
POV Margaret.
Suara dering telepon telah membangunkan aku dari tidurku, rasanya malas untuk mengangkat panggilan telepon di pagi hari. karena suara itu terus mengganggu dengan malas aku mengambil ponsel Itu di atas nakas dan tertera nama seseorang yang mulai dekat padaku.
"Hallo...." jawabku malas.
"Hey Margaret..."
"Ngapain sih pagi-pagi buta menelpon aku ganggu tidur saja! kesalku pada si penelpon.
"Hey aku akan memberikan kabar baik, yaitu sebuah rahasia tentang kak Harlan. kalau tidak mau ya sudah aku matikan telepon ini!
"Heh! tunggu.. tunggu! mendengar nama Harlan yang kutahu itu adalah nama panggilan dari ibu asuhnya. Dengan spontan aku bangun dan ku tegakkan dudukku.
"Rahasia apa? cepat kau katakan!"
"Tidak semudah itu BESTie... kau temui aku di sebuah Cafe Melati' yang tidak jauh dari hotel mu menginap."
Demi sebuah rahasia tentang Georgie. Aku menyetujuinya "Jam berapa kau datang kesana?"
"Jam sembilan, aku tunggu di Cafe itu."
Berarti masih ada waktu aku untuk bersiap-siap. "Baiklah jam 09.00 aku akan datang ke cafe Melati."
Dengan Tak sabar aku masuk kedalam kamar mandi, usai bersih-bersih dan tubuhku terasa segar. Aku menelepon pelayan untuk mengantarkan makan pagiku di dalam kamar.
Selang berapa menit pelayan Hotel datang membawakan sarapan pagi. Usai sarapan aku mulai bersiap-siap untuk berangkat ketempat tujuan.
Saat keluar dari kamar, aku melewati kamar paman Alfonso. Sudah beberapa hari ini aku tidak penyapa dan melihatnya. Aku mulai sedikit menjaga jarak setelah aku sering mendengar suara berisik dan kegaduhan didalam kamar Paman. Pernah suara erangan dan desah*n terdengar di kuping ku, sebab kamarku bersebelahan dengan kamar Paman. Aku sempat berfikir, apakah Paman mencari seorang j4l4ng untuk menemaninya tidur? siapa suara wanita itu? yang terus mengusik ketenangan orang." kesal ku dan ingin rasanya aku pindah dari hotel itu.
Jam sudah menunjukkan pukul 09.00 tepat waktu aku sudah sampai di Cafe melati. Aku mencari keberadaan wanita yang menjengkelkan itu. kadang aku kesal dengan wanita yang suka mencari perhatian pada Paman. padahal menurutku Paman Alfonso pantasnya menjadi Ayahnya, Pernah aku datang beberapa kali bersama Paman Alfonso kerumah ibu Asuhnya, dan wanita bernama Della terlihat manja dan sok kecantikan. Namun karena dia ingin memberikan sebuah rahasia tentang Georgie aku harus bersikap manis di depan wanita berparas manis itu.
aku melihat dari kejauhan Della melambaikan tangannya dan aku berjalan mendekat di mana ia duduk.
"Hey! sudah lama menunggu?" tanyaku basa-basi.
"Iya, sekitar 10 menit aku sudah disini."
"Secepat itu? bukankah jarak rumahmu ke tempat ini lumayan jauh?" tanyaku. Namun wanita di depanku itu hanya tersenyum yang entahlah tidak bisa diartikan.
"Apa yang akan kau bicarakan tentang rahasia George? tanyaku tanpa basa-basi.
__ADS_1
"Sudah duduk saja dulu, biar enak ngobrolnya." ujar Della tersenyum padaku.
Aku duduk di depannya. Tak lama datang seorang pelayan membawa dua cangkir kopi capuccino dan cake, lalu menaruh diatas meja.
"Sorry aku sudah memesannya sambil menunggu mu tadi. Silakan di cicipi."
