Suamiku Seorang CEO

Suamiku Seorang CEO
Chapter 7 : Kecelakaan


__ADS_3

WELCOME BACK READERS!!❤️❤️


Tolong kasih jejak kalian setelah membaca!! HAPPY READING ❤️


...•••••...


Di sisi Marvel.


Bukan tanpa alasan pemuda itu menutup panggilan sebelum adiknya selesai berbicara.


"Yakin nih kita berhenti?". Tanya Richard yang sedang mengemudi.


Saat ini mobil mereka sedang diikuti beberapa motor berbaju hitam dengan wajah tertutup.


Mata Marvel menyipit kala melihat lambang rajawali di bagian belakang jaket yang mereka kenakan.


"Kita lihat mau mereka apa".


Seketika Marvel mengingat bahwa mobil yang ia kenakan adalah mobil yang sama saat digunakan pulang dari bandara. Sepertinya mereka sudah menandai mobil itu.


"Sial, remnya blong".


"Sepertinya mereka sudah memiliki rencana". Batin Marvel dengan mata menajam dan auranya berubah menjadi mengerikan.


Dengan cepat Marvel mengambil handphone nya untuk menghubungi Arga kembali.


Baru beberapa dering terhubung sudah terdengar suara perempuan.


"Hello Abang".


"Hello princess. Kalian masih di restoran?". Tanya Marvel basa basi.


"No, kita baru saja pulang. Setelah Abang telpon Arga ngajak pulang. Kenapa?". Dari suara Retha sepertinya gadis itu bisa menebak bahwa sedang tidak baik baik saja.


"Abang kenapa?". Retha bertanya lagi saat Marvel diam. Pemuda itu terus mengawasi sekitar mobil.


"Lospeker?".


"Udah bang".


"Arga, cek rem?". Perintah Marvel tegas.


"Aiishat". Umpat Arga di sebrang telpon membuat Marvel paham bahwa mereka tidak hanya mengincar dirinya saja melainkan kedua adiknya juga.


Mungkin karena mereka juga melihat terlibat saat kejadian di malam itu.


"Kenapa ga?".


"Remnya belong, pegangan".


"Cari jalan yang sepi dan hubungi BS buat jaga jaga. Kalian hati hati jangan lengah". Aura marvel sudah berubah 360 derajat Celcius dari biasanya.


"Bang El okay". Ucap Retha khawatir.


"Chad, belok kanan tabrak sekalian kita tanya mau mereka apa?".


"Abang tutup dulu. Abang yakin kalian akan baik baik aja. Arga jaga Retha". Lanjut Marvel kepada dua adiknya.


"Oke bang".


PIP*


Cukup yakin kedua adiknya akan baik baik saja. Kini Marvel fokus pada orang orang yang kini menghadang di depan.


Mobil berhasil menabrak pohon yang ada di samping jalan tanpa ada rusak sedikitpun di mobil yang Marvel gunakan karena mobil sudah dirobak total.


"Sharelok Felix suruh dia kesini, jangan hubungi BS".


Setelah mengucapkan itu Marvel keluar dari mobil diikuti Richard.


"MAU LO PADA APA?". Teriak Richard geram.


"Banyak bacot".


Keempat orang berbaju hitam menyerang dengan dua lawan satu.

__ADS_1


Bugh


Bugh


Krek


Bugh


Satu persatu orang berbaju hitam terkapar di jalan tidak bergerak. Tinggallah satu orang yang masih sadar.


Bugh


Satu hentakan membuat orang itu pingsan.


Marvel membawa orang itu masuk ke dalam mobil dibantu Richard.


"Ada apa?". Tanya Felix yang baru datang.


"Sampah gak guna". Jawab Richard.


Marvel menekan tombol yang ada di mobil dan beberapa saat kemudian mobil bergerak kencang.


Bremmm,.,.


Brak


Duar, , Duar, .


Dua kali ledakan terdengar dari jurang yang ada dihadapan ketiga pemuda yang sedang menyeringai lebar.


"Markas".


Ketiganya pergi meninggalkan lokasi membiarkan polisi yang akan mengurus. Untuk saat ini Marvel ingin melihat apa yang sedang terjadi. Di negara ini Marvel dikenal sebagai pewaris keluarga Smith.


Dimana keluarga itu masih terkenal di dunia bisnis internasional.


....


Mobil yang dikemudikan Felix berhenti di sebuah bangunan megah di tengah hutan yang sangat mengerikan tapi masih terawat.


Tanpa ba bi bu Felix menyerahkannya dan Marvel menekan nomer Arga sambil berjalan masuk.


Cukup lama dering telepon terhubung lalu terlihat panggilan sudah terjawab.


"Hello ga ini Abang".


"Abang baik baik saja? Berita itu--".


"Sudah tersebar lebih cepat dari dugaan Abang, kalian baik baik aja kan?". Ucap Marvel khawatir.


"Kita baik bang, kita udah di mansion. Tapi setelah mendengar berita itu retha terus ngamuk ingin ke lokasi".


