Suamiku Seorang CEO

Suamiku Seorang CEO
Bulan Madu ke Bali (episode 2)


__ADS_3

"Maaf Bu, ponselnya tidak aktif. sepertinya jaringannya sedang tidak bagus."


"Della! kau saja yang menghubungi Harlan." perintah Mak isah.


Sepertinya ia tidak percaya pada Wiliam, Mak Isah malah menyuruh Della. Wiliam kaget dan ia terus berusaha agar Ibu asuhnya tidak menggagalkan kepergian tuannya ke Bali.


"Iya Bii..." Della mengambil ponsel nya dan mulai mencari kontak Harlan.


"Apa yang harus aku lakukan, agar Della tidak menghubungi Tuan Georgie."


Sesaat Wiliam mulai berfikir dan ia mendapatkan ide yang menurutnya akan memacu adrenalin nya sendiri.


"Ini harus aku lakukan! gumamnya, sambil berjalan kearah Della yang sedang berdiri sambil menunduk memegang ponsel, saat ponselnya sudah terhubung ia menaruh benda pipih itu ke telinga dan...


BUKKK...


William menubruk tubuh sintal Della, dan mereka jatuh bersamaan. Tubuh Wiliam berada diatas tubuh Della. ponsel Della terlepas dari tangannya dan jatuh kelantai.


"Aaaawwww... pekik Della, merasakan sakit di bawah tubuh Wiliam yang tinggi besar.


"Ma'afkan saya Della, saya tidak sengaja."


"Cepat bangun dari tubuhku! mendorong kuat tubuh Wiliam.


William bangkit dan melihat ponsel itu sudah terhubung buru-buru ia tendang ke kolong kursi tanpa di ketahui Della.


"Dimana ponsel ku?!


Della bangkit dengan perlahan, ia merasakan sakit di tulang belakangnya "Makanya kalau jalan tuh lihat-lihat, jangan asal main tabrak ajah! gerutu Della.


"Seandainya yang menabrakkan ku Harlan, sudah pasti aku peluk erat, nggak mungkin aku dorong kaya Wiliam tadi." batinnya tersenyum sendiri.


"Della! sudah kau hubungi Harlan belum."


"Sebentar bii, ponsel ku jatuh kemana sih! ini gara-gara Wiliam nyenggol aku!" gerutu Della mulai menundukkan kepalanya kebawah kolong bangku. "Nah itu dia ponselnya."


Disaat Della sibuk dengan ponselnya, William sudah lebih dulu mengirimkan pesan pada Harlan dan di balas oleh Harlan "Oke!


Della sudah mendapatkan ponselnya dan mulai menghubungi Harlan kembali, Namun, ponselnya sudah tidak aktif.


"Nomor kak Harlan sudah tidak aktif, padahal tadi masih tersambung kok."


"Coba kamu ulang lagi! pinta Mak Isah penasaran.


"Tetap tidak bisa bii! ucap Della, mulai kesal karena tidak bisa bicara dengan Pria pujaannya.

__ADS_1


Wiliam menarik sudut bibirnya "Untung tuan menuruti kata-kata ku. Ehh..tadi apa yang kenyal-kenyal, aku merasakan tubuh Della empuk. Aaghh sial, kenapa juga mikirin kaya gituan! Wiliam menyadarkan dirinya sendiri dan melangkah pergi.


πŸ’œπŸ’œ


Untuk pertama kalinya Lupita naik pesawat terbang. Ruangan khusus yang mewah dan eksklusif. Lupi duduk di kursi yang menurutnya sangat nyaman. Tapi rasa kampungan nya tidak bisa hilang, ia sedikit mual dan pusing saat pesawat lepas landas.


"Kenapa sayang? tanya Harlan, melihat wajah Lupi yang pucat dan tegang.


"Aku takut ketinggian, Mas. Kepala ku juga pusing dan mual."


Harlan tersenyum penuh pengertian. "Kau tidak usah takut, Mas ada disini. Sini biar Mas pijit keningmu." tangan Harlan mulai memijit keningnya pelan. "Kalau kau ingin tidur, ada mas yang akan menjaga mu."


"Berapa lama Mas, sampai Bali."


"Sekitar dua jam lebih."


"Kalau naik pesawat nggak kena macet ya Mas." pertanyaan Lupita yang bodoh, membuat Harlan terbahak.


"Hahahaha... kau sungguh mengemaskan sih! Cup! mencium pipi Lupi.


"Ya iyalah, pesawat itu bebas Hambatan nggak ada lampu merahnya, sayang..."


"Aku tahu Mas! mengerutkan bibirnya "kan supaya nggak tegang akunya. Maklum aku ini udik, belum pernah naik pesawat, walau aku bekerja di perusahaan bonafit dan pemiliknya orang asing.


"Boro-boro Bos ku mau ngajak jalan-jalan. ketemu muka ajah belum?!"


Harlan tersenyum samar, hampir ia terbahak menertawakan dirinya sendiri yang sudah bodoh. "Maafkan Mas Lupi sayang, saat ini kau sedang berjalan-jalan.. Eeh, bukan! maksud Mas. Kau sedang honeymoon bersama Bos sekaligus suami mu sendiri." batinnya.


"Mas sudah cukup, sudah enakan nggak pusing lagi."


