
WELCOME BACK READERS!!❤️❤️
Tolong kasih jejak kalian setelah membaca!! HAPPY READING ❤️
...•••••...
Malam hari yang indah dihiasi bintang bertaburan di atas langit. Gadis cantik berambut putih sedang duduk di balkon mansion ditemani beberapa dokumen di atas meja.
Pekerjaan yang sangat padat membuatnya tidak ada waktu untuk bersenang-senang. Banyak tanggung jawab yang harus ia pikul ditambah beberapa masalah yang selalu muncul tiba-tiba.
Drrrttt drrrttt drrrttt
Panggilan masuk tertera nama dara membuat Shasha menggeser tombol hijau untuk menjawab.
"Ha--, , ".
"YAAA~~!!".
"Astaga!!". Secepat kilat Shasha menjauhkan handphonenya dari telinga, jika tidak pecah sudah gendangnya saat itu juga. "OMG, kak bisa gak sih kalau ngomong gak usah pake teriak segala". Omel Shasha jengah dengan kelakuan wanita yang lebih tua beberapa tahun ini.
"Sorry, Lagian gue kesal banget tahu gak".
"Kagak tau". Celetuk Shasha santai.
"Ck, iya iya kan gue belum kasih tahu".
"Gue disini ketemu nyokap lo--,, UPS sorry. Maksud gue nyokap tiri lo".
Kening Shasha terangkat heran. "Terus?".
"Lo belum mulai rencana gitu, Gedeg banget gue lihat tu nenek pergi hamburin uang bokap lo". Terdengar suara kesal dari Dara di sebrang telpon.
Shasha diam memikirkan sesuatu. Beberapa tahun sudah dirinya pergi dari rumah tapi tidak ada seorang pun yang mencarinya. Bahkan ayahnya pun tidak sejak kejadian bundanya meninggal dunia.
"Woy, kok lo diem sih".
"Hm. Nanti gue pikirin. Gue tutup dulu".
PIP*
Belum mendapatkan jawaban dari orang nya langsung, Shasha sudah mematikan panggilan tersebut.
Seketika pikiran Shasha buyar kemana mana. Tujuannya pulang ke Indonesia memang untuk memantau langsung orang yang dia benci tapi karena pekerjaannya yang banyak membuat dirinya lupa.
Mengingat kejadian 7 tahun yang lalu membuat emosinya naik begitu saja.
Tapi jujur, Shasha belum mendapatkan rencana apapun yang akan ia lakukan sampai tiba tiba pikirannya teringat pada SMA CEMPAKA dimana saat dirinya pergi ke sana sebagai donatur sekolah, ia tidak sengaja melihat adik tirinya bersekolah disana.
Drrrttt drrrttt drrrttt
Ponsel Shasha kembali berdering dengan nama yang berbeda.
📞Marvel is calling, ,
"Ha--, , ,".
"Datang ke RJ'Caffe sekarang".
PIP*
Panggilan terputus dengan cepat. Shasha langsung diam mematung tak percaya.
"Sabar sha, orang sabar makin cantik". Ujar Shasha sambil mengelus dada berjalan masuk ke dalam kamar.
Dengan malas gadis itu bersiap untuk pergi ke tempat yang Marvel katakan. Setelah kejadian di Singapore kedekatan mereka berdua semakin erat ditambah beberapa pekerjaan yang saling berkaitan.
...
Setengah jam perjalanan, sampailah Shasha di RJ'Caffe yang cukup ramai anak remaja.
"Buset, Nafa minta ketemuan disini sih". Batin Shasha kesal karena gadis itu sangat tidak menyukai keramaian.
Baru beberapa kali melangkah.
Bugh
Shasha tidak sengaja menabrak seseorang. "Sorry gue--, , ".
Belum selesai berbicara ucapan Shasha terhenti saat melihat seorang gadis yang ia kenal. Wajahnya seketika berubah menjadi datar.
"Ck". Decak Shasha pergi begitu saja meninggalkan gadis itu yang menatapnya kaget.
Mood Shasha seketika hancur melihat dia.
