Suamiku Seorang CEO

Suamiku Seorang CEO
Drama Ibu dan Anak


__ADS_3

"Baik Dok, sekali lagi terima kasih!


Lupita keluar dari ruangan Dokter umum dan berjalan kearah lobby. Saat melewati lorong rumah sakit, hatinya berdenyut perih.


"Mas Harlan aku hamil anakmu! hiks.. Lupita berjalan perlahan seraya mengusap perutnya yang masih datar "Dimanakah dirimu sekarang mas? kenapa tidak ada kabar? Aku sangat merindukan mu..." Hiks... butiran bening terus membasahi pipi Lupita.


Lupita terus berjalan meratapi nasibnya, tanpa sadar ia menjatuhkan tas seorang wanita cantik yang sama-sama ingin belok.


"Ma-af Mba, saya nggak sengaja." Buru-buru Lupita mengambil tas yang terjatuh di lantai dan memberikannya pada wanita itu. ia melihat wanita itu sedang mengusap perutnya yang terlihat buncit.


"Ma'afkan saya sekali lagi." ucap Lupita merasa bersalah.


"Tidak apa-apa, saya juga salah, tidak hati-hati saat berjalan."


"Kalau saya boleh tahu berapa usia kandungan Mba ? tanya Lupi penasaran.


"Lima bulan."


"Ooh, semoga anak dalam kandungannya sehat terus ya Mba."


"Aamiin, terima kasih." wanita itu tersenyum lebar.


"Mel! kau disini sayang? seorang pria tampan dengan fostur tinggi tegap berjalan menghampiri wanita itu dan mencium keningnya seraya mengusap perutnya.


"Iya Mas, tadi aku baru bertemu dengan para Dokter untuk memberikan penyuluhan alat-alat kesehatan untuk rumah sakit cabang kita."


"Syukurlah kalau kau bisa datang, Mas pikir kau tidak akan datang, mengingat kehamilan mu yang mulai membesar."


"Tidak apa-apa kok Mas, justru ibu hamil harus banyak bergerak bukan?


Lupita begitu iri melihat kehangatan dan kebahagiaan sepasang suami-istri didepannya, suaminya begitu sangat menyayangi istrinya dan terlihat mencintainya.


"Dokter Marcel! panggil seseorang dari belakang punggungnya, Pria itu memutar tubuhnya.


"Hey Jodie? kau berada di rumah sakit ini jiga?


"Iya, sudah dua minggu aku berada di Jakarta, rencana ada kerjasama dengan pemilik rumah sakit ini?


"Kau tidak mengabari aku, kalau sudah dua minggu di Jakarta?


"Tidak enaklah ganggu orang sibuk!


"Alah kau ini! biasa juga lngsung kerumah."


"Sory bukan tidak mau datang, masih banyak pekerjaan yang harus aku urus. Baru saja aku berbicang dengan Melati, mengenai penggunaan alat-alat kesehatan, bulan depan alat kesehatannya sudah bisa masuk kerumah sakit ini."


"Hey! kau menemui istriku tanpa persetujuan dariku? jangan coba-coba ingin menggoda istriku lagi? lihat ada junior Marcel di perut istriku."


"Kau masih saja cemburu? tidak mungkin aku tega makan teman ku sendiri." Jodie terkekeh.


"Rasanya tidak enak ngobrol di jalan, lebih baik kita kerungan istirahat ku"


"Okeh!


"Ayo sayang, kita istirahat dulu, kau pasti lelah."


"Iya mas! Melati menoleh kearah Lupita yang sedari tadi berdiri karena terkesima dengan kemesraan suami-istri itu.


"Kami pamit dulu Mba." ucap Melati ramah.


"Eh-iya, silakan Mba..." jawab Lupita gugup.


Mereka bertiga melangkah pergi meninggalkan Lupita yang masih menatap kepergiannya.

__ADS_1


"Mel, siapa wanita itu? tanya Marcel, sambil merangkul pundak istrinya dan berjalan beriringan dengan Jodie.


"Bukan siapa-siapa, hanya tadi tak sengaja ia menjatuhkan tas ku."


Lupita masih terus menatap kepergian mereka bertiga, hingga hilang di balik lorong. "Wanita dan Pria tadi sangat serasi, wanita cantik tadi pemilik rumah sakit ini, selain cantik dia juga ramah." puji lupita seraya berjalan menuju lobby.


Jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam, ia baru saja sampai rumah. Lupita masuk kedalam rumah setelah membuka pintu. Buru-buru ia menunaikan sholat magrib karena sudah di penghujung waktu.


Terdengar suara notifikasi pesan masuk, Lupi berharap suaminya yang mengirimkan pesan, namun, pesan itu dari Inez yang memberitahu kalau pulang agak telat. Setelah membalas pesan Inez Lupi berjalan kedapur untuk membuat teh manis hangat.


Hanya dua potong roti yang sudah masuk kedalam perut Lupi, dan mengusap lembut perutnya yang datar "Baby ku sayang, kau baik-baik disana ya, ibu janji akan menjagamu sampai ayahmu kembali."


Dada Lupi terasa sesak, apalagi saat ia melihat sepasang suami-istri yang ia temui dirumah sakit, terlihat harmonis dan bahagia. Butiran airmata menetes kembali, Lupi mendambakan sosok suami yang setia dan menemani hari-harinya saat ia sedang hamil muda, namun ia tidak pernah mendapatkan Jawaban apapun tentang keberadaan suaminya.


"Kau berada dimana Mas?.... ucapnya lirih.


jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam, Lupita dikagetkan dengan suara gedoran pintu dari luar, Iya berjalan ke arah pintu dan membukanya


JEGLEK


"Heh! gara-gara kamu ya adik ku masuk penjara! teriak Surti yang sudah berdiri di depan pintu.


"Hey Bii.. bisa nggak datang kerumah orang yang sopan! gerutu lupita.


"Hey!! nggak usah ngajarin emak gue untuk sopan-santun sama perempuan macam kau! syukurin sekarang loe di tinggalin sama laki loh kan! udah bolong di lempar begitu saja! najis tau nggak loh! seru Lolita.


Deg! bagaikan di siram bensin, hati Lupita begitu sakit mendengar hinaan Lolita, darahnya mendidih, ingin rasanya ia menjambak rambutnya, namun ia masih berfikir ada cabang bayi dalam rahimnya.


"Jaga mulut mu Loly! suamiku sedang keluar kota, tidak mungkin ia meninggal aku, kau tidak usah kepo dengan kehidupan ku! sekarang pergilah kalian berdua, aku sudah tidak ingin berdebat lagi dengan Kalian! Lupita mencoba menutup pintu, namun mereka berdua mendorongnya.


JEDAR!


Pintu terbuka lebar karena dorongan dua orang, dan tidak sebanding dengan Lupita yang sedang lemah.


"Itu semua karena kau yang sudah memulainya, kau jebloskan Bejo ke penjara!


"Itu salah bang Bejo sendiri! dia bersama teman-temannya telah menipu ku dan menginginkan uang ku! aku bisa terbebas dari kejahatannya, karena Tuhan saja tahu mana yang benar dan salah!


"Nggak usah bawa-bawa nama Tuhan! sini luh gantian gue pukuli karena udah buat kepala bang Bejo luka! barusan gue sama ibu datang ke penjara, Bang Bejo minta gue sama ibu buat balesin perbuatan loh!


"Kalian memang jahat semua! aku hanya membela diri dari perbuatan jahat Bejo dan kawan-kawannya!


"Nggak usah banyak bacot loh!! pegang Lupi bu, kita jedotin kepalanya ke tembok!


Surti dan loty menarik kedua tangan Lupita, satu tangan Loly menjambak rambut Lupi.


"Lepaskan!!! teriak Lupita, ia mencoba berontak, namun tangan Loly sudah lebih dulu menarik rambutnya, tubuh Lupi di hadapkan ke tembok, dengan kedua tangan ditarik ke belakang. kondisi Lupita sangat lemas dan tak berdaya, di sebabkan ia sedang hamil muda. Saat tangan Lolita ingin menghantamkan kepala Lupi ke tembok, tiba-tiba sebuah tangan sudah menjambak kuat rambut Lolita.


"Aaaaawwwww! sakit....!!


"Lepaskan rambut lupita, atau kepalamu akan aku bocorkan ke tembok! seru seorang wanita di belakang Lolita.


Lupita menoleh "Inez! seru Lupita.


