Suamiku Seorang CEO

Suamiku Seorang CEO
Ketakutan Harlan


__ADS_3

Harlan menghela nafas dalam " Kau mau apa hubungi aku Dell? bilang pada Mak, tiga hari lagi aku pulang." kini suara Harlan sudah melembut.


"Siapa Della... Mas!


Harlan tersentak kaget dan membalikkan tubuhnya, ia terkejut melihat Lupita sudah berdiri di belakangnya.


"Lupi...?


"Mas! cepat katakan, siapa Della itu!"


Dengan cepat Harlan mematikan teleponnya. Takut Della menelpon kembali, Harlan langsung non aktifkan ponselnya.


"Sayang dengar... dia bukan siapa-siapa..?"


"Mas selalu menutupinya dariku! suara Lupita mulai tercekat, menahan tangisnya.


"Dengar Lupi, mas akan jelaskan siapa wanita itu, tapi mas harap kamu jangan curiga berlebihan." ujar Harlan seraya mendekatkan langkahnya.


"Aku sudah tahu siapa wanita itu, Mas! Lupita memundurkan langkahnya ke belakang. "Diakan yang pagi-pagi telpon Mas, dan mengirimkan pesan dengan sebutan sayang!


Harlan bergeming, menatap netral lupita yang mulai berair "Ya Tuhan, apa yang harus aku katakan pada Istriku? bila aku mengatakan kejujurannya pada Lupi siapa aku? tidak masalah. Tapi bagaimana dengan paman? Bila paman mengetahui pernikahan ku dengan Lupi tanpa kesetujuan darinya, aku takut Lupi akan mendapatkan masalah dan Paman akan memisahkan aku dengan istriku." Harlan begitu dilema, disisi lain ia harus mengorbankan perasaannya sendiri, demi menjaga istrinya dari orang-orang yang ingin berlaku tak adil padanya. Harlan punya alasan tersendiri untuk tidak mengakui semuanya, dia melakukan demi lupita.


"Lupi, ayo kita pulang dulu, lihat pakaian kita basah semua. kita bicarakan di penginapan, oke..?"


Lupita menggeleng "Jujurlah Mas, apakah Della itu kekasihmu? atau istrimu! kau jahat sudah mempermainkan perasaan ku, Mas! tubuhmu disini bersama ku! namun hatimu bersama dengan yang lain, Aku benci dirimu!! Lupita berlari ke arah lautan melewati deburan ombak yang semakin tinggi.


"Lupi...!!!


"Lupita tunggu, jangan kesana! ombaknya sangat besar! seru Harlan, terus berlari mengejar Lupita yang semakin jauh berlari.


Semua orang yang berada di pinggir laut, terlihat terkejut melihat Lupita nekad berlari kearah laut, mereka semua hanya menonton adegan itu.


"Lupita awas..!! teriak Harlan, melihat ombak menerjang tubuhnya.


"LUPI!!!!


Beberapa orang petugas yang menjaga lautan berlari kearah Harlan.


"Ya Tuhan Lupi, istriku terbawa ombak!


"Ayo kita bantu cari! seru petugas laut. Mereka bertempat terjun kedalam lautan. Harlan pun ikut terjun kebawah mencari Lupita.


"Sayang, ku mohon jangan tinggalkan aku? aku takut kehilanganmu." Harlan terus menjerit dalam hati.


Sudah dua jam Harlan mencari bersama petugas lautan, namun tidak ada keberdaan Lupita di dasar laut, Harlan hampir putus asa, ia terus mencari dan timbul tenggelam untuk menarik oksigen di atas permukaan laut, dan kembali lagi ke dasar lautan.

__ADS_1


Senja mulai tiba matahari mulai tenggelam, langit tampak redup karena sang mentari sudah tertutup awan putih. Semua petugas sudah berjalan ke tepian, semua seakan sia-sia dan nihil.


"LUPI......!!!


"LUPITA.......!!!


Harlan terus berteriak, menyusuri tepi lautan. hingga ia jatuh terduduk di pasir putih dengan nafas tersengal-sengal. Airmata terus menetes.


"Lupi, kenapa kau tega meninggalkan ku? kenapa secepat itu kau menghilang, kenapa kau keras kepala, belum sempat aku menjelaskannya, kau sudah pergi dariku! wajah Harlan tertunduk sedih, hatinya begitu hancur. Saat ia masih merenung tiba-tiba dari kejauhan dengan jarak tiga ratus meter ia melihat orang-orang berkerumun, rasa penasaran membuat ia melangkahkan kakinya menuju tempat keramaian itu.


Harlan berjalan dengan tertatih karena rasa lelah, tenaganya seakan terkuras sehabis mencari Lupi berjam-jam didalam laut. Saat sudah mendekat, Harlan menerobos masuk kedalam kerumunan orang-orang itu, yang kebanyakan orang bule. Harlan terkejut saat melihat seseorang wanita yang berada di atas pasir adalah istrinya.


"Lupita! Harlan berjongkok dan meraih tubuh istrinya.


"Hey, kau siapa main peluk-peluk! seru seorang pria yang sejak tadi berada disana


"Dia istriku yang tadi siang terbawa ombak."