Bugh
__ADS_1
Tas yang di bawa Shasha diletakan dengan kasar di atas meja yang ada seorang pemuda tampan di bangku ujung caffe.
"Nafa lo?". Dia, Marvel. Ntah sejak kapan pemuda itu dekat dengan orang. Apalagi itu cewek.
"Napa lo nyuruh gue kesini?". Ucap Shasha to the point.
Pasalnya Shasha sudah tahu, jika tidak ada urusan penting kepastian Marvel tidak akan mengajak seseorang bertemu secara mendadak.
"Lo--, , ".
"Hai my prince".
Ucapan Marvel terpotong begitu saja oleh seorang gadis cantik yang duduk di bangku samping. Dia, Retha. Adik perempuannya yang sangat dia sayang.
Yang juga ada di caffe tersebut.
Dunia memang sempit. Adiknya selalu ada dimana mana.
Beberapa menit yang lalu.
Di RJ'CAFFE tempat pertemuan Marvel dan Shasha ternyata di bangku lain ada sudah ada segerombolan remaja sedang nongkrong.
Diantaranya ada Retha dan Arga.
"Wait! Bukannya itu tuan Marvel?". Ucap Dirga membuat semua perhatian menatap ke arah pintu masuk.
Retha yang melihat abangnya datang ke caffe seorang diri mengerutkan kening. Tangannya sudah memegang ponsel tapi Arga mencegah dengan tatapan tidak boleh.
Retha nurut sampai setengah jam kemudian matanya menatap Shasha yang duduk di bangku abangnya.
Senyum smirik terukir di bibir Retha membuat Arga paham. Jujur, Arga juga kaget melihat abangnya bersama wanita.
Biasnya jika abangnya akan pergi menemui siapapun kepastian bakal ada Richard atau Felix yang menemani tapi sekarang, abangnya sendirian.
"Tha!". Cegah Arga memegang tangan Retha yang sudah berdiri.
"Sebentar". Retha melepaskan tangannya lalu berjalan ke arah meja sang Abang.
Inti Neovaros menatap dengan penasaran lalu menatap Arga tapi mereka tidak berani untuk bertanya.
Kenapa Retha dekat sama Marvel, pewaris utama keluarga Smith atau gimana. Sedari kemarin kedekatan mereka sangat dipertanyakan.
Arga menatap semua orang yang ada di meja. "suatu saat nanti kalian bakal tahu". Setalah mengatakan itu Arga pergi menyusul kembarannya.
Di meja Marvel, Retha sedang menatap keduanya bergantian.
"Bukan seperti apa yang kalian pikirkan". Ujar Marvel yang tahu isi kepala kedua adiknya walaupun tidak bersuara.
"Emangnya apa?". Tantang Retha.
Marvel terdiam. "Mending kalian kembali ke meja tadi, mereka bakal berpikir yang nggak-nggak". Lanjutnya mengalihkan perhatian.
"Dih, Retha mau ketemu kak Shasha". Ucap Retha menggandeng lengan Shasha yang sedari tadi diam.
"Sejak kapan kalian dekat?". Tanya Marvel kepada Retha.
"Sejak kapan kalian dekat?". Pertanyaan yang sama keluar dari bibir Arga. Pemuda dingin itu sudah duduk di kursi samping Marvel.
Marvel yang ditanya hanya diam. Dia malas membahas tentang kedatangannya bertemu shasha karena keberadaan dua adiknya.
"Kak Shasha ngapain ketemu bang El?". Tanya Retha kepada Shasha. "Apa lagi kencan". Lanjutnya membuat mata Shasha membulat.
"Hah? Kencan apaan. Kita ketemu ada hal yang harus dibahas". Ucap shasha lalu menatap Marvel. "Iya kan?".
Marvel memberi kode tapi tidak dimengerti oleh shasha. Tapi kode itu malah kebaca oleh Retha.
"Alah pake kode kodean segala. Gak ngerti orangnya". Ledek Retha saat melihat wajah Shasha yang diam.
"Aish, ga bawa Retha pulang". Perintah Marvel tapi reaksi Arga diam saja.