"Aaaaawww...sakeeeettt...!! Inez menjambak lebih kuat, spontan tangan Loly terlepas.


"Hey! lepaskan rambut anakku! Surti meradang melihat Inez terus menarik rambut Lolita.


Inez menghempaskan rambut Lolita, ia merasa puas ada beberapa helai rambut Loly yang ketarik "Makanya, jangan seenaknya menindas kaum yang lemah! pergi kalian dari rumah Lupita! bentak Inez.


"Kau siapa berani mengusir kami! dasar mata empat, berani menarik rambut anak ku!"


"Tarik ajah bu kacamata nya, terus pecahin, pasti dia nggak bisa lihat! teriak Loly seraya meringis memegangi rambutnya yang perih

__ADS_1


Spontan tangan Surti ingin menarik kacamata minus Inez, dengan cepat Inez menahan tangannya dan melintir tangan Surti ke belakang.


"Lepaskan tanganku! teriak Surti.


"Ini ada apa ribut-ribut! seketika sudah ada Pak RT di depan teras Lupita.


Inez melepaskan tangan Surti dan mendorong nya kearah Lolita, hampir saja mereka berdua jatuh ke lantai.


"Bi Surti dan Lolita selalu saja bikin masalah di rumah saya Pak, dan mengganggu ketenangan Orang sedang istirahat!


"Eh! Jaga mulutmu Lupi, kau sendiri yang buat masalah duluan!"


"Aku tidak pernah buat masalah bii, tapi kalian lah yang datang-datang menyerang! bahkan saat aku pergi ke Bali, kalian juga kan yang ambil semua perabotan ku!


"Dasar brengsek! beraninya kau menuduh aku ya! jangan banyak bacot kalau nggak ada bukti!


"Aku bicara karena sudah ada bukti Bi!! aku bisa saja laporin kalian berdua bersama bang Bejo! biar kalian sama-sama tinggal di penjara!


Wajah Surti dan Lolita memerah, mata mereka melotot karena terkejut. Surti dan Loly mulai terdiam.


"Sudah jangan ribut lagi, padahal kalian masih saudara, kenapa kalau ada masalah tidak bisa dibicarakan baik-baik! ujar Pak Rt.


"Saya tidak pernah memulai masalah dengan siapapun pak, bi Surti dan Loly yang tiba-tiba datang dan menyerang saya."


"Eh! siapa yang mulai duluan, saya datang cuma bertanya!


"Bertanya kata Bibi? aku memiliki cctv di rumah ku bii, nggak sia-sia suamiku menaruh cctv tersembunyi."


Lolita dan Surti saling tatap, wajah mereka berubah pias.


"Sudah kita selesaikan sekarang! Saya selaku Rt disini akan peringatkan Kalian berdua, bila terjadi seperti ini lagi, terpaksa Kalian akan saya laporkan ke kantor polisi, karena sudah membuat rusuh! seru Pak RT memberi peringatan tegas.


"Ja-ngan Pak!! ucap Surti dan Lolita bersamaan.


"Sudah! sekarang kalian berdua pergi dari sini! jangan bikin ribut saja! bentak Pak RT


"Iya Pak!


Surti dan Lolita buru-buru pergi dengan langkah cepat, para tetangga yang melihat kejadian itu menyoraki ibu dan anak itu pergi.


"Terima kasih banyak Pak RT, Maaf saya sudah buat keributan, saya jadi tidak enak dengan warga sini!."


"Ya sudah, lain kali jangan sampai terulang lagi, kasihan warga jadi terganggu. Kalau begitu Bapak pamit dulu."


"Iya Pak!


"Ayo Lupi kita masuk kedalam! Inez merangkul pundak Lupi dan masuk kedalam.


πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


@Nanti akan Bunda tampilkan kembali peran Marcel dan Melati supaya ceritanya lebih hidup. untuk mengobati kerinduan readers pada mereka berdua πŸ€—


@Bunda sudah tepati janji dua bab, sekarang terus dukung Bunda ya.


@Bab ini lebih panjang, Yuk ikuti terus kelanjutannya, Jangan lupa untuk terus dukung Bunda dengan cara:


πŸ’œLike


πŸ’œVote


πŸ’œGift


πŸ’œKomen

__ADS_1


@Bersambung........πŸ’ƒπŸ’ƒ


__ADS_2