Suamiku Seorang CEO

Suamiku Seorang CEO
Episode 04


__ADS_3

Tobalah Dewi didepan rumah.. tak lupa Alan membukakan pintu mobil untuk Dewi dan mempersilahkan Dewi untuk kelur dengan hatu hati.


"Apakah ini rumah kamu Dewi..?"Tanya alan


"Iya tuan Alan... ini rumah saya yang seserhana."jawab Dewi.


"Apakah anda ingin mampir sebentar?"Tanya Dewi.


"Oh.. lain kali aja Dewi.. ini sudah sangat larut tak enak dengan orang tua kamu."jawab Alan.


"Baik lah.. saya permisi masuk dulu tuan Alan."pamit Dewi sambil melangkah meninggalkan Alan.


"Dewi engkau membuat hati ku tergoyah disaat aku sudah berjanji tidak akan jatuh cinta lagi selain dengan cinta masa kecil ku."ucap Alan dalam hati sambil memasuki mobilnya dan melajukan dengan kencang.


Di tempat lain.. yang tak lain di tempat Dewi.


"Kenapa hatiku tak karuan saat dekat dengan Alan.. serasa aku sudah kenal lama dengan dia.padahal kita hanya beberapa kali bertemu."resah dewi dalam hati.


"Ya tuhan rencana apa yang engkau buat.Apakah aku sudah mulai menyukainya.. padahal kita baru aja kenal.Dan bagaimana perasaan aku yang selama ini aku simpan untuk kakak Alan.. Ngomong ngomong nama mereka sama,,, apakah mereka orang yang sama juga.. tapi tak mungkin kalau dia orang yang sama karena sifat mereka sangat lah berbeda,dan wajah mereka juga berbeda.. Alan yang ini sangat tampan dan kulitnya putih.."gumam Dewi dalam hati sambil menatap foto semasa kecil dia dan peria kecil itu.


Di tempat alan..


"Huufff... akhirnya sampai rumah juga."kedatangan Alan di sambut oleh Bibik pengurus rumah alan..


"lho... Bik.. kenapa tidak tidur.. saya tadi kan sudah berpesan akan pulang telat dan bibik gak usah nunggu."tanya Alan.


"Maaf tuan saya hanya ingin memastikan tidak ada yang dibutuhkan tuan saat tuan tiba.kalau sudah tidak ada saya permisi."jelas BiBik


"Iya bik.. silakan saya sudah tidak butuh apa apa saya akan segera maandi."ucap Alan.


Meskipun di kantor Alan terkenal dingin dan angkuh,beda lagi dirumah dia sangat ramah dan tidak membedakan antara bawahan dan atasan.Di rumah sebesar itu Alan hanya tinggal sendri dan di temani beberapa pembantu terutama Bibik yang selalu setia menunggu kepulangan Alan.Bibik tersebut sudah di anggab Alan sebagi ibu penghanti Alan karena sejak kecil Bibik lah yang merawat Alan dikarenakan kedua orang tua Alan meninggal saat alan berusia 10tahun karena kecelakan.Untung saja Alan masih punya Kakek dan Nenek yang sangat Kaya raya sehingga Alan tak kekurangan apa pun.Orang tua Alan mengalami kecelakaan pada saat mereka perjalanan menuju rumah Kakek dan Nenek Alan,dengan tergesah gesah sehingga Ayah Alan kehilangan kendali mobilnya dan mengakibatkan kecelakaan tersebut haya Alan yang selamat.Semenjak itu Alan jadi anak yang murung dan dingin dia jarang sekali tersenyum.


Alan segera masuk kamar mandi dan menyalakan kran air sehingga air pun terjatuh di seluruh tubuh Alan.. Alan mulai membersihkan tubuhnya dengan sabun,tak lupa memakai sampo.. Disela sela Alan membersihkan tubuhnya dia terbayang bayanh oleh senyuman Dewi.


"Sial... Dia sudah membuat aku gila."umpat Alan.

__ADS_1


"Dewi kita baru saja bertemu kenapa aku sudah merindukanmu."isi hati Alan.


Liburan sekolah pun tinggal 3hari lagi.dan Setiap akhir libur Dewi meminta izin untuk libur kerja di karenakan Dewi ingin pergi ke kampung halaman Dewi.Dewi berharap liburan kali ini Dewi bisa bertemu dengan "Kak Alan" cinta masa kecil Dewi.


"Akhirnya samapi di rumah lama ku,yang penuh dengan kenangan."gumam Dewi.


Dewi pun menuju di mana kamar yang dulu perna iya tempati meski agak berdebu Dewi pun segera membersihkan nya.


