
Apa...? mata Andreas terbelalak sempurna. ia begitu tak terima dipecat tiba tiba.
"Meeting cukup sampai disini dulu! ujar Wiliam, membubarkan meeting, melihat Harlan marah semua hanya diam dan tak berani bersuara.
Setelah puas Harlan pergi meninggalkan ruangan meeting dengan langkah panjang menuju ruangannya. sambil mengendurkan dasinya yang terasa sesak.
Didalam ruangan Harlan sudah duduk di kursi presdir. kursinya ia putar membelakangi pintu. Menatap ikan ikan di kolam. Hatinya sedang tidak baik saat ini. hanyalah ikan yang berenang bebas kesana-kemari untuk meredam amarahnya. nafasnya masih terdengar kasar. Wiliam yang sudah tahu sifat asli tuannya bila sudah marah, berinisiatif membawa secangkir kopi panas untuk meredakan emosinya.
"Tuan minumlah dulu kopinya."
Harlan tidak menjawab, ia tetap diam sambil menatap taman ikan di depannya.
Tak! menaruh kopi di atas meja.
"Ceklek!
Tiba-tiba Andreas masuk ke dalam ruangan Harlan.
Tuan Goergie saya tidak terima kau pencet begitu saja. sementara saya punya saham 15% di perusahaan ini!"
'"Tuan Andreas, saat ini Tuan Georgie sedang tidak baik, tolong keluarlah nanti bisa di bicarakan lagi!
"Tidak! saya tidak terima di perlakukan seperti ini! saya di pecat secara tidak terhormat! kenapa tuan Goergie memecat saya hanya untuk membela gadis magang yang hanya pendidikan diploma!
"Tuan Andreas! tolong mengertilah. silakan anda keluar, kita bahas lagi nanti." suara Wiliam mulai meninggi.
Seketika tangan Harlan mengepal, rahangnya mengeras. ia membalikkan kursinya dan menatap tajam wajah Andreas.
"Anda pantas aku pecat! suara Harlan begitu lantang. "Kinerja anda sebagai seorang direktur tidaklah baik!
"Tapi aku memiliki saham sebesar 15%!
Segitu bangganya anda berteriak. Anda hanya memiliki saham 15%. sementara Tuan Georgie memiliki saham terbesar 60%! suara tinggi William terdengar marah.
"Saham ku 15% ditambah keuntungan 70%. Aku minta dikembalikan!"
"Apa? Anda minta keuntungan perusahaan sebesar 70%! apa anda kurang waras Tuan Andreas! hardik William dengan mata membulat.
Sudut bibir Harlan melengkung. "Sudah berapa lama kau bergabung di perusahaan Vandeles! sedang perusahaan ini baru saja berjalan tujuh bulan. keuntungan apa yang kau pinta 70%.
Selama tujuh bulan perusahaan ini berkembang dengan pesat. jadi aku tahu keuntungan perusahaan ini!
Will, kau panggil direktur keuangan untuk memberikan keterangan keuntungan selama tujuh bulan berjalan. kembalikan saham tuan Andreas beserta keuntungannya! aku masih ada urusan! Harlan beranjak dari duduknya dan berjalan kearah pintu.
"Tuan anda mau kemana? Wiliam bertanya penuh hati hati.
"Kau urus saja dia!
Berjalan pergi meninggalkan ruangan itu tanpa menoleh lagi.
Harlan masuk kedalam mobil, ia pergi ke suatu tempat untuk bisa membuat tenang pikirannya.
*****
Menjelang sore Lupita sudah merapikan tikar dan karpet untuk tahlilan tujuh harian paman nya. ia sibuk berbenah dan membuat kue. Sebagian tetangga juga ada yang memberikan kue.
"Lupi! panggil Bejo adik bibinya. tiba-tiba mencubit bokong Lupita yang sedang menggoreng pastel.
"Heh, bang! jangan kurang ajar yah! bentak Lupita tak terima.
"Hey! kenapa kau harus marah! jangan sok jual mahal!
"Lupi kenapa kau marah marah sama adikku! tiba-tiba Surti sudah berdiri di pintu dapur.
"Abang Bejo sudah kurang ajar! dia mencubit bokongku! jelas aku tak terima."
"Alah pakai drama luh! gue kan nggak sengaja cuma kesenggol ajah luh marah!
"Pakai nggak ngaku lagi! celetuk Lupita sambil mengangkat pastel dari penggorengan.
__ADS_1
"Sudah! Sudah! Tidak usah ribut terus. kau Lupi selalu saja cari masalah dalam hidupmu. cepat kerjakan gorengannya, habis magrib tamu pada datang!
"Dari tadi aku juga tidak diam. coba lihat Lolita dari tadi seharian cuma main HP terus tanpa mau membantu!
"Kamu tuh nggak usah iri sama loly. nggak usah sibuk ngurusin anak gue! sindir surti dan pergi begitu saja.
"Bikinin gue kopi! ujar Bejo yang mau pergi dari dapur.
"Bikin saja sendiri, situ kan punya tangan!
"Eeh malah nyolot lagi loh! Bejo langsung pergi dari dapur.
"Ciih! bibi bawa adiknya kesini malah bikin repot! udah penampilan kaya preman, pendek item lagi, nggak ada bagus bagusnya." gerutu Lupita dalam hati.
Usai menunaikan sholat magrib Lupita keluar kamar menerima tamu yang datang ke rumahnya. tetangga sudah banyak yang berdatang untuk tahlilan Pamannya.
*****
Sementara Harlan yang berada didalam kamar sudah tak sabar ingin bertemu Lupita. perasaan nya tidak bisa di gambarkan saat ini. Ia tersenyum didepan cermin sambil menyisir rambutnya yang basah. Kaos oblong hitam, celana jeans sudah melekat ditubuhnya. jaket kulit hitam ia sematkan ditubuh kekar nya.