"Terima kasih, sekarang tolong katakan, soalnya aku harus kekantor Vandeles." kata ku sudah tak sabar.
"Aku baru tahu kalau kau sudah dijodohkan oleh Paman Alfonso dengan Kak Harlan. Tapi tahukah tahu tentang rahasia kak Harlan yang belum diketahui olehmu dan juga Paman Alfonso."
Kening ku mengeryit dan menatap serius wanita didepan ku dengan perasaan bingung.
"Rahasia apa?! tanyaku yang membuat hatiku mulai resah.
"Maaf, bukannya aku ikut campur tentang urusanmu.Namun kita adalah dua orang wanita yang sama-sama kecewa dengan sikap kak Harlan! seharusnya kau tahu kenapa Kak Harlan menolakmu?"
"Jangan terus muter-muter, coba cerita yang jelas dan jangan membuang waktuku untuk hal yang tidak percuma!" bentakku pada Della karena mulai tersurat emosi.
Della menghempaskan nafas kasar dan menatap netra ku insten. "Setelah aku menceritakan semuanya, kau harus balas dendam pada wanita yang sudah merebut kak Harlan darimu dan Aku!"
"BRAKK! aku mengepak meja karena kesal, apa tadi dia bilang? seseorang merebut Goergie dariku dan juga dia???
"Apa maksudmu! kalau kau hanya ingin membuat aku kesal lebih baik aku pergi!! aku beranjak dari dudukku dan berniat meninggalkan wanita yang mengesalkan itu.
Deg!!
Jantungku hampir berhenti. seketika nafasku tercekat, dadaku bergemuruh mendengar perkataan wanita itu. Aku membalikkan tubuhku dan menatap tak percaya wanita yang duduk dengan santainya.
"Apa kata kamu! Aku berjalan mendekat dan menatap tajam matanya. "Pasti kau sudah berbohong bukan? jangan bermain-main denganku!" ancamku dengan tangan mengepal dan rahang ku terasa keras.
"Untuk apa aku berbohong? selama ini aku pernah tinggal bersama Kak Harlan dan juga Lupita di rumah Bibi. Mana mungkin aku berbohong padamu?"
"Apa buktinya bila perkataanmu benar?" kataku tak percaya.
Della membuka tas brandednya yang ku perkiraan nilainya sangat mahal, aku jadi berpikir dari mana seorang Della bisa membeli barang-barang berkelas artis dan pejabat itu. Dengan memakai perhiasan mahal, tas, sepatu dan pakaian yang melekat di tubuhnya adalah barang branded. Namun aku tak peduli darimana semua itu dia dapatkan.
Della mengambil ponsel dan mengirimkan sesuatu kedalam ponselku. "Lihatlah semua foto-foto itu, kalau kau masih tidak yakin, terserah! ucapnya terlihat angkuh.
Aku mengambil ponselku dalam tas, dan membuka pesan masuk yang dikirim Della, seketika mataku terbelalak sempurna, aku terkejut melihat foto-foto Georgie yang sedang bersanding dengan seorang wanita, dan duduk disebuah sofa sederhana. Aku menatap foto wanita itu yang aku lihat di kantornya.
Aku benar-benar dibuat syok. Dan hampir saja tubuhku terjatuh karena tak sanggup melihat kenyataan yang membuatku hampir gila. Dengan cepat Della menarik tubuhku dan didudukkan ke kursi tempat ku duduk.
__ADS_1
"kau tenang dulu, aku punya rencana untuk menghancurkan pernikahan mereka."
Tubuhku yang tadi lemah terlihat kuat kembali, lalu menatap serius wajah Della.
"kau punya rencana apa? kataku penasaran.
"kau tahu aku juga membenci sosok wanita bernama Lupita! jujur sebelumnya aku juga menyukai Kak Harlan dan jatuh cinta padanya, tapi...