Pemuda itu malah menaikan kedua bahunya acuh membuat Marvel pasrah. Dia meminta Shasha datang untuk membahas hal penting tapi dikacaukan Retha.
Bisa saja marvel mengatakan di depan Arga tapi kalau di depan Retha tidak mungkin.
"Terserah, pesan makan". Tubuh Marvel bersandar di kursi.
"Siap kapten". Ucap Retha dengan senang hati lalu memanggil pelayan.
Mereka makan bersama sambil bercanda tawa. Ralat, hanya para gadis.
Setelah lama di caffe mereka memutuskan untuk pulang. Baru keluar dari caffe Arga ditarik kebelakang membuat langkah kakinya berhenti.
"Tunggu dulu". Ucap Marvel si pelaku.
Arga pasrah dibawa oleh sang kakak ke arah berlawanan. Sedangkan kedua gadis sudah berjalan ke palkiran.
__ADS_1
"Abang ada hal yang harus dibahas sama Shasha. Kamu jaga Retha jangan sampai ke ruang kerja Abang".
Mendengar ucapan abangnya yang sangat serius membuat Arga mengangguk. Saat didalam Marvel memang meminta Shasha untuk mampir ke rumah mengambil dokumen. Arga tahu itu hanya alasan tapi tidak dicurigai oleh Retha karena mendapatkan penjelasan panjang lebar dari Marvel sendiri.
...
Tiga mobil sport memasuki mansion Smith family. Satu persatu keluar lalu masuk ke dalam rumah bersamaan.
Suasana sangat hening seperti biasa.
Retha yang sudah tertidur di perjalanan pulang di gendong Arga naik ke atas. Sedangkan marvel mengajak Shasha langsung masuk ke dalam ruang kerjanya yang ada di lantai dasar.
Mereka berdua membahas tentang perusahaan dan mafia tanpa tahu seorang gadis yang terus berusaha pergi dari kamar.
"Retha, ayolah kalau lo gini terus bang El bakal murka". Ucap Arga mulai lelah. Sedari adiknya bangun dia berusaha turun kebawah. Tapi arga terus menolak.
"Tapi gue -- , , ".
"Gue tahu, tapi Abang punya pilihannya sendiri. Gue lihat lo juga gak keberatan kan jika itu kak Shasha?". Potong Arga.
"Gue cuma mau memastikan hubungan mereka". Ucap Retha cemberut.
"Biarin aja, nanti bang El juga yang akan kasih tahu kalau waktunya tiba".
Retha terdiam. Jujur Retha hanya penasaran dengan abangnya yang sangat dekat dengan Shasha. Ditambah dirinya sangat menyukai wanita itu dan ingin cepat menjadikan hubungan mereka menjadi lebih serius.
Bisa dibilang Retha menyetujui hubungan mereka. Ntah kenapa Retha suka, biasnya kalau abangnya dekat dengan wanita Retha selalu berusaha memisahkan nya tapi sekarang malah didekatkan.
"Lagian mereka lagi ada kerja sama bukan lagi jalin hubungan". Ucap Arga.
"Tapi gue pengen mereka jalin hubungan".
"Mereka yang lakuin kenapa lo yang ribet sih".
"Kan gue--, , .".
"Dah ah, tidur lagi". Potong arga memeluk tubuh Retha sedikit menindihnya di tempat tidur membuat Retha pasrah.
Mata Retha tertutup lalu kembali ke alam mimpi kembali setelah terpotong beberapa saat.
...•••••...
TBC
Jangan lupa like dan commentnya kalo kalian suka cerita ini ❤️ See u next part 🥰
Mampir ke cerita author yang terbaru. Cek di profil ya. Banyak cerita yang menarik menanti kalian.
Judul cerita :
My Destiny In Life
Akibat pernikahan dini
Suamiku Seorang CEO (S1+S2)
Angle Devil Rose (New)
selamat membaca 🙏
Dukung terus karya karya aku biar author lebih semangat untuk update cerita setiap bab per bab.
...******BABAY******...
...❤️...
__ADS_1