
Lupita terdiam dengan tatapan kosong kedepan, sambil mengigit bibir bawahnya.
Kenapa Lupi..? tanya inez melihat sahabatnya murung.
"Aku akan berpisah dengan Mas Harlan?!
"Ap-apa....?! Inez membekap mulutnya tak percaya.
"Apa sudah kau pikirkan masak-masak? jangan mengambil keputusan disaat hati sedang panas."
"Aku sudah berusaha bersabar dan bicara dengan kepala dingin, Namun tidak bagi Mas Harlan, ia begitu benci melihat ku. Semalam ia pulang setelah lima hari pergi keluar kota, aku terbangun mendengar gemericik air dalam kamar mandi. Tidak seperti biasanya Mas Harlan selalu bersikap manja dan bercerita tentang apapun, namun sekarang banyak
perubahan dari sikapnya, tidak pernah menyapa atau bertanya sekedar basa-basi. Semalam, setelah pulang dari luar kota kami berdebat lagi. saat aku bertanya ia tidak mau menatap wajahku, bahkan tidak mau tidur satu ranjang."
Inez mengusap punggung sahabatnya yang sedang dirundung masalah, ia melihat tetesan airmata disudut mata Lupita, dan mengusapnya lembut.
"Aku berjanji akan membantumu dan mencari solusinya. Kenapa Tuan Georgie bisa berubah benci padamu. Kau Sabar dulu Lupi, ikuti kemauan suamimu sampai kita mendapatkan jawabannya. Aku akan minta bantuan Kak Wiliam."
Lupita tersenyum "Terima kasih Inez."
"Oiya jam makan siang aku ingin mengajak mu makan di restoran Jepang. Tempatnya nggak jauh dari kantor, kita bisa ngobrol bebas."
"Oke..."
Mereka berdua mulai melanjutkan aktivitasnya. Inez membuat Desain yang di bantu Lupita.
"Bagaimana kerjasama mu dengan Ricky?
"Alhamdulillah berjalan lancar, ternyata Desain properti yang aku buat di setujui oleh perusahaan Ricky dan saat penandatanganan kemarin aku sudah di bayar 50%, nanti saat grand opening baru pelunasannya."
"Wah hebat, berarti secara tak langsung kau sudah bekerjasama dengan perusahaan tempat Ricky. Kenapa Tuan Georgie malah meremehkan bakat isterinya sendri, seandainya ia bisa melihat kelebihan mu, tidak perlu lagi Tuan Georgie mencari Arsitek lulusan dari luar negri untuk membuat desain perusahaan anak cabang."
Ahh! Lupita mendesah panjang "Entahlah, mungkin Mas Harlan tidak ingin aku lelah."
"Ini sudah jam makan siang, ayo kita keluar."
"kau ini pengantin baru, sudah pasti William ingin makan bareng dengan istrinya. Kenapa tidak sekalian saja kau ajak suamimu."
"Tidak apa-apa, aku sudah minta izin pada Kak Will, kau tenang saja luv."
Selesai membereskan berkas-berkas di atas meja. Mereka berdua menuju restoran Jepang. Seorang waiters membukakan pintu kaca dan membungkuk memberi hormat.
"Silakan Nona, anda ingin pesan apa? tanya waiters sopan, setelah Inez dan Lupi duduk di salah satu meja dekat jendela.
"Kau ingin pesan apa luv? tanya Inez seraya memberikan katalog
__ADS_1
"Aku ingin Sushi dan Sup miso, minumnya teh hijau ya Mba.
"kalau saya yashimi sama yakitori, minumnya oranye juice."
"Baik! tolong ditunggu ya."
Saat Lupita dan Inez sedang asyik mengobrol, Mata Lupita menangkap sosok pria mirip dengan suaminya berduaan dengan wanita cantik.
"Lupita, kau sedang lihat apa? tanya.inez yang duduk didepannya.
"Itu seperti Mas Harlan? dan wanita itu..? Lupita membelalakkan matanya, membuat Inez bingung dan memutar tubuhnya kebelakang.
"Yang mana?
"Itu yang duduk di sebelah sana? Lupita menunjuk arah dua orang sedang asik ngobrol sambil menikmati hidangan didepannya.
"Iya! itu Tuan Georgie dan Margaret! kenapa Tuan Goergie seakrab itu, bukankah ia sangat membenci Nona Margaret?"
Lupita terdiam dengan sorot mata nanar, bola matanya mulai memanas, jantungnya berdebar hebat, dan hatinya berdenyut perih. "Aku harus kesana dan menanyakan pada mereka, ada hubungan apa Mas Harlan dengan Margaret?" Lupita berdiri dan terlihat emosi.
"Tunggu Lupi? kau jangan gegabah." Inez menarik tangan Lukita untuk duduk kembali.
"Kalau kau menegur mereka berdua, pasti ada keributan disini, kau tahu sendiri bukan? kebiasaan jeleknya orang Indonesia. Pasti akan mengabadikan ponsel mereka dan menjadi viral didunia maya."
Lupita duduk kembali walau kini hatinya begitu sakit, ia mengusap airmatanya yang sudah berjatuhan. Pelayan datang membawa pesanan mereka. Namun Lupita sudah tidak nafsu makan, bahkan untuk menelan makanan saja sangat sulit
"Aku sudah tidak nafsu makan lagi. Lebih baik kita pulang." ucapnya lemah
Inez mengangguk dan membayar tagihan. Saat mereka keluar dari restoran Jepang, sudah tidak melihat Harlan dan Margaret.
