Suamiku Seorang CEO

Suamiku Seorang CEO
Penculikan


__ADS_3

"Silakan duduk. Baru saja Tuan Wiliam menelpon saya, apakah Nona Inez sudah sampai?"


"Wiliam? untuk apa dia menanyakan aku pada Pak Hendra? apakah dia sedang memata-matai aku, ataukah masih ada perasaan.." Huh! sudahlah tidak usah diingat lagi!" batinnya mencabik.


Inez dan Pak Hendra memulai obrolannya dan Inez menunjukkan sebuah desain yang sudah ia buat. Memberikan penjelasan secara detail serta bahan bangunan yang di butuhkan dengan kwalitas dan harga terjangkau.


Tak terasa malam pun tiba, walau hidangan makan malam sudah di sediakan oleh Pak Hendra, mereka masih melanjutkan aktivitasnya selesai makan. Jam sudah menunjukkan pukul 9.30 wib. Inez mengakhiri meeting bersama pak Hendra dan beberapa bawahannya.


"Sudah cukup penjelasan dari saya secara keseluruhan dan juga budget yang akan di keluarkan."


"Baik Nona Inez, kontrak kerjasama dan penandatanganan perusahaan kita, akan diadakan di Hotel Ritz-Carlton"


"Oke pak Hendra, tiga hari lagi kita akan bertemu di hotel Ritz-Carlton."


Inez dan Pak Hendra saling berjabat tangan. setelah itu Inez meninggalkan ruangan Pak Hendra. Area di dalam kantor 'MK' sudah tutup, hanya ada beberapa ruangan yang lampunya masih menyala. Inez berjalan melintasi lorong perkantoran menuju pintu lift.


"Ting!


Inez masuk kedalam lift bersama dua orang pria yang tiba-tiba ikut masuk kedalam lift. Inez pikir dua pria itu yang tadi ikut meeting bersamanya di ruangan pak Hendra, Namun ia sedikit curiga pria bertubuh tegap, dengan wajah tertutup masker itu menatap intens saat Inez melirik kearahnya yang berdiri di sampingnya.


"Ting!"


Inez melangkah keluar dengan cepat, ia menoleh pada arloji di tangannya Jam sudah bergerak ke angka 10.15 menit. suara heels terdengar nyaring di lorong perkantoran yang sepi, Inez sempat curiga seperti ada yang mengikutinya dari belakang. Ia tak berani menoleh kebelakang dan mempercepat langkahnya.


Saat didepan pintu Inez terkejut, karena pintu depan lobby sudah terkunci. Inez berusaha mendorong pintu kaca itu agar menimbulkan suara. Di depan pintu kaca seorang satpam berbicara dari luar kaca, walau Inez tidak mendengar suara satpam itu bicara, namun ia sedikit mengerti saat pria berpakaian biru dongker itu menunjuk kearah samping, kesebuah pintu samping khusus karyawan. Inez mengangguk dan berjalan kearah pintu samping.


Sekujur tubuh inez keluar keringat dingin, ia berjalan dengan cepat menuju pintu samping yang jaraknya lumayan jauh. Hatinya sedikit tenang saat ia melihat sebuah pintu terbuka lebar. Saat hampir mendekati pintu keluar, tiba-tiba pintu yang terbuat dari besi baja itu tertutup rapat.


"BRAKK!!


Hati Inez mulai resah, tubuhnya gemetar karena ketakutan, ia mendekati pintu dan mengendor-gedornya keras


DOR! DOR! DOR!!


"Bukakan pintunya, masih ada orang didalam!" teriak Inez.


"Pak! bukakan pintunya saya mau keluar!" Inez masih terus berteriak dan menggedor pintu dengan kuat. "Telpon! aku harus menelpon pak Hendra, bukankah dia masih di dalam ruangannya." Inez mengambil ponsel dalam tasnya dan mulai mencari kontak Pak Hendra. sebelum ia menekan tombol hijau, tiba-tiba ada yang menarik ponselnya.


"Siapa kau? kenapa kau ambil ponselku? tanya inez ketakutan


"Jangan berisik; ikutlah bersama kami bila kau ingin aman!" seruan dua orang pria yang tadi bersamanya di dalam lift, tiba-tiba sudah berada di depan Inez.


"Jangan mendekat! kalian mau apa? aku tidak ada masalah dengan kalian..?! teriak Inez dengan tubuh gemetar seraya mundur kebelakang dan terbentur pintu besi.


"Ikutlah bersama kami dan tidak usah teriak! dua orang Pria tertutup masker itu berjalan semakin mendekat, lalu menarik tangan Inez dan membekap mulutnya dengan sapu tangan yang sudah dikasih obat bius. Seketika Inez pingsan dalam pelukan pria yang membekapnya.

__ADS_1


"Inez ma'afkan aku, terpaksa aku melakukan ini. Hanya dengan cara begini kau akan menjadi milikku seutuhnya." gumamnya lirih.


"Cepatlah bro! jangan sampai sekuriti melihat aksi kita, bisa di keroyok kita."


"Ayo kita pergi dari sini!"