Harlan melepas pijitannya. "Benar sudah tak pusing lagi? Lupi mengangguk


Seorang pramugari cantik datang membawa hidangan dan minuman dingin.


"Selamat siang Tuan dan Nyonya." sapa Pramugari cantik tersenyum ramah. ia menaruh hidangan diatas meja samping Lupi duduk.


"Silakan di nikmati makan siangnya Tuan, Nyonya. Saya permisi."


"Oke, terimakasih."


"Ayo sayang, kita makan dulu, kau pasti lapar?


"Aku mau makan pudding ajah, kalau makan nasi takut muntah."


"Lupi mengambil satu mangkuk kecil pundding coklat, dan memasukkan pudding kedalam mulutnya. "Mas..."

__ADS_1


"Hmmm....


"Pramugari tadi cantik dan seksi ya."


"Memang penampilan pramugari harus cantik dan seksi, itu nilai plusnya. kalau tidak seperti itu pesawatnya nggak laku donk." canda Harlan terkekeh.


"Memangnya kalau pramugarinya gak cantik, Mas gak mau naik pesawat? apa Mas nggak tertarik model wanita cantik kaya gitu." goda Lupi berseloroh, sengaja mengetes suaminya.


"Ya nggak juga, kan sudah ada Istri Mas yang cantik. lagian di kantor model cewek kaya gitu banyak kok, Mas nggak tertarik."


"Kantor? bukan nya klau seorang kurir lebih banyak di jalanan dan bercampur debu."


"Kan kalau pagi harus ke kantor dulu, ambil barang-barang buat dikirim ke tujuan." bantah Harlan terus meyakinkan Lupi.


Lupita mulai khawatir karena suaminya sangat tampan dan wangi, apalagi profesinya yang sebagai seorang kurir, banyak melihat wanita-wanita cantik dan seksi di jalanan. ia sebenarnya harus bersyukur atau takut kalau suatu saat suaminya pergi dan meninggalkan nya, karena ia tidak secantik wanita di luaran sana.


"Hey, apa yang kau pikirkan? lihat pudding nya belum juga di habiskan."


Lupi tersentak, suaminya membuyarkan lamunannya, hampir saja mangkok ditangan nya terjatuh. Lupi menatap wajah tampan suaminya yang bule.


Mengambil mangkok dari tangan Lupi, Harlan tahu apa yang sedang dipikirkan istrinya. Ia tersenyum dan merangkul pundak Lupita. Memeluknya erat "Kau tidak usah takut atau berpikir macam-macam, Aku tidak akan meninggalkan mu, bagiku kau wanita tercantik dan melebihi mereka, Tuhan sudah berikan istri terbaik untuk ku." mencium lembut kening istrinya. Mendengar kata-kata mutiara yang terdengar indah dari bibir suaminya, membuat Lupita terharu dan membenamkan wajahnya didada bidang Harlan.


Dua jam sudah berlalu. pesawat sudah landing di Bandara I Gusti Ngurah Rai. Harlan dan Lupi masuk kedalam mobil jemputan menuju sebuah penginapan di pinggir pantai Kuta, Seperti keinginan Harlan. Wiliam sudah merencanakan semuanya dengan baik.


Mobil mereka sudah sampai di sebuah penginapan mewah dengan berbagai fasilitas didalamnya. Sebenarnya Harlan sudah berencana membangun sebuah villa di Bali untuk investasi dan untuk keluarganya kelak bila berlibur ke Bali. Ia sudah memiliki lahan kavling lebih dari 1000 hektar, tinggal menunggu waktu untuk pembangunannya. Bagaimana reaksi Lupita bila tahu suaminya bukan hanya seorang CEO di perusahaannya sendiri. Tetapi seorang konglomerat terkaya dari Belanda. Harta Harlan tidak akan pernah habis tujuh turunan. Sayang nya perusahaan batu Permata dan Berlian masih di kendalikan Paman nya Alfonso.


Mereka berdua di sambut hangat oleh para pelayan yang memakai baju seragam, dan menyerah kan sebuah kunci. Harlan menerima kunci itu dan membuka pintunya. Pelayan membawakan tas dorong bawaan Harlan dan Lupita masuk kedalam ruangan. Setelah memberikan tip pada dua pelayan itu. ia menutup pintu.


'Mas, apa kita hanya tinggal berdua di rumah ini? tanya Lupi, seraya mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan yang membuat nya berdecak kagum.


"Sangat unik dan arsitektur nya sangat bagus. Aku sangat suka gaya penginapan ini, modern tapi tidak meninggalkan kesan eksotis dari perumahan asli Balinya."


"Kau sangat cerdas sayang." bisik Harlan "Salah satu poin itu yang membuat ku jatuh cinta padamu."


"Aaaaaaaaa..." Lupita berlonjak kaget saat Harlan mengangkat tubuh nya.


πŸ’œ


πŸ’œ


πŸ’œ


@Bersambung......


@Ada nggak sih model Pria tampan tajir melintir di dunia nyata? yang mencintai wanita biasaπŸ™„ seperti cerita putik abu yang menjadi Cinderella Setelah di nikahi sang pangeran. Atau mungkin hanya halu Author yang tingkat tinggi....πŸ˜„πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2