Tak butuh waktu lama satu jam saja Dewi sudah selesai membersihkan seisi rumah tersebut.karena hanya sedikit berdepu.setiap seminggu sekali ada orang yang di mintai tolong oleh orang tua untuk membersihkan rumah tersebut.sehingga ada yang merawat rumah itu.


"Huuff... akhirnya selesai juga.. aku udah lapar nich.. untung aku tadi mampir ke mini market jadi tak perlu keluar lagi untuk membeli makanan."ucap Dewi.Dew pun menuju dapur dan memasak mi instan.setelah selesai dengan urusan perut Dewi pun pergi mandi dan istirahat.Di saat Dewi hendak memejamkan mata ponsel Dewi berbunyi.


Bibb..bibb.. bunyi pesan masuk.


"Dewi lagi ngapain.. aku ganggu gak.. tadi aku mampir ke toko hendak mengajak kamu makan tapi ternyata kamu tidak masuk.kamu izin kemana dewi.. maaf kalau saya banyak nanya dan mengganggu istirahatmu."isi pesan dari Alan.


"Oh ya maaf saya tidak memberi tahu anada tuan... saya setiap akhir libur semester selalu izin pulang ke kampung halaman saya."balas Dewi.


"Apakah bersama kedua orang tuamu Dewi."Pean dari Alan.


"Boleh kah akau menelfonmu."Tanya alan dalam pesan.


"Tentu tuan."Balas Dewi.


Tak lama alan pun mnelfon Dewi.


"Hallo.."ucap Alan.


"Hallo tuan.."sahut Dewi.


"Dewi jangan panggil tuan dong.. kita kan teman."ucap Alan.


"Baik.. saya harus panggil anda apa."tanya Dewi.


"Teserah kamu yang penting jangan tuan lagi."tegas Alan.

__ADS_1


"emb baik tuan.. upss.. Kak..."ucap Dewi sambil malu malu.


"Gitu dong.. umur kita kan cuma beda dikit.aku lebih tua 3 tahun dari kamu."ucap Alan.


"Ada perlu apa Kak,sampai kakak mencari Dewi ke tempat kerja."Tanya Dewi.


"****** gue.. masak aku harus bilang karena rindu sama dia kan gak lucu.."umpat Alan dalam hati.


"Kak... kenapa gak jawab kak.apakah kamu tertidur.."Tanya Dewi.


"Belum Dewi,.. Aku mencari kamu hanya ingin ngajak kamu makan ketempat yang dulu kita perna makan,tempat favorit kmau itu.."jelas Alan.


"ooh.. kirain ada masalah penting kak."sahut dewi dengan polosnya.


"Kamu kekampung halaman ada perlu ya Dewi... maaf kalau aku lancang nanyain hal pribadi ke kamu.."tanya Alan ragu.


"Iya kakak.... aku ingin bertemu seaeorang.aku sangat merindukannya... tapi aku tidak tahu kak apakah dia akan menemuiku atau tidak."jawab Dewi dengan muka sedihnya.


"Siapa Dewi.. Kekasihmu ya..."Tanya Alan penasaran.


"Kekasih kakak..... tepatnya cinta masa kecil.Aku selalu menunggu nya kak.. dia pergi tanpa memberi tahuku.dan sekarang aku tak tahu dia dimana dan bagaimana kabarnya."jawab Dewi dan tak terasa air matanya pu jatuh.


Alan pun di seberang sana.. "deg..Dewi sudah punya kekasih,pupus sudah harapan ku.."ucap Alan dalam hati dan hati tersebut merasa hancur.dan apakah dia akan patah hati lagi.. disaat dia ingin memulai kebahagiaanya kembali.


"Sabar Dewi.. jika kamu dan dia berjodoh pasti akan di pertemukan.aku akan mendukungmu dan mendo'akan semoga kalian segera di pertemukan."ucap Alan menguatkan hati Dewi meskipun hati Alan akan hancur.karena Alan tidak mau egois karena setatus Alan hanya lah teman meski Alan berharap Lebih dari itu.


"Terima kasih kak,kamu sudah mendukungku.aku juga berharap engkau bisa menemukan kekasih sejatimu itu."ucap Dewi.


Karena di perjalan pulang dari makan malam bebwrapa hari yang lalu Alan menceritakan Cinta masa kecil nya itu kepada Dewi.karena mereka sama sama memiliki cerita tersebut.


"Sudah larut Dewi... kamu istirahat lah.."perintah Alan.


"Iya kak... kakak juga ya.. terimakasih sudah mau Jadi teman Dewi."sahut Dewi.


Dan merekapun mengakhiri pebincangan mereka di telfon.

__ADS_1


Terimakasih sudah mau membaca cerita ku.🙏🏻


__ADS_2