"Kita lewat pintu gudang belakang, disana tidak terlalu banyak sekuriti, kita aman membawa wanita ini."


"Kalau gitu cepat kau pindahkan mobilnya ke area gudang belakang."


"Oke, ayok!


Setelah dirasa aman, dua pria itu pergi membawa Inez melalui pintu belakang dan memasukkan inez kedalam jok mobil di baris kedua.


"Huh! Kalau bukan loh janjiin bayaran besar gue nggak mau ambil resiko ini, takut ketahuan dan di pecat dari perusahaan."


"Gue jamin, loe nggak akan di pecat! lagian ini masalah gue dengan wanita ini, nggak ada hubungan dengan pekerjaan kita." ujar pria itu menenangkan temannya.


"Oke gue percaya sama loe. kita harus bermain aman dan rapi jangan sampai gara-gara loh culik nih perempuan kita jadi kena masalah."


"Udah cepet kita jalan, sebelum ada orang yang pergoki!"


"Okeh! Pria itu melajukan mobilnya kesebuah tempat yang sudah di rencanakan.


***


"Hallo tuan Wiliam.. ma'af saya baru angkat telpon anda." ucap suara bariton dari sebrang telepon.


"Dimana Nona Inez, Kenapa sudah jam 10.30, Nona Inez belum juga terlihat keluar dari kantor MK?


"Ma'af Tuan Wiliam, meeting sudah selesai setengah jam lalu? saya juga baru akan turun karena tak terasa sudah larut malam."


"lain kali jangan biasakan meeting sampai larut malam, Nona Inez itu seorang wanita, jangan samakan dengan kita kaum pria yang kuat bergadang sampai pagi!" terdengar nada marah dari ucapan Wiliam


"Baik Tuan, akan saya perhatikan ucapan Tuan William, lain kali tidak akan terulang lagi."


"Bagus! saya matikan telponnya!"


Klik!


Wiliam putuskan sambungan telpon bersama hembusan nafas kasar. "Kenapa Inez tidak keluar juga? seharusnya ia sudah melewati gerbang itu bersama motornya." William mulai merasakan keanehan.


"Biar tidak mati penasaran, lebih baik aku bertanya pada sekuriti disana."


Wiliam turun dari sedan hitamnya dan berjalan kearah gedung 'MK', setelah melewati gerbang perkantoran, Wiliam menemui beberapa satpam yang sedang berkumpul didepan pos penjagaan.

__ADS_1


"Maaf Pak! boleh saya bertanya?


"Iya Pak? Anda sedang cari siapa?


"Seorang wanita, tadi siang berkunjung kesini, atas perintah perusahaan Vandeles untuk mengadakan meeting bersama pak Hendra."


"Wah wanita yang datang ke gedung ini pasti banyak pak! ciri-cirinya seperti apa ya Pak?


"Postur tubuhnya sedang, tingginya kira-kira 160 cm, cantik dan rambutnya hitam sebahu."


"Kalau spesifik seperti itu juga banyak, Pak? satpam itu menggaruk kepalanya.


"Dia memakai motor Scoopy, warnanya coklat."


"Ohhh, motor Scoopy itu ya? motornya masih ada di parkiran pak! saya pikir itu punya anak OB yang biasa pulang terakhir.


"Bisa saya buktikan motor itu? apa benar punya karyawan saya?"


"Bisa pak! ada di parkiran basemen. ayo saya antarkan."


William mengikuti dua orang sekuriti turun ke basemen dan berjalan kearah parkiran motor. kebetulan kendaraan roda dua sudah hampir kosong, karena seluruh karyawan sudah pulang pada jam lima sore.


"Ini bukan motornya Pak? tanya salah satu sekuriti.


Wiliam terbelalak melihat motor Scoopy berwarna coklat yang jelas ia sudah tahu pemiliknya.


"Benar! ini milik karyawan saya? apa mungkin dia terjebak didalam kantor pak Hendra?"


"Tidak mungkin Pak! barusan mobil Pak Hendra lewat saat Bapak sedang bertanya dengan kami?


Wiliam menghempaskan nafas kasar seraya mengusap wajahnya berkali-kali dan menatap serius dua orang sekuriti di depannya.


"Bantu saya untuk mencari karyawan saya Pak! bisa kita kedalam gedung untuk mencarinya."


"Tidak bisa pak! ini sudah jam sebelas, lampu gedung sudah di matikan. Tidak mungkin ada seseorang didalam gedung, kami sudah mengecek nya sebelum matikan saklar lampu, kecuali bila ada yang masih Meeting, dan biasanya ada pemberitahuan dari pihak kantor."


Apa yang dikatakan sekuriti itu ada benarnya, Namun dimana Inez berada? Wiliam mendesah frustasi. Seharusnya inez menyadari, sampai detik ini ternyata Wiliam masih mencintainya dan terus menjaganya walau dari jarak jauh.


💜


💜


💜


@Yuk terus dukung karya Bunda, jangan lupa untuk follow IG @bunda.eny_76

__ADS_1


@Bersambung....😍


__ADS_2