"Lupi, bangun Lupi....! kau harus tetap hidup! Harlan menaruh kepala Lupi keatas pasir, ia mulai menekan perutnya agar airnya keluar semua, namun sayang Lupi tidak bergerak sama sekali.


"Sepertinya dia sudah meninggal."


"Apa...? tidak mungkin! istriku tidak mungkin meninggal." seru Harlan tak percaya.


"Tidak Lupi... kau tidak mungkin meninggal, kau tidak boleh pergi....! Harlan mengangkat kepala Lupita dalam pangkuannya, wajahnya pucat dan bibirnya membiru "Lupita bangun!!! kau tidak mungkin pergi meninggalkan ku... LUPITA....!!!


"Mas! bangun mas...


Terdengar suara lembut Lupita memanggil namanya.


"Mas...! hiks.. jangan pernah tinggalkan aku."


"Apa...? kenapa dengan diriku? aku mendengar suara istriku menangis? aku juga mendengar suara kerumunan orang-orang. Bukankah Lupita telah pergi meninggalkan ku? ia terseret ombak... dan kenapa aku yang berada disini? bahkan aku tidak bisa membuka mataku, rasanya seperti lem perekat "Lupita... kau tidak pergi meninggalkan ku, bukan?" sayang aku sangat mencintaimu, jangan tinggalkan aku.


"Mas... bangun lah Mas.. jangan pergi, aku hanya hidup sendiri di dunia ini... hiks..." airmata Lupi jatuh kewajah Harlan.


"Sayang ada apa dengan mu? kenapa kau menangis? aku tidak apa-apa, kau yang ingin pergi meninggalkan ku, bukan aku!


"Coba di bisikan di telinganya, dan terus bisikan kata-kata yang membuat nya teringat kembali agar motorik di otaknya bekerja." ucap salah seorang petugas laut.


Lupita mendekatkan wajahnya ke telinga Harlan "Mas bangunlah, aku sangat mencintaimu. Aku ingin melahirkan anak-anak mu yang lucu-lucu, aku tidak ingin menjadi janda! cepat bangunlah... apa kau ingin damar merebut ku darimu! teriak Lupita.


"Tidak Lupi! kau tidak boleh bersama Damar! aku suamimu, aku sangat mencintaimu..."


Aaaaaaaaa.....

__ADS_1


Seketika tangan Harlan yang lemas, mengepalkan tangannya kuat. "Mas, tubuhmu mulai bereaksi, cepat bangun..." Lupita mendaratkan ciuman bertubi-tubi di wajahnya.


Seketika mata Harlan terbuka perlahan, ia menutupnya kembali dan membuka lagi.


"Mas.. kau sudah sadar. Terima kasih Ya Allah.." Lupita membingkai senyuman di wajahnya.


"Sa-ya-ng...." suara Harlan tercekat dan mengangkat tangannya, menyentuh wajah istrinya. "Akhirnya kau tidak jadi pergi meninggalkan ku."


Lupita mengeryitkan keningnya dan bingung dengan ucapan suaminya. "Kau mas yang ingin pergi meninggalkan ku! kau tenggelam di lautan terhempas ombak saat berselancar."


Harlan pun kaget dengan perkataan Lupita "Ja-jadi bu-kan kau yang ter-hempas ke da-lam lau-tan? susah payah Harlan merangkai ucapannya.


"Mba, lebih baik suaminya kita bawa ke klinik terdekat, untuk di periksa secara insentif."


Lupita mengangguk "Baiklah..."


Empat orang petugas laut mengakat tubuh Harlan dan membawanya ke klinik yang tidak jauh dari lautan. Setelah pemeriksaan Dokter menyarankan Harlan untuk di infus, agar tenaganya pulih kembali.


"Mas..." panggil Lupita dan duduk di sisi ranjang.


"Sayang.. apa yang sebenarnya terjadi, aku masih bingung kenapa aku di kerumuni banyak orang? seakan aku sedang bermimpi tadi, kau yang tenggelam di lautan, ternyata justru sebaliknya, benar-benar aneh." ucapnya pelan.


"Mas, jangan banyak bicara dulu. Bukankah tadi sudah ku katakan, Mas main selancar dan tiba-tiba tengelam di terjang ombak, para petugas laut terjun mencari Mas, ada tiga orang yang terseret ombak termasuk Mas, yang satu meninggal dan satunya belum ketemu. Syukurlah Mas selamat, Tuhan masih memberikan Mas umur panjang dan kasihan padaku yang sebatang kara." airmata Lupi menetes kembali.


Harlan menggenggam jemari tangan Lupita "Tidak sayang, tidak mungkin aku meninggalkan mu, aku sangat mencintaimu, bukankah kau bilang ingin melahirkan anak-anak ku yang lucu? Harlan mengangkat sudut bibirnya.


Lupita tersipu malu-malu dengan wajah memerah seperti kepiting rebus.


"Teruslah berada disisi ku, sampai maut memisahkan kita." mencium lembut tangan Lupi dalam genggaman nya.


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


Jangan lupa untuk terus dukung Bunda dengan cara:


πŸ’œLike


πŸ’œVote


πŸ’œGift


πŸ’œKomen


@Bersambung........πŸ’ƒπŸ’ƒπŸ’ƒ


.

__ADS_1


__ADS_2