"Sekarang Retha mana?".


"Baru tidur, mungkin dia kecapekan. Tapi badannya sedikit hangat". Ucap Arga apa adanya.


"Ya udah bawa Retha ke markas, Abang ada si markas sekarang. Dan hubungi Daddy bilang Abang baik baik aja".


"Ok bang Arga kesana sekarang juga. Anggota BS juga masih ada di sini".


"Iya, hati hati dijalan. Mereka menargetkan kalian juga".


"Iya bang".


PIP*


.....


Setelah panggilan dimatikan, Arga yang sedang dipeluk erat perlahan melepaskan tangan Retha agar tidak terbangun.


Arga mengenakan jaket serta sepatunya lalu menggendong Retha ala koala sepelan mungkin.


"Eghh--". Lenguh Retha tidurnya terganggu.


"Tidur lagi". Ucap Arga lembut mengelus rambut Retha dengan sayang.

__ADS_1


Arga membawa Retha ke dalam mobil dengan sopir yang mengemudi. Retha di biarkan berada di pangkuannya sambil menelpon daddynya atas permintaan sang kakak.


Berita itu kepastian sudah tersebar di seluruh negara dan menjadi berita hot internasional.


.....


AB'Restaurant


"WHAT!! Ini bener kan". Teriak Rony membuat meja mereka menjadi pusat perhatian.


Setalah Retha dan Arga pergi, Ray CS tidak langsung pulang. Mereka akan nongkrong disana sampai tengah malam, kadang lewat.


"Berisik bangsat, ada apa?".


"Marvel Smith, kalian tahu kan?". Ucap Roby membuat semuanya mengangguk. Siapa yang tidak kenal pewaris utama keluarga Smith.


"Kecelakaan". Sarkas Rony membuat yang lain diam tak percaya. Bahkan Rey yang terlihat dingin juga wajah kagetnya ketara banget.


"Serius lo, jangan nyebarin berita hoax". Dirga yang gak percaya merebut handphone yang ada ditangan Roby dan membaca isi berita tersebut.


Setelah selesai, Dirga terdiam tak bersuara. Jadilah handphone Roby digilir dari tangan satu ke tangan lain.


"Bukannya tuan Marvel ada di Indonesia?". Tanya Reza meletakan handphone di atas meja.


"Bego, Lo gak lihat lokasi kejadian".


"Dih slow napa, PMS lo". Ujar Reza kepada Roby.


Terdengar bisik bisik semua orang yang ada disana. Mereka juga mengatakan bahwa kejadian itu terjadi setelah CEO Smith company melakukan meeting di gedung tersebut.


Tentu saja membuat Ray tertarik. Ia mengingat saat dirumah ayahnya akan kerja sama dengan perusahaan itu dan akan melakukan meeting di AB'RESTAURANT.


Tanpa pikir panjang Rey pergi meninggalkan teman temannya yang kebingungan menuju ruangan yang ada di lantai bawah.


Tok tok tok


"Masuk".


Mendengar sahutan dari dalam membuat Ray melangkah masuk dengan cepat.


"Yah, bukannya tuan Marvel baru pulang dari sini?". Tanya Rey antusias.


"Iya, kurang lebih 2 jam yang lalu".


"Kenapa--, ,".


"Berita kecelakaan kan? Kamu tenang aja, ayah yakin kita gak akan terlibat sedikitpun. Dari cctv di palkiran ada yang meretas".


"Lagian rumor yang beredar bahwa musuh keluarga Smith ada dimana mana, bahkan orang terdekat pun bisa menjadi musuh. Maka dari itu keluarga Smith dan Grizelle susah didekati". Lanjut ayah Rey (Abraham) menjelaskan.


"Mereka tinggal di Indonesia?".


Abraham mengangguk. "Tuan Marvel dan kedua adiknya aja. Tuan Rafael berada di new York".


Rey mengangguk paham. Tidak tahu kenapa dia sangat penasaran tentang itu saat mendengar berita kecelakaan yang sedang beredar.


"Tanpa kamu sadari keluarga mereka ada di sekitar kita. Tapi itulah kehebatan mereka. Tidak terlihat. Padahal wajah tuan Rafael dan tuan Marvel ada dimana mana".


"Kalau dua adiknya yah?". Tanya Rey tambah penasaran.


"Tidak ada yang tahu, udah ayah mau pulang. Bunda kamu telponin ayah dari tadi". Mendengar ucapan sang ayah membuat Rey memutar bola matanya malas.


"Dasar bucin".


Abraham menatap tajam anaknya, biarlah nanti dia merasakan nya kalau sudah bertemu pawangnya.


"Kalau penasaran cari tahu sendiri, gunakan otak encer kamu jangan bikin ayah malu udah memberikan gen malah nambah naik malah turun drastis".


Setalah mengatakan itu, Abraham pergi meninggalkan Rey yang masih berada di dalam ruangan.


...•••••...


TBC


Jangan lupa like dan commentnya kalo kalian suka cerita ini ❤️ See u next part 🥰

__ADS_1


__ADS_2