucapan gadis itu. Ditambah dia juga gak tahu asal usul kehidupan keluarga Smith.
...•••••...
TBC
Jangan lupa like dan commentnya kalo kalian suka cerita ini ❤️ See u next part 🥰
__ADS_1