"Apa?! Jadi kau mencintai Goergie juga?! ku potong ucapnya dan ku tatap tajam kearahnya.
"Itu dulu, sekarang aku tidak berambisi untuk memilikinya, karena aku sudah memiliki kekasih yang lebih segalanya dari pria yang kau cintai itu." ucapnya angkuh.
"Apa rencana mu? tanya ku lagi dan Ingin tahu apa yang ada di otaknya.
"Kau harus ikut aku ke orang pintar, beliau bisa melakukan apa saja untuk meregangkan rumah tangga Lupita dan kak Harlan." katanya begitu yakin.
Aku tidak mengerti dengan cara-cara orang Indonesia, tapi tidak ada salahnya aku mengikuti saran Della. Hari itu kami pergi berdua mengunjunginya, yang katanya tempat orang sakti.
Esoknya aku memulai aksiku dan mengikuti saran seorang lelaki tua yang aku temui kemarin bersama Della. Dengan mahar 50 juta aku mengeluarkannya, tapi bagiku tidaklah masalah, yang penting semua berhasil dan berjalan lancar. Aku sudah menyiapkan apa yang aku butuhkan untuk menaklukkan Georgie Vandeles, pria yang sudah aku cintai saat di Belanda. Hatiku sangat sakit mengetahui Georgie sudah menikah, bahkan yang ia nikahi karyawannya sendiri. Aku tidak ingin menyerah dan harus memisahkan mereka berdua.
Pagi itu Aku datangi perusahaan Vandeles, dengan penuh semangat aku membuka pintu ruangan Georgie. Aku melihat pria itu sedang berkutat di kursi singgasananya. Goergie terlihat malas dengan kedatanganku dan aku menawarkan makanan yang aku bawa. Awalnya ia ingin mengusir ku dari ruangannya, Namun aku memohon dan merayunya dengan alasan ini terakhir aku datang menemuinya dan meminta Goergie untuk makan pemberian yang aku bawa. Ia terus menolak dan beralasan akan makan siang bersama seseorang. Yang aku tahu pasti itu istrinya.
Aku tidak menyerah dan mulai berpura-pura menangis.
"Goe.. apa kau sebenci itu padaku? padahal aku sudah membawakan makanan untuk mu. Aku tidak akan memaksa untuk minta perjodohan itu lagi, aku hanya ingin berteman. Plis.. kita makan hanya sebagai teman." kataku di seka Isak tangisanku.
Goergie akhirnya luluh dan duduk agak jauh dariku. Aku membuka makanan yang aku sudah beli di sebuah restoran. Goergie tidak menyentuh makanan dari restoran, Namun ia lebih memilih sandwich yang sudah ku buat dan diberikan jampi-jampi oleh lelaki tua yang bergelar dukun.
Saat sedang makan bersama, datang wanita bernama Lupita, yang sudah aku tahu berstatus istri sahnya. Namun aku melihat jelas dari perubahan diri Georgie, ia terlihat dingin dan enggan menatap wajah istrinya. Aku berharap jampi-jampi itu tidak sia-sia karena Goergie sudah menghabiskan dua potong sandwich.
Dua hari kemudian aku mendapat berita menggembirakan dari orang kepercayaan ku yang aku bayar untuk memata-matai mereka berdua. Aku senang, ternyata hubungan Giorgie dan Lupita sedang renggang, bahkan mereka kerap kali bertengkar. perubahan geologi jelas pengaruh dari dukun yang aku datangi.
π
π
@InyaAllah, akhir bulan ini akan Tamat ya All.. karena akan meluncur cerita baru lagi.
@Don't worry, Pelakor pasti ada karmanya kok, tunggu pembalasan dari Lupita. Ikutin terus sampai episode terakhir ya Allπ€©
@Yuk terus dukung karya Bunda, jangan lupa untuk follow IG @bunda.eny_76
__ADS_1
@Bersambung