
"Yang saudara dengan ku itu Paman Imron. sekarang Paman sudah meninggal. saya sudah tidak ada urusan lagi dengan bibi! ucap Lupita tegas.
"Benar bu, ibu sudah tak berhak tinggal disini. karena ibu sudah tidak ada urusan lagi dengan Lupita. hanyalah Lolita yang masih berhubungan darah dengan Lupita." ujar Pak RT lagi membela Lupita.
Surti benar benar sudah terpojok. Dadanya bergemuruh menahan amarah. ingin rasanya ia berteriak-teriak memaki Lupita yang terus menatap sinis padanya.
"Tidak bisa Lupi! kau jangan mengusir Bibi sama Lolita. Bibi tidak punya tempat tinggal di kota ini. bibi hanya merantau dan tidak punya pekerjaan bila harus mengontrak." pura pura bersedih agar mendapat simpati dari Lupita dan Pak RT.
"Bi!.. bang Bejo bisa cari kerjaan dan bantu bibi, Lolita masih muda hanya terpaut dua tahun dariku, usia Loly sudah 20 tahun. Masih banyak pekerjaan diluar sana, asal Loly mau berusaha bekerja, sesuai pendidikannya." ujar Lupita memberi saran.
Seketika wajah Surti cemberut, terlihat tak suka.
"Ya sudah, silakan dirembukkan kembali secara kekeluargaan, saya dan lainnya harus pulang, karena sudah sore. jadi saya pesankan pada Bu Surti, apapun keputusan Lupita, tolong ibu ikuti, sebab Lupita berhak atas rumah ini!
"Saya mohon pamit."
"Iya Pak RT, terima kasih banyak." ujar Harlan dan Lupita. Mereka saling berjabat tangan. dan mengantarkan sampai teras.
Saat Lupi akan masuk kedalam, Harlan menarik tangannya dan berbisik "Lupi ingat, Kau jangan menyerah dan terpengaruh dengan sandiwara bibimu, sudah saat kau hidup mandiri tanpa di rongrong terus oleh mereka. Orang seperti mereka cuma mau cari enaknya sendiri, tanpa mau bekerja keras.'
"Iya Mas, aku sudah paham kok! tapi bagaimana bila Mas pulang, bang Bejo dan Bi Surti buat masalah lagi, aku tidak takut kalau untuk membela diri sendiri, tapi yang ku takutkan mereka berbuat nekat, dengan main fisik!
Drett, drett, drett,..
Terdengar getaran ponsel dari saku celana Harlan. ia tidak langsung mengangkatnya. takut Lupita akan curiga.
"Ya sudah, lebih baik kau masuk dulu. tapi ingat kau jangan lemah.'
Lupita mengangguk pelan, dan berjalan masuk kedalam.
Mengambil ponsel dari saku celananya. telpon berhenti, Harlan menelpon balik.
"Hallo...."
"Tuan, cepatlah segera pulang. Ibu asuh muntah darah dan sekarang pingsan.'
"Apa?! Harlan terpekik.
"Will, cepat kau pulang dan jemput Mak ku dirumah, bawa segera kerumah sakit. Aku akan menyusul."
"Baik Tuan!
Helaan nafas dalam Harlan begitu kuat ["Ada apa dengan Mak isah, kenapa tiba-tiba sakit parah? Harlan terlihat panik "Aku harus bicara dulu dengan mereka sebelum pergi. sebenarnya aku khawatir dengan Lupita, takut mereka merencanakan sesuatu. Aku harus tegas pada mereka, sebelum berbuat nekad.]
__ADS_1
Harlan masuk kembali kedalam. Ia melihat Surti menangis sambil terus memohon pada Lupita.
"Lupi! Bibi janji tidak akan melakukan hal buruk lagi padamu." menangis terisak "Bibi juga minta maaf atas kesalahan bibi selama ini!
"Bibi, aku sudah memaafkan bibi dan loly. Tapi maaf.., Bibi, Loly dan bang Bejo tidak bisa tinggal di rumah ini lagi."
"Kau tega Lupi, Loly itukan masih sepuluhan dengan mu." bujuk Surti masih terisak.
Lupita menoleh pada Harlan yang berdiri di depan pintu. "Mas, kau mau kemana? tanya Lupi berjalan mendekat pintu.
"Lupi, aku minta maaf. Aku harus segera pulang. saudara ku masuk rumah sakit."
"iya Mas, tidak apa-apa, Aku bisa menangani Bibi.' ujarnya meyakinkan.
"Biar mau bicara sebentar, sebelum pergi."
Harlan berjalan mendekati Surti yang berada di ruangan TV. "Bu Surti, aku peringatkan! jangan berbuat yang tidak-tidak pada Lupita. kalau tidak! aku dan Pak RT akan melaporkan kalian semua ke kantor polisi 1x24 jam! kebohongan kalian sudah terungkap. Besok segeralah pergi dari rumah ini, sebelum aku bawa polisi kemari!
"Berani kau mengatur kami! gara gara kau! kami terusir semua dari sini! hardik Surti sambil menyeka air mata.
"Maaf, aku tidak ingin berdebat lagi dengan kalian!