Harlan menuruni anak tangga menuju lantai bawah.
"Harlan malam malam begini kau mau kemana? sapa Mak isah.
"Aku ada urusan sebentar di luar dengan teman-temanku, Mak."
"Teman yang mana? kau jarang bergaul dan tidak banyak memiliki teman Lan?
"Teman bisnis Mak, apalagi selain itu."
Mak isah mendesah pelan "Ya sudah makan dulu yuk, Mak sudah siapkan."
"Nanti saja Mak. Aku sedang tidak ingin makan malam, sekarang aku berangkat dulu ya Mak! mencium tangan Mak Isah, dan langsung pergi berjalan ke teras menaiki motor Moge nya.
Satu jam perjalanan Harlan sampai didepan gang menuju rumah Lupita. ia masuk kedalam gang dan melihat banyak orang tahlilan di rumah Lupita.
"Siapa yang meninggal? hati Harlan berdebar debar, ia takut terjadi apa-apa dengan Lupita. "Apakah Lupita sudah tiada? apakah setelah ia dipecat dari pekerjaannya Lupita berbuat nekad? begitu banyak pertanyaan dalam benaknya. untuk menepis kegelisahan nya ia bertanya pada pada seorang ibu yang sedang menyapu di teras rumahnya.
"Ohh itu lagi tujuh harian pamannya Lupita yang sudah meninggal."
"Ohhh Paman nya Lupita meninggal? ya sudah bu kalau begitu, terima kasih ya"
"Iya Mas, sama sama."
Harlan bernafas lega dan menunggu di pinggir jalan sampai tahlilan nya selesai. jam sudah menunjukkan pukul 20.30 menit, orang orang sudah keluar dari rumah Lupita, Harlan memajukan motornya tepat di depan halaman rumah Lupita.
"Assalamualaikum."
Lupita yang sedang membawa piring bekas kue kedapur. tidak tahu kalau Harlan datang ke rumahnya.
"Wa'alaikumsalam."
"Ehh ada Abang ganteng, tumben main kesini! sambut Lolita yang sedang duduk di teras.
"Saya ingin bertemu dengan Lupita!
"Ngapain cari Lupita, mending yang ada ajah bang, yuk masuk." imbuh Lolita cari perhatian.
"Wah bang motor nya keren banget, baru beli yak? boleh donk ajak jalan-jalan Loly pake motor keren ini!"
Harlan diam tidak menyahut.
"Woww gile, tuh Moge siapa? ini Moge mahal bener keluaran terbaru." ujar Bejo yang ikut berdiri di depan teras sambil geleng-geleng kepala.
"Ini Moge si abng, keren kan om? udah gitu yang bawa juga ganteng lagi." hehehehe
"Ehh Loly! suruh masuk donk pacarnya." perintah Bejo yang masih sibuk pegang pegang Moge Harlan.
"Maaf anda salah, saya mencari Lupita, bukan pacarnya dia! ucap Harlan mengelak
__ADS_1
"Sini bang masuk dulu banyak kue nih! ajak Lolita.
"Seperti nya kaya ada tamu." imbuh Lupita yang baru selesai cuci piring. Lupita berjalan keluar ingin membereskan tikar. Saat sudah di teras ia tertegun melihat Harlan sudah berada di teras sambil duduk ditemani Lolita.
"Mas Harlan?
"Lupita? Harlan yang sedang duduk diatas tikar, berjalan mendekati Lupita dan berjabat tangan.
"Sejak kapan Mas sudah berada di sini, kok aku nggak tahu?"
"Baru saja, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan."
"Silakan duduk dulu ya Mas, aku buatkan kopi' dulu."
"Tidak usah repot-repot Lupi?
Tidak apa-apa kok Mas, masa tamu datang tidak diberi minum, Ya sudah aku ke belakang dulu ya Mas."
Tak berapa lama Lupita datang membawa secangkir kopi panas dan menaruhnya di depan Harlan.
"Terima kasih Lupi."
"Ayo dimakan kue nya Mas."
"Bang! itu motor Harley Davidson berapa duit? tanya Bejo tiba tiba.
"Lumayan harganya."
"Iya lumayan nya berape?"
"Dua! Harlan menunjuk dua jarinya.
"Iye Dua berapa? dua puluh juta?
"Bukan!
"Dua ratus juta! ucap Bejo lagi penasaran.
"Dua milyaran!
"Apa! Bejo terkejut, "loe punya duit sebanyak itu darimana? apa boleh korupsi!
"Eet jaga mulut mu bang, Moge itu milik bos ku! tadi aku pinjam sebentar, pulang dari sini aku kembalikan lagi.
"Etdah kirain punya sendiri? gaya doank tampang ganteng, tapi belaga sok kaya! sindir Bejo blak blakan.
"Bang nggak boleh bicara begitu sama tamu! Lupita memperingati
"Lupi tidak apa-apa biarkan saja, kalau gitu kita bicara diluar saja ya, sepertinya disini tidak nyaman.
Lupita mengangguk "Ya sudah ayo Mas."
Mereka berdua berjalan kearah motor yang terparkir.
"Ehh Lupi, malam malam mau pergi kemana? tanya Bejo.
Tapi Lupita tak menggubris pertanyaan Bejo, ia naik motor bersama Harlan.
'
'
'
'
'
Bersambung....
__ADS_1
@Part nya lebih banyak, Maaf kalau jrang Up karena ada kesibukan di real juga, jadi harus berbagi waktu. harap di maklum, tapi tetap di usahakan up.