
"Hey! sudah berapa lama kamu berhubungan dengan suamiku! jangan-jangan sudah banyak korbannya! saya akan laporkan kamu sama RT dan warga sini ya, biar kamu di keroyok!
"Cukup! dari tadi ibu dan anak ibu banyak bicara. tanpa memberi saya kesempatan untuk ngomong! seru Lupita membela diri.
"Udah Mah! hajar ajah. Sudah jelas jelas wanita ini Pelakor! Perebut suami orang! biar kapok kita hajar saja! seru anak ibu itu. membuka sendalnya dan ingin memukul Lupita. Di ikuti ibunya yang melepas selop berhak.
Stop! jangan main hakim sendiri Bu! tiba-tiba Pak RT sudah berada di depan teras rumah Lupita. Ia turun dari motor dan berjalan ke depan pintu.
"Ehh Pak! asal Bapak tau ya, ini wanita Pelakor, suka rebut suami orang! umpat wanita paruh baya itu.
"Bu, jangan asal main tuduh ajah kalau tidak ada bukti! kalau ibu ada bukti, bisa kita bicarakan baik-baik. kalau tidak ada bukti Ibu bisa ditutup balik oleh Lupita!
"Apa Lupita? wanita itu mengeryit.
"Bukan dia bernama Lolita?
"Makanya ibu jangan asal main tuduh ajah! yang ibu cari siapa? tanya Pak RT ikut geram.
"Yang anak gadis tinggal disini?
"Kalau nggak salah ibunya tukang pinjem uang kesana-kemari." celetuk anak wanita itu.
"Dua hari yang lalu, disini ada gadis bernama Lolita, ibu Surti dan Bejo. Tapi mereka bertiga sudah pergi! jadi ibu salah alamat kalau marah marah sama Lupita. dia pemilik rumah ini, anak yatim piatu."
Dua orang anak dan ibu itu terdiam. Mereka saling bersitatap dan tertunduk malu.
"Yang ibu cari Lolita kan? tanya Lupi menatap kesal pada ibu dan anak itu.
"Coba jelaskan Bu! yang ibu cari siapa namanya? tanya Pak Rt lagi.
"Loli-ta." jawab anak ibu itu terbata.
Lupita menghela nafas lega "Namaku Lupita! bukan Lolita! Loly itu sepupuhan dengan saya, tapi dia dan ibunya sudah pindah dan ngontrak sendiri! makanya ibu jangan asal main tuduh dan maki-maki saya, coba kalau sandal ibu sampai kena muka saya, pasti saya tuntutan Kalian! ucap Lupita geram.
"Nah kan ibu yang salah, asal tuduh ajah. Sekarang ibu dan anaknya minta maaf sama Lupita, sudah fitnah orang." ujar Pak RT.
"HUUUU..... HUUUU....
Didepan rumah Lupita tetangga banyak berdatangan, mereka beramai-ramai menyoraki ibu dan anak itu.
"Saya minta maaf, Mbak! ucap wanita itu, masih tertunduk menahan malu.
"Saya juga minta maaf." kata anak wanita itu.
Mereka mengulurkan tangan pada Lupita. Lupita menerima uluran tangan ibu dan anak itu.
"Kalau saya boleh tahu dimana kontrakan Lolita? saya harus ketemu dengan nya."
"Ibu kesana mau marah marah? jangan bu, kalau ibu mau bicara baik baik akan saya kasih tahu. jangan bikin ribut di kampung orang bu." kata Pak RT lagi.
"Tidak pak, saya cuma mau bicara baik-baik, supaya Lolita meninggalkan suami saya."
"Ya sudah, tapi ingat jangan cari ribut ya bu?
"Iya Pak!
"Di jalan Delima, samping gang ini bu, nanti ibu keluar gang, nah samping gang ini ada jalan Delima, masuk ajah kedalam, nanti tanya kontrakan milik Pak Haji Dadang.
"Oh iya Pak, makasih ya."
Ibu dan anak itu melangkah pergi dengan malu, meninggalkan rumah Lupita.
"Pak Rt terima kasih banyak ya. ko Bapak bisa tahu ada wanita datang kerumah saya, marah marah?
"Ada warga yang kasih tahu, saya sebagai Rt disini. waajib memberi keamanan pada warganya."
"Ya sudah saya pamit."
"Iya Pak RT."
*****
Sementara ibu dan anak tadi sudah menemukan kontrakan Lolita.
Tok, tok, tok...
"Permisi.....
__ADS_1
"Tok, tok, tok,....
"Ceklek!
"Cari siapa? tanya Surti dingin.
"Dimana Lolita?
"Mau apa cari anak gue!
"Minggir! mendorong tubuh Surti "Saya mau cari Lolita!
"Ehh enak ajah main masuk kerumah orang!
"Dimana Lolita! teriak wanita itu.
Tiba-tiba Lolita keluar kamar, ia mendengar ada ribut ribut di ruangan tamu.
"Ada apa ini?! tanya Loly bingung.
"Ini dia anaknya, Mah!
"Jadi kamu kan yang bernama Lolita! berani main gila sama suami orang. Dasar Pelakor! Ibu dan anak itu menjabak dan menampar Lolita bertubi-tubi.
"Dasar wanita Pelakor! suka rebut suami orang! wanita sampah! maki wanita paruh baya itu, tanpa henti terus memukuli.
"Berhenti! teriak Surti ikut membela anaknya.
Pertengkaran tidak bisa dihindari lagi saling pukul dan jambak.
"BERHENTI!
Datang Bejo ikut melerai dan memisahkan mereka berempat.
"Kenapa ibu marah-marah di rumah orang! bisa saya tuntut kalian!