Harlan berjalan keluar rumah, Lupita mengantar sampai teras. "Mas, hati hati di jalan, salam buat saudara Mas yang lagi sakit, semoga cepat sembuh."
"Kau juga hati hati dengan mereka. ingat kunci kamar sebelum tidur. tegaskan pada mereka, untuk segera tinggalkan rumah mu! kalau ada apa-apa kau datangi Pak RT."
Selesai berbicara, Harlan pergi meninggalkan rumah Lupita.
Lupita masuk kedalam kamar dan menutup pintu. Di ruangan TV Lupita mendengar suara Lolita mengis pilu, Lolita terkejut saat harus meninggalkan rumah yang sudah ia tinggali selama bertahun-tahun.
"Aku tidak mau keluar dari rumah ini Bu!
"Sudah saatnya kamu mandiri dan mencari pekerjaan! ujar Surti, memijit pelipisnya.
"Mau kerja dimana aku Bu! paling juga jadi kuli nyuci sama gosok!
"Ya terserah pokok kamu cari kerja!
"Ya udah kita gak usah pergi saja. Lupi juga gak bakal berani tinggal sendiri!
"Dasar tolol! kau mau kita mendekam di penjara! kalau kita gak keluar dari sini bakal di ciduk polisi! Surti terlihat kesal dan frustasi.
"kita akan tinggal dimana lagi?! cari kontrakan mahal di daerah sini! Bejo menimpali.
__ADS_1
"Mulai sekarang kau juga harus bekerja, buat bantu bayar kontrakan, Jo!
"Bukankah Mba masih pegang uang lima belas juta? pakai uang itu buat bayar kontrakan dan modal usaha.
"PLOK!
Menggaplok punggung Bejo "Duit itu tinggal tujuh juta. Enak ajah bilang masih 15 juta."
"Ibu itu boros! masa baru tiga hari sudah habis delapan juta! teriak Lolita "Jangan jangan ibu kasih buat pacar ibu yang brondong itu kan! teriak Lolita lagi, sambil terisak.
"Diam mulutmu loly! jangan kurang ajar kamu, nuduh ibu kaya gitu. uang itu buat bayar hutang, ngerti! Surti beranjak dari duduknya dan masuk kedalam kamar.
*****
Dua hari kemudian. Surti, Lolita dan Bejo sudah pindah dari rumah Lupi. Akhirnya Lupita bisa bernafas lega. Tapi masih ada yang mengganjal dalam pikirannya. Surat rumah Ayahnya telah di gadaikan Surti, dan ia harus mencari uang untuk menebusnya. kini Lupita masih beres beres rumah. kebetulan Wiliam memberinya libur selama tiga hari untuk istirahat.
Dirumahnya sudah tidak ada kulkas dan Tv. Semuanya sudah di bawa Surti. untung masih ada kompor gas satu tungku buat Lupi memasak. Siang itu matahari sangat terik, Lupi membeli es batu di warung untuk membuat es teh manis. setelah membuatnya ia duduk di sofa sambil mengetik sebuah pesan untuk Harlan.
"Kenapa ponsel mas Harlan tidak aktif dari kemaren. Ada apa dengan nya? kening Lupita mengeryit. "Tanpa campur tangan mas Harlan, Bibi tidak akan pernah keluar dari rumah ini."
"Hah...! menghela nafas panjang.
Lupita terus berpikir sambil meminum habis teh manis buatannya "Mas Harlan begitu baik padaku. Apakah dia punya perasaan padaku? tidak Lupi! apa yang sedang kau pikirkan? tidak mungkin mas Harlan menyukaiku, ia hanya menganggap ku teman baik. Dan aku juga tidak punya perasaan apa-apa padanya. Aku hanya menganggap Mas Harlan sebagai Kaka angkat."
Sore itu, selesai memasak. Lupi mengangkat jemuran kasur busa diatas pagar. tiba-tiba masuk seorang ibu paruh baya bersama anak gadisnya. Tanpa bertanya dulu ibu itu langsung memaki.
"Hey! dasar wanita gatel! senangnya main sama Om Om!
Lupita terkejut dengan bola mata membulat.
"Apa maksud ibu? datang kerumah orang langsung marah-marah!
"Pantaslah Mah, wanita ini emang cantik, putih dan masih muda. jelas Papa habiskan uangnya buat wanita sialan ini! wajah tak sesuai dengan kelakuannya! cetus anak dari ibu paruh baya itu, sambil menatap sinis.
"Hey! sudah berapa lama kamu berhubungan dengan suamiku! jangan-jangan sudah banyak korbannya! saya akan laporkan kamu sama RT dan warga sini ya, biar kamu di keroyok!
"Cukup! dari tadi ibu dan anak ibu banyak bicara. tanpa memberi saya kesempatan untuk ngomong! seru Lupita membela diri.
"Udah Mah! hajar ajah. Sudah jelas jelas wanita ini Pelakor! Perebut suami orang! biar kapok kita hajar saja! seru anak ibu itu. membuka sendalnya dan ingin memukul Lupita. Di ikuti ibunya yang melepas selop berhak.
'
'
__ADS_1
'
@Bersambung.......