***
Seminggu telah berlalu, sikap Harlan semakin menjadi dan sudah tak peduli lagi dengan kehadiran Lupita dirumahnya sendiri. Lupita yang sudah lelah dengan sikap suaminya, memilih diam. Hari ini Lupita berniat ingin bicara dengan Harlan masalah rumah tangganya. Kalau Harlan masih bersikap tidak perduli, Lupita terpaksa akan pergi dan meninggalkan rumah yang Harlan diberikan sebagai Mas kawin, sebab ia tidak gila harta. Lupita akan datang kekantor untuk mengambil laptop dan berkas-berkas miliknya.
"Apa aku terima saja tawaran Ricky untuk bekerja di perusahaannya? akan aku lihat dulu sikap mas Harlan setelah aku bicara dengannya. Bila dia tidak berubah dan masih bersikap acuh, aku akan terima tawaran Ricky."
Taksi yang Lupita tumpangi sudah berhenti di gedung perkantoran Vandeles. ia keluar dari mobil dan masuk kedalam gedung. Saat berjalan kearah lift, Lupita melihat seorang pria berjas hitam berdiri didepan pintu lift.
"Aku seperti mengenal Pria itu? bukankah Pria itu temannya Ricky, kepala devisi Arsitek. Ada perlu apa dia kekantor Vandeles?"
"DEG! kenapa perasaanku jadi tidak enak ya?"
Lupita menepis pikiran negatif dan masuk kedalam ruangan kerjanya.
"Pagi inez..?
__ADS_1
"Pagi luv..?"
Lupita berjalan ke meja kerjanya dan merapikan berkas-berkas dan buku-buku didalam laci dan kabinet.
"Luv.. kenapa kau beres-beres semua berkas dan katalog desain mu? tanya Inez, menyipitkan matanya.
"Aku akan menemui Mas Harlan dan mulai hari ini, aku keluar dari kantor Vandeles."
"Apa...? Jadi kau benar ingin meninggalkan kantor ini? kau tidak serius kan? mata Inez terbelalak.
"Maafkan aku Nez, tapi aku sudah tak sanggup lagi untuk menghadapi sikap Mas Harlan. aku hanyalah manusia biasa yang memiliki keterbatasan dalam kesabaran. Suamiku sudah diluar batas dan tidak pernah menganggapku ada." Lupita tersenyum getir sambil memasukkan berkas dan berbagai desain kedalam kardus.
Inez menghela nafas dalam dan berjalan mendekati Lupita "Baiklah kalau itu sudah menjadi keputusanmu. Aku berharap kau bisa pertimbangan kan lagi keputusanmu. Jujur aku sangat takut kehilanganmu, Lupi." mata Inez mulai berembun.
Lupita gelengkan kepala "keputusanku sudah bulat, kau tidak usah khawatir. Aku bisa jaga diriku sendiri."
Lupita dan Inez saling berpelukan. "Aku akan sendri di ruangan ini!" airmata Inez berjatuhan.
"Kau tidak sendiri Inez, ada suamimu yang selalu menjagamu. Semoga rumah tanggamu dan Wiliam langgeng dan bahagia." ucap Lupita, jemarinya mengusap lembut tetesan airmata sahabatnya.
"Terima kasih Lupi..."
JEGLEK!
"Nona Lupita, Anda di tunggu di ruangan Tuan Goergie."
"Hufftt! kebetulan sekali, aku juga berniat ingin datang ke ruangannya. Terimakasih Will."
Inez menatap wajah suaminya, seakan minta penjelasan, hanya sebuah gelengan kepala pertanda Wiliam juga tidak tahu.
"Aku temui suamiku, nanti aku kembali sekalian mengambil semua berkas ku." ucap Lupita pada inez
Inez mengangguk seraya menatap kepergian Lupita dan suaminya William.
JGKEK!
Silakan masuk Nona." Wiliam membukakan pintu ruangan Harlan. Lupita masuk kedalam ruangan suaminya, alangkah terkejutnya Lupi saat melihat suaminya, Margaret dan Alfonso sudah duduk di sofa, mereka bertiga menatap tajam wajah Lupita yang masih berdiri mematung. "Ada apa mereka memanggil ku? perasaanku kenapa jadi tidak enak." gumamnya dalam hati.
"Duduklah! perintah Alfonso. Lupita berjalan mendekat dan duduk disofa tunggal. Ia merasa aneh dengan tatapan ketiga orang didepannya. Harlan suaminya terlihat dingin, Alfonso seperti Algojo yang siap kapanpun akan eksekusi mati, Margaret yang jutek dan senyuman mengejek. Tubuh Lupi sedikit tegang dan kaku walau ia sendiri belum tahu pasti maksudnya memanggil dirinya. Padahal Lupita sudah berniat menemui Harlan untuk bicara masalah rumah tangganya, Namun sepertinya ada hal lain yang akan mereka bicarakan.
ππππ
@Ada beberapa episode lagi menuju TAMAT ya All...Maaf tidak bisa pertahankan Novel ini untuk perpanjang episode nya, dari pihak MT/NT nya banyak perubahan sistem. Tapi cerita ini nggak akan gantung kok, semuanya akan terungkap. Setelah ini TAMAT akan ada cerita baru yang lebih menarik lagiπ
@Ikuti terus kelanjutannya di episode berikutnya.
__ADS_1
@Bersambung......