Mereka berhenti bertikai.
"Wanita itu! menunjuk Lolita "Udah merebut suamiku! dasar perempuan gatel! mending kalau cantik, cuma menang bokong gede doang! cecar wanita itu lagi.
Sudah sekarang pergi dari sini! usir Bejo mendorong dorong tubuh wanita itu dan anaknya keluar dari pintu.
Bejo membanting pintu.
"Darimana wanita itu tau rumah kita." tanya Surti.
"Lupita yang kasih tahu! aku dengar dari tetangga, kalau wanita tadi sempat datang kerumah Lupita!
"Semua ini gara-gara Lupita! awas ajah akan aku kasih pelajaran dia! Surti mengepal kedua tangannya.
"Tenang kak! Aku akan buat Lupita malu dan di pukuli warga! Lupi harus membayar semua ini! janji Bejo dengan mata menyipit.
****
Seperti biasa Lupita mulai menjalankan aktivitasnya, berangkat pagi untuk bekerja di perusahaan Vandeles dan pulang pada sore hari. Sudah hampir seminggu semenjak kejadian pengusiran Bibinya, Harlan tidak juga mengunjunginya. Hanya sekali membalas pesan Lupita, kalau ia masih sibuk mengurus saudaranya yang sedang sakit'.
Lupita tidak ingin mengganggu Harlan lagi, ia tidak menelpon atau bertanya lagi. kebiasaan Lupi sehabis pulang kerja, Ia habiskan tidur lebih awal, Karena ia tidak memiliki TV untuk hiburan.
Jam menunjukkan pukul delapan malam, selesai membuat mie instan, Lupi sibuk menyelesaikan Desain, tugas kantor yang ia bawa pulang.
****
Di dalam sebuah ruangan rawat inap, Harlan masih menunggu Mak Isah.
"Mak harus makan dulu, bagaimana Mak mau sembuh kalau tidak mau makan."
"Mak hanya ingin kau berjanji untuk secepatnya menikah, umurmu sudah 29 tahun, Lan?
"Mak, aku pasti akan menikah? tapi tunggu waktu yang tepat."
"Tapi berjanji lah pada Mak, kau akan menikah tahun ini kan? pinta Mak isah, dengan sorot mata sayu.
["Ya Tuhan, aku tidak ingin membuat Mak sedih, dia sudah seperti ibu bagiku, lebih baik aku iya kan saja dulu, agar Mak mau makan."]
"Iya Mak."
"Benarkah, nak?" menyentuh tangan Harlan "Mak senang mendengarnya." wajahnya berbinar cerah.
__ADS_1
"Kalau gitu, Mak makan ya." bujuk Harlan.
Mak Isah mengangguk pelan. Harlan menyuapi ibu asuhnya penuh kasih sayang. Selesai memberi makan Mak Isah, Harlan berniat pergi kerumah Lupita.
"Mak, aku pergi dulu, ada perlu sebentar."
"Lan ini sudah malam, kau mau pergi kemana?
"Hanya sebentar Mak, ada Wiliam dan BI Ina yang jaga Mak."
"Ya sudah, cepat kembali. Mak sudah gak betah di rumah sakit, ingin cepat pulang."
"Iya Mak, lusa Mak boleh pulang."
"Will! tolong jaga Mak, kalau ada apa-apa hubungi aku."
"Baik Tuan!"
Harlan menuju parkiran dan melajukan motornya menuju jalanan raya. Satu jam kemudian, Harlan sampai didepan rumah Lupita.
"Assalamualaikum..."
Dalam dua kali salam Lupita membalas salam Harlan.
"Wa'alaikumsalam."
"Ceklek!
"Mas Harlan? Lupita kaget, tapi wajahnya terlihat senang. "Ayo masuk." tersenyum kecil.
Harlan masuk kedalam ruangan dan duduk di sofa, dengan pintu terbuka lebar.
"Maaf Lupi, aku baru bisa datang."
"Nggak apa-apa Mas, Oiya bagaimana kabar saudaranya?
"Sudah melewati masa kritis, makanya aku baru bisa kemari."
"Syukurlah. Oiya aku buatkan kopi dulu ya."
"Nggak usah repot-repot Lupi? aku kesini hanya ingin melihat kabarmu saja."
"Nggak apa-apa Mas, aku buatkan dulu, ya."
Lupita berjalan menuju dapur untuk membuat kopi, tak lama ia kembali dengan membawa secangkir kopi."
"Oiya Lupi, aku mau numpang ke toilet."
"Masuk ajah Mas, ada di samping dapur."
Harlan masuk kedalam kamar mandi, Lupita membereskan desain gambar diatas meja. Tiba tiba lampu padam.
"BULM!
"Lupi! mati lampu ya? terdengar suara Harlan dari kamar mandi.
"Iya, Mas! sebentar aku lagi cari ponsel dulu buat penerangan. Lupita berjalan sambil meraba-raba Kedinding.
KREKK..
Harlan keluar dari kamar mandi, dan berjalan di kegelapan sambil meraba-raba.
Tiba tiba....
"BRUKK!
"Aaawwww... Lupita terpekik!
Seketika lampu menyala terang benderang. terdengar suara Bejo dan beberapa orang di depan pintu.
'
'
'
@Bersambung.....
__ADS_1
@Kadang heran ya sama readers, di kasih bacaan gratis msih juga suka komplin, pembaca juga harus sabar donk, semua cerita kan pasti ada benang merahnya. Jagan menyudutkan penulis terus. terserahlah mau di bilang novel sinetron ikan terbang, yang penting Author tetap berkarya. Terima kasih banyak bagi yang masih setia dan terus mendukung karya Author 🙏😍