Suamiku Seorang CEO

Suamiku Seorang CEO
Episode 06


__ADS_3

"Perna dulu sekali nak Dewi.. Nak Alan kembali tapi tidak lama dia hanya beberapa jam saja lalu dia kembali.Bapak perna menyapa dia tapi dia tidak menghiraukan bapak."jawab pak Nanang.


"oh.. begitu ya pak."sahut Dewi.


"Setelah itu dia gak kesini lagi pak.."tanya Dewi lagi.


"Tidak nduk.. setelah itu Bapak tidak perna melihat dia kembali."jelas pak Nanang.


Di tempat Alan.


"Alan.. bangun dong... udah siang nich... aku laper."rengek Dilan.


"Dasar lho.. ngerecokin gue aja... gue masih ngantuk nich..."sahut Alan.


"Gue laper tau.."Rengek Dilan.


"Tadi kan kita belanja banyak.. udah sana masak sendiri."ucap Alan.


"Okey.. okey... aku gak ganggu lagi."sahut Dilan.


"Dasar Alan kalau udah tidur kayak kebo,awas ya gue tinggal jalan jalan keluar."gerutu Dilan.


Setelah makan dilan pun keluar rumah untuk berkeliling kampung.


"Wah... asyik juga pemandangan nya.sawah yang hijau.. air yang bersih.. gadisnya juga cantik cantik. hihihi."seru Dilan.


Mata Dilan tertuju pada gadis yang sedang asyik bermain air di sungai.Gadis tersebut adalah Dewi yang asyik main air di sungai bersama anak Pak Nanang.


Di saat Dillan asyik menikmati pemandangan telfon pun berdering..


Krriing.. krriiing..


"Alan calling"


"Huh... dasar pengganggu.."gerutu Dilan.


"Hallo... lho dimana sekarang."tanya Alan.

__ADS_1


"Gue lagi di sawah nich.. lagian suntuk di rumah terus... jadi aku jalan jalan deh."jawab Dilan."


"Kok gak ajak aku... kalau lho nyasar giman."ucap Alan.


"Emang gue anak kecil.. Cepetan nyusul kesini.. Banyak Gadis cantil lho.. hahaha."ucap Dilan.


"Okey gue nyusul kesana."sahut Alan.Alan dan Dilan mengakhiri panggilan.


Tak butuh waktu lama Alan pun sampai ke tempat Dilan berada.


"Dilan... ngapain lho disini."tanya Alan.


"Lihat brooo apa yang gue temuin.."jawab Dilan sambil menunjuk ke arah Dewi.


"lho.. itu kan Dewi.. kenapa bisa ada di Sini.apa mungkin ini kampung halaman Dewi."ucap Alan.


"Maka dari itu broo aku tadi nyuruh kamu cepat cepat kemari."jelas Dilan.


"Dewi... kita emang berjodoh."seru Alan Dalam hati.


"Hai gadis gadis... boleh kah kita bergabung."Tanya Dilan.


Dewi pun sontak menoleh dari mana suara itu berada.Dan Dewi pun kaget tidak menyangka kalau itu Alan.


"Hai Dewi.. tak sangka kita bertemu disini."sapa Alan.


"Eh iya pak..."Sahut Dewi yang masih tak menyangaka bertemu Alan.


"Kok panggil pak... Kita kan teman.."sahut Alan.


"mm..maaf pak.. eh.. kak.."jawab Dewi ragu.


"Ngomong ngomong Kenapa kak Alan berada disini."tanya Dewi penasaran.


"Gak mungkin kan dia ngikutin aku.padahal semalam saya sudah jelaskan kepulangan saya ke kampung."gerutu Dewi dalam hati.


"Lagi pengen aja jalan jalan ke kampung... habis jenuh Dewi kerja terus.."jawab Alan.

__ADS_1


"cie... cie.. yang lagi kangen kangenan.samapi lupa aku gak di kenalin sama temennya tu."tegur Dilan.


"Oh ya sampai lupa.. Ini kenalin Anak pak Nanang tetangga sebelah rumah.namanya Dini."jelas Dewi.


"Dini"sambil menjabat tangan Alan dan Dilan.


"saya Dilan dan yang ini Alan"jelas Dilan.


Setelah berkenalan mereka pun bermain bersama.Alan yang tadinya dingin dan angkuh di hadapan semua orang.sekarang bersikap seperti anak kecil di hadapan Dewi.Dilan pun heran dengan sikap Alan.Sudah bertahun tahun Dilan dan Alan berteman tidak perna melihat Alan yang bebas tersenyum dan bercanda seperti itu dengan seorang gadis."Siapa Dewi ini... kenapa Alan bisa berubah sertus persen di hadapan gadis itu.Bertahun tahun aku jadi temannya saja tidak bisa bercanda bebas seperti itu."tanya Dilan dalam hati.


Waktu menjelang sore..mereka pun memutuskan pulang kerumah masing masing.


Dan Alan pun terkejut ketika Alan sampai mengantar Dewi kerumah nya.


"Dewi... ini rumah kamu.Iya kak... emang kenapa.."tanya Dewi.


"Hemm tidak apa... aku cuma bertanya saja."jawab Alan.


"Ayo kak mampir dulu.. saya buatkan kopi."ucap Dewi.


"Bolehkah..."tanya Alan.


"Boleh kak.. Ayo masuk saja."jelas Dewi.


Dan alangkah terkejutnya saat Alan melihat foto yang terletak di dinding adalah foto Dewi kecil nya.


"Apa dia beneran Dewi kecil yang aku cari.. nama mereka sama,apa mereka orang yang sama.Jika mereka orang yang sama,mau kah engkau mendengar penjelasn ku dan memaafkan aku Dewi.Bagaimana aku harus bersikap sekarang Dewi."Batin Alan.tak terasa air mata Alan pun menetes.


"Lho kak... kenapa.. kok kakak sedih."tanya Dewi bingung.


"Tidak apa Dewi.. Kakak cuma teringat Cinta kecil Kakak.."jelas Alan.


"Kak Alan jangan sedih.. kalau emang jodoh tak akan kemana."hibur Dewi.


"Andai kamu tau Dewi.. kamu lah cinta kecil ku yang selama ini aku cari.Tapi andai kamu tau aq lah Kak Alan mu,apa engkau bisa menerima ku Dewi.. Aku ragu untuk memberi tahukan jika engkau adalah cinta kecil ku.Aku takut engkau menjauh dari jangkauan ku.Aku tak ingin jauh dari mu Dewi."ungkap Alan dalam hati.


"Kak Alan.. kenapa melamun.Ayo di minum kopinya enyar dingin."tegur Dewi yang membuyarkan lamunan Alan.

__ADS_1


__ADS_2